Penayangan 5 Kali Dalam Seminggu Sudah Sesuai
4.6 UJI HIPOTESIS
Uji hipotesis adalah pengujian data statistik untuk mengetahui data hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Dalam menguji tingkat hubungan antara kedua variabel yang dikorelasikan digunakan rumus koefisien korelasi tata jenjang (Rank Order) oleh Spearman. Rumus koefisiennya adalah:
(Kriyantono, 2006:174)
Pengolahan data statistik dalam penelitian ini menggunakan piranti lunak Microsoft Excel 2013 dan IBM SPSS Statistic 26 Version For Windows 64-Bit.
Oleh sebab itu uji hitung tidak digunakan lagi, hal ini dikarenakan SPSS secara otomatis telah menguji hipotesis tersebut. Dengan melakukan analisis Spearman melalui Microsoft Excel 2013 dan IBM SPSS Statistic 26 Version For Windows 64-Bit, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.31
Correlation Coefficient 1,000 ,465**
Sig. (2-tailed) 0,000
N 92 92
Variabel (Y)
Correlation Coefficient ,465** 1,000 Sig. (2-tailed) 0,000
N 92 92
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Berdasarkan hasil pengolahan data dalam IBM SPSS Statistic 26 Version For Windows 64-Bit, diperoleh angka korelasi sebesar 0.465**. Besar kecilnya angka korelasi menentukan kuat atau lemahnya hubungan kedua variabel yang diteliti. Patokan angka yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Guilford, yaitu sebagai berikut ( Rakhmat, 2004:29):
a. < 0,20 : hubungan rendah sekali; lemah sekali b. 0.20 - 0.41 : hubungan yang rendah tapi pasti c. 0.41 - 0.70 : hubungan yang cukup berarti d. 0.71 - 0.90 : hubungan yang tinggi, kuat
e. > 0.90 : hubungan yang sangat tinggi; kuat sekali.
Berdasarkan skala tersebut, maka angka korelasi yang ditunjukkan yaitu 0.465, diartikan bahwa terdapat hubungan yang cukup berarti antara kedua variabel. Jika dilihat dari hasil perhitungan maka koefisien (r) antara variabel
“Tayangan Bikin Laper Trans TV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara”, menunjukkan angka sebesar 0.465 dan angka ini menunjukkan adanya korelasi yang cukup berarti. Untuk mengambil keputusan dilakukan uji hipotesis dengan didasarkan pada ketetapan:
a. Jika probabilitas < 0.05, H0 ditolak dan Ha diterima b. Jika probabilitas > 0.05, H0 diterima dan Ha ditolak.
Berdasarkan hasil pengolahan data, terlihat angka probabilitas hubungan antar variabel “Tayangan Bikin Laper Trans TV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara” adalah sebesar 0.000. Angka probabilitas 0.000 < 0.05 maka hubungan kedua variabel adalah signifikan dan layak untuk diteliti.
Angka probabilitas dari hasil perhitungan sebesar 0.000 < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya adalah bahwa terrdapat hubungan antara
“Tayangan Bikin Laper Trans TV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara”.
Kemudian untuk tahap selanjutnya adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh variabel X terhadap variabel Y dilakukan dengan Uji Determinan Korelasi, yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
KD = r2 x 100%
KD = 0,4652 x 100%
KD = 0,216 x 100%
KD = 21,6%
Berdasarkan angka 21,6% ini mempunyai makna sebagai besarnya
“Pengaruh Tayangan Bikin Laper Trans TV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara”.
Dari hasil perhitungan diatas, maka dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa “Pengaruh Tayangan Bikin Laper Trans TV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara” adalah sebesar 21,6%. Selebihnya 78,4%
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini.
4.7 PEMBAHASAN
Pada saat ini teknologi berkembang dengan begitu luar biasa, dimana teknologi sudah sangat meningkat dengan setiap tahunnya. Dilihat dari media elektronik, televisi adalah salah satu media yang sangat diminati oleh manusia, karena televisi sangat kuat dengan audiovisualnya. Kemampuan televisi untuk menarik perhatian penontonnya tidak dapat diragukan lagi, dimana pada saat ini mengkonsumsi televisi sudah menjadi pilihan untuk setiap masyarakat Indonesia.
Berdasarkan analisis pada tabel di atas bisa dilihat karakteristik responden yang bertujuan untuk mengetahui latar belakang dari responden. Jika dilihat dari usia responden dalam penelitian ini kebanyakan berumur 18 – 40 tahun yang menonton Tayangan Bikin Laper Trans TV dari pada usia 12 – 17. Sedangkan dilihat dari jenis kelamin responden dalam penelitian pada penduduk Keluarahan Rambung Dalam didominasi sedikit lebih banyak oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Dilihat dari lingkungan tempat responden tinggal, lingkungan VI adalah lingkungan yang mendapat responden terbanyak. Alasannya, responden menonton Tayangan Bikin Laper Trans TV karena memang ada yang suka dan juga ada yang tidak.
Intensitas komunikasi ialah proses komunikasi yang teijalin dengan melihat kuantitas pada kurun waktu tertentu. Intensitas komuniksi yang efektif lebih menekankan pada kuantitas. Efisiensi waktu dalam menjalin terciptanya intensitas komunikasi menjadi hal yang penting manakala lingkungan mempunyai sentimen negatif terhadap hal yang dianggap baru.
Keluarga merupakan lembaga sosial pertama yang dijumpai individu. Di dalam keluarga inilah individu mendapatkan pendidikan primer seperti pembentukan watak, adab sopan santun, serta memegang peranan sebagai anggota lembaga sosial untuk pertama kalinya. Menurut St. Vembriarto (1989: 36), pengertian keluarga adalah “keluarga sosial kecil yang umumnya terdiri dari ayah, ibu dan anak. Hubungan sosial diantara keluarga relative tetap karena didasarkan atas ikatan darah, perkawinan atau adopsi. Hubungan antara anggota keluarga dijiwai oleh suasana afeksi dan rasa tanggung jawab”.
Teori uses and gratifications salah satu dari teori komunikasi massa yang populer dan digunakan peneliti sebagai salah satu teori dalam penelitian. Teori ini menjelaskan dimana khalayak aktif dalam mengkonsumsi media dan khalayak dapat selektif dalam memilih pesan media dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya. Penggunaan media terdiri dari jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai media jenis isi media yang dikonsumsi dan berbagai hubungan antara individu konsumen media dengan isi media yang dikonsumsi atau dengan media secara keseluruhan (Rakhmat, 2004:66). Maka dari itu yang menjadi landasan utama pendekatan studi uses and gratifications jika dihubungkan dengan penggunaan media televisi sebagai media yakni penggunaan media pada akhirnya dapat mencapai suatu tujuan dalam memenuhi kebutuhannya dan khalayak dapat memilih sendiri jenis dan isi media yang digunakannya dalam memperoleh kebutuhan akan hiburan yang diinginkannya.
Tayangan Bikin Laper Trans TV merupakan salah satu tayangan hiburan yang menarik, menyenangkan, bervariatif dan kreatif bagi penontonnya. Isi acara program Bikin Laper mengulas berbagai jenis makanan dan masakan, baik itu khas kuliner Indonesia atapun dari hidangan internasional. Aneka kuliner nusantara seperti tak ada habisnya. Semakin kaya rasa dan kaya variasi. Tentu saja tak terlewatkan mereka juga menyicipi makanan-makanan yang sedang tren di kalangan pecinta kuliner termasuk jajanan kekinian yang rasanya lexat. Host yang seru dan ekpresif menambah pemirsa penasaran dengan sajian kuliner yang disantap. Program Bikin Laper Trans TV tayang pada Senin hingga Jumat sore pukul 18.00 WIB. Seperti halnya di channel youtube Trans TV dan di website transtv.co.id program tersebut bisa disaksikan melalui live streaming TV.
Selanjutnya untuk menguji kebenaran dan hipotesis yang diajukan mengenai Pengaruh Tayangan Bikin Laper Trans TV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara, maka dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan Korelasi Rank Spearman dan pengujian IBM SPSS Statistic 26 Version For Windows 64-Bit. Korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Pengujian hipotesis
ini dimulai dengan membuat rangking dari nilai – nilai jawaban responden dalam kuesioner yang telah diberi skor terlebih dahulu untuk setiap pertanyaan. Jika dilihat dari hasil pengolahan data dalam IBM SPSS Statistic 26 Version For Windows 64-Bit, maka koefisien korelasi (r) antara variabel Pengaruh Tayangan Bikin Laper Trans TV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara menunjukkan angka sebesar 0.465**. Merujuk pada kuat lemahnya hubungan kedua variabel dalam penelitian ini menggunakan skala Guilford. Berdasarkan skala Guilford menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang cukup berarti.
Setelah itu peneliti mencari besarnya kekuatan pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel X dan variabel Y dengan hasil 21,6%. Hal ini berarti antara Tayangan Bikin Laper Trans TV yang memiliki pengaruh sebesar 21,6%
Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara.
Dari hasil uji hipotesis dan tes signifikansi di atas disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang cukup berarti antara Tayangan Bikin Laper Trans TV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara, dimana tayangan ini memiliki pengaruh sebesar 21,6%.
5.1 SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh peneliti tentang Pengaruh Tayangan Bikin Laper Trans TV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Tayangan “Bikin Laper” Trans TV mendapatkan bebarapa tanggapan oleh responden sebagai berikut:
Tayangan “Bikin Laper” Trans TV salah satu tayangan favorit, terdapat 58 responden memilih setuju terdapat dengan persentase 63,0% dan memilih sangat setuju terdapat 32 responden dengan persentase 34,8%.
Tayangan “Bikin Laper” Trans TV menarik untuk keluarga, yang memilih menarik terdapat 60 responden dengan persentase 65,2%
dan yang memilih sangat menarik terdapat 30 responden dengan persentase 32,6%.
Tayangan “Bikin Laper” Trans TV menyenangkan untuk keluarga.
Responden yang memilih menyenangkan terdapat 52 responden dengan persentase 65,5% dan yang memilih sangat menyenangkan terdapat 38 responden dengan persentase 41,3%.
2. Intensitas komunikasi yang terjadi pada keluarga setelah menonton tayangan “Bikin Laper” Trans TV dapat dilihat sebagai sebrikut:
Tayangan “Bikin Laper” Trans TV membuat Komunikasi Anda Bersama Keluarga Semakin Terjalin, responden yang memilih setuju terdapat 56 responden dengan persentase 60,9% dan yang memilih sangat setuju terdapat 34 responden dengan persentase 37,0%.
Tayangan “Bikin Laper” Trans TV memicu terjadinya interaksi dengan anggota keluarga, responden yang memilih setuju terdapat 69 responden dengan persentase 75,0% dan yang memilih sangat setuju terdapat 18 responden dengan persentase 19,6%.
Tayangan “Bikin Laper” Trans TV sebagai cara alternatif untuk bahan pembicaraan bersama keluarga, responden memilih setuju terdapat 56 responden dengan persentase 60,9% dan yang memilih sangat setuju terdapat 32 responden dengan persentase 34,8%.
3. Berdasarkan uji hipotesis penghitungan korelasi Spearman maka diperoleh angka 0,465. Menunjukkan H0 ditolak dan Ha diterima. Yakni Ha adalah Terdapat hubungan antara Tayangan Bikin Laper TransTV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara. Menurut skala Guilford angka tersebut membuktikan bahwa terdapat hubungan yang cukup berarti, dilihat dari besarnya pengaruh uji hipotesis tayangan ini memiliki pengaruh sebesar 21,6% terhadap intensitas komunikasi keluarga, sedangkan selebihnya yaitu 78,4 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini.
5.2 SARAN
Setelah melakukan penelitian tentang Pengaruh Tayangan Bikin Laper Trans TV Terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara. Peneliti memiliki beberapa saran, adapun saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Saran Responden Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan yang telah peneliti peroleh selama melakukan penelitian, para responden mengajukan saran agar Tayangan Bikin Laper Trans TV konsep dan materinya lebih menarik lagi dan jam tayang nya lebih di perluas lagi agar penontonnya merasa lebih puas dan dapat lebih menikmati acara hiburan kuliner ini, dan tentunya tidak lupa dengan menu makanan yang di tampilkan lebih beragam baik makanan khas Indonesia maupun di luar Indonesia.
2. Saran dalam kaitan akademis
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan agar mahasiswa tidak hanya mengakses informasi terkait penelitiannya hanya dari satu sumber agar kelengkapan mengenai referensi dapat lebih akurat lagi sehingga memeberikan hasil penelitian yang akan memperkaya ilmu penelitian khususnya di bidang Ilmu Komunikasi. Peneliti juga mengharapkan adanya penelitian yang mengembangkan permasalahan ini dilihat dari aspek yang lebih luas lagi dan melakukan penelitian yang serupa dengan lokasi yang berbeda atau bahkan lebih luas.
3. Saran dalam kaitan Praktis
Tayangan Bikin Laper Trans TV berpengaruh terhadap Intensitas Komunikasi Keluarga di Kelurahan Rambung Dalam Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai Sumatera Utara. Maka dari itu, diharapkan Tayangan Bikin Laper Trans TV lebih meningkatkan kualitas materi dan konsep setiap penampilan agar penonton bisa lebih lagi merasakan kesenangan dan kepuasan yang lebih baik lagi dalam segi hiburan dan pengetahuan kuliner.
Ardianto, Elvinaro dan Lukiati Komala Erdinaya. 2004. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Budyatna, Muhammad dan Leila Mona Ganiem. 2011. Teori Komunikasi AntarPribadi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Bungin, Burhan. 2001. Metode Penelitian Sosial. Irlangga University Press.
_____________. 2008. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi Di Masyarakat. Jakarta: Kencana
_____________. (2009). Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Cangara, Hafied. (2007). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Chaplin, J. P. (2002). Kamus lengkap psikologi. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Cholid Narbuko, Ahmadi. (2010). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2014. Pola Asuh Orang Tua dan Komunikasi dalam Keluarga(edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Effendy. 2002. Dinamika Komunikasi. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
_____. 2003. Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Effendy, Onong Uchjana. 1993. Ilmu, Teori & Filsafat Komunikasi. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti.
____________________. 2005. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya Bandung.
______________________. 2007. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Fishbein, M., and Ajzen, I. 1975. Belief, Attitude, Intention, and Behavior: An Introduction to Theory and Research. Reading. Massachussets:
Addison-Wesley Publishing Co., Inc.
Gunarsa, S. (2000). Psikologi praktis: Anak, remaja dan keluarga. BPK Jakarta:
Gunung Mulia.
Hikmat, Mahi M. (2014). Metode Penelitan dalam Perspektif Ilmu Komunikasi dan Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kriyantono. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.
_________. 2010. Public Relation Writing. Jakarta: Peranada Media Group.
Kustandi Suhandang. 2005. Periklanan Manajemen, kiat dan Strategi. Bandung:
Nuansa.
Kuswandi, Wawan. 1996. Komunikasi Massa (Sebuah Analisis Isi Media Televisi). Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Morissan. 2004. Jurnalistik Televisi Mutakhir. Jakarta: Ramdina Prakarsa.
________. 2005. Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi. Jakarta: Kencana.
_______. 2008. “Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi”. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Mondry. 2008. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia
Nawawi, Hadari. 1991. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: UGM Press.
______________. 1995. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
______________. 2001. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurudin. 2002. Komunikasi Propaganda. Bandung: Remaja Rosdakarya.
______. 2004. Komunikasi Massa. Malang: Cespur.
______. 2011. pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.
Olii, Helena. 2007. Opini Publik. Jakarta: Indeks.
Rakhmat, J. 2005. Psikologi komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
_________. 2003. Metode Penelitian Komunikasi: Dilengkapi Contoh Analisis Statistik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
_________. 2004. Metode Penelitian Komunikasi: Dilengkapi Contoh Analisis Statistik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Steede, Kevin. 2007. 10 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak, Jakarta:
Tangga Pustaka.
Soehartono, I. 2004. Metode Penelitian Sosial, Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Sastropoetro, Santoso, R.A. 1990. Komunikasi Sosial. Bandung: Remaja Karya.
Singarimbun, Masri. 2008. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3S.
Suciati. 2015. Komunikasi Interpersonal: Sebuah Tinjauan Psikologis Dan Perspektif Islam. Yogyakarta: Buku Litera.
Vembriarto, ST. 1993. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.
Unaradjan, Dolet. 2000. Pengantar Metode Penelitian Ilmu Sosial. Jakarta:
Grasindo.
Vivian, John. 2008. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Widjaja, H.A.W. 1987. Ilmu Komunikasi. Pengantar Studi. Jakarta: Rineka Cipta.
Wiryanto. (2006). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo.
Jurnal
- Indrawati, Endang Sri. (2015). Status Sosial Ekonomi dan Intensitas Komunikasi Keluarga Pada Ibu Rumah Tangga Di Panggul Kidung Semarang Utara. Jurnal Psikologi Undip Vol. 14 No.1.
ejournal.undip.ac.id. (diakses pada hari Sabtu 1 Februari 2020)
- Sinaga, Dina Hariani. (2016). Pengaruh Tingkat Ketergantungan Pengguna Media Sosial Instagram dan Path Terhadap Perilaku Komunikasi Mahasiswa FISIP USU Angkatan 2016. Jurnal FISIP USU.
http://repository.usu.ac.id. (diakses pada hari Rabu 11 Maret 2020)
- Indrawan, B. S. (2013). Intensitas Komunikasi dengan Menggunakan Blackberry Messenger ditinjau dari Konformitas dan Tipe Kepribadian.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya.
http://download.portalgaruda.org/ (diakses pada hari Senin 25 Januari 2021)
Skripsi
- Cahyady, Rahmad. 2014. Kepuasan Dalam Menonton Acara Televisi (Studi Deskriptif Kuantitatif Kepuasan dalam Menonton Acara Anak Jalanan di RCTI Pada Siswa SMAN 1 Medan). Medan: Universitas Sumatera Utara.
- Hardiyanti, Siregar Desy. 2012. Tayangan Stand Up Comedy Dan Pemenuhan Kebutuhan Hiburan (Studi Korelasional Pengaruh Tayangan Stand Up Comedy di Metro TV terhadap Pemenuhan Kebutuhan Hiburan di Kalangan Mahasiswa FakultasI lmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
- Raharjo, Budi Gurit. 2010. Kesenjangan Kepuasan Pemirsa Televisi Program Acara Komedi (Studi Kesenjangan Kepuasan tentang Tingkat Kesenjangan Kepuasan Pemirsa Televisi dalam Menonton Program acara Opera Van Java Trans7 dan Segeerrr Beneerrr ANTV di kalangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Swadana Transfer Angkatan 2008 FISIP UNS). Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
- Yudhita, Hilda. 2008. Pengaruh Acara Akhirnya Datang Juga di Trans TV Terhadap Upaya Pemenuhan Hiburan di Masyarakat Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Medan. Medan : Universitas Sumatera Utara.
Sumber Internet
-
http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2017/TREN-BARU-DI-KALANGAN-PENGGUNA-INTERNET-DI-INDONESIA.html diakses pada hari Sabtu 1 Februari 2020 pukul 09.12 WIB
- https://www.bps.go.id/ diakses pada hari Minggu 17 Februari 2020 pukul 01.40 WIB
- https://www.transtv.co.id/corporate/profile diakses pada hari Rabu 26 Februari 2020 pukul 10.40 WIB
- http://jakarta.go.id diakses pada hari Rabu 11 Maret 2020 pukul 06.24 WIB
- http://pintunet.com diakses pada hari Rabu 11 Maret 2020 pukul 06.30 WIB
- https://jdih.binjaikota.go.id/hal-visi-dan-misi.html diakses pada Senin 16 November 2020 pukul 08.15 WIB
- https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-komunikasi/ diakses pada Jum’at 8 Januari 2021 pukul 22.58 WIB
- https://www.kemkes.go.id/ diakses pada Kamis 11 Maret 2021 pukul 13.45 WIB
- https://www.garnesia.com/ diakses pada Kamis 11 Maret 2021 pukul 15.05 WIB
KUESIONER
TAYANGAN BIKIN LAPER TRANSTV DAN INTENSITAS