BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Uji Hipotesis
Untuk mengetahui apakah ada tidaknya pengaruh langsung antara
variabel independen terhadap variabel mediasi dan variabel mediasi
terhadap dependen, maupun pengaruh tidak langsung variabel independen
terhadap dependen melalui mediasi dilakukan uji analisis jalur (path
analysis) menggunakan SPSS 19, yaitu dengan strategi causal step.
Tabel 4.6
Pengaruh citra pasar terhadap kegembiraan pelanggan
Variabel Nilai Sig Keterangan Citra Pasar 0,000 Diterima Sumber : Data diolah 2017
Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikan sebesar
0,000 <alpha 0,05 dengan koefisien 0,334 maka dapat dikatakan bahwa
variabel citra berpengaruh signifikan dengan arah hubungan positif
terhadap kegembiraan pelanggan. Dengan demikian, hipotesis pertama
(H1) diterima.
Tabel 4.7
Pengaruh citra pasar dan kegembiraan pelanggan terhadap WOM Positif
Variabel Nilai Sig Keterangan Citra Pasar 0,042 Diterima Kegembiraan Pelanggan 0,000 Diterima Sumber: Data diolah 2017
37
Berdasarkan tabel diatas nilai signifikansi variabel citra pasar sebesar
0,042 < dari alpha 0,05 dengan nilai koefisien 0,154. Maka dapat dikatakan
bahwa citra pasar berpengaruh positif signifikan terhadap word of mouth
positif secara langsung. Dengan demikian hipotesis kedua (H2) diterima.
Berdasarkan tabel diatas nilai signifikansi variabel kegembiraan
pelanggan sebesar 0,000 < dari alpha 0,05 dengan nilai koefisien 0,430.
Maka dapat dikatakan bahwa kegembiraan pelanggan berpengaruh positif
signifikan terhadap word of mouth Positif secara langsung. Dengan demikian
hipotesis ketiga (H3) diterima
Koefisien Determinasi (Adjusted R2) Tabel 4.8
Variabel Nilai Adjusted R2 Keterangan
Citra Pasar terhadap Kegembiaraan
Pelanggan
0,105 Berpengaruh sebesar 10.5%
Citra Pasar dan Kegembiraan Pelanggan terhadap
WOM Positif
0,242 Berpengaruh sebesar 24,2%
Sumber data diolah 2017
Berdasarkan tabel diatas, besarnya angka Adjusted R Square adalah
38
mempengaruhi kegembiraan sebesar 10,5 % dan sisanya sebesar 89,5%
dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa pengaruh citra pasar dan
kegembiraan pelanggan dapat mempengaruhi secara simultan word of mouth
positif sebesar 0.242 atau sebesar 24,2%. Maka dapat dikatakan bahwa
variabel citra pasar dan kegembiraan pelanggan secara bersama-sama dapat
mempengaruhi WOM positif sebesar 24,2% dan sisanya sebesar 75,8%
dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian.
Tabel 4.9
Kegembiraan pelanggan memediasi citra pasar terhadap words of mouth positif
Pengaruh variabel Pengaruh kausal Langsung Melalui kegembiraan Total Citra Pasar Kegembiraan pelanggan 0,334 0,334 Citra Pasar WOM Positif 0,154 Kegembiraan Pelanggan WOM Positif 0,430
Kegembiraan pelanggan memediasi Citra Pasar
0,334 x 0,430 =
39
WOM Positif
Berdasarkan hasil perhitungan analisis jalur diatas, maka langkah-
langkah perhitungan pengaruh tidak langsung citra pasar terhadap WOM
Positif melalui kegembiraan pelanggan adalah sebagai berikut :
Hasil uji signifikansi ketiga koefisien jalur (p1, p2, p3) menunjukkan
bahwa
p1 = 0,334 signifikan dengan p value sebesar 0,000
p2 = 0,154 siginifikan dengan p value sebesar 0,042
p3 = 0,430 signifikan dengan p value sebesar 0,000
Pengaruh mediasi yang ditujukan oleh perkalian koefisien (p1 x p3) sebesar
0,14362. Signifikan atau tidak, diuji dengan Sobel test sebagai berikut
(Ghozali, 2011) :
40
Nilai tvalue> ttabel atau 139,244924 > 1.65, Maka dapat disimpulkan bahwa
koefisien mediasi 0,14362 signifikan yang berarti ada pengaruh mediasi.
D. Pembahasan
Hasil pengujian pada hipotesis pertama tentang citra pasar terhadap
kegembiraan pelanggan yaitu menunjukan bahwa citra pasar berpengaruh
signifikan dengan arah hubungan positif terhadap kegembiraan pelanggan.
Sebuah citra pasar yang positif akan memberikan kepuasan,
kegembiraan/kesenangan pada pelanggan ketika mereka mengunjungi pasar
tersebut. Dengan demikian diketahui bahwa jika pelayanan, kemudahan
tranportasi, kebersihan, dan parkir disuatu wisata ditingkatkan maka akan
berpengaruh pada citra pasar itu sendiri. Hasil penelitian ini juga sesuai
dengan penelitian sebelumnya yaitu penelitian Sriwidodo Untung dan
Ernawati (2014), dan Rizky Aji Susilo (2010).
Hasil pengujian pada hipotesis kedua tentang citra pasar terhadap
41
positif signifikan terhadap words of mouth positif secara langsung. Sebuah
citra pasar yang positif akan memberikan dampak yang baik bagi sebuah
perusahaan dan akan membentuk opini publik yang positif, apabila pengujung
atau masyarakat memiliki kesan positif terhadap citra pasar maka pengujung
akan menceritakan hal-hal positif tentang pasar tersebut dengan secara
langsung pengujung akan menciptakan words of mouth positif kepada orang
lain dan citra pasar akan lebih semakin baik dan akan memberikan
keuntungan bagi pasar itu sendiri. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan
penelitian yang sebelumnya telah dilakukan oleh Ernawati dkk (2011), Hasan
ali (2013) dan Siti Abibah (2010).
Hasil pengujian hipotesis ketiga dalam penelitian ini yaitu menunjukan
bahwa kegembiraan pelanggan berpengaruh positif signitifikan terhadap
words of mouth positif secara langsung. Pengunjung yang gembira akan loyal untuk wisata dan akan bersedia untuk merekomendasikan orang lain untuk
mengunjungi wisata tersebut dan bersedia menceritakan hal-hal positif
terhadap orang lain, namun jika pengujung yang tidak merasakan
kegembiraan terhadap pelayanan suatu wisata maka akan menceritakan hal-
hal yang negatif (words of mouth negatif). Hasil penelitian ini juga sesuai
dengan penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh Rizky Aji Susilo (2010),
Siti Arbainah (2010), dan Ernawati dkk (2011).
Hipotesis keempat dalam penelitian ini adalah apakah kegembiran
pelanggan memediasi pengaruh citra pasar terhadap words of mouth positif.
42
kegembiraan pelanggan terhadap citra pasar kewords of mouth positif. Jika
words of mouth positif para pengunjung wisata mangunan Yogyakarta dapat terjadi dikarenakan pengunjung telah merasa gembira terlebih dahulu, dan
kegembiraan atau kesenangan yang dirasakan pengunjung terjadi karena
adanya kesan positif dari para pengunjung terhadap atribut-atribut wisata
dikebun buah mangunan Yogyakarta. Temuan hasil penelitian ini juga sejalan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Ernawati dkk. (2011) dan Untung Sri
42 BAB V
SIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan pada hasil analisis bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Citra pasar berpengaruh positif signifikan terhadap kegembiraan
pelanggan.
2. Citra pasar berpengaruh positif signifikan terhadap WOM positif
secara langsung.
3. Kegembiraan pelanggan berpengaruh positif signifikan terhadap WOM
positif.
4. Kegembiraan pelanggan memediasi citra pasar terhadap WOM
Positif.
B. Keterbatasan
Keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Penelitian hanya menggunakan satu variabel independen dan 1
variabel mediasi, sehingga kemungkinan pengaruhnya terhadap
variabel dependen kurang signifikan.
2. kriteria yang ditetapkan untuk pengambilan sampel kurang
43
3. mouth positif yaitu kriteria responden hanya cukup berkunjung sekali ke
kebun buah mangunan.
4. Hasil penelitian ini hanya berdasarkan jawaban kuesioner yang dibagikan
kepada responden dan tidak didukung hasil wawancara secara mendetail.
C. Saran
Berdasarkan kesimpulan dan keterbatasan penelitian diatas, maka peneliti dapat
memberikan saran sebagai berikut :
1. Untuk penelitian yang akan datang disarankan menggunakan variabel yang
lebih lengkap misalkan dengan menambahkan variabel kepuasan konsumen,
dan loyalitas pelanggan sebagai variabel independen sehingga dapat
memperkuat pengaruh yang dihasilkan oleh variabel independen terhadap
variabel dependen yaitu word of mouth positif.
2. Menambahkan kriteria dalam pemilihan responden agar lebih representatif
terhadap variabel yang digunakan, seperti menambah minimal kunjungan
responden ke kebun buah mangunan dan sebagainya.
3. Metode perolehan data ditambah dengan metode wawancara agar
44
DAFTAR PUSTAKA
Anwar, Sanusi. 2011. Metode Penelitian Bisnis. Salemba Empat. Jakarta.
Arbainah, Siti. 2010. “ Studi Tentang Words of Mouth (WOM) Positif pada Bisnis Ritel Pasar Modern ”. Tesis: Magister Manajemen UNDIP.
Brown, dkk. 2005 ”Spreading The Words : Investigating Antecedents of Customer’s Positive Word of Mouth Intention And Behavior in Retailing Context”. Academy of Marketing Science Journals. Volume 33 no 2. 2005. Hlm .123-138.
Buchari, Alma. 2007. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Edisi Revisi. CV Alfabeta. Bandung.
Cengiz dan Yayla. 2007. “ The Effect of Marketing Mix on Possitive Word of Mouth Communication : Evidence from accounting Offices in Turkey”. Journal of Innovative Marketin., Volume 3 No. 4. 2007. Hlm 73-82.
Endi, Sarwoko. 2008. “Dampak Keberadaan Pasar Modern terhadap Kinerja Pedagang
Pasar Tradisional di Wilayah Kabupaten Malang”. Jurnal Ekonomi Modernisasi.
Volume 4 No 2. Juni 2008. Universitas Kanjuruhan Malang. Malang.
Ernawati, Untung Sriwidodo dan Jemmi Benardi K. 2011. “ Pengaruh Citra Warung Steak terhadap Loyalitas Konsumen dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi”.
Laporan Penelitian Dosen. Fakultas Ekonomi UNISRI Surakarta.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program Ibm Spss19. Edisi Kelima. Badan Penerbit Universitas diponegoro Semarang.
45
Halim, dkk. 2014. “Pengaruh Brand Identity terhadap Timbulnya Brand Preference dan Repurchase Intention pada Merk Toyota”. Jurnal Manjemen Pemasaran Petra. Volume 2 No 1. 2014. Hlm 1 – 11.
Hasan, Ali. 2013. Marketing dan Kasus – Kasus Pilihan. Edisi xxx. Center for Academic Publishing Service. Yogyakarta.
Hawkins, Del I. Dan David L. Mothersbaugh. 2013. Consumer Behavior. McGraw-Hill International Edition. New York.
Hendri, Ma’ruf. 2006. Pemasaran Ritel. Edisi Kedua. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
James, Yannik St. And Shirley Taylor. 2004. “ Delight-as-Magic: Refining the
Conceptual Domain of Customer Delight”. Advances in Customer Research. Volume 31. 2004. Hlm 753-758.
Jililvand. 2012. The Effect of Electronic Word of Mouth on Brand Image and Purchase Intention. Journal Marketing Inteligence dan Planning. Volume 30 No 4. Januari 2012. Hlm 460 – 476.
Jing, Z., Pitshapol C, dan Shabbir R. 2014. “ The Influence of Brand Awareness, Brand
Image and Perceived Qualition Brand Loyalty: A Case Study of Oppo Brand In
Thailand”. Interdisciplinary Journal of Contemporary Research In Business. Xxx 2014. Volume 5 No 12.
Junaidi. 2010. Titik presentasi distribusi t. http://junaidichaniago.wordpress.com. Diakses tanggal 27 Februari 2017 pukul 20.00 WIB.
Kertajaya, Hermawan. 2007. How Challenger Competing : By Word of Mouth. Majalah SWA. 09/XXIII/26. 26 April – 9 Mei 2007.
46
Kotler, Philip. 2007. Dasar – Dasar Pemasaran. PT Indeks. Jakarta.
Kotler, Philip dan Armstrong, Gary. 2006. Prinsip – prinsip Pemasaran. Edisi ke dua belas. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Kotler, Philip., Keller., dan Kecin Lane. 2009. Manajemen Pemasaran. Jilid 2 Edisi Ketiga belas. Terjemahan Bob Sabran, MM. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Kotler, Philip., Keller., dan Kecin Lane. 2010. Manajemen Pemasaran. Jilid 1 Edisi Ketiga belas. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Pengelola Kebun Buah Mangunan. 2017
Sriwidodo, Untung dan Ernawati. 2014. Penagruh Citra Pasar Jum’at Karanganyar
terhadap Word Of Mouth (WOM) melalui Customer Delight sebagai variabel
Mediasi”. Journal Informatika. Volume 1 No 2. September 2014.
Sugiyono. 2009. Statistika untuk Penelitian. Alfa Beta. Bandung.
Sumardy, dkk. 2011. The Power of Word of Marketing. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Susilo, Rizky Aji. 2010. “ Pengaruh Corporate Image dan Kepuasan pada Loyalitas word of mouth positif (Studi Kasus pada Pemakai Jasa Warung Internet di Sekitar
Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta”. Skripsi : Fakultas Ekonomi
Universitas Sebelas Maret Surakarta.
47
Vibiznews-Sales & Marketing. 2007. “ Buzz Marketing, Paling efektif di Indonesia”. Journal phpvbis Emosional Benefit. 25 Oktober 2007.
Onbee research. 2012. “ Marketing Research for Word of Mouth and Customer
Loyalty”. Diunduh dari https: //www.linkedin.com/company/onbee--marketing- research-for-word-of-mouth-and-customer-loyalty pada 8 Oktober 2016 pukul 19.30 WIB.