• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

F. Pengaruh Interpersonal

4.5 Uji Hipotesis

Uji hipotesis adalah pengujian data statistik untuk mengetahui data hipotetsis diajukan diterima atau ditolak. Sebelum melakukan uji hipotesis, peneliti lebih dulu melakukan uji tingkat hubungan kedua variabel dalam penelitian ini yaitu variabel X (Komunikasi Antar Pribadi) dan variabel Y (Kinerja Pegawai) yang dilakukan dengan menggunakan test stastistik spearman (Spearman’s Rho rank – Order Correlation) melalui aplikasi SPSS versi 24, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.37

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan uji hipotesis pada tabel diatas, yang diperoleh menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Package for the Social Science) versi 24 diperoleh hasil koefisien korelasi (rs) sebesar 687. Berdasarkan tabel uji hipotesis diatas dapat dilihat bahwa (rs) 687 terlihat angka signifikasi (Sig. 2-tailed) = 0,000 yang berati bahwa angka signifikasi <0,05 yang berati terdapat hubungan yang signifikan H0

ditolak Ha diterima. Sesusai data yang didapat, maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh komunikasi antar pribadi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu. Selanjutnya, untuk melihat tinggi rendahnya korelasi digunakan skala Guidford atau koefisien asosiasi, sebagai berikut (Thoifah, 2016:91) :

0 : tidak ada korelasi

<0,20 : hubungan rendah sekali 0,20 – 0,40 : hubungan rendah tapi pasti 0,41 – 0,70 : hubungan yang cukup berarti 0,71 – 0,90 : hubungan yang tinggi

0,91– 1,00 : hubungan sangat tinggi

1 : korelasi sempurna

Berdasarkan skala Guilford, terdapat koefesien korelasi (rs) sebesar 0,687 yang berada pada skala angka 0,41-0,70 yang berati menampilkan korelasi atau hubungan yang cukup berarti. Signifikasi hasil korelasi dapat dilihat berdasarkan

**. Correlation is significant diberikan SPSS 24. Jika probabilitas >0,05 maka H0

ditolak, jika probabilitas <0,05 maka Ha diterima.

Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa hasil uji hipotesis pengaruh komunikasi antar pribadi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu dengan nilai 0,687. Signifikasi korelasi diketahui probabilitas yang lebih kecil dari 0,05 (0,000>0,05) dan adanya tanda **. Correlation is significant yang diberikan SPSS 24 menunjukkan hasil signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis ini di terima dan hubungannya signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi antar pribadi mempengaruhi kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu.

Selanjutnya, untuk mengetahui pengaruh komunikasi antar pribadi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu dapat di ukur dengan rumus koefisien determinasi. Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut (Thoifah, 2016:92) :

D = rs2 x 100%

Hasil uji hipotesis variabel X dan variabel Y di dapatkan nilai r= 0,687 maka dengan menggunakan rumus determinasi di atas dapat diperoleh hasil sebagai berikut:

D = rs2 x 100%

= 0,6872 x 100%

= 0,471969 x 100%

= 47,1969 x 100%

= 47,1%

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kekuatan pengaruh varaibel X terhadap variabel Y dalam penelitian ini adalah sebesar 47,1969% dibulatkan menjadi 47,1%. Hal ini berati Ha diterima, dengan begitu H0 ditolak. Maka terdapat

pengaruh sebesar 47,1% antara komunikasi antar pribadi terhadap kinerja kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu.

4.6 Pembahasan

Setelah melakukan serangkaian penelitian yang berjudul pengaruh komunikasi antar pribadi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu. Di mulai dari observasi yaitu peneliti melihat langsung bagaimana pegawai berinteraksi dengan pegawai lainnya dan melalui kuesioner yaitu tabel tunggal, tabel silang dan uji hipotesis bertujuan untuk melihat hasil dari tujuan penelitian ini.

Komunikasi merupakan bagian penting dalam kehidupan kerja. Hal ini dapat menimbulkan saling pengertian dan kenyamanan dalam berkerja dengan menciptakan tukar menukar pesan dan membuat suatu pekerjaan untuk mengarah pada suatu tujuan yang ingin dicapai. Komunikasi antar pribadi merupakan teori yang dikemukakan oleh Devito (Liliweri, 1991: 12) yang menyatakan bahwa komunikasi antar pribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seorang dan diterima oleh orang lain, atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung. Peristiwa komunikasi dapat terjadi di mana, kapan dan oleh siapa saja. Proses komunikasi antar pribadi yang terjadi di dalam seriap perkantoran, baik itu komunikasi secara formal maupun nonformal.

Komunikasi antar pribadi dalam hal ini meningkatkan kinerja pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu dengan mengutamakan kinerja pegawai yang menciptakan hubungan antar pribadi yang kuat antara pegawai dengan adanya keterbukaan dan kepercayaan dari komunikasi dapat menentukan perubahan sikap dan tingkah laku.

Komunikasi antar pribadi dapat mempengaruhi kinerja pegawai dapat dilihat berdasarkan efektifitas komunikasi antar pribadi dengan lima indikator : keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Adapun hasil yang didapat pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Keterbukaan

Keterbukaan mengacu pada tiga aspek dari komunikasi antar pribadi yaitu sebagai berikut :

Pertama, komunikasi antar pribadi yang efekif harus terbuka kepada orang yang diajak berinteraksi. Dengan saling terbukanya antara pegawai akan memberikan saling kepercayaan antar pegawai. Kedua, mengacu pada kesediaan komunikator untuk berinteraksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Aspek ketiga menyangkut kepemilikan perasaan dan pikiran. Begitu yang terjadi di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu, pegawai selalu terbuka terhadap pegawai lainnya. Keterbukaan ini ditandai dengan adanya kejujuran dalam menghadapi masalah di pekerjaan. Dengan melakukan pekerjaan secara jujur akan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik tanpa ada perasaan bimbang. Ketiga, kepemilikan atau pikiran artinya mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang diucapkan memang miliknya dan harus dipertanggung jawabkan. Keterbukaan ini ditandai dengan menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab. Dalam hal ini yang disampaikan, segala sesuatu pekerjaan yang dilakukan dengan rasa tanggung jawab maka akan menghasilkan pekerjaan yang maksimal. Dari hasil indikator keterbukaan menunjukkan bahwa pegawai sudah merasakan terbukaan dalam berkomunikasi dengan pegawai lainnya.

b. Empati

Empati adalah kemampuan seseorang untuk memahami sesuatu yang sedang dialami orang lain, dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai mengetahui apa yang sedang dialami oleh pegawai pada saat-saat tertentu tetapi pegawai harus memahami apa yang dirasakan pegawai lainnya. Dari hasil penelitian menyatakan bahwa pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu sudah memiliki sikap peduli saling memperhatikan dan memahami dengan pegawai lainnya.

c. Dukungan

Hubungan komunikasi antar pribadi yang efektif adalah hubungan di mana terdapat sikap mendukung. Artinya masing-masing pihak yang berkomunikasi

memiliki komitmen untuk mendukung terselenggaranya interaksi secara terbuka.

Pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu sudah saling mendukung sikap yang ditunjukkan sesama pegawai dengan memberikan semangat dan perhatian untuk meningkatkan kualitas kerja. Sesama pegawai harus saling mendukung agar dapat mempermudah dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Dari hasil penelitian bahwa pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu sudah saling mendukung sesama pegawai sudah dirasakan dan terciptanya kerja sama yang baik.

d. Sikap Positif

Sikap positif ditunjukkan dalam bentuk sikap dan perilaku yaitu saling menghargai satu sama lain. Dalam bentuk sikap maksudnya adalah bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi antar pribadi harus memiliki perasaan dan pikiran positif, bukan prasangka dan curiga. Sikap positif yang ditunjukkan dengan sikap yang lebih mendukung kepada pegawai lainnya dalam bekerja untuk mendorong sesama pegawai agar lebih semangat lagi dalam bekerja. Berdasarkan hasil penelitian pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu sudah merasakan adanya sikap positif yang di berikan oleh pegawai lainnya seperti menyambut pegawai lainnya, memberikan pujian, dan saling menghargai.

e. Kesetaraan

Kesetaraan adalah pengakuan bahwa kedua belah pihak memiliki kepentingan. Kedua belah pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan saling memerlukan dan mengakui pentingnya kehadiran orang lain. Dapat dilihat dari terjalinnya komunikasi yang baik antara sesama pegawai. Dimana setiap pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk dapat diberi penghargaan. Maka dengan adanya kesetaraan antar pegawai diharapkan dapat memberikan motivasi untuk meningkatkan kinerja kerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu. Dapat disimpulkan bahwa kesetaraan pegawai sudah menganggap adanya kesetaraan yang menjadi bagian yang berharga maupun penting dan tidak membeda-bedakan dengan pegawai lainnya.

Kinerja pegawai dapat diukur dari sejauh mana kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Rivai (2004: 304) mengenai definisi kinerja pegawai merupakan perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan perannya dalam perkantoran.

Berdasarkan dari penjelasan diatas, maka untuk mengukur variabel kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu. Peneliti dapat dilihat berdasarkan kinerja pegawai dengan indikator kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas biaya, kebutuhan pegawasan, dan pengaruh interpersonal. Adapun hasil yang didapat pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Kualitas

Kualitas pekerjaan yang dihasilkan oleh para pegawai dari suatu pekerjaan dalam menyelesaikan pekerjaan dan kesesuaian yang diharapkan oleh atasan.

Pegawai melaksanakan pekerjaan dengan penuh ketelitian dan konsentrasi dan kualitas pegawai pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Sus sudah sudah tercapai dengan baik dan pegawai sudah bertanggung jawab atas pekerjaan yang telah diberikan.

b. Kuantitas

Kuantitas menggambarkan tingkat kesesuaian antara jumlah yang dihasilkan, diberikan, atau diselesaikan dalam suatu tugas pokok seorang pegawai dengan target yang telah disepakati dalam tugas pokok tersebut. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai fokus menyelesaikan pekerjaan dan tepat waktu. Dapat disimpulkan bahwa kuantitas pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu sudah memberikan penilaian yang baik harus menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan melaksankan tugas dengan benar.

c. Ketepatan Waktu

Pegawai harus mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya dalam mengerjakan tugas yang telah diberikan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Berdasarkan penelitian bahwa ketepatan waktu pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu sudah

menyelesaikan pekerjaan dengan semaksimal mungkin agar dapat diselesaikan dengan tepat waktu sesuai yang telah di tetapkan.

d. Efektifitas Biaya

Efektivitas biaya disini mengenai tingkatan dimana penggunaan berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan, baik sumber daya manusia, sumber daya teknologi, sumber daya bahan baku, serta peralatan dan perlengkapan digunakan secara optimal untuk menghasilkan kinerja terbaik. Berdasarkan penelitian bahwa efektifitas biaya di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu menunjukkan fasilitas yang disediakan sudah sudah terpenuhi membuat pegawai nyaman dengan fasilitas yang sudah disediakan.

e. Kebutuhan Pengawasan

Kebutuhan pengawasan menunjukkan seberapa jauh pegawai membutuhkan pengawasan untuk dapat mempeoleh hasil yang diinginkan tanpa melakukan kesalahan. Berdasarkan penelitian bahwa kebutuhan pengawasan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu menunjukkan bahwa pegawai sudah berinisiatif dalam melaksanakan pekerjaan dan mengetahui peraturan walaupun tidak ada pengawasan.

f. Pengaruh Interpersonal

Pengaruh interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang. Makin tertarik dengan orang lain, maka makin besar kecenderungan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Berdasarkan penelitian bahwa pengaruh interpersonal di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu menunjukkan pekerjaan akan terasa lebih mudah apabila dilakukan bersama-sama.

Setelah peneliti menganalisis seluruh data pada kuesioner, selanjutnya digunakan uji hipotesis tata genjang (Rank Order Correlation Coefficient) oleh Spearman untuk menguji hipotesis yang diajukan terhadap pengaruh komunikasi antar pribadi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu.

Berdasarkan hasil pengolahan data, angka signifikasi menunjukkan nilai 0,000 yang berati <0,05, Ha diterima H0 ditolak yang berati adanya pengaruh komunikasi antar pribadi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu. Hasil (rs) = 0,687 berada pada skala 0,41 – 0,71 maka hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup berati antara pengaruh komunikasi antar pribadi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu.

Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui pengaru variabel X dan variabel Y dalam penelitian ini sebesar 47,1969% dibulatkan menjadi 47,1%. Hal ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Maka terdapat pengaruh sebesar 47,1% antara komunikasi antar pribadi terhadap kinerja kinerja pegawai di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu.

BAB V

Dokumen terkait