BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Analisis dan Pembahasan
3. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan model analisis regresi berganda, yaitu:
a. Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R²) bertujuan mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen (kompetensi, kompensasi, kepemimpinan) dalam menjelaskan variasi variabel dependen (kinerja karyawan). Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen (Imam Ghozali, 2011: 97).
Tabel 4.9
Uji Koefisien Determinasi
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .951a .904 .897 1.749
Dari table diatas dapat diketahui bahwa Koefisien determinasi yang sudah disesuaikan (Adjusted R Square) sebesar 0,897 atau 89.7%. Adjusted R Square berkisar pada angka 1-0, dengan catatan semakin besar angka Adjusted R Square maka akan semakin kuat hubungan dari ketiga variabel dalam model regresi. Dapat disimpulkan bahwa 89.7% variabel kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variabel kompetensi, Kompensasi dan kepemimpinan. Sedangkan selisihnya 10,3% lainnya dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
b. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama- sama terhadap variabel terikat (Ghozali, 2011:98). Jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, maka H0 diterima atau Ha ditolak, ini berarti menyatakan bahwa semua variabel independen atau bebas tidak mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat. Jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05, maka H0 ditolak atau Ha diterima, ini berarti menyatakan bahwa semua variabel independen atau bebas mempunyai pengaruh secara bersama- sama terhadap variabel dependen atau terikat.
Tabel 4.10
Uji Signifikan Simultan ( Uji F ) Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 1319.775 3 439.925 143.802 .000a
Residual 140.725 46 3.059 Total 1460.500 49
Sumber: Data yang diolah
Hasil perhitungan statistik yang menggunakan SPSS yang tertera pada tabel diatas, diperoleh Fhitung sebesar 143.802 sedangkan nilai Ftabel sebesar 2.56 yang diperoleh dengan melihat tabel F dengan taraf signifikan 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima, yang artinya bahwa variabel independen (Kompetensi, Kompensasi dan Kepemimpinan) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Kinerja Karyawan.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Widyamini dan Luqman Hakim (2008) yang menyatakan bahwa kepemimpinan, kompensasi dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Kesehatan Kota Depok. Hal ini juga didukung oleh penelitian yan dilakukan Agus Ary Dharma Putra dan Made Surya Putra (2013) yang menyatakan bahwa kepemimpinan dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan dan kinerja karyawan pada PT. United Indobali Denpasar.
c. Uji Parsial (Uji t)
Uji statistik t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05. Jika nilai probability t lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak Ho, sedangkan jika nilai probability t lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan menolak Ha. Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.11 berikut ini:
Tabel 4.11
Uji Signifikan Parsial (uji t)
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5.110 2.277 2.244 .030 Kompetensi .107 .041 .194 2.607 .012 Kompensai .384 .107 .372 3.597 .001 Kepemimpinan .855 .159 .457 5.374 .000 Sumber : data primer yang diolah SPSS
Berdasarkan tabel 4.11 di atas maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Artinya nilai konstanta sebesar 5.110 menyatakan bahwa jika tidak ada variabel independen (Kompetensi, Kompensasi, Kepemimpinan) maka nilai Y (kinerja) menurun sebesar 5.110.
Angka koefisien X1 0,107 menunjukan bahwa setiap peningkatan kompensasi sebesar 1% akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,107. Koefisien X2 0,384 menunjukan bahwa setiap peningkatan kepemimpinan sebesar 1% akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,384. Koefisien X3 0,855 menunjukan bahwa setiap peningkatan rotasi pekerjaan 1% akan meningkatkan kinerja karyawan sebesar 0,855.
Hasil pengujian variabel independen (Kompetensi, Kompensasi dan Kepemimpinan,) terhadap variabel dependen (Kinerja karyawan) secara individual (parsial) yang dilakukan dengan uji t (tabel 4.11) maka dapat disimpulkan mengenai pengujian hipotesis secara parsial yang telah dibuat sebelumnya sebagai berikut:
1) Pengaruh kompetensi terhadap kinerja karyawan
Kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja Karyawan, hal ini dapat dilihat dari tabel 4.11 yang menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (2.607 > 1.67793). Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel kompetensi berpengaruh
signifikan terhadap Kinerja karyawan. Hasil penelitian ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan oleh Agus Ary Dharma Putra dan Made Surya Putra (2013) yang menyatakan bahwa Kompetensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan.
Moeheriono (2009:3) menyatakan bahwa kompetensi sebagai karakteristik yang mendasari seseorang berkaitan dengan efektivitas kinerja individu dalam pekerjaannya atau karakteristik dasar individu yang memiliki hubungan kausal atau sebagai sebab-akibat dengan kriteria yang dijadikan acuan, efektif atau berkinerja prima atau superior di tempat kerja atau pada situasi tertentu. Hal ini senada dengan Sulistiyani dan Rosidah (2009:11) yang menyatakan bahwa kompetensi adalah karakteristik dasar dari seseorang yang memungkinkan karyawan mengeluarkan kinerja superior dalam pekerjaannya.
2) Pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan
Kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja Karyawan, hal ini dapat dilihat dari tabel 4.11 yang menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (3.597 > 1.67793). Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel kompensasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Widyamini dan Luqman Hakim (2008) dan Agus Ary Dharma Putra dan Made Surya Putra (2013)
yang menyatakan bahwa Kompensasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.
Handoko (2008:15) menyatakan bahwa kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Hal ini senada dengan Rivai (2009) yang menyatakan bahwa kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan.
3) Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan
Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Karyawan, hal ini dapat dilihat dari tabel 4.11 yang menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (5.374 > 1.67793). Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan. Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Rochelle Joy Belonio (2011) yang menyatakan bahwa Kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan.
Hasibuan (2012:170) menyatakan bahwa kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan agar mau bekerja sama dan bekerja secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Thoha (2010) menyatakan pemimpin yang efektif dalam menerapkan cara tertentu dalam kepemimpinannya terlebih dahulu harus memahami siapa bawahan yang dipimpinnya, mengerti kekuatan dan kelemahan bawahannya dan mengerti bagaimana cara
memanfaatkan kekuatan bawahan untuk mengimbangi kelemahan yang mereka miliki.
BAB V