BAB 5 HASIL PENELITIAN
5.3 Hasil Perhitungan Statistik
5.3.3 Uji Kelayakan Model(Goodness of Fit)
5.3.4.1 Uji Hipotesis 1: (Pengaruh Manajemen Modal
Hipotesis pertama menyatakan bahwa:
1.1 Siklus konversi kas berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan.
1.2 Perputaran modal kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan.
1.3 Struktur investasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan
1.4 Struktur pendanaan berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan.
1.5 Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan.
1.6 Nilai tukar rupiah berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan.
1.7 Tingkat suku bunga berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan.
1.8 Inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Untuk menguji hipotesis 1 menggunakan uji t yang pada dasarnya menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel eksogen secara individual dalam menerangkan variasi variabel endogen. Hasil uji t pada Tabel 5.19 menunjukkan pengaruh masing-masing dari variabel eksogen pada variabel endogen.
Tabel 5.19 Hasil Uji t Model 1
Model Standardized
Coefficien t Sig Keterangan Beta
1(Constant)
Siklus Konversi Kas (SK) 0,047 0,474 0,637 Tidak Signifikan Perputaran Modal Kerja (PM) 0,093 -0,890 0,376 Tidak Signifikan
Struktur Investasi (SI) 0,081 0,598 0,032 Signifikan Struktur Pendanaan (SP) -0,112 0,680 0,048 Signifikan Likuiditas(LK) 0,226 1,477 0,043 Signifikan Nilai Tukar Rupiah (NT) -0,185 2,161 0,033 Signifikan Tingkat Suku Bunga (SB) -0,566 -2,918 0,004 Signifikan
Inflasi(IF) 0,087 0,456 0,649 Tidak Signifikan Endogent Variable: Kinerja Perusahaan (KP)
Sumber: lampiran 6
Interpretasi hasil pengujian Tabel 5.19 menunjukkan sebagai berikut:
1. Variabel siklus konversi kas (SK) memiliki nilai t sebesar 0,474 dengan nilai sig. sebesar 0,637 lebih besar dari α = 5% (0,05) artinya siklus konversi kas tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Dengan kata lain siklus konversi
kas tidak mampu menjelaskan secara bermakna pada kinerja perusahaan.
2. Variabel perputaran modal kerja (PM) memiliki nilai t sebesar -0,890 dengan nilai sig. sebesar 0,376 lebih besar dari α = 5% (0,05) artinya perputaran modal kerja tidak berpengaruh signifikan pada kinerja perusahaan. Dengan kata lain perputaran modal kerja tidak mampu menjelaskan secara bermakna pada kinerja perusahaan.
3. Variabel struktur investasi (SI) memiliki nilai t sebesar 0,598 dengan nilai sig. sebesar 0,032 lebih kecil dari α = 5% (0,05) artinya struktur investasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Dengan kata lain struktur investasi mampu menjelaskan secara bermakna pada kinerja perusahaan.
4. Variabel struktur pendanaan (SP) memiliki nilai t sebesar 0,680 dengan nilai sig. sebesar 0,048 lebih kecil dari α = 5% (0,05) artinya struktur pendanaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Dengan kata lain struktur pendanaan mampu menjelaskan secara bermakna pada kinerja perusahaan. 5. Variabel likuiditas (LK) memiliki nilai t sebesar 1,477 dengan
nilai sig. sebesar 0,043 lebih kecil dari α = 5% (0,05) artinya likuiditas berpengaruh signifikan pada kinerja perusahaan. Dengan kata lain likuiditas mampu menjelaskan secara bermakna pada kinerja perusahaan.
6. Variabel nilai tukar rupiah (NT) memiliki nilai t sebesar 2,161 dengan nilai sig. sebesar 0,033 lebih kecil dari α = 5% (0,05) artinya nilai tukar rupiah berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Dengan kata lain nilai tukar rupiah mampu menjelaskan secara bermakna pada kinerja perusahaan.
7. Variabel Tingkat Suku Bunga (SB) memiliki nilai t sebesar -2.918 dengan nilai sig. sebesar 0,004 lebih kecil dari α = 5% (0,05) artinya tingkat suku bunga berpengaruh signifikan pada kinerja perusahaan. Dengan kata lain tingkat suku bunga mampu menjelaskan secara bermakna pada kinerja perusahaan. 8. Variabel inflasi (IF) memiliki nilai t sebesar 0,456 dengan nilai
sig. sebesar 0,649 lebih besar dari α = 5% (0,05) artinya inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Dengan kata lain inflasi tidak mampu menjelaskan secara bermakna pada kinerja perusahaan.
Hasil perhitungan regresi nampak pada Tabel 5.20. Tabel 5.20
Hasil Pengujian Hipotesis H1.1-H1.8
No Model Hipotesis Hasil Pengujian
Koef Regresi (β) & Nilai Sig 1 SK KP
H1.1: Siklus konversi kas berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja
perusahaan
Siklus konversi kas tidak berpengaruh signifikan terhadap
kinerja perusahaan
Β = 0,047 Sig = 0,637
2 PMKP
H1.2: Perputaran modal kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja
perusahaan
Perputaran modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap
kinerja perusahaan Β = 0,093 Sig = 0,376 3 SI KP H1.3: Struktur investasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja
perusahaan
Struktur Investasi berpengaruh positif signifikan terhadap
kinerja perusahaan
Β = 0,081 Sig = 0,032
4 SP KP
H1.4: Struktur pendanaan berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja
perusahaan
Struktur pendanaan berpengaruh negatif signifikan terhadap
kinerja perusahaan B = -0,112 Sig = 0,048 5 LKKP H1.5: Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja
perusahaan
Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja
perusahaan
Β = 0,226 Sig = 0,043
6 NTKP
H1.6: Nilai tukar rupiah berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja
perusahaan
Nilai tukar rupiah berpengaruh negatif signifikan terhadap
kinerja perusahaan
Β = -0,185 Sig = 0,033
7 SBKP
H1.7: Tingkat suku bunga berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja
perusahaan
Tingkat suku bunga berpengaruh negatif signifikan
terhadap kinerja perusahaan
Β = -0,566 Sig = 0,004 8 IFKP
H1.8: Inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap
kinerja perusahaan
Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja
perusahaan
Β = 0,087 Sig = 0,649 Sumber: Lampiran 6
Berdasarkan Tabel 5.20 maka model regresi diformulasikan sebagai berikut:
KP = 0,047 SK+ 0,093 PM + 0,081 SI- 0,112 SP +226 LK - 0,185 NT - 0,556 SB + 0,087 IF
Melalui hasil pengujian Tabel 5.20 dapat diinterpretasikan bahwa:
1. Nilai koefisien regresi variabel siklus konversi kas (SK) bertanda positif sebesar 0,047 dengan nilai sig. sebesar 0,637 lebih besar dari pada nilai
α =
5%. Secara statistik koefisien regresi SK bernilai positif artinya semakin besar SK semakin tinggi kinerja perusahaan yang diproksikan dengan ROA. Sedangkan nilai sig. SK sebesar 0,637 lebih besar 0,05 artinya SK tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan (Ghozali 2013:102). Dengan demikian hipotesis yang menyatakanbahwa SK berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan (H1.1) ditolak.
2. Nilai koefisien regresi perputaran modal kerja (PM) bertanda positif sebesar 0,093 dengan nilai sig. sebesar 0,376 lebih besar dari pada nilai
α = 5%. Secara statistik koefisien regresi PM
bernilai positif artinya semakin besar PM semakin tinggi kinerja perusahaan yang diproksikan dengan ROA. Sedangkan nilai sig. PM sebesar 0,376 lebih besar 0,05 artinya PM tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa PM berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan (H1.2) ditolak.3. Nilai koefisien regresi variabel struktur investasi (SI) bertanda positif sebesar 0,081 dengan nilai sig. sebesar 0,032 lebih kecil dari pada nilai
α = 5%. Secara statistik koefisien regresi SI
bernilai positif artinya semakin besar SI semakin tinggi kinerja perusahaan yang diproksikan dengan ROA. Sedangkan nilai sig. SI sebesar 0,032 lebih kecil 0,05 artinya SI berpengaruh positif signifikan pada kinerja perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa SI berpengaruh positif signifikan pada kinerja perusahaan (H1.3) diterima.4. Nilai koefisien regresi variabel struktur pendanaan (SP) bertanda negatif sebesar 0,112 dengan nilai sig. sebesar 0,048 lebih kecil dari pada nilai
α = 5%. Secara statistik koefisien
regresi SP bernilai negatif artinya semakin besar SP semakinrendah kinerja perusahaan yang diproksikan dengan ROA. Sedangkan nilai sig. SP sebesar 0,044 lebih kecil 0,05 artinya SP berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa SP berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan (H1.4) diterima.
5. Nilai koefisien regresi variabel likuiditas (LK) bertanda positif sebesar 0,226 dengan nilai sig. sebesar 0,043 lebih kecil dari pada nilai
α =
5%. Secara statistik koefisien regresi LK bernilai positif artinya semakin besar LK semakin tinggi kinerja perusahaan yang diproksikan dengan ROA. Sedangkan nilai sig. LK sebesar 0,043 lebih kecil 0,05 artinya LK berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan (Ghozali 2013:102). Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa SK berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan (H1.5) diterima.6. Nilai koefisien regresi nilai tukar rupiah (NT) bertanda negatif sebesar 0,185 dengan nilai sig. sebesar 0,033 lebih kecil dari pada nilai
α = 5%. Secara statistik koefisien regresi NT
bernilai negatif artinya semakin besar NT semakin rendah kinerja perusahaan yang diproksikan dengan ROA. Sedangkan nilai sig. NT sebesar 0.033 lebih kecil 0.05 artinya NT berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa NTberpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan (H1.6) diterima.
7. Nilai koefisien regresi variabel tingkat suku bunga (SB) bertanda negatif sebesar -0,556 dengan nilai sig. sebesar 0,04 lebih kecil dari pada nilai
α = 5%. Secara statistik koefisien
regresi SB bernilai negatif artinya semakin besar SB semakin rendah kinerja perusahaan yang diproksikan dengan ROA. Sedangkan nilai sig. SB sebesar 0,004 lebih kecil 0,05 artinya SB berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa SB berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan (H1.7) diterima.8. Nilai koefisien regresi variabel inflasi (IF) bertanda positif sebesar 0,087 dengan nilai sig. sebesar 0,649 lebih besar dari pada nilai α = 5%. Secara statistik koefisien regresi IF bernilai positif artinya semakin besar IF semakin tinggi kinerja perusahaan yang diproksikan dengan ROA. Sedangkan nilai sig. IF sebesar 0,649 lebih besar 0,05 artinya IF tidak berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa IF berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja perusahaan (H1.8) ditolak.
5.3.4.2 Uji Hipotesis 2: (Pengaruh Faktor Ekonomi Makro dan