BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis Data
2. Uji Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. (Sugiyono 2015:93). Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel independen (Penerapan E-Billing) terhadap variabel dependen (Kepatuhan Wajib Pajak UMKM). Pengujian hipotesis dilakukan dengan tujuan untuk mengambil suatu keputusan menerima atau menolak hipotesis tersebut.
Pengujian hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:
a) Analisis Regresi Sederhana
Analisis regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional atau kasual satu variabel independen dengan satu variabel dependen (Sugiyono, 2014:261). Persamaan regresi sederhana adalah :
Y = a + bX
Keterangan :
Y : Keaktifan Pembayaran Wajib Pajak a : Konstanta
b : Koefisien regresi untuk X X : Penerapan system E-Billing
Menurut Sugiyono (2014:261), Pada pembuatan garis regresi linier sederhana, X dianggap konstan, maka perubahan Y adalah sebesar a satuan. Dari persamaan diatas dapat diketahui jika X naik sebesar satu satuan, maka akan meningkatkan nilai Y sebesar b satuan, b satuan merupakan angka arah yang menunjukkan peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasari perubahan variabel independen.
b) Uji t
Uji t atau uji individual, adalah uji statistik bagi koefisien regresi dengan hanya satu koefisien regresi yang mesmpengaruhi Y. Uji parsial atau uji t ini menggunakan tingkatan signifikan 0,05, jika nilai thitung > ttabel maka terdapat pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikatnya.
30 A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat KP2KP Sinjai
Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sinjai secara vertikal berada di bawah Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bulukumba, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal pajak Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kantor yang berdiri sekitar tahun 2008 ini dahulu menempati areal kompleks Dispenda Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan dengan alamat Jl. Bulo-Bulo Barat No. 1 (Komp. Dispenda) Sinjai. Telp.
0482-23419.
Pada tanggal 15 Maret 2012 Kantor baru KP2KP Sinjai resmi beroperasi setelah diresmikan oleh Wakil Bupati Sinjai A. Massalinri Latief, S.Sos yang didampingi Kabid P2Humas Kanwil DJP Sulselbartra dan Kepala KPP Pratama Bulukumba. Gedung Kantor dan Rumah Dinas KP2KP Sinjai berlokasi di Jl. Basuki Rahmat, Kota Sinjai. Dengan fasilitas gedung yang lebih representatif diharapkan nantinya dapat lebih optimal dalam pelayanan perpajakan bagi masyarakat Sinjai, seperti pelayanan Pembuatan NPWP, Pelaporan SPT (Surat Pemberitahuan) Masa dan Tahunan serta konsultasi perpajakan.
Secara historis, KP2KP berasal dari Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan (KP-4) yang mempunyai tugas pokok melakukan urusan penyuluhan, pelayanan konsultasi perpajakan kepada masyarakat, pengamatan potensi perpajakan wilayah, pembuatan
monografi pajak, dan membantu KPP dan KPPBB dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta urusan tata usaha, rumah tangga, kepegawaian, dan keuangan. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2006, KP-4 berubah menjadi KP2KP.
2. Visi dan Misi KP2KP Sinjai
Adapun visi dan misi kantor pelayanan, penyuluhan dan konsultasi perpajakan (KP2KP) yakni:
1. Visi:
Menjadi KP2KP terbaik se-wilayah Kanwil DJP Sultanbatar 2. Misi:
Menciptakan pelayanan public yang optimal dan memberikan penyuluhan perpajakan yang mudah dimengerti serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
3. Struktur Organisasi
Organisasi adalah sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindak secara bersama-sama dalam rangkai mencapai tujuan bersama. Struktur organisasi merupakan alat untuk membantu manajemen dalam mencapai tujuannya.
Struktur organisasi menjelaskan bagaimana tugas kerja akan dibagi, dikelompokkan, dikoordinasikan secara formal. Adapun struktur organisasi KP2KP Sinjai disajikan sebagai berikut:
Gambar 4.1 Struktur Organisasi KP2KP Sinjai
4. Job Description
Berikut ini penjelasan beberapa tugas yang dilakukan oleh bagain Kantor Pelayanan,Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Kab.Sinjai sebagai berikut :
1. Kepala Kantor Pelayanan,Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Kab.Sinjai
Mempunyai tugas mengkoordinir tugas-tugas yang ada di KP2KP sesuai dengan kebijakan,keputusan dan arahan dari Direktur Jenderal Pajak.
2. Kegiatan umum di Kantor Pelayanan,Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan
Kegiatan di Kantor Pelayanan,Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kab.Sinjai ialah unit kerja dari Direktorat Jenderal
Pajak yang melaksanakan pelayanan di bidang perpajakan kepada masyarakat baik yang terdaftar sebagai Wajib Pajak maupun yang belum terdaftar sebagai Wajib Pajak,di dalam lingkup wilayah kerja Direktorat Jenderal Pajak. Untuk kegiatan umum dari Kantor Pelayanan,Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan:
a. Penyuluhan
Setiap Kantor tentunya memiliki kegiatan berupa penyuluhan untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang kewajiban untuk membayar pajak dan taat pajak. Begitu juga mengenai peraturan baru maka akan langsung disosialisasikan kepada masyarakat atau Wajib Pajak.
b. Pelayanan
Untuk pelayanan yang ada di Kantor Pelayanan,Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan sesuai dengan nama kantornya yaitu Pelayanan yang memiliki tugas melayani Wajib Pajak dalam segala keperluan.
c. Konsultasi
Untuk konsultasi yang ada di Kantor Pelayanan,Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan menyangkut tentang hak dan kewajiban Wajib Pajak, serta mengenai masalah masalah dibidang perpajakan.
B. Analisis Karakteristik Responden
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis data yang berhubungan dengan identitas responden yang meliputi jenis kelamin, umur, jenis pekerjaan, penghasilan perbulan.
1. Jenis Kelamin
Karakteristik jenis kelamin responden dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompok laki-laki dan perempuan, agar lebih jelasnya maka disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Frekuensi Responden Frekuensi %
1
Sumber: Hasil Olah Data Primer 2021
Berdasarkan tabel diatas maka dapat dideskripsikan bahwa wajib pajak pada KP2KP Sinjai didominasi oleh responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 54 orang atau 54%. Sedangkan responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 45 orang atau 45%. Hal ini menunjukkan bahwa responden jenis kelamin laki-laki berada pada posisi bawah dari responden jenis kelamin perempuan.
2. Usia Responden
Karakteristik usia responden pada wajib pajak KP2KP Sinjai sebagai berikut:
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia Frekuensi Responden Frekuensi %
1
Sumber: Hasil Olah Data Primer 2021
Berdasarkan uraian tabel diatas maka diperoleh hasil dari karakteristik responden menurut usia menunjukkan bahwa responden yang berusia 21-30 tahun sebanyak 70 orang atau 70%, sedangkan responden yang berusia 31- 40 tahun sebanyak 19 orang atau 19%, dan responden yang berusia 41-50 sebanyak 10 atau 10%, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden wajib pajak di KP2KP Sinjai berusia 21-30 tahun.
3. Jenis Pekerjaan
Karakteristik responden berdasarkan Jenis Pekerjaan di Wajib Pajak KP2KP Sinjai sebagai berikut :
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
No Jenis
Pekerjaan Frekuensi Responden Frekuensi % 1
Sumber: Hasil Olah Data Primer 2021
Berdasarkan uraian tabel diatas maka diperoleh hasil dari karakteristik responden berdasarkan Jenis pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang berstatus sebagai Mahasiswa sebanyak 17 orang atau 17%, Pengusaha sebanyak 80 orang atau 80%, dan Guru sebanyak 2 atau 2%, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden Wajib pajak di KP2KP Sinjai bekerja sebagai Pengusaha.
4. Penghasilan Perbulan
Hasil penelitian mengenai Penghasilan Perbulan responden ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Perbulan No Penghasilan Perbulan Frekuensi
Responden Frekuensi (%) 1.
2.
3.
Rp. < 2.000.000
Rp 2.000.000 – 5.000.000 Rp. > 5.000.000
Sumber: Hasil Olah Data Primer 2021
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar berpenghasilan sebesar 2.000.000 - 5.000.000 sebanyak 48 orang atau sebanyak 48% sedangkan yang berpenghasilan <2.000.000 sebanyak 39 orang atau sebanyak 39% dan yang berpenghasilan >5.000.000 sebanyak 12 orang atau sebanyak 12%, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden Wajib pajak di KP2KP Sinjai berpenghasilan sebesar 2.000.000 – 5.000.000.
C. Analisis Statistik Deskriptif
Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan deskripsi tentang karakteristik distribusi nilai dari masing-masing kelompok penelitian dan sekaligus jawaban atas masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini.
Berdasarkan data hasil penelitian yang telah diperoleh, yang kemudian dianalisis secara deskriptif maka diperoleh masing-masing rentang skor, seperti nilai maksimum, nilai minimum, rata-rata, dan standar deviasi untuk tiap-tiap variabel dalam penelitian ini. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5 Hasil Analisis Deskriptif Kuantitatif Penerapan
E-Billing
Kepatuhan UMKM
N 99 99
Mean 26,54 25,87
Median 27 26
Mode 27 25
Std. Deviation 1,923 1,980
Range 7 9
Minimum 23 21
Maximum 30 30
Sum 2628 2562 Sumber Data : SPSS 24.00 for Windows
a. Penerapan E-Billing
Dari hasil analisis data secara deskriptif pada tabel 4.5 diatas, maka diperoleh nilai maksimum sebesar 30, nilai minimum sebesar 23, rata-rata sebesar 26,54 dan standar deviasi sebesar 1,923 untuk variabel Penerapan E-Billing yang berkembang di Kabupaten Sinjai. Kemudian rentang skor nilai yang menunjukkan tidak adanya data yang berjauhan.
Hal ini dapat diketahui dari nilai standar deviasi yang lebih kecil dari nilai rata-rata.
Data skor respon pada Penerapan E-Billing dapat dikelompokkan ke dalam lima kategori berdasarkan ”Method Of Summated Rating” atau metode penilaian yang dijumlahkan, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Ragu, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju. Kategori pengelompokkan skor respon
pada Penerapan E-Billing ini diperlihatkan pada Tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Penerapan E-Billing
Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori
1 6 < X ≤ 10,8 0 0% Sangat Tidak Setuju
2 10,8 < X ≤ 15,6 0 0% Tidak Setuju
3 15,6 < X ≤ 20,4 0 0% Ragu
4 20,4 < X ≤ 25,2 32 32% Setuju
5 25,2 < X ≤ 30 67 67% Sangat Setuju
Jumlah 99 99%
Berdasarkan tabel frekuensi skor Penerapan E-Billing di atas, dapat diketahui bahwa respon masyarakat terhadap Penerapan E-Billing pada umumnya berada di kategori Sangat Setuju dengan persentase 68%
dan frekuensi 67 orang responden dari 99 orang responden. Adapun gambaran mengenai rata-rata respon masyarakat terhadap Penerapan E-Billing dapat dilihat pada Gambar 4.2 yang disajikan dalam bentuk histogram sebagai berikut:
Gambar 4.2 Histogram Distribusi Frekuensi Penerapan E-Billing
b. Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM
Dari hasil analisis data secara deskriptif pada tabel 4.5 diatas, maka diperoleh nilai maksimum sebesar 30, nilai minimum sebesar 21, rata-rata sebesar 25,87 dan standar deviasi sebesar 1,980 untuk variabel Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM di Sinjai. Kemudian rentang skor nilai yang menunjukkan tidak adanya data yang berjauhan. Hal ini dapat diketahui dari nilai standar deviasi yang lebih kecil dari nilai rata-rata.
Data skor respon pada Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM dapat dikelompokkan ke dalam lima kategori berdasarkan ”Method Of Summated Rating” atau metode penilaian yang dijumlahkan, yaitu sangat setuju, Setuju, Ragu, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju. Kategori pengelompokkan skor respon pada Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM ini diperlihatkan pada Tabel 4.7 berikut:
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM
Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori
1 6 < X ≤ 10,8 0 0% Sangat Tidak Setuju
2 10,8 < X ≤ 15,6 0 0% Tidak Setuju
3 15,6 < X ≤ 20,4 0 0% Ragu
4 20,4 < X ≤ 25,2 46 46% Setuju
5 25,2 < X ≤ 30 53 53% Sangat Setuju
Jumlah 99 99%
Berdasarkan tabel frekuensi skor nilai Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM di atas, dapat diketahui bahwa respon masyarakat
terhadap Kepatuhan Pembayaran pada umumnya berada di kategori tinggi dengan persentase 54% dan frekuensi 53 orang dari 99 orang responden. Adapun gambaran mengenai rata-rata respon masyarakat terhadap Kepatuhan UMKM dapat dilihat pada Gambar 4.3 yang disajikan dalam bentuk histogram sebagai berikut:
Gambar 4.3 Histogram Distribusi Frekuensi Skor Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM
D. Analisis Statistik Inferensial
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi sederhana dan regresi linear sederhana. Untuk keperluan analisis, beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi terlebih dahulu.
a. Uji Prasyarat Analisis 1. Uji Validitas
Pengujian validitas dilakukan untuk mengetahui valid tidaknya suatu kuesioner dari masing-masing variabel tersebut. Uji validitas yang telah dilakukan dalam penelitian ini ditampilkan dalam tabel berikut:
Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas item-item Variabel
Indikator r hitung r tabel Keterangan
X.1 0,519 0,197 Valid
X.2 0,488 0,197 Valid
X.3 0,541 0,197 Valid
X.4 0,401 0,197 Valid
X.5 0,568 0,197 Valid
X.6 0,534 0,197 Valid
Y.1 0,545 0,197 Valid
Y.2 0,295 0,197 Valid
Y.3 0,442 0,197 Valid
Y.4 0.354 0,197 Valid
Y.5 0,590 0,197 Valid
Y.6 0,500 0,197 Valid
Sumber Data : SPSS 24.00 for Windows
Dari hasil pengujian validitas pada tabel diatas, kuesioner yang berisi dari 2 variabel ini ada 12 kuesioner yang telah diisi oleh 99 responden pada penelitian ini. Salah satu cara agar bisa mengetahui kuesioner mana yang valid dan tidak valid, kita harus mencari tau r tabelnya terlebih dahulu. Rumus dari r tabel adalah df = N-2 jadi 99-2 = 97, sehingga r tabel = 0,1966. Dari hasil perhitungan validitas pada tabel diatas, dapat dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan yang terdapat pada kuesioner dinyatakan valid.
2. Uji Reliabilitas
Penelitian ini harus dilakukan uji reliabilitas untuk mengukur konsisten atau tidak kuesioner dalam penelitian yang digunakan untuk mengukur pengaruh tidaknya variabel X dengan variabel Y. Sebelum dilakukannya pengujian reliabilitas harus ada dasar pengambilan keputusan yaitu alpha sebesar 0,60. Variabel yang dianggap reliabel jika nilai variabel tersebut lebih besar dari >0,60 jika lebih kecil maka variabel yang diteliti tidak bisa dikatakan reliabel karena <0,60. Hasil dari pengujian reliabilitas pada variabel penelitian ini sebagai berikut:
Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
,674 12
Sumber data: Hasil Pengolahan Data SPSS versi 24.0 for windows
Hasil dari uji reliabilitas pada variabel Penerapan E-Billing (x) terhadap Kepatuhan Pembayaran UMKM (y) dapat dilihat bahwa cronbach’alpha pada variabel ini lebih tinggi daripada nilai dasar yaitu 0,674 > 0,60. Hasil tersebut membuktikan bahwa semua pernyataan dalam kuesioner variabel (x) dan (y) dinyatakan reliabel.
3. Uji Normalitas
Sebelum dilakukan analisis data, terlebih dahulu perlu diketahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Hal ini bertujuan untuk menentukan teknis analisis data yang digunakan. Adapun hasil analisis pengujian normalitas dapat dilihat pada Tabel 4.10 yang
disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.10 Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz ed Residual
N 99
Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std.
Test Statistic ,069
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber data: Hasil Pengolahan Data SPSS versi 24.0 for windows Berdasarkan output dari uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov Test tersebut, diketahui bahwa nilai signifikansi Asymp.sig (2-tailed) sebesar 0,06 yang lebih besar dari 0,05. Maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas tersebut, dapat disimpulkan data berdistribusi normal. Dengan demikian, asumsi atau persyaratan normalitas dalam model regresi sudah terpenuhi.
4. Uji Linearitas
Secara umum uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel memiliki hubungan yang linear secara signifikan atau tidak. Rincian lengkap mengenai hasil uji linearitas melalui program SPSS dapat di lihat pada Tabel 4.11 berikut:
Tabel 4.11 Hasil Uji Linearitas
Sumber data: Hasil analisis program SPSS versi 24.0 for windows
Dari hasil pengujian dengan SPSS 24.0, diperoleh nilai signifikansi linearitas sebesar 0,911 yang lebih besar dari 0,05. Selain itu, diperoleh nilai Fhitung sebesar 0,345 yang lebih kecil dari Ftabel yaitu 3,94. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan linear antara variabel Penerapan E-Billing (X) dan variabel Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM (Y). Total df 98 karena Linearity + Deviation from Linearity + Within Groups = 1+6+91 = 98 , angka 7 merupakan Combination di dapat dari Linearity + Deviation = 1+6 = 7. Oleh karena itu 98 diambil sesuai rumus statistik dari sistem SPSS yaitu total sampel dikurang jumlah variabel Independen (bebas) yang akan diniliai dengan rumus sebagai berikut :
df = n-1
df = Degree of Freedom ( Derajat Kebebasan) n = Jumlah nilai dalam kumpulan data atau ukuran sampel b. Hasil Pengujian Hipotesis
Setelah uji prasyarat analisis terkait variabel bebas X dengan variabel terikat Y telah dipenuhi, maka analisis selanjutnya dilakukan
pengujian hipotesis penelitian. Pengujian hipotesis meliputi hal berikut:
1. Analisis Regresi sederhana
Tujuan dari analisis ini merupakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh terhadap variabel bebas dengan variabel terikat, cara mengetahui ada tidaknya pengaruh dengan membandingkan t hitung dengan t tabel. Variabel bebas dan variabel terikat dinyatakan berpengaruh jika t hitung lebih besar daripada t tabel, tetapi sebaliknya jika t hitung lebih rendah daripada t tabel maka dinyatakan variabel bebas dan variabel terikat tidak mempunyai pengaruh.
Dasar untuk membandingkan nilai signifikansi jika nilai sig.
Kurang dari 0,05 maka bisa dinyatakan variabel bebas berpengaruh dengan variabel terikat, tetapi jika nilai sig. Lebih dari 0,05 maka variabel bebas dinyatakan tidak berpengaruh dengan variabel terikat. Adapun data hasil analisis perhitungan regresi sederhana sebagai berikut:
Tabel 4.12 Hasil Uji Regresi X dengan Y
Coefficientsa
a. Dependent Variable: Kepatuhan UMKM
Sumber data: Hasil analisis program SPSS versi 24.0 for windows Dari hasil uji diatas maka dapat dibentuk persamaan regresi sebagai berikut :
Y = a + bX Y = 13,025 + 0,484 (X)
Berdasarkan hasil dari constant (a) sebesar 13,025 sedangkan nilai dari Penerapan E-Billing adalah 0,484. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa nilai koefisien regresi dari Variabel X adalah 0,484. Setiap penambahan 1% nilai Penerapan E-Billing, maka nilai dari partisipasi bertambah besar dan koefisien regresi tersebut bernilai positif. Sehingga dapat dinyatakan bahwa variabel X dengan variabel Y berpengaruh positif.
Dari hasil uji diatas diketahui nilai signifikan adalah 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas yaitu 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa variabel Penerapan E-Billing (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM (Y).
Tabel 4.13 Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Variabel X terhadap Variabel Y
Sumber data: Hasil analisis program SPSS versi 24.0 for windows
Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan bantuan program SPSS pada Tabel 4.13, dapat diketahui bahwa nilai koefisien regresi variabel X (Penerapan E-Billing) terhadap variabel Y (Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM) adalah
sebesar 0,470 tingkat pengaruhnya termasuk “Rendah”.
Selanjutnya, untuk melihat besar kecilnya sumbangan variabel X terhadap Y dapat ditentukan dengan rumus koefisien determinan:
KP = R2 x 100 % = 0,221 x 100 % = 22,1%. Artinya, Penerapan E-Billing memberikan konstribusi terhadap Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM sebesar 22,1% dan sisanya 77,9% ditentukan oleh variabel lain.
2. Uji t
Penelitian ini menggunakan uji T yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh antara variabel independen (X) secara sendiri (parsial) dengan variabel dependen (Y). Pengambilan keputusan untuk mengetahui pengaruhnya ada dua cara yaitu sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil dari nilai F hitung yang berdasarkan dari F tabel. Variabel independen dinyatakan secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen jika nilai F hitung > F tabel. Sebaliknya, jika F hitung < F tabel maka variabel independen dinyatakan secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
2. Berdasarkan hasil dari nilai signifikansi, Variabel independen dinyatakan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen jika nilai signifikansi kurang dari 0,05.
Sebaliknya, jika hasil nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka variabel independen secara parsial dinyatakan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Tabel 4.14 Uji T Untuk X terhadap Y
a. Dependent Variable: Kepatuhan UMKM
Berdasarkan hasil dari perhitungan uji T diketahui variabel Penerapan E-Billing (X) mendapatkan nilai t hitung sebesar 5,246 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 kurang dari 0,05 bisa disimpulkan bahwa variabel Penerapan E-Billing (X) berpengaruh terhadap Variabel Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM (Y).
E. Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan dalam penelitian ini bertujuan agar dapat menganalisa pengaruh Penerapan E-Billing terhadap Kepatuhan Pembayaran Pajak PPh Final Wajib Pajak UMKM di Kabupaten Sinjai. Hasil diperoleh menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Penerapan E-Billing dengan Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM di Kabupaten Sinjai. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 24.0 for windows.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penerapan E-Billing (X) bernilai positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM (Y) pada Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sinjai. Hal ini dibuktikan dengan besarnya nilai t hitung sebesar (5,246 >
1,985), nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), dan besar koefisien regresi pada nilai Adjusted R Square sebesar 0,213. Maka penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis yang menyatakan Penerapan E-Billing berpengaruh signifikan dan positif terhadap Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM.
Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan Fitri Zulfa Maulida dengan skripsi yang berjudul Pengaruh Penerapan E-Billng dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi pada tahun 2020 menyatakan bahwa Penerapan E-Billing memiliki pengaruh yang positif terhadap tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,256. Hal ini pun sesuai dengan teori Nurdin Hidayat tentang pembayaran pajak secara elektronik. Dimana E-Billing merupakan sistem administrasi modern yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk menunjang aktivitas pembayaran pajak secara online, E-Billing dibuat untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pelayanan publik. Sistem administrasi modern ini mampu bekerja secara real time tanpa batasan waktu, ketika Wajib Pajak ingin membayar tunggakan pajak, Wajib Pajak cukup membawa kode Billing tanpa harus membawa lembaran surat setoran pajaknya. Kode Billing tersebut nantinya digunakan untuk pembayaran pajak di bank, kantor pos, ATM, maupun melalui internet banking dengan cara memasukkan kode tersebut. Dengan demikian adanya sistem E-Billing ini Wajib Pajak lebih cepat, mudah, dan akurat dalam membayar pajaknya serta kesalahan-kesalahan dalam menginput yang mungkin sering terjadi pada proses pembayaran manual tidak akan terjadi dalam sistem E-Billing.
50
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari variabel bebas yakni Penerapan E-Billing dan variabel terikat Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM, jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 99 responden yang disebar pada Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sinjai. Berdasarkan hasil data penelitian yang telah dikumpulkan, diolah dan di analisis dengan menggunakan model regresi linear sederhana , maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan E-Billing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM hal ini dibuktikan dengan hasil uji T nilai signifikan pada variabel Penerapan E-Billing (X) diperoleh bahwa thitung > ttabel (5,246 > 1,985) dengan nilai signifikansi (0,000 <0,05) dan hasil koefisien determinasi memiliki besar pengaruhnya E-Billing terhadap Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM sebesar 22,1%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari variabel bebas yakni Penerapan E-Billing dan variabel terikat Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM, jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 99 responden yang disebar pada Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Sinjai. Berdasarkan hasil data penelitian yang telah dikumpulkan, diolah dan di analisis dengan menggunakan model regresi linear sederhana , maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan E-Billing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM hal ini dibuktikan dengan hasil uji T nilai signifikan pada variabel Penerapan E-Billing (X) diperoleh bahwa thitung > ttabel (5,246 > 1,985) dengan nilai signifikansi (0,000 <0,05) dan hasil koefisien determinasi memiliki besar pengaruhnya E-Billing terhadap Kepatuhan Pembayaran Wajib Pajak UMKM sebesar 22,1%.