BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Uji Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara atas rumusan masalah. Untuk itu hipotesis harus diuji kebenarannya secara empiris. Pengujian hipotesis pada penelitian ini, yaitu mengenai terdapat tidaknya pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis pertama, kedua dan ketiga dilakukan dengan teknik analisis regresi sederhana, sedangkan pengujian hipotesis keempat menggunakan teknik analisis regresi ganda untuk tiga prediktor.
Sebelum dilakukan analisis statistik untuk pembuktian hipotesis alternatif yang diajukan, maka perlu diajukan hipotesis nihilnya. Hal ini dimaksudkan agar dalam pembuktian hipotesis, peneliti mempunyai prasangka dan tidak terpengaruh dari pernyataan hipotesis alternatifnya (Ha). Adapun hipotesis nihil (Ho) yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
a. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompetensi profesional guru terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman. b. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari motivasi kerja terhadap
kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman.
c. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari disiplin kerja terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman.
d. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompetensi profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman.
Dengan diadakannya pengujian hipotesis akan dapat diketahui apakah hipotesis-hipotesis yang telah diajukan tersebut diterima atau ditolak. Penjelasan tentang hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. Uji hipotesis pengaruh kompetensi profesional guru terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman (hipotesis pertama).
Pengujian hipotesis pertama ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Melalui analisis regresi ini, maka dapat diketahui persamaan garis regresinya, sedangkan untuk mengetahui koefisien korelasinya digunakan rumus korelasi Product Moment. Pengambilan keputusan uji hipotesis ini dilakukan dengan cara menguji keberartian dari koefisien arah regresi, dalam hal ini dilakukan dengan uji F.
Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah koefisien arah regresi tersebut signifikan atau tidak. Hasil Fhitung kemudian dikonsultasikan
dengan Ftabel untuk α = 5%, dk pembilang = 1 dan dk penyebut = 26. Apabila perolehan Fhitung > Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa
koefisien arah regresi tersebut signifikan. Jika terbukti koefisien arah regresi signifikan maka dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi agar diketahui kontribusi dari variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Adapun hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel 19 berikut ini.
Tabel 19. Hasil analisis regresi dan korelasi antara kompetensi profesional guru (X1) dengan kinerja guru (Y)
Persamaan regresi r dk Harga F Kesimpulan Hitung Tabel
Y = 76,669+0,235X1 0,269 1 ; 26 2,026 4,22 Tidak signifikan Hipotesis statistik pertama dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Ho= tidak terdapat pengaruh yang signifikanX1terhadapY
(Ho: Fhitung<Ftabel)
Ha= terdapat pengaruh yang signifikanX1terhadapY
(Ha: Fhitung>Ftabel)
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, hipotesis Ha ditolak dan Ho diterima yaitu yang menyatakan tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari kompetensi profesional guru terhadap kinerja guru. Kesimpulan hipotesis ini telah teruji kebenarannya dimana Fhitung<Ftabel.
Adapun mengenai perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 12.
b. Uji hipotesis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman (hipotesis kedua).
Pengujian hipotesis kedua ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Melalui analisis regresi ini, maka dapat diketahui persamaan garis regresinya, sedangkan untuk mengetahui koefisien korelasinya digunakan rumus korelasi Product Moment. Pengambilan keputusan uji hipotesis ini dilakukan dengan cara menguji keberartian dari koefisien arah regresi, dalam hal ini dilakukan dengan uji F.
Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah koefisien arah regresi tersebut signifikan atau tidak. Hasil Fhitung kemudian dikonsultasikan
dengan Ftabel untuk α = 5%, dk pembilang = 1 dan dk penyebut = 26. Apabila perolehan Fhitung > Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa
koefisien arah regresi tersebut signifikan. Jika terbukti koefisien arah regresi signifikan maka dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi agar diketahui kontribusi dari variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Adapun hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel 20 berikut ini.
Tabel 20. Hasil analisis regresi dan korelasi antara motivasi kerja (X2) dengan kinerja guru (Y)
Persamaan regresi r dk Harga F Kesimpulan Hitung Tabel
Y = 77,278+0,208X2 0,294 1 ; 26 2,451 4,22 Tidak signifikan Hipotesis statistik kedua dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Ho= tidak terdapat pengaruh yang signifikan X2terhadapY
(Ho: Fhitung< Ftabel)
Ha= terdapat pengaruh yang signifikanX2terhadapY
(Ha: Fhitung> Ftabel)
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, hipotesis Ha ditolak dan Ho diterima yaitu yang menyatakan tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari motivasi kerja terhadap kinerja guru. Kesimpulan hipotesis ini telah teruji kebenarannya dimana Fhitung < Ftabel. Adapun
c. Uji hipotesis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman (hipotesis ketiga).
Pengujian hipotesis ketiga ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Melalui analisis regresi ini, maka dapat diketahui persamaan garis regresinya, sedangkan untuk mengetahui koefisien korelasinya digunakan rumus korelasi Product Moment. Pengambilan keputusan uji hipotesis ini dilakukan dengan cara menguji keberartian dari koefisien arah regresi, dalam hal ini dilakukan dengan uji F.
Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah koefisien arah regresi tersebut signifikan atau tidak. Hasil Fhitung kemudian dikonsultasikan
dengan Ftabel untuk α = 5%, dk pembilang = 1 dan dk penyebut = 26. Apabila perolehan Fhitung > Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa
koefisien arah regresi tersebut signifikan. Jika terbukti koefisien arah regresi signifikan maka dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi agar diketahui kontribusi dari variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Adapun hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel 21 berikut ini.
Tabel 21. Hasil analisis regresi dan korelasi antara disiplin kerja (X3) dengan kinerja guru (Y)
Persamaan regresi r dk Harga F Kesimpulan Hitung Tabel
Y = 69,464+0,444X3 0,630 1 ; 26 17,141 4,22 Signifikan
Hipotesis statistik ketiga dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Ho= tidak terdapat pengaruh yang signifikan X3terhadapY
Ha= terdapat pengaruh yang signifikanX3terhadapY
(Ha: Fhitung> Ftabel)
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima yaitu yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan dari disiplin kerja terhadap kinerja guru. Kesimpulan hipotesis ini telah teruji kebenarannya dimana Fhitung > Ftabel. Adapun mengenai
perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 12.
Persamaan regresi antara variabel disiplin kerja (X3) dengan kinerja
guru (Y) dapat dilihat pada tabel 22. Persamaan tersebut menunjukan koefisen X3sebesar 0,444. Artinya apabila disiplin kerja (X3) meningkat
1 poin, maka kinerja guru (Y) akan meningkat sebesar 0,444. Setelah dilakukan perhitungan koefisien korelasi yang dilakukan dengan rumus statistik korelasi Product Momen, menunjukan bahwa korelasi antara disiplin kerja (X3) dengan kinerja guru (Y) besarnya adalah 0,630. Nilai
tersebut menunjukan bahwa hubungan bernilai positif. Hasil analisis regresi dan korelasi tersebut dapat menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari disiplin kerja terhadap kinerja guru.
Untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan variabel disiplin kerja terhadap kinerja guru ditentukan dengan mencari koefisien diterminan (KP) yaitu KP = r2 x 100 % = 39,73%. Artinya variabel
disiplin kerja memberikan pengaruh terhadap kinerja guru sebesar 39,73% dan sisanya sebesar 60,27% dipengaruhi oleh variabel lain.
d. Uji hipotesis pengaruh kompetensi profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru otomotif SMK Negeri se-Kabupaten Sleman (hipotesis keempat).
Pengujian hipotesis keempat ini menggunakan analisis regresi linier ganda. Melalui analisis regresi ini, maka dapat diketahui persamaan garis regresinya, sedangkan untuk mengetahui koefisien korelasinya digunakan rumus korelasi ganda tiga prediktor. Pengambilan keputusan uji hipotesis ini dilakukan dengan cara menguji keberartian dari koefisien arah regresi, dalam hal ini dilakukan dengan uji F.
Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah koefisien arah regresi tersebut signifikan atau tidak. Hasil Fhitung kemudian dikonsultasikan
dengan Ftabel untuk α = 5%, dk pembilang = 3 dan dk penyebut = 24. Apabila perolehan Fhitung > Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa
koefisien arah regresi tersebut signifikan. Jika terbukti koefisien arah regresi signifikan maka dilanjutkan dengan menghitung koefisien determinasi agar diketahui kontribusi dari variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Adapun hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel 22 berikut ini.
Tabel 22. Hasil analisis regresi dan korelasi ganda antara kompetensi profesional guru (X1), motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) dengan kinerja guru (Y) Persamaan Regresi Y = 66,090 + 0,132X1- 0,053X2+ 0,451X3 r 0,649 dk 3 ; 24 Harga F Hitung 5,832 Tabel 3,01 Kesimpulan Signifikan
Hipotesis statistik keempat dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Ho= tidak terdapat pengaruh yang signifikan X1 X2X3terhadapY
(Ho: Fhitung< Ftabel)
Ha= terdapat pengaruh yang signifikan X1 X2X3terhadapY
(Ha: Fhitung> Ftabel)
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima yaitu yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan dari kompetensi profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru. Kesimpulan hipotesis ini telah teruji kebenarannya dimana Fhitung > Ftabel. Adapun mengenai
perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 12.
Persamaan regresi antara variabel kompetensi profesional guru (X1), motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) dengan kinerja guru (Y)
dapat dilihat pada tabel 23. Persamaan tersebut menunjukan koefisen X1
sebesar 0,132. Artinya apabila kompetensi profesional guru (X1)
meningkat 1 poin, maka kinerja guru (Y) akan meningkat sebesar 0,132. Koefisen X2 sebesar -0,053; artinya apabila motivasi kerja (X2)
meningkat 1 poin, maka kinerja guru (Y) akan menurun sebesar 0,053. Koefisen X3sebesar 0,451; artinya apabila disiplin kerja (X3) meningkat 1
poin, maka kinerja guru (Y) akan meningkat sebesar 0,451. Setelah dilakukan perhitungan koefisien korelasi yang dilakukan dengan rumus statistik korelasi ganda, menunjukan bahwa korelasi antara kompetensi
profesional guru (X1), motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) secara
bersama-sama dengan kinerja guru (Y) besarnya adalah 0,649. Nilai tersebut menunjukan bahwa hubungan bernilai positif. Hasil analisis regresi dan korelasi tersebut dapat menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari kompetensi profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru.
Untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan variabel kompetensi profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru ditentukan dengan mencari koefisien diterminan (KP) yaitu KP = r2 x 100 % = 42,16%. Artinya variabel kompetensi
profesional guru, motivasi kerja dan disiplin kerja memberikan pengaruh terhadap kinerja guru sebesar 42,16% dan sisanya sebesar 57,84% dipengaruhi oleh variabel lain.