• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

10. Kinerja Pemasaran (Y)

4.3. Analisis Data Penelitian 1Uji Asumsi Klasik

4.3.3 Uji Hipotesis

1) Uji Parsial (Uji t)

Hasil uji parsial dalam penelitian ini pada tabel 4.19. Tabel 4.19 Hasil Uji Parsial

Model t Sig. Correlations

Zero-order Partial Part 1 (Constant) -.625 .538

orientasi

pasar .512 .014 .806 .111 .039

kualitas

produk 6.345 .000 .937 .811 .479 a Dependent Variable: kinerja pemasaran

Sumber: hasil analisis data penelitian

Berdasarkan tabel 4.19 diketahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebagai berikut:

a) Besarnya signifikansi pengaruh variabel orientasi terhadap kinerja pemasaran adalah 0,014 dan lebih kecil dari 0,05 sehingga H1 diterima yang berarti bahwa ada pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran. Besarnya pengaruh orientasi terhadap orientasi pasar secara parsial sebesar (0,111)2 atau 1,32%.

b) Besarnya signifikansi pengaruh kualitas produk terhadap kinerja pemasaran adalah 0,000 dan lebih kecil dari 0,05 sehingga H2 diterima yang berarti bahwa Ada pengaruh kualitas produk terhadap kinerja pemasaran. Pengaruh kualitas produk secara parsial terhadap kualitas produk sebesar (0,811)2 atau 65,77%

Hasil analisis data di atas menunjukkan bahwa variabel bebas yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kinerja pemasaran secara parsial adalah kualitas produk dengan pengaruh sebesar 65,77%.

2) Uji simultan (Uji f)

Uji simultan dengan F-test bertujuan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama (simultan) variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen). Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan dapat diketahui dari tabel 4.20.

Tabel 4.20 Hasil Uji Simultan

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regressio

n 465.237 2 232.619 77.065 .000(a)

Residual 63.388 21 3.018

Total 528.625 23

a Predictors: (Constant), kualitas produk, orientasi pasar b Dependent Variable: kinerja pemasaran

63

Berdasarkan tabel 4.19 diketahui bahwa besarnya signifikansi uji F adalah 0,000 dan lebih kecil dari 0,05 sehingga H3 diterima yang berarti bahwa ada pengaruh orientasi pasar dan kualitas produk terhadap kinerja pemasaran. Untuk mengetahui besarnya pengaruh secara simultan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dapat diketahui dari tabel dibawah ini:

Tabel 4.21 Pengaruh Simultan Variable Bebas Terhadap Variabel Terikat

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of

the Estimate Durbin-Watson

1 .938(a) .880 .869 1.73737 3.014

a Predictors: (Constant), kualitas produk, orientasi pasar b Dependent Variable: kinerja pemasaran

Berdasarkan tabel 4.21 diketahui bahwa besarnya pengaruh secara simultan variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 0,880 atau 88%. Hal ini berarti bahwa orientasi pasar dan kualitas produk berpengaruh terhadap kinerja pemasaran sebesar 88%, sedangkan 12% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4.4. Pembahasan

Pengembangan usaha kecil menengah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan, memperkuat dan memperkokoh dasar kehidupan perekonomian nasional, khususnya melalui penyedia lapangan kerja dan mengurangi kesenjangan dan tingkat kemiskinan. Salah satu usaha kecil yang menopang kehidupan masyarakat di kota Semarang adalah usaha kerupuk.

Jenis usaha ini memiliki pangsa pasar yang sangat luas karena menyentuh seluruh lapisan masyarakat dari masyarakat dengan tingkat ekonomi paling rendah

hingga masyarakat kelas atas. Luasnya pasar tidak menjamin bahwa seluruh pengusaha kerupuk di Semarang akan mudah untuk meraup keuntungan. Oleh karena itu pengusaha kerupuk di Semarang harus mampu memiliki produk yang berkualitas baik dan mampu menerapkan strategi pemasaran yang baik. Produk yang berkualitas baik akan mudah untuk diterima konsumen, sedangkan dengan strategi pemasaran yang baik maka produsen akan mampu mengoptimalkan pendapatannya melalui pemasaran yang dilakukan. Pendapatan yang dihasilkan dari proses pemasaran akan mempengaruhi proses produksi dan pemasaran pada tahap selanjutnya.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa produsen kurang memperhatikan harapan dan kebutuhan konsumen terhadap produk yang mereka tawarkan dan hanya melakukan produksi sesuai dengan kemampuannya. Orientasi produsen dalam pemasaran lebih memperhatikan para pesaingnya dibandingkan dengan harapan dan keinginan konsumen. Kualitas produk yang memperhatikan citarasa dan nilai estetikanya merupakan daya tarik yang coba ditawarkan untuk mempertahankan eksistensi produsen kerupuk Semarang dalam persaingan yang ada.

Menurut Slater (1990) dalam Tini Riza (2005), orientasi pasar dari suatu organisasi melibatkan tiga komponen perilaku, yaitu orientasi pelanggan (costumer orientation), orientasi pesaing (competitor orientation), dan dua kriteria keputusan, fokus jangka panjang (longterm focus interfunctional coordination) dan profitabilitas (profitability). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa orientasi pemasaran yang dilakukan oleh pengusaha kerupuk kurang berorientasi pada konsumen dengan memperhatikan keinginan dan

65

kebutuhan konsumen. Hal ini akan dapat berdampak negatif apabila terdapat pesaing baru yang mampu menawarkan produk sesuai dengan harapan dan keinginan konsumen karena pada dasarnya keputusan pembelian yang dilakukan konsumen senantiasa didasarkan pada keinginan untuk memenuhi kebutuhannya.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara orientasi pemasaran terhadap kinerja penjualan sebesar parsial sebesar (0,111)2 atau 1,32%. Kecilnya pengaruh orientasi pemasaran terhadap kinerja pemasaran disebabkan karena pengusaha kerupuk kurang memperhatikan keinginan konsumen dan cenderung hanya sebatas menawarkan produk mereka tanpa menggali keinginan konsumen tentang kebutuhan dan keinginan mereka. Oleh karena itu orientasi karyawan dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang sangat rendah terhadap kinerja pemasaran yang ada.

Kelemahan ini dapat diminimalisir dengan adanya kualitas produk yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa produk yang dihasilkan oleh pengusaha kerupuk kota Semarang memiliki kualtias yang baik sehingga dapat diterima oleh pasar. Besarnya pengaruh kualitas produk terhadap kinerja pemasaran sangat tinggi yaitu sebesar 65,77%. Adanya kualitas produk yang baik mampu menutup kekurangan pengusaha yang tidak memperhatikan keinginan konsumen sehingga kinerja pemasarannya tidak mengalami penurunan. Hal ini sesuai dengan pendapat James Garvin (dalam Gasperz, 2000) yang menyatakan bahwa kualitas suatu barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen berhubungan dengan kepuasan konsumen dalam menggunakan barang atau jasa yang bersangkutan.

Ditinjau dari pengaruh orientasi pemasaran dan kualitas produk secara bersamaan (simultan), teradapat pengaruh yang sangat tinggi terhadap kinerja pemasaran yang ada yaitu sebesar 88%. Oleh karena itu dalam menjalankan usahanya pengusaha kerupuk di Semarang hendaknya memperhatikan kedua hal tersebut untuk memaksimalkan pemasaran yang dilakukannya. Kualitas produk yang baik akan mampu menjadikan eksistensi produk dapat diterima oleh konsumen serta orientasi pasar yang baik akan mampu mengoptimalkan kinerja pemasaran yang dijalankan. Tingginya pengaruh orientasi pasar dan kualitas produk secara bersamaan terhadap kinerja pemasaran karena orientasi pemasaran merupakan cara pandang terhadap harapan pasar terhadap produk yang diinginkan. Tingginya pengaruh orientasi pasar dan kualitas produk terhadap kinerja pemasaran karena orientasi pemasaran mempengaruhi kebijakan produsen terhadap produk yang nantinya mereka tawarkan kepada konsumen serta situasi dan kondisi persaingan pemasaran yang ada. Harapan konsumen dapat dipenuhi dengan produk yang berkualitas sesuai dengan harapan tersebut, sedangkan kondisi persaingan dengan sesama produsen kerupuk dapat digunakan sebagai referensi oleh produsen dalam menentukan strategi pemasaran yang akan dilakukan.

Minat dan harapan konsumen sangat penting dalam proses pemasaran. Oleh karena itu diharapkan dalam melaksanakan penjualannya, pengusaha kerupuk di Semarang tidak mengesampingkan minat dan harapan mereka mengenai produk yang diinginkan. Selain itu, sifat produk yang rentan mengalami kerusakan diharapkan dapat disiasati dengan mengemas produk dengan kemasan yang

67

mampu melindungi keamanan produk sehingga produk akan sampai dalam keadaan baik di tangan konsumen.

68

BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Ada pengaruh yang signifikan orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran secara parsial. Hal ini menunjukan bahwa produsen kerupuk di semarang kurang memiliki orientasi terhadap keinginan pasar sehingga pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasarannya sangat kecil.

2. Ada pengaruh yang signifikan kualitas produk terhadap kinerja pemasaran secara parsial. Hal ini menunjukan bahwa kualitas produk yang dihasilkan produsen kerupuk di semarang memiliki pengaruh yang sangat tinggi terhadap kinerja pemasarannya.

3. Ada pengaruh secara simultan variabel orientasi pemasaran dan kualitas produk terhadap kinerja pemasaran. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja pemasaran adalah variabel kualitas produk.

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti saran yang dapat peneliti sampaikan adalah:

69

1. Hendaknya pengusaha kerupuk di kota Semarang tidak mengesampingkan minat dan harapan konsumen mengenai produk yang diinginkan dengan menanyakannya secara langsung maupun melalui para pengecernya.

2. Hendaknya produk dikemas dalam tempat yang aman karena produk kerupuk terung memiliki tingkat kerentanan untuk rusak yang cukup tinggi.

3. Hendaknya pengusaha kerupuk di kota Semarang melakukan ekspansi pasar sehingga produk yang ditawarkan akan mampu menjangkau konsumen potensial yang selama ini belum terjangkau.

Dokumen terkait