• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DN PEMBAHASAN

D. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan mengetahui

hubungan antara intensitas bermain game dengan kedisiplinan shalat

lima waktu pada siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah Tawangsari

tahun pelajaran 2017. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini

dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi Pearson product

moment. Adapun berdasarkan perhitungan dengan bantuan SPSS 20 for Windows diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.8 Rangkuman Hasil Uji Hipotesis

Correlations

x y

Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson product moment

dengan menggunakan bantuan SPSS 20 for Windows, maka dapat

diketahui bahwa rhitung sebesar -0.431 dengan p = 0.001. Oleh karena hasil

perhitungan menunjkan nilai p < 0.05 naka Ho ditolak, artinya intensitas

bermain game mempunyai hubungan yang signifikan dengan kedisiplinan

shalat lima waktu pada Siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah

Tawangsari. Dari data di atas di dapat niai rhitung berupa bilangan negatif,

maka jika semakin tinggi intensitas bermain game maka semakin kurang

kedisiplinan shalat pada siswa tersebut. Kesimpulanya adalah intensitas

bermain game memiliki hubungan negatif terhadap kedisiplinan shalat

lima waktu siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah Tawangsari Kabupaten

Sukoharjo Tahun Pelajaran 2017. (Perhitungan selengkapnya ada pada

lampiran 6.1)

E. Pembahasan

Penelitian ini terdapat suatu tujuan. Tujuan dalam penelitian ini

yakni untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain game dengan

Sig. (2-tailed) .001 N 80 80 y Pearson Correlation -.431** 1 Sig. (2-tailed) .001 N 80 80

kedisiplinan shalat lima waktu siswa kelas VIIIdi MTs Muhammadiyah

Tawangsari tahun pelajaran 2017. Untuk mencapai hubungan tersebut

dilakukan penelitian dengan metode korelasional (hipotesis hubungan)

diuji dengan teknik korelasi product moment.

Berdasarkan penelitian yang diperoleh bahwa intensitas bermain

game pada siswa kelas VIII dengan frekuensi yang tertinggi yaitu pada

kelas interval 70-89 sebanyak 40 siswa, kategori sedang dengan interval

50-69 sebanyak 33 siswa. Sedangkan frekuensi yang terendah yaitu pada

kelas interval 30 – 49 sebanyak 7 siswa. Kedisiplinan shalat lima waktu

kelas VIII dengan frekuensi yang tertinggi yaitu pada kelas interval 50-69

sebanyak 50 siswa, kategori sedang dengan interval 70-84 sebanyak 20

siswa . Sedangkan frekuensi yang terendah yaitu pada kelas interval 30 –

49 sebanyak 10 siswa.

Hasil pengujian normalitas diketahui bahwa hasil uji Chi-Square

untuk intensitas bermain game pada siswa adalah 0,094 dengan taraf

signifikansi ( ) = 0,05 dan untuk kedisiplinan shalat lima waktu adalah

0,086 dengan taraf signifikansi ( ) = 0,05, karena hasil uji Chi-Square

lebih dari 0,05 maka kesimpulannya data tersebut berdistribusi normal.

Hasil perngujian uji linearitas dapat diketahui bahwa nilai Sig atau p =

0,658 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan intentitas bermain

game dengan kedisiplinan shalat lima waktu memiliki hubungan yang

Hasil uji analisis keberartian regresi diketahui bahwa untuk

hubungan intensitas bermain game dengan kedisiplinan shalat lima waktu

diperoleh Fhitung sebessar 17,809 dengan p = 0,000. Oleh karena hasil

perhitungan menunjukan nilai p < 0,05, maka dapat diketahui bahwa

hubungan intensitas bermain game dengan kedisiplinan shalat lima waktu

adalah berarti. Berdasarkan hasil hipotesis penelitian tentang hubungan

antara intensitas bermain game dengan kedisiplian shalat lima waktu pada

siswa kelas VII MTs Muhamaadiyah Tawangsari Kabupaten Sukoharjo,

diketahui bahwa rhitung sebesar -0.431 dengan p = 0.001. Oleh karena hasil

perhitungan menunjkan nilai p < 0.05 naka Ho ditolak, artinya intensitas

bermain game mempunyai hubungan yang signifikan dengan kedisiplinan

shalat lima waktu pada Siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah

Tawangsari. Berdasarkan perhitungan data yang menunjukan niai rhitung

berupa bilangan negatif, maka dapat dikatakan hubungan tersebut

merupakan hubungan negatif. Kesimpulanya adalah intensitas bermain

game memiliki hubungan negatif terhadap kedisiplinan shalat lima waktu

siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah Tawangsari Kabupaten Sukoharjo

tahun pelajaran 2017. Jadi semakin tinggi intensitas bermain game maka

semakin rendah kedisiplinan shalat lima waktunya.

Bermain game dengan waktu yang berleihan dapat membuat

banyak dampak negatif bagi seorang player tersebut. Waktu yang mereka

gunakan secara sia-sia karena hanya asik bermain game membuat hidup

mereka. Akibat yang sering terjadi adalah tertundanya aktifitas

bermainfaat lain dikarenakan asik bermain game, bahkan kewajiban serta

tanggung jawab mereka pun juga ditinggalkan seperti menjalankan shalat

lima waktu. Player atau pemain game perlu mengetahui berbagai dampak

fatal dalam bermain game yaitu kematian. Kasus kematian karena bermain

game sudah banyak terjadi. Hal itu dapat disebabkan karena lupa dengan

makan dan minum serta kurang istirahat yang cukup. Terdapat kasus Pada

(November 2012), dilaporkan seorang pria asal Thailand yang gemar bermain video game ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya. Pria berusia 24 tahun ini tersungkur tak berdaya, tepat di depan meja

komputernya. Petugas menuturkan, bermain game hingga puluhan jam ini

akan menyebabkan masalah atau gangguan pada pembuluh darah dan

jantung. Kasus tersebut merupakan kematian kedua yang terjadi di Taiwan

pada 2012 akibat bermain video game dalam durasi waktu hingga

berjam-jam ( https://techno.okezone.com/read/2016/08/09/326/1458986/korban-meninggal-dunia-saat-bermain-game-online, di akses 25 September 2017:18:54).

Dampak lain dalam bermain game yakni dalam kehidupan sosial

mereka dalam lingkungan masyarakat. Kurangnya interaksi dengan

masyarakat menyebabkan mereka dikucilkan dan akan berakibat pada

mental perkembanganya sebagai makhluk sosial. Sedangkan kedisiplinan

shalat lima waktu VIII di MTs Muhammadiyah Tawangsari Kabupaten

sedang 59%, dan kategori rendah11%. Jadi tingkat intensitas bermain

game siswa VIII di MTs Muhammadiyah Tawangsari Kabupaten

Sukoharjo sebagian besar masuk dalam kategori sedang, yaitu 59%

Kedisiplinan shalat pada usia pelajar tentu harus sering ditekankan,

karena mereka sudah memasuki usia remaja yang tentunya harus sudah

mengetahui kewajiban dan haknya sebagai umat muslim. Pendidikan di

sekolah tentang pengajaran disiplin shalat tentu masih kurang, sehingga

orang tua dirumah perlu mendidik lebih keras anak-anaknya tentang

disiplin melaksanakan shalat lima waktu. Pembelajaran disiplin shalat

akan sangat bermanfaat dengan kegiatan lain yakni menjadi terartur dalam

menjalankan apapun, disiplin dan tanggung jawab untuk setiap hal sekecil

apapun.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa

intensitas bermain game yang tinggi memiliki pengaruh negatif terhadap

kedisiplinan shalat pada siswa, sehingga mereka sering tidak tepat waktu

dalam melaksanakan shalat dan bahkan meninggalkanya. Oleh karena itu,

perlu pembiasaan untuk mengurangi intensitas bermain game dengan

mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif lainya serta menambah

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai

berikut:

1. Intensitas bermain game pada siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah

Tawangsari sebagian besar dalam kategori Tinggi. Terbukti pada

persentase terbanyak 50 persen atau sebanyak 40 siswa dengan

masing-masing nilai pada interval 70-89.

2. Kedisiplinan shalat lima waktu pada siswa kelas VIII MTs

Muhammadiyah Tawangsari sebagian besar dalam kategori sedang.

Terbukti pada persentase terbanyak 62,5 persen atau sebanyak 50 siswa

dengan masing-masing nilai pada interval 50-69.

3. Berdasararkan hasil analisis korelasi Pearson product moment dengan

menggunakan bantuan SPSS 20 for Windows, maka dapat diketahui bahwa

rhitung sebesar -0.431 dengan p = 0.001. Oleh karena hasil perhitungan

menunjkan nilai p < 0.05 naka Ho ditolak, artinya intensitas bermain game

mempunyai hubungan negatif dengan kedisiplinan shalat lima waktu pada

Siswa kelas VIII Mts Muhammadiyah Tawangsari Kabupaten Sukoharjo

B. Saran

Adanya berbagai keterbatasan dalam penelitian ini, maka penulis

memberikan saran pada:

d. Orang tua

Orang tua diharapkan dapat menjadi pembelajaran dalam mengawasi

kegiatan anak-anaknya dalam memanfaatkan handphone dan komputer di

dalam maupun di luar rumah serta pengaruhnya terhadap ibadah shalat lima

waktu.

e. Siswa

Siswa diharapkan dapat menjadi pembelajaran agar tidak menjadikan

game sebagai kegiatan yang sering dilakukan sehingga dapat menyebabkan

terbengkalainya shalat lima waktu serta waktu untuk belajar.

f. Guru

Guru diharapkan dapat selalu mengawasi aktifitas siswa-siswinya

secara tegas serta selalu mendidik siswa-siswinya dengan baik.

g. Tokoh Masyarakat

Tokoh masyarakat diharapkan agar tidak bosan untuk memberi nasihat

serta memperhatikan dampak game terhadap perilaku anak yang banyak

berdampak negatif salah satunya perkelahian dan juga menyebabkan

Dokumen terkait