• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Pengumpulan Data

A. Deskripsi Variabel Penelitian

3. Uji Hipotesis

a. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda merupakan analisis statistik yang menghubungkan antara dua variabel independen (X) atau lebih dengan variabel dependen (Y). Yang berarti untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan.

Tabel V.18 Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta T Sig.

1 (Constant) 26.584 4.604 5.774 .000

Kompensasi .170 .104 .226 1.638 .107

Motivasi -.033 .116 -.039 -.281 .780

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Sumber : Data Primer 2020

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada tabel V.18 dapat diperoleh persamaan regresi :

Y = 26,584 + 0,170𝑿𝟏 - 0,033𝑿𝟐

Keterangan :

Y = Kinerja Karyawan 𝑋1 = Kompensasi

𝑋2 = Motivasi

Dalam hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa jika variabel kompensasi mengalami kenaikan sebesar 0.170, maka akan mempengaruhi kenaikan kinerja sebesar 0.170. sedangkan jika variabel motivasi mengalami penurunan sebesar 0.033, maka akan mempengaruhi penurunan kinerja sebesar 0.033.

b. Uji F

Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independent yang dimasukkan mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

Tabel V.19 Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 12.962 2 6.481 1.427 .248b

Residual 272.467 60 4.541

Total 285.429 62

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan b. Predictors: (Constant), Motivasi, Kompensasi

Sumber : Data Primer 2020

1) Menentukan hipotesis nol 𝐻0 dan hipotesis alternatif 𝐻𝑎

a. 𝐻0: 𝑏1: 𝑏2= 0 maka kompensasi dan motivasi secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

b. 𝐻𝑎: 𝑏1: 𝑏2 minimal salah satu ≠ 0 maka kompensasi dan motivasi bersama-sama mempengaruhi kinerja karyawan.

2) Menentukan nilai signifikansi (𝛼).

Pada penelitian ini menggunakan tingkat signifikasi sebesar sebesar 5% atau 0,05.

3) Menentukan 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔

Nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 diperoleh melalui output SPSS yaitu sebesar 1,427 dan 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yang dicari dengan signifikansi α = 5%

atau 0,05 yaitu n-k = 61 di dapat nilai 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 sebesar 3,15 4) Menentukan kriteris uji F

a) 𝐻0 diterima dan 𝐻𝑎 ditolak jika 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙

b) 𝐻0 ditolak dan 𝐻𝑎 diterima jika 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙

5) Kesimpulan

Pada tabel V.19 dapat dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 1,427 (1,427 ≤ 3,15). Maka 𝐻𝑎 ditolak yang berarti

kompensasi dan motivasi secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

c. Uji t

Uji t digunakan untuk membuktikan apakah variabel independen secara individu mempengaruhi variabel dependen.

Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut : Tabel V.20 Hasil Uji t

Coefficientsa

Unstandardized Coefficients

Standardized

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Sumber : Data Primer 2020

Tahap yang dilakukan untuk uji t sebagai berikut : 1) Variabel Kompensasi

a) Membuat hipotesis nol 𝐻0 dengan hipotesis alternatif 𝐻𝑎. 𝐻𝑜 : Kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

𝐻𝑎 : Kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

b) Menentukan nilai signifikansi (𝛼)

Dalam penelitian ini menggunakan nilai signifikansi sebesar 5%

atau 0,05.

c) Menentukan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔

𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 diperoleh melalui output SPSS yaitu sebesar 1,638 dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yang dicari dengan signifikansi α = 5% atau 0,05 yaitu n – k – 1 = 60 didapat 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 sebesar 2,000.

d) Kriteria Pengujian

Apabila −𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 ≤ 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔, maka 𝐻0 diterima 𝐻𝑎 ditolak.

Apabila −𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 ≥ 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔, maka 𝐻0 ditolak dan 𝐻𝑎 diterima.

e) Kesimpulan

Berdasarkan hasil uji t tabel V.20 dapat dilihat bahwa nilai t hitung pada variabel kompensasi sebesar 1,638 yang lebih kecil dari t tabel yaitu sebesar 2,000 (1,638 ≤ 2,000) sedangkan untuk nilai signifikansi pada tabel variabel kompensasi lebih besar dari 0,05 (0,107 ≥ 0,05). Maka 𝐻𝑜 diterima yang artinya bahwa kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

2) Variabel Motivasi

a) Membuat hipotesis nol 𝐻0 dengan hipotesis alternatif 𝐻𝑎. 𝐻0 : Motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan 𝐻𝑎 : Motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan b) Menentukan nilai signifikansi (α)

Dalam penelitian ini menggunakan nilai signifikansi sebesar 5%

atau 0,05

c) Menentukan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔

𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 diperoleh melalui output SPSS yaitu sebesar -0,281 dan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yang dicari dengan signifikansi α = 5% atau 0,05 yaitu n – k – 1 = 60 didapat 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 sebesar 2,000.

d) Kriteria Pengujian

Apabila −𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 ≤ 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔, maka 𝐻0 diterima 𝐻𝑎 ditolak. Apabila

−𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 ≥ 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔, maka 𝐻0 ditolak dan 𝐻𝑎 diterima e) Kesimpulan

Berdasarkan hasil uji t tabel V.20 dapat dilihat bahwa nilai t hitung pada variabel motivasi sebesar -0,281 yang lebih kecil dari t tabel yaitu sebesar 2,000 (-0,281 ≤ 2,000) sedangkan untuk nilai signifikansi pada tabel variabel motivasi lebih besar dari 0,05 (0,780 ≥ 0,05). Maka 𝐻0 diterima yang artinya bahwa motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

d. Koefisiensi Determinasi (𝑅2)

Tabel V.21 Uji Koefisien Determinasi

Model Summary

a. Predictors: (Constant), Motivasi, Kompensasi

Sumber : Data Primer 2020

Berdasarkan tabel V.21 dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R.

Square sebesar 0,014 atau 1,4%. Yang artinya bahwa variabel kompensasi

dan motivasi memberikan kontribusi perubahan pada variabel kinerja karyawan sebesar 1,4%. Sedangkan sisanya sebesar 98,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4. Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Dian Niaga Yogyakarta dengan menggunakan 63 sampel.

Mayoritas responden pada penelitian ini berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 62% sedangkan perempuan sebanyak 38%, dengan mayoritas usia 25-34 tahun, menikah sebesar 75% dengan Pendidikan akhir SMA/SMK sebesar 71% dan lama bekerja selama 6 tahun yaitu sebesar 27%.

Berdasarkan hasil analisis pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan melalui uji F, uji t dan 𝑅2. Melalui uji F dapat diketahui bahwa variabel kompensasi dan motivasi tidak memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel kinerja karywan. Hal ini dapat ditunjukkan melalui hasil uji F dengan nilai F hitung sebesar 1,427 (1,427 ≤ 3,15) dan nilai signifikansi lebih besar dari 5% (0,248 > 0,05), dapat disimpulkan bahwa variabel kompensasi dan motivasi secara Bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Melalui uji t diketahui bahwa variabel kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dapat dilihat dari nilai t hitung pada variabel kompensasi sebesar 1,638 yang lebih kecil dari t tabel yaitu sebesar 2,000 (1,638 ≤ 2,000) sedangkan untuk nilai signifikansi pada tabel variabel kompensasi lebih besar dari 0,05 (0,107 ≥ 0,05). Maka 𝐻𝑜

diterima yang artinya bahwa kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Untuk variabel motivasi juga tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan karena dapat dilihat dari nilai t hitung pada variabel motivasi sebesar -0,281 yang lebih kecil dari t tabel yaitu sebesar 2,000 (-0,281 ≤ 2,000) sedangkan untuk nilai signifikansi pada tabel variabel motivasi lebih besar dari 0,05 (0,780 ≥ 0,05). Maka 𝐻0 diterima yang artinya bahwa motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Sedangkan melalui 𝑅2 variabel kompensasi dan motivasi memberikan kontribusi perubahan pada variabel kinerja karyawan sebesar 1,4%. Sedangkan sisanya sebesar 98,6% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Penelitian ini tidak mendukung penelitian sebelumnya, karena peneliti tidak menemukan hasil penelitian yang sama dengan hasil yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini tidak mendukung teori Martoyo (2007) mengenai kompensasi yaitu bahwa kompensasi merupakan pengaturan keseluruhan pemberian balas jasa bagi employers maupun employee, baik yang langsung berupa uang maupun tidak langsung berupa

uang. Dimana kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan, tetapi hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Begitu juga dengan hasil penelitian mengenai motivasi yang tidak mendukung teori dari Malthis (2006) yang mengatakan bahwa motivasi merupakan keinginan dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak. Yang berarti bahwa karyawan mendapatkan dorongan dari diri sendiri untuk melakukan suatu pekerjaan karena mendapatkan motivasi dari perusahaan. Tetapi berdasarkan hasil penelitian motivasi tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan.

Pada saat melakukan penelitian pada bulan maret-mei, kebetulan sedang terjadi pandemic wabah virus corona yang sedikit mempengaruhi keadaan saat penelitian. Dimana perusahaan melakukan prosedur protokol kesehatan dan juga meliburkan para karyawan selama beberapa waktu. Hal itu dilakukan karena atasan dan para karyawan merasa takut karena daerah sekitar pabrik ada yang terkena virus corona dan menghindari jangan sampai virus tersebut menjangkit para karyawan. Selama masa penelitian juga diwajibkan untuk memakai masker di perusahaan.

BAB VI

KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kompensasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan, apakah motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Setelah peneliti melakukan analisis data dan pengujian data dengan menggunakan aplikasi SPSS pada bab sebelumnya, maka peneliti menyimpulkan bahwa

a. Kompensasi dan motivasi secara berama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Dian Niaga Yogyakarta.

b. Kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT.

Dian Niaga Yogyakarta. Artinya kompensasi yang diberikan perusahaan tidak menentukan baik atau tidaknya kinerja karyawan.

c. Motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Dian Niaga Yogyakarta. Artinya motivasi yang didapatkan oleh karyawan tidak menentukan kinerja karyawan menjadi semakin baik atau tidak.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian yang sudah diberikan peneliti mengajukan beberapa saran pada perusahaan yang dapat dijadikan pertimbangan oleh perusahaan dan penelitian selanjutnya.

A. Bagi perusahaan PT. Dian Niaga Yogyakarta

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap

77

kinerja karyawan. Begitu juga secara parsial kompensasi dan motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

Sehingga peneliti memberi saran agar perusahaan tetap memikirkan kesejahteraan karyawan serta meninjau kembali agar motivasi dan kompensasi yang diberikan dapat membuat karyawan bersemangat dalam melakukan pekerjaan.

B. Bagi penelitian selanjutnya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan motivasi secara Bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja.

Begitu juga secara parsial kompensasi dan motivasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Oleh sebab itu peneliti memberi saran untuk peneliti selanjutnya menggunakan variabel lain misalnya lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, stress kerja dan variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.

Dokumen terkait