• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Inflasi Berdasarkan Asal Usulnya

3. Pengujian adanya Heteroskedastisitas

4.5. Pengujian Hipotesis

4.5.2. Uji Hipotesis Secara Parsial

Selanjutnya untuk mengetahui secara parsial antara Variabel agen pemasaran (X1) terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya (Y) digunakan uji t dengan langkah – langkah sebagai berikut :

a. Ho : β1 = 0 ( tidak ada pengaruh antara variabel X1, dengan variabel Y ) H1 : β1 ≠ 0 ( ada pengaruh antara variabel X1 dengan variabel Y ) b. 2 α = 0,05/2 = 0,025 dengan df = 11 Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho

c. thitung = ) ( 1 Se 1 β β = 5,845 d. ttabel ( 2 α = 0,025) = 2,201 e. Pengujian hipotesis :

Gambar 9. Kurva Distribusi Penolakan dan Penerimaan Hipotesis secara parsial untuk variabel X1.

Daerah Penolakan Daerah Penolakan

Ho Daerah Penerimaan Ho Ho

- 2,201 2,201 5,845 Dari perhitungan secara parsial diperoleh thitung = 5,845 > ttabel = 2,201 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Sehingga secara parsial agen pemasaran (X1) berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya (Y).

Sedangkan Nilai Koefisien Determinasi Parsial ( r2

Selanjutnya untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel tingkat suku bunga deposito (X2) terhadap jumlah polis pada asuransi

) untuk agen pemasaran sebesar 0,93 yang berarti dapat menunjukkan bahwa jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya mampu dijelaskan oleh variabel agen pemasaran hingga 93%. Sedangkan sisanya sebesar 7% dijelaskan oleh faktor lain..

Jiwasraya di Surabaya (Y) digunakan uji t dengan langkah–langkah sebagai berikut :

a. Ho : β2 = 0 (tidak ada pengaruh antara varible X2 dengan variabel Y) H1 : β2 ≠ 0 (ada pengaruh antara variabel X2 dengan variabel Y) b. 2 α = 0,025 dengan df = 11 c. thitung = ) ( 2 2 β β Se = -1,059 d. ttabel ( 2 α = 0,025) = 2,201 e. Pengujian Hipotesis :

Gambar 10. Kurva Distribusi Penolakan dan Penerimaan Hipotesis secara parsial untuk variabel X2.

Daerah Penolakan Daerah Penolakan

Ho Daerah Penerimaan Ho Ho

- 2,201 -1,059 2,201

Berdasarkan perhitungan secara parsial diperoleh thitung = -1,059 < ttabel = -2,201 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,05. Sehingga secara parsial tingkat suku bunga deposito (X2) tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya (Y).

Nilai Koefisien Determinasi parsial ( r2 ) parsial tingkat suku bunga deposito sebesar 0,55 yang berarti dapat menunjukkan bahwa kontribusi pengaruh variabel tingkat suku bunga deposito Terhadap variabel jumlah

polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya sebesar 55%. Sedangkan sisanya sebesar 45% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model.

Selanjutnya untuk mengetahui secara parsial antara Variabel inflasi (X3) terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya (Y) digunakan uji t dengan langkah – langkah sebagai berikut :

a. Ho : β3 = 0 ( tidak ada pengaruh antara variabel X3, dengan variabel Y ) H1 : β3 ≠ 0 ( ada pengaruh antara variabel X3 dengan variabel Y ) b. 2 α = 0,05/2 = 0,025 dengan df = 11 c. thitung = ) ( 3 3 β β Se = 0,270 d. ttabel ( 2 α = 0,025) = 2,201 e. Pengujian hipotesis :

Gambar 11. kurva Distribusi Penolakan dan Penerimaan Hipotesis secara parsial untuk variabel X3

Daerah Penolakan Daerah Penolakan

Ho Daerah Penerimaan Ho Ho

- 2,201 0,270 2,201

Dari perhitungan secara parsial diperoleh thitung = 0,270 < ttabel = 2,201 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Sehingga secara parsial inflasi tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya (Y).

Sedangkan Nilai Koefisien Determinasi Parsial ( r2

1. Secara simultan variabel bebas agen pemasaran, tingkat suku bunga deposito dan inflasi berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya.

) untuk inflasi sebesar 0,28 yang berarti dapat menunjukkan bahwa jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya mampu dijelaskan oleh variabel inflasi hingga 28%. Sedangkan sisanya sebesar 72% dijelaskan oleh faktor lain.

4.4. Pembahasan

2. Variabel agen pemasaran (X1) berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya.

3. Variabel tingkat suku bunga deposito (X2) tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya. Hal ini disebabkan karena tingkat suku bunga deposito yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi Jiwasraya terlalu kecil, maka hal ini akan berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk menyimpan dananya di perusahaan asuransi tersebut. Dengan menurunnya minat masyarakat untuk menyimpan dananya tersebut secara tidak langsung akan berdampak pada penurunan jumlah polis.

4. Variabel inflasi (X3) tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya. Menurunnya inflasi berdampak pada meningkatnya jumlah masyarakat yang membeli polis asuransi. Dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang membeli polis asuransi tersebut,

perusahaan asuransi Jiwasraya dapat meningkatkan tingkat permintaan akan polis pada asuransi Jiwasraya, dengan meningkatnya tingkat permintaan akan polis perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang besar, sehingga secara tidak langsung jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya juga ikut mengalami peningkatan.

5. Dari semua variabel bebas yang mempunyai pengaruh paling dominan adalah variabel agen pemasaran (X1) dengan Nilai r² parsial lebih besar dari variabel yang lain sebesar 0,93 berarti bahwa variabel bebas agen pemasaran (X1) secara parsial mampu menjelaskan variabel terikat jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya (Y) yang diberikan sebesar 93%.

77 5.1. Kesimpulan

Dari hasil analisis dan pembahasan pada bab IV sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

a. Secara simultan bahwa agen pemasaran, tingkat suku bunga deposito dan inflasi berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya, dengan Fhitung 19,238 > Ftabel 3,59 maka H0 ditolak dan H1

b. Secara parsial agen pemasaran (X diterima.

1) berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya (Y), karena memiliki nilai thitung yang lebih besar dari ttabel

c. Secara parsial tingkat suku bunga deposito (X .

2) tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya (Y), karena memiliki nilai thitung yang lebih kecil dari ttabel

d. Secara parsial inflasi (X

.

3) tidak berpengaruh secara nyata terhadap jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya (Y), karena memiliki nilai thitung yang lebih kecil dari ttabel

e. Dari semua variabel bebas yang mempunyai pengaruh paling dominan adalah variabel agen pemasaran (X

.

1) dengan Nilai r² parsial lebih besar dari variabel yang lain sebesar 0,93 berarti bahwa variabel bebas agen pemasaran (X1) secara parsial mampu menjelaskan variabel terikat jumlah polis pada asuransi Jiwasraya di Surabaya (Y) yang diberikan sebesar 93%.

5.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan dalam penelitian ini, maka saran-saran yang dapat disampaikan oleh peneliti adalah :

1. Pemerintah lebih memperhatikan, mengendalikan dan menekan laju inflasi agar tidak melampaui 2 digit sebagai atas tingkat inflasi yang wajar dengan menggunakan kebijaksanaan moneter dan kebijaksanaan fiskal.

2. Hendaknya pemerintah Propinsi Jawa timur bekerja sama dengan perusahaan asuransi Jiwasraya Surabaya menciptakan agen pemasaran yang handal, agar mampu bersaing dengan agen pemsaran dari perusahaan asuransi lainnya, baik yang ada di Surabaya maupun yang ada di lain kota se Indonesia.

3. Untuk selanjutnya peneliti hendaknya menambahkan faktor-faktor lain serta menambahkan rentan waktu penelitian agar diperoleh hasil penelitian yang lebih baik lagi.

Ali, Hasyim, 2002, Pengantar Asuransi, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta

Agus, 2000, Pengaruh Kegiatan Ekonomi Terhadap Jumlah Pemegang Polis

Pada PT (Persero) Asuransi Jiwasraya Di Cabang Surabaya

Boediono, 1998, Pengantar Ilmu Ekonomi, Edisi Ketiga, BPFE, Yogyakarta

Evarianti, 2000, Analisis Beberapa Faktor Ekonomi Terhadap Pertumbuhan

Keuntungan Usaha Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912

Ekaningrum, 2000, Analisis Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat

Investasi Pada Perusahaan Asuransi Jiwa di Indonesia

Hadiyanto, 2000, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Investasi Pada

Perusahaan Asuransi Jiwa Di Indonesia

Juliartana, 2000, Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Polis Pada

Asuransi Jiwasraya di Surabaya

Kasmir, 2004, Manajemen Perbankan, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta

Mucholifah, 2003, Pembayaran Premi Asuransi Yang Tepat Dalam

Peningkatan Non Operating Income Pada Perusahaan Asuransi ”X” Di Jakarta, Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi, Vol 3, No 6, Maret

Mahmudah dan Susilowati, 1997, Analisis Beberapa Faktor Yang

Berpengaruh Terhadap Inflasi Di Indonesia, MIP UPN Veteran Jawa Timur, Vol VI (14), Juli

Nopirin, 1992, Pengantar Ilmu Ekonomi Makro dan Mikro, Penerbit BPFE,

Yogyakarta

Putong, 2003, Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro, Cetakan Kedua, Penerbit

Ghalia Indonesia, Jakarta

Sendra, Ketut, 2004, Konsep dan Penerapan Asuransi Jiwa Unit-Link

Proteksi Sekaligus Investasi, Penerbit PPM, Jakarta Pusat.

Sukirno, 1995, Pengantar Makro Ekonomi, Edisi Kedua, Penerbit PT. Raja

Grafindo Persada, Jakarta

Salim, Abbas, 2003, Asuransi dan Manajemen Resiko, PT. RajaGrafindo

Persada, Jakarta

Dokumen terkait