TEMUAN PENELITIAN PENELITIAN
B. Penyajian Data
6. Uji Hipotesis a. Uji Parsial (t)
Uji ini digunakan untuk pengujian hipotesis.Uji signifikan ini dimaksud sebagai pengamatan terhadap nilai dari model regresi yang dihasilkan dengan tujuan menentukan apakah nilai-nilai regresi tersebut sesuai atau tidak dengan yang dihipotesiskan.Uji-t juga menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. Tabel 4.19 Uji Parsial (T) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 25,956 10,159 2,555 ,017 X1 -,282 ,307 -,209 -,919 ,367 ,718 1,392 X2 -,027 ,255 -,024 -,106 ,916 ,736 1,360 X3 ,084 ,205 ,084 1,924 ,000 ,876 1,141 X4 ,146 ,272 ,124 1,537 ,000 ,691 1,448 X5 ,143 ,255 ,148 1,648 ,000 ,715 1,398 a. Dependent Variable: Y
Hasil jika maka ditolak sedangkan diterima atau variabel bebas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.Hasil jika maka diterima sedangkan ditolak atau variabel bebas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.Adapun nilai dengan = 10 % (0,1) dengan derajat kebebasan (df) n-k-1 atau 20-6-1 =13 (n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel independen). Dengan pengujian satu sisi hasil diperoleh untuk adalah 1,170 (lihat dari tabel t). Selanjutnya berdasarkan pada tabel diatas, maka dapat dijelaskan masing variabel independen terhadap variabel dependen sebagai berikut:
1) Variabel karakter nasabah (X1) memiliki nilai lebih kecil dari (0,919 1,170 ) pada taraf signifikan yang lebih besar
dari (0,367 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel karakter nasabah tidak berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan KUR yang berarti (H ) ditolak.
2) Variabel kemampuan nasabah (X2) memiliki nilai lebih kecil dari (-0,106 1,170) pada taraf signifikan lebih besar dari (0,916 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel kemampuan nasabah tidak berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan KUR yang berarti (H ) ditolak.
3) Variabel Agunan (X3) memiliki nilai lebih besar dari (1,924 1,170) dan taraf signifikan yang lebih kecil dari (0,000 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel agunan berpengaruh signifikan terhadap nilai pembiayaan KUR yang berarti (H ) diterima.
4) Variabel Besarnya modal (X4) memiliki nilai lebih besar dari (1,537 1,170) dan taraf signifikan yang lebih kecil dari (0,000 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel besarnya modal berpengaruh signifikan terhadap nilai pembiayaan KUR yang berarti (H ) diterima.
5) Variabel kondisi usaha (X5) memiliki nilai lebih besar dari
(1,648 1,170) dan taraf signifikan yang lebih kecil dari (0,000 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel kondisi usaha berpengaruh signifikan terhadap nilai pembiayaan KUR yang berarti (H ) diterima.
b. Uji Simultan F
Uji simulation (F) digunakan untuk menguji secara bersama-sama signifikan pengaruh variabel variasi kopi, fasilitas dan kualitas layanan terhadap minat beli ulang. Pengujian ini menggunakan alat uji statistic metode Fisher (uji F) pada tingkat kepercayaan signifikan 0,05. Kriteria pengujian adalah dengan membandingkan dengan
variable-1) = 20-6-1 = 13 (n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variable independen), sehingga diterima, dan apabila maka ditolak. Hasil uji F dapat dilihat pada Tabel 4.20.
Tabel 4.20 Uji Simultan (F)
ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 10,999 5 2,200 ,391 ,000b Residual 140,743 25 5,630 Total 151,742 30 a. Dependent Variable: Y b. Predictors: (Constant), X5, X1, X3, X2, X4
Sumber :HasilPenelitian (Data Diolah)2018
Dengan membandingkan secara simultan (Uji F) diproleh F signifikan sebesar 0.000 lebih kecil dari 0.05 atau 0.000 0.05. Selain itu juga dapat dihitung dengan membandingkan dengan
.
dapat diperoleh dari tabel F dimana: df1 pembilang = k-3, df2 penyebut = n-k-1 (k = 5, n = 20). Rumus mencari F tabel adalah (k: n-k-1). (6:20-5-1) .
Sehingga diperoleh sebesar 2,70 (lihat ). Maka
yaitu 10,999 2,70.Hal ini berarti berarti bahwa secara simultan (bersama-sama) terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Karakter nasabah, kemampuan nasabah, agunan, besarnya modal dan kondisi usaha terhadap pembiayaan KUR.
c. Uji Koefisien Determinasi ( )
Uji determinasi dilakukan untuk mejelaskan ketepatan model atau megukur sejauh mana kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel depeden.Dalam penelitian ini uji determinasi dilakukan untuk melihat bagaimana faktor faktor yang
memepengaruihi bank dalam memberikan penyaluran pembiayaan KUR PT.bank rakyat Indonesia syariah kantor cabang stabat langkat.
Tabel 4.21 Uji determinasi( )
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,731a ,482 ,560 3,586
a. Predictors: (Constant), Karakter nasabah, Kemampuan Nasabah, Besarnya Modal,Agunan,Kondisi Usaha
b. Dependent Variable: Pembiayaan KUR
Sumber :HasilPenelitian (Data Diolah)2018
Berdasarkan outpuit diperoleh R Square adalah sebesar 0,482 atau 48,2% hal ini berarti bahwa naik turunnya variabel terikat yaitu pembiayaan KUR (Y) di Bank BRI Syariah dipengaruhi oleh variabel bebas karakter nasabah ( ), kemampuan nasabah ( ),agunanan ( ), besarnya modal ( ) dan kondisi usaha ( ) dengan variabel pembiayaan sebesar 48,2% sedangkan sisanya sebesar 0,518 atau 51,8% dijelaskan variabel lain diluar penelitian ini.
d. Uji Analisis Regresi Linier Berganda
Uji regresi linier berganda bertujuan untuk menentukan besar hubungan dan arah variabel idependen terhadap variabel dependen yang dalam penelitian ini variabel dependen adalah variasi kopi, fasilitas dan kualitas layanan. Dan variabel independen minat beli ulang konsumen.Hasil uji regresi berganda menggunakan SPSS dapat dilihat di bawah ini.
Tabel 4.22
Analisis regresi linier berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 25,956 10,159 2,555 ,017 X1 -,282 ,307 -,209 -,919 ,367 ,718 1,392 X2 -,027 ,255 -,024 -,106 ,916 ,736 1,360 X3 ,084 ,205 ,084 1,924 ,000 ,876 1,141 X4 ,146 ,272 ,124 1,537 ,000 ,691 1,448 X5 ,143 ,255 ,148 1,648 ,000 ,715 1,398 a. Dependent Variable: Y Y = Y = 25,956+(-0,282 -+(-0,027) + 0,084 + 0,146 + 0,143 Dari persamaan di atas maka dapat dijelaskan bahwa:
a. Nilai konstanta sebesar 25,956 hal ini berarti bahwa nilai variabel Pembiayaan KUR (Y) akan berpengaruh sebasar 25,956 dengan asumsi variabel bebas yaitu Karakter nasabah, kemampuan nasabah, agunan, besarnya modal dan kondisi usaha tetap atau konstan.
b. Koefisien regresi variable Karakter nasabah ( ) bertanda negatif (-) yaitu -0,282 berarti antara variabel karakter nasabah ( ) dengan pembiayaan KUR (Y) tidak memilik hubungan searah
c. Koefisien regresi kemampuan nasabah ( ) bertanda negatif (-) yang berarti antara variabel kemampuan nasabah ( ) dengan variabel pembiayaan KUR (Y) tidak memiliki hubunga yang searah dimana variabel kemampuan nasabah ( ) sebesar -0,027 berarti bahwa setiap perubahan nilai variabel kemampuan nasabah ( ) sebesar satu satuan akan memberikan perubahan variabel pembiayaan KUR sebesar -0,027 dengan asumsi bahwa variabel-variabel lainnya adalah tetap atau konstan. d. Koefisien regresi variabel Agunan ( ) bertanda positif (+) yang berarti
antara variabel Agunan ( ) dengan variabel pembiayaan KUR (Y) memiliki hubungan yang searah dimana jika variabel Agunan( ) meningkat maka variabel pembiayaan KUR (Y) juga meningkat atau sebaliknya dan diketahui nilai koefisien regresi dari variable Agunan ( ) sebesar 0,084 berarti bahwa setiap perubahan nilai variabel Agunan ( ) sebesar satu satuan akan memberikan perubahan variabel pembiayaan
KUR sebesar 0,084 dengan asumsi bahwa variabel-variabel lainnya adalah tetap atau konstan.
e. Koefisien regresi variabel Besarnya modal( ) bertanda positif (+) yang berarti antara variabel Besarnya modal ( ) dengan variabel pembiayaan KUR (Y) memiliki hubungan yang searah dimana jika variabel Besarnya modal( ) meningkat maka variabel pembiayaan KUR (Y) juga meningkat atau sebaliknya dan diketahui nilai koefisien regresi dari variableBesarnya modal ( ) sebesar 0,146 berarti bahwa setiap perubahan nilai variabel Besarnya modal ( ) sebesar satu satuan akan memberikan perubahan variabel pembiayaan KUR sebesar 0,146 dengan asumsi bahwa variabel-variabel lainnya adalah tetap atau konstan.
f. Koefisien regresi Kondisi usaha ( ) bertanda positif (+) yang berarti antara variabel Kondisi usaha ( ) dengan variabel pembiayaan KUR (Y) memiliki hubunga yang searah dimana variabel Kondisi usaha ( ) sebesar 0,143 berarti bahwa setiap perubahan nilai variabel Kondisi usaha ) sebesar satu satuan akan memberikan perubahan variabel pembiayaan KUR sebesar 0,143 dengan asumsi bahwa variabel-variabel lainnya adalah tetap atau konstan.