BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3. Uji Asumsi Klasik
4.3.3. Uji Heteroskedastisitas
Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk mengetahui adanya heteroskedastisitas adalah dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik Scatterplot dengan ketentuan:
- Jika terdapat pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur maka menunjukkan telah terjadi heteroskedastisitas. - Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
3.5 Analisis Regresi Linear Berganda
Dalam penelitian ini hipotesis disusun untuk menemukan apakah terdapat pengaruhantara aspek rasional terhadap efektivitas implementasi anggaranberbasiskinerja.Olehkarena itupengujianhipotesa dalampenelitianini menggunakananalisisregresiberganda.Analisisinidigunakanuntukmenguji arah hubungan beberapavariabel independen terhadap variabel dependen.
Persamaanregresiuntukmengujihipotesis-hipotesisyang diajukan, dinyatakan dalam modelberikut:
Y=α+β1.X1 +β2.X2 +β3.X3 +ε Keterangan:
Y = Pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah X1 =Kompetensi sumber daya manusia
X2 =Transparansi kebijakan publik X3 =pengawasan internal α =Konstansta β =Koefisien ε =error term 3.6 Pengujian Hipotesis
3.6.1 Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (�2) merupakan suatu nilai (nilai proporsi) yang mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel bebas yang digunakan dalam persamaan regresi, dalam menerangkan variasi variabel tak bebas. Nilai koefisien determinasi berkisar antara 0 dan 1.
Nilai koefsien determinasi �2 yang kecil (mendekati nol) berati kemampuan variabel-variabel tak bebas secara simultan dalam menerangkan variasi variabel tak bebas amat terbatas. Nilai koefisien determinasi �2 yang mendekati satu berarti variabel-variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel bebas.
3.6.2 Uji Parsial ( Uji T-test )
Uji t-test merupakan uji statistik parametrik yang digunakan untuk menguji hipotesis. Alasan penggunaan uji t-test karena diasumsikan data akan terdistribusikan normal, karena data yang digunakan secara keseluruhan pada tiap hipotesis dan akan dilihat apakah memiliki nilai rata-rata yang berbeda. Tujuan uji
ini untuk mengetahui t-test for equality means tiap pimpinan apakah sama atau berbeda, dengan ketentuan keputusan sebagai berikut:
• Jika probabilitas > 0.5 maka H0 diterima, • Jika probabilitas < 0.5 maka H0 ditolak.
3.6.3 Uji Signifikan Simultan ( Uji F-test )
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah variabel-variabel bebas yang terdiri dari sumber daya manusia, penerapan teknologi, dan ketidakpastian lingkungan secara serempak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu efektivitas implementasi anggaran berbasis kinerja. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan derajat signifikansi sebesar 5% atau 0,05.
Bentuk pengujiannya sebagai berikut:
a. H0 : b1 = b2 = b3 = 0, artinya secara serempak sumber daya manusia, penerapan teknologi dan ketidakpastian lingkunganberpengaruh tidak signifikan terhadap efektivitas implementasi anggaran berbasis kinerja. b. Ha : minimal satu bi ≠0, artinya secara serempak sumber daya manusia,
penerapan teknologi dan ketidakpastian lingkunganberpengaruh tidak signifikan terhadap efektivitas implementasi anggaran berbasis kinerja.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Uji Validitas dan Reliabilitas 4.1.1 Uji Validitas
Berikut hasil dari uji validitas terhadap butir-butir pertanyaan dari variabel kompetensi sumber daya manusia, transparansi kebijakan publik, pengawasan internal, dan pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Tabel 4.1 Uji Validitas Pertanyaan-Pertanyaan pada Variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia
Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted px11 25.8333 46.075 .704 .905 px12 25.7000 43.114 .860 .895 px13 25.7000 44.286 .722 .903 px14 25.6667 42.713 .810 .897 px15 25.4667 46.395 .429 .924 px16 25.4000 44.869 .527 .918 px17 25.4667 41.223 .878 .891 px18 25.3000 40.769 .751 .901 px19 25.6000 43.490 .754 .901
Tabel 4.2 Uji Validitas Pertanyaan-Pertanyaan pada Variabel Transparansi Kebijakan Publik
Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted px21 12.8667 15.844 .901 .957 px22 13.0000 16.000 .940 .950 px23 13.1333 16.602 .941 .951 px24 13.0000 16.000 .873 .962 px25 12.9333 16.961 .857 .964
Tabel 4.3 Uji Validitas Pertanyaan-Pertanyaan pada Variabel Pengawasan Internal Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted px31 21.3667 38.654 .942 .974 px32 21.2667 37.789 .927 .975 px33 21.3667 38.378 .935 .974 px34 21.2333 38.737 .909 .976 px35 21.3333 40.506 .918 .976 px36 21.2667 40.133 .917 .976 px37 21.1667 38.489 .908 .976
Tabel 4.4 Uji Validitas Pertanyaan-Pertanyaan pada Variabel Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted py11 26.7000 79.183 .925 .982 py12 26.3667 74.792 .973 .979 py13 26.3333 74.230 .988 .978 py14 26.3000 73.941 .991 .978 py15 26.3000 74.010 .987 .978 py16 27.1000 89.128 .664 .993 py17 26.3000 74.079 .984 .978 py18 26.4667 76.257 .942 .980
Nilai patokan untuk uji validitas adalah koefisien korelasi (Corrected
Item-Total Correlation) yang mendapat nilai lebih besar dari 0,3 (Sekaran dalam
Augustine dan Kristaung, 2013:70). Berdasarkan hasil uji validitas pada Tabel 4.1 hingga Tabel 4.4, diketahui seluruh pertanyaan bersifat valid.
4.1.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas harus dilakukan hanya pada pertanyaan yang telah memiliki atau memenuhi uji validitas, jadi jika tidak memenuhi syarat uji validitas maka tidak perlu diteruskan untuk uji reliabilitas (Noor, 2011:130). Berikut hasil dari uji reliabilitas terhadap butir-butir pertanyaan yang valid.
Tabel 4.5 Uji Reliabilitas pada Variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia, Transparansi Kebijakan Publik, Pengawasan Internal dan
Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Variabel Nilai Alpha Cronbach Kompetensi sumber daya manusia
Transparansi kebijakan publik Pengawasan internal
Pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah
0,887 0,929 0,937 0,935
Jika nilai Alpha Cronbach lebih besar dari 0,6, maka kuesioner penelitian bersifat reliabel (Augustine dan Kristaung, 2013:73, Noor, 2011:165). Diketahui bahwa kuesioner bersifat reliabel, karena nilai Alpha Cronbach lebih besar dari 0,6.
4.2 Statistika Deskriptif
Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui deskripsi suatu data yang dilihat dari distribusi frekuensi dan persentase, dari variabel kompetensi sumber daya manusia, transparansi kebijakan publik, pengawasan internal dan pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kompetensi Sumber Daya Manusia
Pertanyaan STS STS TS TS N N S S SS SS Total Total
f % f % F % f % f % f % x11 0 0 5 8.333 24 40 23 38.33 10 16.67 62 62 x12 0 0 6 10 25 41.67 25 41.67 6 10 62 62 x13 0 0 6 10 30 50 21 35 5 8.333 62 62 x14 0 0 5 8.333 27 45 20 33.33 10 16.67 62 62 x15 0 0 5 8.333 20 33.33 25 41.67 12 20 62 62 x16 0 0 6 10 22 36.67 24 40 10 16.67 62 62 x17 0 0 5 8.333 20 33.33 25 41.67 12 20 62 62 x18 0 0 5 8.333 23 38.33 22 36.67 12 20 62 62 x19 0 0 6 10 25 41.67 25 41.67 6 10 62 62
Pada pernyataan responden kuesioner Kompetensi Sumber Daya Manusia dapat digambarkan bahwa ada 5 orang atau 8,333% responden menyatakan tidak setuju, 24 orang atau 40% responden menyatakan netral, 23 orang atau 38,33% responden menyatakan setuju dan 10 orang atau 16,67% responden menyatakan sangat setuju.
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi dan Persentase Transparansi Kebijakan Publik
Pertanyaan STS STS TS TS N N S S SS SS Total Total
F % f % F % f % f % f % x21 0 0 6 10 9 15 38 63.33 9 15 62 62 x22 0 0 6 10 19 31.67 28 46.67 9 15 62 62 x23 0 0 6 10 21 35 22 36.67 13 21.67 62 62 x24 0 0 5 8.333 17 28.33 29 48.33 11 18.33 62 62 x25 0 0 5 8.333 8 13.33 44 73.33 5 8.333 62 62
Pada pernyataan responden Kuesioner Transparansi Kebijakan Publikdapat digambarkan bahwa ada 6 orang atau 10% responden menyatakan tidak setuju, 9 orang atau 15% responden menyatakan netral, 38 orang atau 63,33%
responden menyatakan setuju dan 9 orang atau 15% responden menyatakan sangat setuju.
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi dan Persentase Pengawasan Internal
Pertanyaan STS STS TS TS N N S S SS SS Total Total
f % f % F % f % f % f % x31 0 0 4 6.667 10 16.67 40 66.67 8 13.33 62 62 x32 0 0 4 6.667 17 28.33 27 45 14 23.33 62 62 x33 0 0 4 6.667 14 23.33 30 50 14 23.33 62 62 x34 0 0 3 5 15 25 35 58.33 9 15 62 62 x35 0 0 3 5 10 16.67 44 73.33 5 8.333 62 62 x36 0 0 3 5 9 15 42 70 8 13.33 62 62 x37 0 0 3 5 19 31.67 25 41.67 15 25 62 62
Pada pernyataan responden Kuesioner pengawasan internal dapat
digambarkan bahwa ada 4 orang atau 6,667% responden menyatakan tidak setuju, 10 orang atau 16,67% responden menyatakan netral, 40 orang atau 66,67% responden menyatakan setuju dan 8 orang atau 13,33% responden menyatakan sangat setuju.
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi dan Persentase Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Pertanyaan STS STS TS TS N N S S SS SS Total Total
f % f % F % f % f % F % y11 0 0 5 8.333 0 0 31 51.67 26 43.33 62 62 y12 0 0 5 8.333 0 0 30 50 27 45 62 62 y13 0 0 5 8.333 0 0 20 33.33 37 61.67 62 62 y14 0 0 5 8.333 0 0 32 53.33 25 41.67 62 62 y15 0 0 5 8.333 0 0 16 26.67 41 68.33 62 62 y16 0 0 4 6.667 15 25 27 45 16 26.67 62 62 y17 0 0 5 8.333 0 0 32 53.33 25 41.67 62 62 y18 0 0 5 8.333 0 0 40 66.67 17 28.33 62 62
Pada pernyataan responden Kuesioner pengawasan internal dapat digambarkan bahwa ada 5 orang atau 8,333% responden menyatakan tidak setuju, 0 orang atau 0% responden menyatakan netral, 31 orang atau 51,67% responden menyatakan setuju dan 26 orang atau 43,33% responden menyatakan sangat setuju.
4.3 Uji Asumsi Klasik
4.3.1 Uji Asumsi Normalitas
Dalam penelitian ini, uji normalitas terhadap residual dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Tingkat signifikansi yang digunakan �= 0,05. Dasar pengambilan keputusan adalah melihat angka probabilitas �, dengan ketentuan sebagai berikut (Ghozali, 2013).
Jika nilai probabilitas � ≥ 0,05, maka asumsi normalitas terpenuhi. Jika probabilitas < 0,05, maka asumsi normalitas tidak terpenuhi.
Tabel 4.10 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 62
Normal Parametersa,,b Mean .0000000
Std. Deviation 3.27853615
Most Extreme Differences Absolute .071
Positive .040
Negative -.071
Kolmogorov-Smirnov Z .561
Asymp. Sig. (2-tailed) .912
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Perhatikan bahwa berdasarkan Tabel 4.10, diketahui nilai probabilitas p atau
Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,912. Karena nilai probabilitas p, yakni 0,912, lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi, yakni 0,05. Hal ini berarti asumsi normalitas dipenuhi.
Gambar 4.1 Uji Normalitas dengan Normal Probability Plot
Berdasarkan hasil uji normalitas dengan normal probability plot (Gambar 4.1) titik-titik cenderung menyebar dekat dengan garis diagonal. Hal ini berarti data telah memenuhi asumsi normalitas.
4.3.2 Uji Multikolinearitas
Untuk memeriksa apakah terjadi multikolinearitas atau tidak dapat dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF). Nilai VIF yang lebih dari 10 diindikasi suatu variabel bebas terjadi multikolinearitas (Ghozali, 2013).
Tabel 4.11 UjiMultikolinearitas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
Kompetensi Sumber Daya Manusia (X1) .378 2.644 Transparansi Kebijakan Publik (X2) .591 1.693 Pengawasan Internal (X3) .336 2.973
Nilai VIF dari kompetensi sumber daya manusia adalah 2,644, nilai VIF dari transparansi kebijakan publik adalah 1,693, dan nilai VIF dari pengawasan internal adalah 2,973. Diketahui nilai VIF dari kompetensi sumber daya manusia, transparansi kebijakan publik dan pengawasan internal tidak lebih dari 10, maka diindikasi tidak terjadi multikolinearitas.
4.3.3 Uji Heteroskedastisitas
Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan uji Glejser (Ghozali, 2013, Gio dan Elly, 2015). Berikut hasil uji Glejser.
Tabel 4.12 Uji Heteroskedastisitas (Uji Glejser) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 7.257 1.613 4.498 .000
Kompetensi Sumber Daya Manusia (X1) -.097 .076 -.254 -1.280 .206 Transparansi Kebijakan Publik (X2) .039 .083 .074 .468 .642 Pengawasan Internal (X3) -.082 .094 -.183 -.871 .387
Berdasarkan Tabel 4.12, diketahui:
Nilai Sig. kompetensi sumber daya manusia dari uji Glejser adalah 0,206,
Nilai Sig. transparansi kebijakan publik dari uji Glejser adalah 0,642,
Nilai Sig. pengawasan internal dari uji Glejser adalah 0,387,
Karena seluruh nilai Sig. lebih besar dari 0,05 (tidak signifikan), maka disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas (Gujarati, 2003, Gio dan Elly, 2015:182-183, Ghozali, 2013).
4.4 Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (�2) merupakan suatu nilai (nilai proporsi) yang mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel bebas yang digunakan dalam persamaan regresi, dalam menerangkan variasi variabel tak bebas.
Tabel 4.13 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .812a .660 .642 3.36226
a. Predictors: (Constant), Pengawasan Internal (X3), Transparansi Kebijakan Publik (X2), Kompetensi Sumber Daya Manusia (X1)
b. Dependent Variable: Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Y)
Berdasarkan Tabel 4.13, nilai koefisien determinasi �2 terletak pada kolom
Adjusted R-Square. Diketahui nilai koefisien determinasi sebesar �2 = 0,642. Nilai tersebut berarti seluruh variabel bebas, yakni kompetensi sumber daya manusia, transparansi kebijakan publik, dan pengawasan internal, secara simultan mempengaruhi variabel pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah sebesar 64,2%, sisanya sebesar 35,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.