HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
WALI KELAS VIII
B. Temuan Khusus
3. Uji Hipotesis
Dalam pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh
penggunaan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar Fiqih. Maka
data dianalisis terlebih dahulu menggunakan rumus regresi linier
sederhana. Analisis untuk mengetahui hubungan dua variabel, maka data
yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan tabel sebagai
berikut:
a. Uji kesamaan dua rata-rata
1) Rumus Hipotesis
π»0 : π1 = π2 (Tidak ada perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelas ekperimen dan kelas kontrol)
π»1 : π1 β π2 (Ada perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelas ekperimen dan kelas kontrol)
2) Rumus statistik yang digunakan
π‘βππ‘ = π₯Μ 1β π₯Μ 2 ππβπ1 1+π1 2 Dimana : ππ2 = (π1β 1)π12 + (π2β 1)π22 π1+ π2β 2
Berdasarkan hasil perhitungan sebelumnya, diperoleh nilai yaitu: π1 = 35 π2 = 35 π12 =120,48 π22 =114,6 πΜ 1 = 70,4 πΜ 2 = 61,8 ππ2 =(π1β 1)π12+ (π2β1)π22 π1+π2β2 ππ2 = (35β1)120,48+(35β1)114,63 35+35β2 ππ2 = 4096,32+3897,42 68 ππ2 = 7993,7468 ππ2 =117,555 ππ=β117,555 ππ= 10,84
Rumus statistik yang digunakan yaitu:
π‘βππ‘ = π₯Μ 1β π₯Μ 2 ππβπ1 1+π1 2 π‘βππ‘ = 70,4β61,8 10,84β351+β351 = 3,333 3) Kriteria uji Tolak π»0 jika πΉβππ‘ β₯ t (1 β1/2πΌ). (π1β π2β2)
73
Taraf signifikansi untuk πΌ = 5% = 0,05
π‘
πππ =π‘ (1 β
1/2πΌ)
. (π1+ π2β2) =π‘ (
1 β 12,0,05)(35 + 35 β 2) = π‘(0,975),(68)
=
2,00Berdasarkan perhitungan di atas, pada taraf signifikansi 5%
menunjukkan bahwa π‘βππ‘ > π‘πππ dapat disimpulkan hipotesis π»0 ditolak dan π»1 diterima, yang berarti bahwa rata-rata peningkatan hasil belajar yang menggunakan pembelajaran kooperatif tidak sama dengan rata-rata
peningkatan hasil belajar yang pembelajarannya menggunakan
konvensional.
b. Uji Perbedaan Dua Rata-rata
1) Rumus Hipotesis
π»0 : π1 β€ π2 (Hasil belajar antara kelas eksperimen lebih rendah atau sama dengan hasil belajar kelas kontrol)
π»πΌ: π1 > π2 (Hasil belajar antara kelas eksperimen lebih tinggi atau sama dengan hasil belajar kelas kontrol)
2) Rumus statistik yang digunakan
π‘βππ‘ = π₯Μ 1β π₯Μ 2 ππβπ1
1+π1
Dimana :
ππ2 = (π1β 1)π12 + (π2β 1)π22
π1+ π2β 2
Berdasarkan hasil perhitungan sebelumnya, diperoleh nilai yaitu:
π1 = 35 π2 = 35 π 12 = 120,48 π 22 = 114,63 π₯Μ 1 = 70,4 π₯Μ 2= 61,8 ππ2 =(π1β 1)π12+ (π2β 1)π22 π1 + π2β 2 ππ2 = (35β1)120,48+(35β1)114,63 35+35β2
π
π2=
4096,32+3897,42 68 ππ2 = 7993,74 68 ππ 2 = 117,555 ππ=β117,555 ππ= 10,84Rumus statistik yang digunakan yaitu:
π‘
βππ‘=
π₯Μ 1βπ₯Μ 2ππβπ11+π21
π‘βππ‘
=
70,4β61,8 10,84β351+β35175
3) Kriteria uji
Tolak π»0 jika πΉβππ‘ β₯ t (1-πΌ). (π1β π2β2) Taraf signifikansi untuk πΌ = 5% = 0,05
π‘
πππ= π‘ (1 β πΌ)
. (π1β π2β2)= π‘
(1β0,05),(35+35β2)= π‘
(0,95),(35+35β2) =1,67Berdasarkan perhitungan di atas, pada taraf signifikansi 5%
menunjukkan bahwa π‘βππ‘ > π‘πππ dapat disimpulkan hipotesis π»0 ditolak dan π»1 diterima, berarti bahwa rata-rata peningkatan hasil belajar yang menggunakan multimedia pembelajaran lebih besar dari rata-rata
perhitungan peningkatan hasil belajar yang pembelajarannya tidak
menggunakan multimedia.Hal ini terlihat dari adanya perbedaan
peningkatan hasil belajar antar peserta didik yang pembelajarannya
menggunakan multimedia dengan peserta didik yang pembelajarannya
tidak menggunakan multimedia. Perbedaan inilah yang merupakan
pengaruh dari pembelajaran penggunaan multimedia pembelajaran atau
pada perlakuan yang telah diberikan, dapat disimpulkan bahwa
penggunaan multimedia pembelajaran memiliki pengaruh yang positif
C. Pembahasan
Setelah melakukan uji hipotesis peneliti memeperoleh hasil pada
Uji perbedaan dua rata-rata terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik
yang model pembelajarannya menggunakan multimedia pembelajaran
dengan peserta didik yang tidak menggunakan multimedia pembelajaran
ditunjukkan dalam π‘βππ‘ > π‘πππ dimana π‘βππ‘ = 3,333 dan π‘πππ = 1,67 dan dapat disimpulkan bahwa π»0 ditolak dan π»πΌ di terima. Dapat dikatakan bahwa antara pembelajaran menggunakan multimedia pembelajaran atau
kelas eksperimen dan pembelajaran tanpa menggunakan multimedia
pembelajaran atau kelas kontrol memiliki perbedaan dalam hasil belajar.
Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan bahwasannya peserta
didik dalam proses pembelajaran memperhatikan materi yang
disampaikan pendidik. Ketika pendidik menggunakan multimedia dalam
proses pembelajaran, peserta didik memperhatikan dan mengamati vidio
yang ditayangkan terkait dengan materi yang diajarkan, sehingga ketika
pendidik memberikan pertanyaan peserta didik menjawab dengan benar.
dan ketika pendidik meminta untuk mengulang kembali materi dan vidio
yang sudah ditayangkan, peserta didik memberikan pendapat yang sudah
baik dan hampir semua peserta didik menjawab dengan benar. Hasil
belajar peserta didikpun dari pre-test ke post-tes mengalami peningkatan.
Dengan kata lain hasil belajar peserta didik pada materi salat lima
waktu dan sujud sahwi mengalami perbedaan antara kelas eksperimen
77
perlakuan. Berdasarkan perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas
kontrol yang mempunyai hasil belajar berbeda, dengan kata lain
penggunaan multimedia pembelajaran berpengaruh dalam peningkatan
hasil belajar Fiqih.
Penggunaan multimedia pembelajaran juga mempunyai beberapa manfaat dalam proses belajar siswa antara lain: βPengajaran akan lebih
menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar,
bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih
dipahami oleh para siswa, metode mengajar akan lebih bervariasi, siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajarβ.53 Sehingga dengan menggunakan multimedia pembelajaran yang sesuai, materi dapat lebih
dipahami peserta didik sehingga hasil belajar dapat tercapai dengan baik.
Berdasarkan penelitian penggunaan multimedia pembelajaran lebih
efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam
pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dalam hubungan yang lebih baik antara
peserta didik mampu mengembangkan pemahamandan meningkatkan hasil
belajarnya, adapun potensi multimedia pembelajaran berbasis komputer
juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas proses
pembelajaran anatara lain; memungkinkan terjadinya interaksi langsung
antara peserta didik dan materi pelajaran, proses belajar dapat berlangsung
secara individual sesuai dengan kemampuan belajar peserta didik, mampu
menampilkan unsur audio visual untuk meningkatkan minat belajar
(multimedia), dapat memberikan umpan balik terhadap respon peserta
didik dengan segera, mampu menciptakan proses belajar secara
berkesinambungan.54
Penggunaan multimedia pembelajaran ini mempunyai strategi yang
disukai oleh peserta didik, karena dalam proses pembelajaran yang
digunakan menarik, sehingga membuat peserta didik aktif dan lebih
memperhatikan apa yang disampaikan oleh pendidik, serta mempunyai
wawasan yang lebih luas terhadap materi yang telah dipelajari. Hal ini
terlihat dari antusias peserta didik dalam proses pembelajaran yang
menyenangkan, lebh aktif, tidak mudah bosan, dan terlihat pada suasana
pembelajaran yang tidak pasif lagi. Kondisi yang menyenangkan
menciptakan pembelajaran yang lebih membuat peserta didik memahami
materi salat lima waktu dan sujud sahwi.
Sebaliknya pada kelas kontrol kurang antusias dan aktif. Hal ini
terlihat pada proses pembelajaran, mereka hanya memperhatikan pendidik
menyampaiakan materi dan cenderung pasif dan kurang bersemangat
dalam mengikuti proses pembelajaran. Bahkan ada beberapa peserta didik
yang kurang memperhatikan sehingga saat pendidik memberikan
pertanyaan peserta didik kurang tepat dalam menjawab.
Secara umum dari kedua kelas terdapat peningkatan hasil belajar,
pada kelas kontrol penimgkatan yang terjadi tidak sama dengan kelas
eksperimen dan cenderung lebih tinggi. Hal ini kemungkinan dalam
54Hamzah Uno, Nina Lamatenggo, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, ( Jakarta: Bumi Aksara, 2010), h. 136
79
penggunaan multimedia pembelajaran yang mempengaruhi hasil belajar.
Pendidik yang menyampaikan materi tanpa menggunakan multimedia
pembelajaran membuat peserta didik menjadi jenuh, bosan dan mengantuk
dalam pembelajaran yang berlangsung.
Berdasarkan hal tersebut maka ada pengaruh penggunaan
multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar fiqih siswa kelas VII MTs Maβarif 1 Punggur Lampung Tengah tahun pelajaran 2018/2019.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis terhadap data-data yang berhasil peneliti kumpulkan, dengan judul βPengaruh Penggunaan
Multimedia Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Fiqih Siswa Kelas VII MTs Maβarif 1 Punggur Lampung Tengahβ, maka penulis mengambil
kesimpulan sebagai berikut: Ada pengaruh penggunaan multimedia
pembelajaran terhadap hasil belajar fiqih siswa kelas VII MTs Maβarif 1
Punggur Lampung Tengah. Hasil belajar ditunjukkan dalam π‘βππ‘ > π‘πππ dimana π‘βππ‘ = 3,333 dan π‘πππ = 1,67 dan dapat disimpulkan bahwa π»0 ditolak dan π»πΌ di terima. Hal ini berarti ada pengaruh penggunaan multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar fiqih siswa kelas VII MTs Maβarif 1 Punggur Lampung Tengah.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti merekomendasikan
saran-saran sebagai berikut:
1. Kepada tenaga pendidik agar dapat menerapkan multimedia pembelajaran
dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran Fiqih
2. Kepada peserta didik agar dapat mempertahankan hasil belajar Fiqih yang
rata-rata nilainya sudah tuntas,dan siswa yang belum tuntas harus segera
meningkatkan intensitas belajarnya agar tidak tertinggal dengan
80