METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis Data
4. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan pengujian regresi linier berganda, parsial (uji t) dan uji determinasi. Hipotesis yang akan diuji dan dibuktikan dalam penelitian ini berkaitan dalam penelitian ini berkaitan dengan pengaruh variabel-variabel bebas rasio Altman Z-Score dan Springate S-Z-Score terhadap harga saham.
Menurut Nazir (2003: 394), tingkat signifikan (signifikant level) yang sering digukan adalah sebesar 5% atau 0,05 karena dinilai cukup ketat dalam menguji hubungan variabel-variabel yang diuji atau menunjukkan bahwa korelasi antara kedua variabel cukup nyata
82
disamping itu tingkat signifikan 0,05 nantinya adalah kemungkinan besar dari hasil penarikan kesimpulan mempunyai probabilitas 95% atau toleransi kesehatan sebesar 5%.
Untuk menguji hipotesis penelitian ini maka dapat menggunakan metode pengujian sebagai berikut:
a. Uji Regresi Linier Sederhana
Regresi sederhana digunakan untuk menganalisis pengaruh kebangkrutan perusahan batubara dengan Z-Score terhadap harga saham. Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan.
1) Mencari Persamaan garis regresi dengan satu prediktor Y = a + bX
Keterangan:
Y = Harga Saham (Variabel Dependen) a = Konstanta
b = Koefisien Variabel Independen
X = Nilai Z-Score/S-Score (Variabel Independen) 2) Mencari signifikansi dengan uji t (t test)
Pada dasarnya uji t menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual menerangkan variasi variabel terikat (Ghozali, 2011). Pengujian parsial regresi dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara
83
individual mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat dengan asumsi variabel yang lain itu secara konstan.
Pengujian terhadap variabel dilakukan dengan uji t (t-test) terhadap koefisien regresi secara parsial. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi peran secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan mengasumsikan bahwa variabel independen lain dianggap konstan, (Sugiyono 2014: 250) merumuskan uji t sebagai berikut:
Keterangan:
t = Distribusi t n = Jumlah data
r = Koefisien Korelasi Parsial r2 = Koefisien determinasi
Hasil uji t (t-test) akan menghasilkan perhitungan ini selanjutnya dibandingkan dengan t tabel dengan menggunakan tingkat kesalahan eror sebesar 0,05. Kriteria yang digunakan sebagai dasar perbandingan sebagai berikut:
H0 diterima bila : thitung ≤ ttabel
H0 ditolak bila : thitung ≥ ttabel
Bila hasil pengujian statistik menunjukkan ditolak, berarti variabel-variabel independennya yang terdiri dari prediksi kebangkrutan metode Altman Z-Score dan Springate
84
S-Score secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Tetapi apabila diterima, berarti variabel-variabel independen tersebut tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.
Dalam pengujian hipotesis ini, penulis menggunakan uji signifikan atau uji parameter r, maksudnya untuk menguji tingkat signifikansi maka harus dilakukan pengujian parameter r. Adapun rancangan pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut:
H01 : r = 0 : Tidak terdapat pengaruh prediksi kebangkrutan metode Altman Z-score terhadap harga saham.
H01 : r ≠ 0 : Terdapat pengaruh prediksi kebangkrutan metode Springate S-Score terhadap harga saham.
H02 : r = 0 : Tidak terdapat pengaruh prediksi kebangkrutan metode Altman Z-Score terhadap harga saham H02 : r ≠ 0 : Terdapat pengaruh prediksi kebangkrutan
metode Springate S-Score terhadap harga saham.
3) Mencari koefisien determinasi sederhana (r2)
Menurut Nawari (2010: 52) koefisien determinasi atau R square adalah koefisien yang menyatakan kekuatan pengaruh variabel independen (Z-Score atau S-Score) secara individu
85
terhadap variabel dependen (Harga Saham). Hasil perhitungan R square berupa perubahan variabel independen sebesar satu satuan akan mempengaruhi perubahan variabel dependen sebesar satu satuan.
Koefisien determinasi merupakan ukuran untuk mengetahui kesesuaian atau ketepatan antara nilai dugaan atau garis regresi dengan data sampel. Apabila nilai koefisien sudah diketahui, maka untuk mendapatkan koefisien determinasi dapat diperoleh dengan mengkuadratkannya.
Besarnya koefisien determinasi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
Kd = Koefisien determinasi r2 = koefisien korelasi.
b. Uji Regresi Linier Berganda
Dalam penelitian ini terdapat lebih dari satu variabel bebas yang akan diuji untuk mengetahui pengaruhnya terhadap variabel terikat, maka proses analisis regresi yang dilakukan adalah menggunakan analisis regresi berganda. Menurut Sugiyono (2014:277) mendefinisikan bahwa:
“Analisis regresi ganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasinya (dinaik-turunkannya)”.
86
Tujuan dari analisi regresi berganda menggunakan nilai-nilai variabel yang diketahui untuk meramalkan nilai variabel devenden.
Teknik analisis ini sangat dibutuhkan dalam berbagai pengambilan keputusan baik dalam perumusan kebijakan manajemen maupun dalam telaah ilmiah.
Analisi regresi dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Altman Z-Score dan Springate S-Score terhadap Harga Saham.
1) Persamaan regresi berganda untuk dua prediktor yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
Keterangan:
Y = Harga Saham α = Koefesien konstanta β1,2, β3…. = Koefesien regresi x1 = Metode Altman Z-Score x2 = Metode Springate S-Score e = Tingkat kesalahan (error)
2) Mencari koefisien determinasi ganda (R2) antara X1 dan X2 dengan Y.
Koefisien determinasi dilakukan untuk menghitung kontribusi variabel dari Altman Z-Score dan Springate S-Score secara simultan terhadap Harga Saham. Koefisien determinasi juga dapat menunjukkan tingkat ketepatan garis regresi.
Koefisien determinasi dihitung dengan rumus sebagai berikut:
87 √ ∑ ∑
∑
Keterangan:
a1 = koefisien prediktor Altman Z-Score a2 = koefisien prediktor Springate S-Score
∑ X1Y = jumlah produk antara Altman Z-Score dan Harga Saham
∑ X2Y = jumlah produk antara Springate S-Score dan Harga Saham
∑ Y2 = Jumlah kuadrat kriterium Harga Saham 3) Menguji signifikansi regresi ganda dengan uji F
Uji F adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang terdapat di dalam model secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Uji F dalam penelitian ini digunakan untuk menguji signifikasi pengaruh Prediksi Kebangkrutan Metode Altman Z-Score dan Springate S-Z-Score terhadap Harga Saham secara simultan dan parsial.
Menurut Sugiyono (2014:257) rumus pengujian adalah:
Keterangan :
R2 = koefisien Determinasi k = Jumlah Variabel Independen n = Jumlah data atau sampel
Distribusi F ini ditentukan oleh derajat kebebasan pembilang dan penyebut yaitu k dan (n-k-1). Untuk uji F, kriteria yang dipakai adalah:
88
H0 dterima bila Ftabel ≤ Fhitung
H0 ditolak bila Ftabel > Fhitung
Bila diterima, maka diartikan sebagai titik signifikannya suatu pengaruh dari variabel-variabel independen secara bersama-sama atas suatu variabel dependen dan penolakan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari variabel-variabel independen secara bersama-sama terhadap suatu variabel independen.
H03 : dan b = 0 : Tidak terdapat pengaruh Prediksi Kebangkrutan Metode Altman Z-Score dan Springate S-Score terhadap Harga Saham.
H03 : dan b ≠ 0 : Terdapat pengaruh Prediksi Kebangkrutan Metode Altman Z Z-Score dan Springate S-Score terhadap Harga Saham.
Kriteria untuk menganalisis koefisien determinasi sebagai berikut:
a. Jika Kd mendeteksi nol (0), maka pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen lemah.
b. Jika KD mendeteksi satu (1), maka pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen kuat.
89 BAB IV