BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
V.3. Uji Kualitas Data
V.4.2. Uji Heteroskedastisitas
Tujuannya adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians bagi variabel independen dalam setting yang berbeda.
Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Pengujian ini dilakukan dengan melihat pola tertentu pada grafik dimana sumbu Y adalah yang telah diprediksikan dan sumbu X adalah residual (Y prediksi - Y sesungguhnya) yang telah distandarkan. Dasar pengambilan keputusannya adalah:
a. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola yang teratur (bergelombang melebar kemudian menyempit) maka telah terjadi heteroskedastisitas.
b. Jika tidak terdapat pola yang jelas serta titik-titik menyebar diatas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Gambar V.1: Uji Heteroskedastistas
Sumber: Data olahan lampiran 7, tahun 2012.
Berdasarkan hasil diagram scaterplot, tidak terlihat pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka pada sumbu Y. Maka disimpulkan bahwa penelitian ini bebas dari heteroskedastitas dan pengujian ini layak dipakai.
V.4.3. Uji Normalitas Data
Uji Normalitas Data adalah langkah awal yang harus dilakukan untuk setiap analisis multivariate khususnya jika tujuannya adalah inferensi. Tujuannya adalah untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dengan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal.
Pengujian dilakukan dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik scatter plot, dasar pengambilan keputusannya adalah jika
data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari regresi atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
Gambar V.2: Uji Normalitas
Sumber: Data olahan lampiran 8, tahun 2012.
Berdasarkan gambar V.2 di atas, dapat diketahui bahwa sebaran data berada di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal. Oleh karena itu model regresi dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas.
V.5. Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linier sederhana yaitu suatu metode statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat (penjualan) dengan variabel bebas (salesmanship). Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat ditunjukan dengan persamaan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS diperoleh data-data sebagai berikut :
Tabel V.10
Rekapitulasi Regresi Linear Sederhana Tentang Pengaruh Salesmanship Terhadap Penjualan Mobil Toyota Kijang Innova.
Model Unstandardized Coefficients
Konstanta (a) Salesmanship (X)
B 1,938 0.581 Sumber : Data olahan lampiran 9, tahun 2012
Dalam menganalisa data yang diperoleh dari kegiatan penelitian ini, penulis menggunakan metode regresi linear sederhana yaitu analisis tentang hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen.
Hubungan antara variabel dependen dengan independen ditunjukkan dengan persamaan :
Y = 1.938 + 0.581X
Berdasarkan persamaan regresi di atas, maka dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Konstanta sebesar 1.938 menyatakan bahwa jika tidak ada salesmanship, maka nilai penjualan mobil Toyota Kijang Innova pada PT. Agung Automall Duri akan tetap sebesar 1.938.
2. Koefisien regresi sebesar 0.581 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai Salesmanship, maka akan meningkatkan penjualan mobil Toyota Kijang Innova pada PT. Agung Automall Duri sebesar 0.581 dengan asumsi besarnya variabel dependen lainnya adalah tetap.
V.6. Uji Hipotesis
Uji Regresi Secara Parsial (Uji T)
Uji t dipakai untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat secara individual serta mengetahui variabel terikat dengan mengukur derajat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Maka dapat dilakukan dengan uji statistik t dengan ketentuan:
a. Ha diterima jika, t hitung> t tabel (df) = (n-1) atau (Sig) < (α) 0.05, maka terdapat pengaruh positif antara variabel bebas dengan variabel terikat.
b. Ho diterima jika t hitung < t tabel (df) = (n-1) atau (Sig) > (α) 0.05, maka terdapat pengaruh negatif antara variabel bebas dengan variabel terikat.
Keterangan : ttabel, (df) = (n-1)
(df) = derajat bebas α (5%) (n) = jumlah sampel Sehingga didapatkan hasil:
ttabel, (df) = (67-1)
= (66) dengan α (5%)
= (1.99)
Tabel. V.11
Rekapitulasi Hasil Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji T) Variabel Thitung Tanda Ttabel Sig Tanda Alpha
(α) Hipotesis Salesmanship (X) 5.356 > 1.99 0.000 < 0.05 Haditerima H0ditolak Sumber : Data olahan lampiran 10, tahun 2012.
Berdasarkan tabel V.11 di atas, menunjukkan bahwa:
Variabel salesmanship secara parsial berpengaruh postif terhadap penjualan mobil Toyota Kijang Innova pada PT. Agung Automall Duri.
V.7. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah diantara 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen.
Berikut hasil dari Determinasi (R²) dalam rekapitulasi tabel V. 12 di bawah ini:
Tabel V. 12
Rekapitulasi Hasil Pengujian Koefisien Determinasi (R2)
Variabel R Kriteria R Square
Salesmanship 0.553a 0.40-0.599 0.306 Sumber: Data olahan lampiran 11, tahun 2012.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai R sebesar 0.553, berarti hubungan keeratan antara variabel independen (salesmanship) dan variabel dependen (penjualan) cukup kuat. Nilai R Square sebesar 0.306 yang artinya 30.6% variabel salesmanship mempengaruhi terjadinya penjualan pada PT.
Agung Automall Duri, sedangkan sisanya (100%-30.6.% = 69.4%) dipengaruhi sebab-sebab lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
V.8. Pembahasan Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian di atas membuktikan bahwa salesmanship berpengaruh terhadap penjualan mobil Toyota Kijang Innova pada PT. Agung Automall Duri, maka hasil penelitian ini mendukung teori yang telah diungkapkan oleh Swasta dan Irawan seperti yang telah dikutip dibawah ini:
Pada umumnya perusahaan mempunyai tujuan untuk mendapatkan laba tertentu (Swastha dan Irawan, 2008: 406). Dalam prakteknya penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor , salah satunya adalah Kondisi dan kemampuan menjual (salesmanship), yaitu transaksi jual beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa, pada prinsipnya melibatkan dua pihak, yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Disini penjual harus meyakinkan pembeli agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan. Salesmanship atau kemampuan menjual yang handal memegang peranan yang penting dalam membantu perusahaan untuk menjalankan kegiatan penjualan perusahaan.
Adapun sifat-sifat yang perlu dimiliki oleh seorang penjual yang baik antara lain : sopan, pandai bergaul, pandai berbicara, mempunyai kepribadian yang menarik, sehat jasmani, jujur, mengetahui cara-cara penjualan, dan sebagainya. Dengan tenaga penjualan yang baik dapatlah dihindari timbulnya kemungkinan rasa kecewa pada para pembeli dalam pembeliannya. Disini penjual harus meyakinkan pembeli agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan.
Dari uraian di atas tergambar bahwa salesmanship yang ada di PT. Agung Automall Duri sangat baik dalam melakukan penjualan mobil toyota kijang innova. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuesuioner salesmanship yang disebar kepada 67 orang yang memiliki mobil toyota kijang innova dan melakukan pembelian di PT. Agung Automall Duri rata-rata responden memilih sangat setuju pada setiap item pertanyaan yang mewakili indikator salesmanship. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin baik salesmanship yang ada di PT. Agung Automall Duri. maka semakin tinggi pula tingkat penjualan mobil toyota kijang innova pada PT. Agung Automall Duri.
75
dikemukakan pada halaman-halaman sebelumnya, maka pada bab ini penulis mengambil kesimpulan dan mengemukakan saran-saran dan sekiranya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi PT. Agung Automall Duri.
Kesimpulan dan saran ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan penjualan mobil toyota kijang innova pada PT. Agung Automall Duri.
VI.1 Kesimpulan
1. Faktor yang mempengaruhi penjualan mobil toyota kijang innova pada PT. Agung Automall Duri adalah dipengaruhi oleh salesmanship.
2. Salesmanship mempengaruhi penjualan mobil toyota kijang innova pada PT. Agung Automall Duri sebesar 30.6% sedangkan sisanya (100% -30.6% = 69.4%) dipengaruhi sebab-sebab lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
3. Secara parsial salesmanship berpengaruh terhadap penjualan mobil toyota kijang innova pada PT. Agung Automall Duri.
VI.2 Saran
1. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa salesmanship berpengaruh terhadap penjualan mobil toyota kijang innova pada PT. Agung Automall Duri. Maka dari itu diharapkan kepada pimpinan dan para manajer PT.
Agung Automall Duri tetap mempertahankan dan meningkatkan salesmanship para tenaga penjual mereka.
2. PT. Agung Automall Duri harus lebih mengefektifkan kinerja salesmenship dengan memberikan pembelajaran/pelatihan terhadap tenaga penjual, sehingga tenaga penjual mampu melakukan penjualan dengan baik.
Amir , M Tufik. 2005. Dinamika Pemsaran. Raja Grafindo. Jakarta.
Assauri, Sofjan. 2009. Manajemen Pemasaran. Penerbit : PT.Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Baduara, Sotar, 2004. Salesmanship Ilmu dan Seni menjadi penjual yang Sukses, PT .Bumi Aksara. Jakarta.
Baduara, Sotar dan Sirait, Sabar Martin 2006. Salesmanship, Ilmu dan Seni Menjadi Penjualan Yang Sukses. Edisi Ke Empat. PT. Bumi Aksara.
Jakarta.
Febrianto Nur Sahid, jurnal manajemen & kewirausahaan vol.3 No. 2, agustus 2005 : 102 – 120, Analisis Pengaruh Salesmanship Dan Sales Promotion Terhadap Penjualan Onderdil Sepeda Motor Di Daeral Malang. Skripsi, tidak di publikasikan. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Malang.
Fernandes, Ari Eka, 2009. Pengaruh salesmanship dan sales promotion terhadap penjualan minuman berkarbonasi pada PT. Coca Cola Botling Indonesia Cab. Pekanbaru. Skripsi, tidak di publikasikan. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska Riau. Pekanbaru.
Gaffar, Vanessa, 2007, CRM dan MPR Hotel, Penerbit Alfabeta. Bandung.
Hasan, Iqbal. 2001. Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif), PT.
Bumi Aksara. Jakarta.
Hurriyati, Ratih, 2010, Bauran Pemasaran dan Loyalitas Konsumen, Alfabeta.
Bandung.
Indriantoro, Nur, 2002. Metedologi Penelitian Bisnis, Edisi 1, BPFE. Yogyakarta.
Jafri, Syafi’i, 2008. Fiqh Muamalah, Suska Press. Pekanbaru.
Kotler, Philip dan Armstrong, Gary, 2004. Dasar-dasar pemasaran, Edisi Kesembilan, JIlid 1. Erlangga. Jakarta.
Kotler, Philip, 2001, Manajemen Pemasaran, Edisi Mellenium, Perhalindo.
Jakarta.
Edisi 11 Jilid 1. Penerbit : PT.Indeks Kelompok Gramedia.
Kuncoro, Mudrajad. 2009, “Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi”, Erlangga, Jakarta.
Lamb, Charles W. Hair, Joseph F dan McDaniel, Carl. 2001, Pemasaran, Buku 2, Salemba Empat. Jakarta.
Nitisemito, Alex, 2005, Marketing, Ghalia Indonesia.Jakarta..
Saladin, Djaslim. 2003. Manajemen Pemasaran, Analisis, perencanaan, pelaksanaan danm pengendalian, Penerbit CV. Linda Karya. Bandung.
Simamora, Bilson. 2002. Manajemen Pemasaran, PT. Gramedia Pustaka Utama.
Jakarta.
Siswanto, 1999, Perilaku Konsumen. PT. Eresco. Bandung.
Sugiyono, 2001 dan 2005, Statistik Penelitian, CV. Alfa Beta, Bandung.
Suhendi, Handi, 2005. Fiqh Muamalah, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Suliyanto. 2006, “Methode Riset Bisnis”, CV.Andi Offset, Yogyakarta.
Sunarto, 2004. Prinsip-prinsip Pemasaran, Edisi Kedua. Penerbit AMUS.
Yogyakarta.
Susanti, Merry Tri, 2006. Pengaruh Salesmanship Terhadap Keberhasilan Penjualan Rokok Pada Perusahaan Rokok Cengkir Gading Nganjuk.
Skripsi, tidak di publikasikan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah. Malang.
Sutamto, 1999, Strategi Pemasaran, Penerbit Andi .Yogyakarta.
Susanto, 2005, Teknik Menjual Barang, Bina Aksara. Bandung.
Swastha, Basu. 2001, Azaz-Azaz Marketing, Edisi Ketiga, Lliberty. Yogyakarta Swasta, Basu dan Irawan, 2008, Manajemen Pemasaran Modern, Penerbit
Liberty. Yogyakarta.
Tjiptono, Fandy, 2008, Stategi Pemasaran, Edisi Ketiga, Penerbit Andi.
Yogyakarta.
Winardi, 2002, Azas-Azas Marketing, Mandar Maju. Bandung.
Witzany, Guenther, 2007. “The Logos of the Bois 2”, Bio-Communication Umweb, Helsinki.