HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
5. Uji Hipotesis
68 a. Uji Signifikan Simultan (Uji F)
Uji F (uji simultan) dilakukan untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya secara simultan. Cara yang digunakan adalah dengan melihat level of significant (= 0,05). Kriteria pengujiannya adalah dengan membandingkan fhitung dengan ftabel yang dapat diketahui dengan menghitung df1= k – 1 (jumlah variabel bebas+terikat – 1) = 3 – 1 = 2, dan df2= n – k = 85 – 3 = 82 (n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel bebas+terikat), sehingga ftabel yang diperoleh dari tabel statistik adalah sebesar 3,11. Apabila fhitung > ftabel maka Ho ditolak dan apabila fhitung < ftabel maka Ho diterima.
Tabel 4.14 Hasil Uji F
ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 1012.068 2 506.034 41.970 .000a
Residual 988.685 82 12.057 Total 2000.753 84
a. Predictors: (Constant), gaya hidup, kualitas produk b. Dependent Variable: keputusan pembelian
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS versi 16.0
Berdasarkan tabel 4.14 di atas dapat dilihat bahwa fhitung sebesar 41,970 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,000 < 0,05), sedangkan
ftabel sebesar 3,11 yang dapat dilihat pada α 0,05. Hal ini berarti fhitung >
ftabel (41,970 > 3,11), maka model regresi dapat dikatakan bahwa dalam
penelitian ini kualitas produk dan gaya hidup konsumen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian atau dengan kata lain H3 diterima.
69
Uji parsial (uji t) menunjukkan seberapa jauh variabel bebas secara individual menerangkan variasi pengujian ini dilakukan dengan menggunakan tingkat signifikansi 5%.
Tabel 4.15 Hasil Uji t
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS versi 16.0
Berdasarkan tabel 4.15 di atas dapat dilihat bahwa :
1) Variabel kualitas produk (X1) thitung sebesar 2,240 sedangkan ttabel sebesar 1,989 dan taraf signifikan sebesar 0,019, sehingga thitung 2,240 > ttabel 1,989 dan signifikan 0,019 < 0,05. Maka Ha1 diterima dan Ho1 ditolak, yang menyatakan secara parsial kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
2) Variabel gaya hidup (X2) thitung sebesar 5,460 sedangkan ttabel sebesar 1,989 dan taraf signifikansi sebesar 0,000, sehingga thitung 5,460 >
ttabel 1,989 dan signifikan 0,000 < 0,05. Maka Ha2 diterima dan Ho2
ditolak, yang menyatakan secara parsial gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 6.599 6.319 1.044 .299 kualitas produk .098 .079 .109 2.240 .019 gaya hidup .801 .107 .654 5.460 .000 a. Dependent Variable: keputusan pembelian
70 c. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel 4.16 di bawah ini :
Tabel 4.16 Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .711a .506 .494 3.472 1.877
a. Predictors: (Constant), gaya hidup, kualitas produk b. Dependent Variable: keputusan pembelian
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS versi 16.0
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,506 atau 50,6%. Besarnya nilai koefisien determinasi tersebut menunjukkan bahwa variabel independen yang terdiri dari Kualitas Produk (X1) dan Gaya Hidup (X2) mampu menjelaskan variabel dependen yaitu Keputusan Pembelian (Y) sebesar 50,6%, sedangkan sisanya sebesar 49,4% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
71 C. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh bahwa variabel Kualitas Produk (X1) memiliki nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (2,240 > 1,989) dan taraf signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 (0,019 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel kualitas produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian 2 (dua) ponsel atau dengan kata lain Ha1 diterima.
Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diisi oleh mahasiswa/i FEBI UINSU, bahwa mahasiswa/i FEBI UINSU memahami pembelian 2 (dua) ponsel berdasarkan kualitas produk yang memiliki fungsi yang tersendiri, ukuran yang mudah dibawa, harga yang ditawarkan produsen sesuai dengan masing-masing tipe ponsel serta merek yang terkenal akan semakin menaikkan status sosial bagi pemakainya. Dari lima belas pernyataan yang diajukan, mahasiswa lebih terpengaruh dengan jenis produk yang ditawarkan bervariasi, teknologi yang digunakan ponsel mengikuti perkembangan, modelnya yang mengikuti tren saat ini, dan kualitas produk lebih baik dari pesaing.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dedi Nurdiansyah yang menyimpulkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepatu olahraga merek Adidas di Bandar Lampung, yang artinya menurut konsumen kualitas produk dianggap penting ketika akan membeli sepatu olahraga dan sejalan dengan teori Kotler dan Armstrong yang menyatakan kualitas produk adalah kemampuan produk untuk menampilkan fungsinya termasuk keawetan dari produk, keandalan, serta kemudahan dalam penggunaan.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh bahwa variabel gaya hidup (X2) memiliki nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (5,460 > 1,989) dan taraf signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa variabel gaya hidup secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian 2 (dua) ponsel atau dengan kata lain Ha2 diterima.
Dari hasil yang ditemukan, semakin meningkatnya gaya hidup yang dilakukan oleh mahasiswa/i FEBI UINSU maka akan semakin tinggi keputusan pembelian 2 (dua) ponsel. Hasil penelitian menunjukkan arah positif
72
mengindikasikan bahwa semakin meningkat gaya hidup maka akan semakin meningkat pula keputusan pembelian. Hal ini dilihat dari hasil kuesioner yang telah diisi oleh mahasiswa/i FEBI UINSU, bahwa mahasiswa/i FEBI UINSU memahami pembelian 2 (dua) ponsel berdasarkan gaya hidup yang menggunakan kedua ponsel lebih dari 5 jam sehari dan karena mampu, memudahkan berkomunikasi tanpa ada gangguan notifikasi dari satu ponsel lainnya serta karena memberikan fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan.
Hal ini sejalan dengan penelitian Nurohman bahwa gaya hidup memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian smartphone Samsung pada mahasiswa/i Manajemen Dakwah UIN SUKA Yogyakarta. Hal ini didukung oleh teori mengenai gaya hidup menurut Minor dan Mowen gaya hidup menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu. Serta menurut Suwarman, gaya hidup seseorang biasanya tidak permanen dan cepat berubah yang mungkin dengan cepat seseorang mengganti model dan merek ponselnya karena menyesuaikan dengan perubahan hidupnya.
Dari hasil penelitian ini juga diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,506. Hal ini berarti 50,6% keputusan pembelian 2 (dua) ponsel pada mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU dipengaruhi oleh kualitas produk dan gaya hidup konsumen. Sedangkan sisanya yaitu 49,4% keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
73 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil tersebut ditunjukkan dari hasil uji thitung sebesar 2,240 dengan signifikansi 0,019, dan koefisien regresi sebesar 0,098.
2. Gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil tersebut ditunjukkan dari hasil uji thitung sebesar 5,460 dengan signifikansi 0,000, dan koefisien regresi sebesar 0,801.
3. Dari hasil penelitian ini juga diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,506. Hal ini berarti 50,6% keputusan pembelian 2 (dua) ponsel pada mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU dipengaruhi oleh kualitas produk dan gaya hidup konsumen. Sedangkan sisanya yaitu 49,4% keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat disarankan beberapa hal diantaranya sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, variabel kualitas produk memiliki pengaruh yang signifikan dalam keputusan pembelian 2 (dua) ponsel. Disarankan ke perusahaan untuk mempertahankan dan bila perlu lebih meningkatkan daya tahan, fitur dan jenis pada produk ponsel (handphone) yang diproduksi, karena pada pernyataan divariabel kualitas produk, mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU jurusan Ekonomi Islam stambuk 2014 dan 2015 memutuskan untuk membeli 2 (dua) ponsel karena jenis produk yang
74
ditawarkan bervariasi, teknologi yang mengikuti perkembangan, modelnya yang mengikuti tren serta kualitas produk lebih baik dari pesaing.
2. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, gaya hidup memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian 2 (dua) ponsel pada mahasiswa/i Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU jurusan Ekonomi Islam stambuk 2014 dan 2015. Karena itulah dapat disarankan kepada perusahaan, agar dapat memahami dan mengikuti gaya hidup dengan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi yang lebih inovasi dan menarik dengan memiliki keunggulan produk ponsel (handphone) yang berbeda dengan lainnya atau pesaing.
3. Peneliti menyadari terdapat banyak kekurangan dalam pelaksanaan penelitian ini. Kekurangan tersebut dapat disebabkan oleh keterbatasan dana, tenaga, pengetahuan dan waktu dalam melakukan penelitian. Disadari juga bahwa dalam penelitian ini peneliti hanya melihat kepuasan konsumen berdasarkan 2 (dua) faktor saja yaitu kepercayaan merek dan kualitas produk. Sehingga diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengikutsertakan faktor-faktor lain tersebut.
75