• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

4.3. Deskripsi Hasil Analisis dan Pengujian hipotesis

4.3.7. Structural Equation Modeling (SEM) dan Pengujian Hipotesis

4.3.7.4. Uji Hipotesis Kausalitas

Pengaruh langsung (koefisien jalur) diamati dari bobot regresi terstandar, dengan pengujian signifikan pembanding nilai CR [Critical Ratio] atau p [probability] yang sama dengan nilai t hitung apabila t hitung lebih besar dari pada t table berarti signifikan.

Tabel 4.18 Uji hipotesis Kausalitas Antar faktor

Regression Weight s Ust d

est im at e

St d

est im asi Prob. Fak t or Fak t or

Cust om er_

Sat isfact ion Ex perient ial_Mark et ing 0.141 0.157 0.113

Bat as Signifik ansi ≤ 0,10

Sumber : Hasil Pengolahan Data Pada Lampir an 3

Dilihat dari tingkat probabilitas arah hubungan kausal, hipotesis yang menyatakan bahwa:

Faktor Experiential Marketing berpengaruh positif terhadap faktor customer satisfaction, tidak dapat diterima [Prob. Kausalnya 0,1134 ≥ 0,10 Tidak Signifikan [positif].

4.4. Pembahasan Hipotesis Fungsi Experiential Marketing Terhadap Kepuasan Konsumen

Berdasarkan hasil pengujian kausalitas dapat diketahui bahwa peran experiential marketing berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan minuman penambah energi hemaviton jreng non cair di wilayah Surabaya Timur tidak dapat diterima yang berarti tidak signifikan (positif). Hal ini dikarenakan usaha usaha Experiential Marketing tidak dapat meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Dengan demikian, hasil penelitian tidak sesuai dengan penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Moh.Agung Surianto, Nurul Aisyah (2009) yang menyatakan bahwa penerapan experiential marketing berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan.

Dalam penelitian ini, dapat dilihat dari poin tertinggi dari salah satu indikator pada kuisioner yaitu Feel (berkaitan dengan

suasana hati dan perasaan seseorang yang mampu membangkitkan rasa kebahagiaan atau kekecewaan) yang merupakan dimensi dari experiential marketing yang memiliki daya tarik tersendiri. Dalam pengujian ini membuktikan bahwa dimensi feel yang diberikan oleh experiential marketing masih jauh dari harapan para pelanggan minuman penambah energi. Jika persepsi konsumen buruk terhadap citra dan kesan produk hemaviton jreng non cair maka konsumen akan pindah ke merek lain asalkan kebutuhan mereka terpenuhi, hal ini disebabkan karena penilaian pelanggan minuman penambah energi terhadap citra dan kesan produk hemaviton jreng non cair cenderung monoton hal ini terbukti dengan produk hemaviton jreng non cair yang dimana varian rasanya dinilai masih kurang beragam kemudian dari segi harga dinilai masih kurang ekonomis.

5.1Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian, experiential marketing terhadap kepuasan pelanggan minuman penambah energi hemaviton jreng non cair di wilayah Surabaya Timur, maka dapat diambil kesimpulan yaitu :

Experiential Marketing tidak memberikan Kontribusi terhadap Kepuasan Pelanggan, hal ini dibuktikan dengan dimensi feel yang diberikan oleh experiential marketing masih jauh dari harapan para pelanggan minuman penambah energi. Jika persepsi konsumen buruk terhadap citra dan kesan produk hemaviton jreng non cair maka konsumen akan pindah ke merek lain asalkan kebutuhan mereka terpenuhi, hal ini disebabkan karena penilaian pelanggan minuman penambah energi terhadap citra dan kesan produk hemaviton jreng non cair cenderung monoton hal ini terbukti dengan produk hemaviton jreng non cair

yang dimana varian rasanya dinilai masih kurang beragam kemudian dari segi harga dinilai masih kurang ekonomis.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka ada beberapa saran yang diberikan untuk dijadikan bahwa pertimbangan, oleh pabrik hemaviton jreng non cair antara lain :

1. Pihak pabrik produksi Hemaviton jreng non cair yaitu PT. Tempo Scan Pasific hendaknya dapat mempertahankan dan lebih lagi meningkatkan pelanggan yang telah ada serta menggarap pelanggan pelanggan potensi baru atau juga mempertahankan kepuasan pelanggan, juga menambah innovasi baru baik rasa maupun kemasan serta memperluas area pemasaran ke beberapa daerah yang belum mendapatkan prioritas yang mungkin harus dipantau secara terus menerus mengingat merek merek lain yang lebih menarik perhatian konsumen dari

hemaviton jreng non cair memiliki kharisma atau aura secara konsisten dari waktu ke waktu dan mempunyai kredibilitas dan akhirnya hampir menjadi yang terbaik diantara merek lain di semua jangkauan pemasaran.

2. Sebagai petimbangan untuk peneliti berikutnya, disarankan agar menggunakan variabel lain atau variabel tambahan yang belum ditampilkan dalam penelitian ini yang diduga mempunyai hubungan dengan Experiantial Marketing dan Kepuasan Pelanggan.

Andrean,Fransisca,2007,”ExperientialMarketing”,SebuahPendekatanPemasar an Jurnal Manajemen Pemasaran,Vol 2,no 1,April,Hal 1-8

Arnould,eric,india,price, Georgezinkham,2002,theconsumer,McGrawHill,internal

edition dalam Jurnal Logos,”Pengaruh Pener apan Experiential Marketing Strategic terhadap kepuasan konsumen”,Vol.6 No.2 Januari 2009 Hal 129-150

Barners,James G,2003, Screet of Customer Relationship Managemen, Rahasia Manajemen Hubungan Pelanggan,Andi Yogyakarta. Dalam Jurnal Logos “Pengaruh penerapan experiential mar keting strategic terhadap kepuasan konsumen”.Vol 6,No.2,Januari 2009 hal 129-150.

Cravens,David W,1996, Pemasaran Strategis, Edisi Keempat, Jilid 1,Erllangga Jakarta,dalam jurnal Logos “Pengaruh penerapan exper iential mar keting strategic terhadap kepuasan konsumen”.Vol 6,No.2,Januari 2009 hal 129-150.

Dutka,1994, (Dutka,Allan,1994.AMA Hand Book For Customer Satisfaction NTC Bussiness book,Lincoln Wood, Ilinois) dalam Jurnal Manajemen & Kewirausahaan “Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Kesetiaan Merek” ( Studi Kasus Restoran The Prime Steak & Ribs Surabaya ) Foedjiati Samuel,2005,Vol 7,No 1,Maret 74-82. EstiDewanti,2008,”Hubunganantaraexperientialmar keting,emotionmarketing,

dan Loyalitas Pelanggan”,Jurnal bisnis & Manajemen,Vol IX,No 2,September,Hal 102-117

Engel,J.F,R.D.Blackwell dan P.W.Miniard (1995), Consumer Behavior

USA,TheDryden Press.Dalam Buku Tatik Suryani,”Perilaku Konsumen:Implikasi pada strategi pemasaran”, Edisi Pertama, Yogyakarta;Graha Ilmu,2008.Hal 5-8.

Ferdinand,Augusty,2002,”Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen”,Edisi 2,Penerbit;BP UNDIP, Semarang.

Hawkins,Best,Coney(2005), ConsumerBehavior,BuildingMarketingStrategy,USA,

Boston: Mc Graw-Hill. Dalam Buku Tatik Suryani,”Perilaku Konsumen :Implikasi pada strategi pemasar an”, Edisi Pertama, Yogyakarta;Graha Ilmu,2008.Hal 5-8.

Hair,J.F.et.al,1998, Multivariate data Analysis, Fifin Edition,Prentic.Hall international,Inc,New J er sey.

Irawan,Handy,2004, 10 Prinsip Kepuasan Pelanggan, Cetakan Keenam, PT.Elex

Komputindo, Jakarta dalam Jurnal Logos “Pengaruh Penerapan Experiential Marketing Strategic terhadap kepuasan konsumen”,Vol.6 No.2 Januari 2009 Hal 129-150.

Kotler dan Keller,2009, dalam buku”Manajemen Pemasar an”, Edisi 13,Hal 5,Jilid 1 Kotler,Philip,1997, Dalam buku”Manajemen Pemasaran Marketing

Management 9e”, Edisi bahasa Indonesia/revisi,jilid 1,Hal13 Kotler,1997, Dalam buku ”Manajemen Pemasaran Mar keting

9e”,Edisi Bahasa Indonesia/revisi,Jilid 1,Hal 37-39 Kotler Philip,2000,MarketingManagement;Analysis,planning,Implementation and

control,prentice hall int,inc,millennium edition, Englewood Cliffs,New Jersey, dalam Jurnal Manajemen & Kewirausahaan “Pengaruh Kepuasan Konsumen Terhadap Kesetiaan Merek (Studi kasus Restoran ThePrime Steak & Ribs Surabaya)”,Vol.7,No.1,Maret 2005:74-82

Kotler,Philip,1997, ManajemenPemasaran;Analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian,edisi keenam,erlangga Jakarta. Dalam jurnal Logos “Pengaruh penerapan experiential mar keting strategic

terhadap kepuasan konsumen”.Vol 6,No.2,Januari 2009 hal 129- 150

Loudon and D.Bitta (1993), Consumer Behavior : Concept and Aplication,Mc,Graw

Mowen,JhonC&MichaelM,2001, PerilakuKonsumen,Jilid 1,Edisi kelima,Erllangga

Jakarta. dalam jurnal Logos “Pengaruh penerapan experiential mar keting strategic terhadap kepuasan konsumen”.Vol 6,No.2,Januari 2009 hal 129-150.

Surianto,Aisyah,2009, ”Pengaruh Penerapan Experiential Marketing Strategic Terhadap Kepuasan Konsumen”, Jurnal LOGOS,Vol 6,No 2,Januari,Hal 129-150

Schiffman, L,G.dan L.L.Kanuk (2007), Consumer Behavior,USA,New Jersey

Prentice Hall. Dalam Buku Tatik Suryani,”Perilaku Konsumen :Implikasi pada strategi pemasar an”, Edisi Pertama, Yogyakarta;Graha Ilmu,2008.Hal 5-8.

Sugiyono,1999, Metodologi Penelitian Bisnis,Cetakan

Pertama,CV,Alfabeta,Jakarta

Schmitt,Bern,H.1999. The Experiential Marketing : How to Get Customer to sense,feel,think,act and relate to your company, And relate to your company and brand,the free press, New York. Dalam jurnal Logos” Pengaruh Penerapan Experiential Marketing Strategic terhadap kepuasan konsumen”.Vol.6,No.2 Januari 2009, Hal 129-150

Tabachnick,B.G, & Fidell,L.S (1996),Using Multivariate Statistics (Third Edition). New Yor k : Harpoer Collings College Publisher s.

Tjiptono,Fandy,1997, “Strategi Pemasaran”, edisi kedua, Andi Yogyakarta, dalam jurnal\Logos ”Pengaruh Penerapan Experiential

Marketing Strategic

terhadapkepuasankonsumen”,Vol.6No.2Janua ri 2009 Hal 129-150

Umar Husein,2000, Riset Pemasaran & Perilaku Konsumen,PT Gramedia Utama,J akarta

KUESIONER Responden Yth :

Perkenankanlah penulis memohon kesediaan anda untuk meluangkan waktu dalam pengisian kuesioner ini. Kuesioner ini dilaksanakan dalam rangka penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan pada fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran Jawa Timur”. Demikian permohonan ini disampaikan. Sebelum dan sesudahnya penulis ucapkan terima kasih atas perhatian anda demi kelancaran penelitian ini.

Petunjuk Pengisian

a. Mohon angket ini diisi oleh bapak/ibu/sdr untuk menjawab seluruh pertanyaan yang ada. b. Berilah nilai untuk setiap pertanyaan yang menurut anda paling sesuai, pada rentan

pilihan 1 s/d 5 Karakteristik Responden

• No Responden :

• Nama ( Dapat diisi inisial ) :

• Umur :

• Jenis Kelamin :

• Telah melakukan pembelian lebih dari satu kali

• Umur konsumen minimal 18 tahun. Alasanya, sudah cukup dewasa, mengerti dan memahami akan produk minuman penambah energi Hemaviton Jreng Non Cair.

a. Sense (X1)

1. Minuman yang disajikan oleh produk minuman penambah energi Hemaviton

Jreng Non Cair memiliki aroma yang menggoda selera

1 5

Sangat tidak setuju Sangat setuju

2. Rasa minuman penambah energi hemaviton jreng non cair memiliki ciri khas dari

pada merek lain

1 5

Sangat tidak setuju Sangat setuju b. Feel (X2)

1. Citra dari Produk minuman penambah energi Hemaviton Jreng Non Cair

di mata konsumen.

1 5

Sangat tidak setuju Sangat setuju

2. Kesan yang diberikan oleh Produk minuman penambah energi hemaviton

Jreng Non Cair apakah memiliki kesan baik.

1 5 Sangat tidak setuju Sangat setuju

setelah melakukan aktifitas yang dianggap menguras tenaga.

1 5

Sangat tidak setuju Sangat Setuju

2. Benarkah setelah mengkonsumsi minuman penambah energi

Hemaviton Jreng Non cair stamina merasa lebih Ok dari pada mengkonsumsi minuman penambah energi merek lain.

1 5

Sangat tidak setuju Sangat setuju d.Think (X4)

1. Tampilan kemasan dari pada produk minuman penambah energy

Hemaviton Jreng Non Cair menarik para konsumen

1 5

Sangat tidak setuju Sangat setuju

2. Inovasi rasa baru minuman penambah energi Hemaviton Jreng Non

Cair yang telah memiliki berbagai varian rasa menyebabkan konsumen lebih berkeinginan untuk mengkonsumsinya.

1 5 Sangat tidak setuju Sangat setuju

1. Merupakan kebiasaan lingkungan sekitar, sehingga mempengaruhi para konsumen untuk mengkonsumsi minuman penambah energy Hemaviton Jreng Non Cair

1 5 Sangat tidak setuju Sangat setuju

2. Merupakan identitas social atau kelas social konsumen bila

mengkonsumsi produk minuman penambah energy Hemaviton Jreng Non Cair

1 5

Sangat tidak setuju Sangat setuju 2.Kepuasan Konsumen (Y)

1. Hubungan nilai harga merupakan faktor sentral dalam

menentukan kepuasan konsumen, apabila nilai yang diperoleh konsumen melebihi apa yang dibayar, maka suatu dasar penting dari kepuasan konsumen telah tercipta.

1 5 Sangat tidak setuju Sangat setuju

2. Minuman penambah energi Hemaviton Jreng Non Cair

memiliki penilaian Kualitas produk yang baik.

1 5 Sangat tidak setuju Sangat setuju

sehingga memiliki ciri khas tersendiri dibanding produksi perusahaan lain.

1 5 Sangat tidak setuju Sangat setuju

4. Fitur produk Hemaviton Jreng Non Cair memiliki ciri ciri tertentu sehingga

berbeda dengan produk yang ditawarkan pesaing

1 5 Sangat tidak setuju Sangat setuju

5. Desain produk Hemaviton Jreng Non Cair yang memiliki gaya dan fungsi produk

yang menarik dan bermanfaat

1 5 Sangat tidak setuju Sangat setuju

Dokumen terkait