HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.3 Uji Prasyarat Analisis Data Pretest
4.1.5.3 Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan setelah semua uji prasyarat terpenuhi, baik uji normalitas maupun uji homogenitas. Uji hipotesis dalam penelitian ini, yaitu uji hipotesis dengan statistik parametris. Uji hipotesis dengan statistik parametris dilakukan untuk data yang berdistribusi normal, yaitu data motivasi belajar siswa dan data hasil belajar siswa. Setelah dilakukan uji prasyarat analisis terhadap data yang diperoleh, diketahui data berdistribusi normal dan homogen pengujian yang dilakukan selanjutnya adalah uji hipotesis perbedaandan uji hipotesis keefektifan.
85 Pada uji homogenitas diketahui bahwa data homogen, sehingga hasil uji hipotesis perbedaan dapat dilihat pada uji Independent Samples T Test kolom Equal variances assumed, sedangkan pada uji pihak kanan menggunakan rumus pooled varian.
4.1.5.3.1 Analisis Perbedaan (Uji Hipotesis Perbedaan)
Analisis perbedaan digunakan untuk menguji motivasi dan hasil belajar PKn materi bangga sebagai bangsa Indonesia dari kedua kelompok setelah masing-masing memperoleh perlakuan yang berbeda. Jika hasil analisis uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, maka menggunakan uji independent sample t testdengan menggunakan SPSS versi 20.
4.1.5.3.1.1. Uji Hipotesis Data Motivasi Belajar Siswa
Uji hipotesis data motivasi belajar siswa dilakukan dengan statistik parametris menggunakan uji Independent Samples T Test karena data motivasi belajar siswa berdistribusi normal. Uji Independent Samples T Test dilakukan dengan menggunakan program aplikasi SPSS versi 20.Kriteria keputusan uji-t yaitu jika thitung ≤ ttabel atau nilai signifikansi > 0,05, maka Ho diterima dan jika thitung> ttabel
atau nilai signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak (Priyatno 2010: 36). Tabel t dicari
pada α = 5% : 2 = 2,5% dengan derajat kebebasan (df) n-2 atau 59-2= 57 (Priyatno, 2010: 36). Dengan pengujian 2 sisi diperoleh ttabel sebesar 2,002.
(1) Hipotesis Uji
Ho1 = tidak terdapat perbedaan motivasi belajar siswa pada materi Bangga sebagai bangsa Indonesia antara yang memperoleh pembelajaran
86 dengan strategi pembelajaran Team Quiz dan yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran ekspositori.
(µ1 = µ2)
Ha1 = terdapat perbedaan motivasi belajar siswa pada materi Bangga sebagai bangsa Indonesia antara yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaranTeam Quiz dan yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran ekspositori.
(µ1≠ µ2) (2) Taraf Signifikansi
Taraf signifikansi yang digunakan dalam uji hipotesis ini adalah α = 0,05.
(3) Statistik Uji
Uji statistik yang digunakan untuk menguji normalitas nilai motivasi belajar siswa menggunakan uji Independent Samples T Test dengan bantuan program SPSS versi 20.
(4) Kriteria Keputusan
Kriteria keputusan uji-t yaitu jika thitung ≤ ttabel atau nilai signifikansi > 0,05, maka Ho diterima dan jika thitung> ttabel atau nilai signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak (Priyatno 2010: 36). Tabel t dicari pada α = 5% : 2 = 2,5% dengan
derajat kebebasan (df) n-2 atau 59-2= 57 (Priyatno, 2010: 36). Dengan pengujian 2 sisi diperoleh ttabel sebesar 2,002.
Perhitungan menggunakan uji Independent Samples T Test dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil uji Independent Samples T Test dapat dilihat pada tabel berikut:
87
Tabel 4.16. Hasil Uji Independent Samples T Test Data Motivasi Belajar Siswa t-test for Equality of Means
T df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper NILAI Equal variances assumed 4,475 57 ,000 3,198 ,715 1,767 4,629
Equal variances not
assumed 4,888 52,240 ,000 3,198 ,654 1,885 4,510
Hasil uji homogenitas data nilai posttest angket motivasi menunjukkan bahwa homogenitas kedua kelas homogen. Bila data homogen maka dilihat dari nilai t hitung dan nilai signifikansi pada kolom Sig. (2-tailed) dan baris equal variances asummed. Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 4,475. Nilai t hitung > t tabel (4,475 > 2,002). Sedangkan nilai signifikansi pada kolom Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Nilai signifikansi tersebut kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar siswa pada materi Bangga sebagai bangsa Indonesia antara yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran Team Quiz dan yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran ekspositori.
4.1.5.3.1.2. Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa
Uji hipotesis data hasil belajar siswa dilakukan dengan statistik parametris menggunakan uji t. Pengujian hipotesis dilakukan dengan bantuan program SPSS
88 versi 20. Ketentuan dalam uji t yaitu apabila thitung≥ ttabel atau nilai signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya, apabila thitung< ttabel atau nilai
signifikansi ≥ 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut:
(1) Hipotesis Uji
Ho2 = tidak terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada materi Bangga sebagai bangsa Indonesia antara yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran Team Quiz dan yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran konvensional.
(µ1 = µ2).
Ha2 = terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada materi Bangga sebagai bangsa Indonesia antara yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran Team Quiz dan yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran ekspositori.
(µ1≠ µ2). (2) Nilai t tabel
Nilai t tabel pada signifikansi 0,05 : 2 = 0,025 (uji 2 sisi) dan dengan derajat kebebasan (df) n – 2 atau 59-2 = 47. Hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,002.
(3) Statistik Uji
Uji statistik yang digunakan untuk menguji normalitas nilai hasil belajar siswa menggunakan uji Independent sampel t test dengan bantuan program SPSS versi 20.
89 (4)Kriteria Keputusan
Berdasarkan hipotesis uji di atas,Ho diterima jika nilai signifikansi pada kolom Sig. (Asym. Sig. (2-tailed))> 0,05 atau Ho ditolak jika nilai signifikansi pada kolom Sig. (Asym. Sig. (2-tailed)) < 0,05.
Hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.17. Hasil Uji t Data Nilai Posttest
t-test for Equality of Means
T df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Nilai Equal variances assumed 2,575 57 ,013 7,108 2,760 1,581 12,635 Equal variances not assumed 2,385 35,846 ,023 7,108 2,981 1,062 13,154
Hasil uji homogenitas data nilai posttest menunjukkan bahwa homogenitas kedua kelas homogen. Bila data homogen maka dilihat dari nilai t hitung dan nilai signifikansi pada kolom Sig. (2-tailed) dan baris equal variances asummed. Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 2,575. Nilai t hitung > t tabel (2,575 > 2,002). Sedangkan nilai signifikansi pada kolom Sig. (2-tailed) sebesar 0,013. Nilai signifikansi tersebut kurang dari 0,05 (0,013 < 0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada materi Bangga sebagai bangsa Indonesia antara yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran Team Quiz dan yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran ekspositori.
90 4.1.5.3.2 Analisis Keefektifan (Uji Hipotesis Keefektifan)
Uji keefektifan digunakan untuk mengetahui keefektifan strategi pembelajaran Team Quizdengan uji pihak kanan.Sampel pada kelas eksperimen berjumlah 25 dan sampel pada kelas kontrol berjumlah 34 (n1 ≠ n2).Berdasarkan uji homogenitas data pretest diketahui bahwa varian data homogen. Oleh karena itu, dalam pengujian ini rumus yang digunakan ialah pooled varian.
(1) Hipotesis
Ho3 Penerapan strategi Team Quiz tidak efektif terhadap motivasi belajar siswa kelas III pada materi Bangga sebagai bangsa Indonesia.
Ho : µ1≤ µ2
Ha3 Penerapan strategi Team Quiz efektif terhadap motivasi belajar siswa kelas III pada materi Bangga sebagai bangsa Indonesia.
Ha : µ1> µ2
Ho4 Penerapan strategi Team Quiz tidak efektif terhadap hasil belajar siswa kelas III pada materi Bangga sebagai bangsa Indonesia.
Ho : µ1≤ µ2
Ha4 Penerapan strategi Team Quiz efektif terhadap hasil belajar siswa kelas III pada Bangga sebagai bangsa Indonesia.
91
(2) Statistik Uji
Statistik uji yang digunakan untuk menguji hipotesis ini adalah menggunakan uji pihak kanan dengan rumus pooled varian.
(3) Kriteria Keputusan
Kriteria keputusannya yaitu apabila thitung ≤ ttabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, apabila thitung> ttabel, Ha diterima dan Ho ditolak (Sugiyono 2011: 261).
Berikut penghitungan hasil belajar uji pihak kanan dengan rumus pooled varian: Diketahui: ̅̅̅ =81,52 ; ̅̅̅ = 74,41; = 25; = 34; = 177,68; = 60,21 ̅̅̅ ̅̅̅ √ √ √ √
92 Dari perhitungan tersebut, diperoleh thitung =2,74. Kemudian, thitung tersebut dibandingkan dengan ttabel = 2,002, maka diperoleh2,74>1,35 (thitung> ttabel). Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Team Quizefektif terhadap hasil belajar mata pelajaran PKn materi Bangga sebagai bangsa Indonesia.
Penghitungan motivasi belajar uji pihak kanan dengan rumus pooled varian: Diketahui: ̅̅̅ =84,84 ; ̅̅̅ = 80,3; = 25; = 34; = 2,907; =10.56 ̅̅̅ ̅̅̅ √ √ √ √
Dari perhitungan tersebut, diperoleh thitung =4,507. Kemudian, thitung tersebut dibandingkan dengan ttabel = 2,002, maka diperoleh4,507>1,35 (thitung> ttabel).
Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Team Quizefektif
93 terhadap motivasi belajar mata pelajaran PKn materi Bangga sebagai bangsa Indonesia.
4.2 Pembahasan
Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah dasar memiliki peran dan tujuan yaitu untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia (Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Tahun 2006).Pendidikandi Sekolah Dasar terdiri dari 24 standar kompetensi yang dijabarkan dalam 53 kompetensi dasar. Pada pembahasan ini, peneliti akan mengkaji tentang materi pembelajaran PKn di SD yaitu Bangga sebagai bangsa Indonesia. Materi pembelajaran Bangga sebagai bangsa Indonesia masuk pada ruang lingkup PKn SD yaitu Persatuan dan Kesatuan. Materi pembelajaran PKn ini, diajarkan pada siswa SD di kelas III yaitu pada semester 2 pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tercantum dalam silabus pada Standar Kompetensi (SK) 4 yaitu Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, terperinci dalam Kompetensi Dasar (KD) 4.1 yaitu Mengenal kekhasan bangsa Indonesia seperti kebhinnekaan, kekayaan alam, keramah-tamahan. Pada materi pokok ini, memiliki beberapa indikator pembelajaran, diantaranya: (1) Mampu menceritakan ciri-ciri khas bangsa Indonesia seperti hal bahasa, rumah adat, senjata tradisional maupun kesenian. (2) Mampu menunjukkan hasil kekayaan alam di lautan. (3) Mampu menyebutkan manfaat hasil kekayaan alam di lautan seperti terumbu karang. (4) Mampu menunjukkan hasil kekayaan alam di
94 darat (6) Mampu menunjukkan cara menjaga kekayaan alam yang ada agar tidak cepat punah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan strategi pembelajaran Team Quiz terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn materi Bangga sebagai bangsa Indonesia. Keefektifan penerapan strategi pembelajaran Team Quiz dilihat dari perbandingan nilai motivasi dan hasil belajar siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pembahasan mengenai motivasi dan hasil belajar siswa akan dijelaskan sebagai berikut.
Pengamatan terhadap motivasi siswa dilakukan melalui angket motivasi yang dikembangkan dan dimodifikasi dari Sardiman (20121:83).Indikator motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran PKn yang akan diukur yaitu: (1) tekun menghadapi tugas; (2) ulet menghadapi kesulitan; (3) menunjukkan minat terhadap berbagai masalah; (4) lebih senang bekerja mandiri; (5) cepat bosan dengan tugas-tugas rutin; (6)dapat mempertahankan pendapatnya; (7) tidak mudah melepaskan hal yang diyakini; (8) senang mencari dan memecahkan soal. Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen, peneliti juga mendesain aktivitas belajar dengan strategi pembelajaran Team Quiz sesuai tahap-tahap menurut Hidayat (2009:165) sebagai berikut: (1) Pilihlah topik yang dapat disampaikan dalam tiga segmen. (2) Bagi peserta didik menjadi tiga kelompok, A,B dan C. (3)Sampaikan kepada peserta didik format pembelajaran yang anda sampaikan kemudian mulai presentasi. Batasi presentasi maksimal 10 menit. (4) Setelah presentasi, minta kelompok A untuk menyiapkan pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan materi yang baru saja disampaikan, sementara kelompok B dan
95 C menggunakan waktu ini untuk melihat lagi catatan mereka. (5) Minta kelompok A untuk memberi pertanyaan kepada kelompok B. Jika kelompok B tidak dapat menjawab pertanyaan, lempar pertanyaan tersebut kepada kelompok C. (6) Kelompok A memberi pertanyaan kepada kelompok kelompok C, jika kelompok C tidak bisa menjawab, lemparkan kepada kelompok B. (7) Jika tanya jawab ini selesai, dapat diulang untuk materi selanjutkan dan kelompok B menjadi kelompok yang menyiapkan pertanyaan. (8) Kelompok B memberi pertanyaan kepada kelompok C, jika kelompok C tidak bisa menjawab pertanyaan dilempar ke kelompok A. (9) Jika waktu masih tersedia bisa dilanjutkan dengan kelompok C memberi pertanyaan kepada kelompok A dan B.(10) Pada akhir pembelajaran dengan menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan menjelaskan kembali sekiranya ada peserta didik yang keliru.
Berdasarkan hasil pengambilan data terhadap motivasi siswa, diketahui bahwa tingkat motivasi siswa di kelas kontrol pada pertemuan pertama sebesar 71,9 (kategori cukup), pada pertemuan kedua meningkat menjadi 80,3 (kategori baik). Rata-rata nilai motivasi belajar siswa kelas kontrol dari pertemuan pertama sampai pertemuan kedua menunjukkan nilai sebesar 75,7 (kategori cukup). Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, kriteria motivasi siswa di kelas kontrol menurut Widoyoko (2014:144) termasuk dalam kategori cukup. Hal ini diperkuat dengan pernyataan dari Roy Killen (1998) dalam (Sanjaya 2006: 177) yang menyatakan bahwa strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi yang pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian secara verbal dari seorang guru kepada siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai
96 materisecara optimal. Sanjaya (2006:178) menyatakan bahwa strategi pembelajaran ekspositori memiliki kekurangan yaitu jika guru kurang persiapan dan guru tidak menguasai materi maka pembelajaran yang dilakukan akan mengalami kegagalan. Strategi pembelajaran ekspositori kurang dapat mendorong siswa untuk berkompetisi maupun mengembangkan pengetahuan yang diperolehnya dari guru. Sehingga motivasi siswa pada kelas kontrol yang menggunakan strategi pembelajaran ekspositori rendah.
Sedangkan nilai motivasi siswa di kelas eksperimen pada pertemuan pertama sebesar 72,1 (kategori cukup) dan pada pertemuan kedua meningkat menjadi 84,8 (kategori baik). Rata-rata nilai motivasi belajar siswa kelas eksperimen dari pertemuan pertama sampai pertemuan kedua menunjukkan nilai sebesar 81,06. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, kriteria tingkat motivasi siswa di kelas eksperimen menurut Widoyoko (2014:144) termasuk dalam kategori baik. Kategori nilai motivasi dapat dilihat pada tabel klasifikasi nilai halaman 47
Nilai tersebut menunjukkan bahwa motivasi siswa dalam pembelajaran yang menerapkan strategi pembelajaran Team Quiz lebih tinggi daripada motivasi siswa dalam pembelajaran yang menerapkan startegi ekspositori. Hal ini diperkuat dengan uji hipotesis perbedaan pada data motivasi belajar siswa. Dalam uji hipotesis tersebut, nilai signifikansi uji Independent Sample T Test yang diperoleh yaitu 0,000 kurang dari 0,05. Artinya, Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar PKn antara siswa
97 kelas III yang mendapat pembelajaran dengan strategi pembelajaran Team Quiz dan yang mendapat pembelajaran dengan strategi pembelajaran ekspositori.
Pada analisis keefektifan, diperoleh thitung = 4,507. Kemudian, thitung
tersebut dibandingkan dengan ttabel = 2,002, maka diperoleh4,507>1,35 (thitung>
ttabel). Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha
diterima.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Team Quizefektif terhadap motivasi belajar mata pelajaran PKn materi Bangga sebagai bangsa Indonesia. Hal ini sesuai dengan pendapat Hidayat (2009:11) bahwa strategi pembelajaran aktif Team Quiz mampu memotivasi siswa untuk memecahkan masalah dan melatih tanggung jawab tiap siswa dan memotivasi siswa untuk berkompetisi.
Pada saat pelaksanaan penelitian, terdapat hambatan dalam pembelajaran yang mengakibatkan motivasi belajar siswa menjadi kurang optimal. Hambatan tersebut antara lain: (1) kegiatan diskusi siswa kurang optimal karena siswa belum terbiasa melaksanakan kegiatan diskusi dalam setiap pembelajaran; (3) siswa belum terbiasa melakukan aktivitas pemecahan masalah dalam pembelajaran sehingga peneliti harus aktif membimbing siswa untuk melakukan aktivitas pemecahan masalah. (3) Siswa belum terbiasa untuk memotivasi dirinya untuk bertanya pada guru apabila ada materi yang kurang dimengerti.
Setelah dilaksanakan proses pembelajaran dalam penelitian ini, siswa lebih memahami materi Bangga sebagai bangsa Indonesia. Hal tersebut menunjukkan adanya perubahan dalam diri siswa yang mencakup perubahan pengetahuan setelah melalui proses belajar, sesuai dengan pendapat Widoyoko (2014:20)
98 bahwa konsep-konsep pembelajaran di sekolah dasar terfokus pada proses-proses aktif kognitif dalam pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran kognitif prosesnya adalah mengkonstruksi pengetahuan. Siswa melakukan proses kognitif secara aktif, yakni memperhatikan informasi yang relevan, menata informasi menjadi gambaran yang koheren, dan memadukan informasi tersebut dengan pengetahuan yang dimilikinya. Proses kognitif dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi proses mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.
Data hasil belajar kognitif siswa dalam penelitian ini diperoleh dari data nilai posttest yang terdiri dari tes objektif dengan bentuk soal pilihan ganda sebanyak 25 butir soal.Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 81,52 dan rata-rata nilai posttest kelas kontrol sebesar 74,41. Data yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran yang menerapkan strategi pembelajaran Team Quizlebih baik daripada hasil belajar siswa dalam pembelajaran yang menerapkan strategi ekspositori. Hal ini diperkuat dengan hasil uji hipotesis data hasil belajar siswa. Dalam uji hipotesis tersebut, diperoleh nilai signifikansi 0,013 kurang dari 0,05. Artinya, Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada materi Bangga sebagai bangsa Indonesia antara yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran Team Quizdan yang memperoleh pembelajaran dengan strategi pembelajaran ekspositori.
Dalam menghitung keefektifan strategi pembelajaran Team Quiz terhadap hasil belajar digunakan uji pihak kanan. Pengujian pihak kanan dalam penelitian
99 ini menggunakan rumus pooled varian. Dari perhitungan tersebut, diperoleh thitung
= 2,74. Kemudian, thitung tersebut dibandingkan dengan ttabel = 1,35, maka diperoleh 2,74> 1,35 (thitung> ttabel). Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Team Quiz efektif terhadap hasil belajar mata pelajaran PKn materi Bangga sebagai bangsa Indonesia. Hal ini diperkuat oleh pendapat Anderson (2001) dalam Widoyoko (2014:30) bahwa dengan menerapkan strategi pembelajaran yang baik, maka akan meningkatkan hasil belajar siswa dengan baik. Penerapan strategi pembelajaran Team Quiz terbukti tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Data hasil pengamatan motivasi dan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa siswa di kelas eksperimen mendapat nilai yang lebih tinggi daripada siswa di kelas kontrol. Dengan demikian, dapat digeneralisasikan bahwa strategi pembelajaran Team Quiz merupakan strategi pembelajaran yang efektif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran PKn materi Bangga sebagai bangsa Indonesia di SD Muhammadiyah 2 Kota Tegal.
100
BAB 5
PENUTUP
5.1 Simpulan
Penelitian telah dilaksanakan di kelas III SD Muhammadiyah 2 Kota Tegal sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan strategi pembelajaran Team Quiz, dan kelas III SD Muhammadiyah 1 sebagai kelas kontrol yang mendapat perlakuan strategi pembelajaran ekspositori. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa:
(1) Berdasarkan hasil uji hipotesis perbedaan data motivasi belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan uji Independent Sample T Test menggunakan program aplikasi SPSS versi 20, diperoleh nilai signifikansi 0,000. Karena nilai signifikansi tersebut kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05), dan nilai thitung > ttabel(4,475 > 2,002) maka dinyatakan Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.terdapat perbedaan motivasi belajar siswa di kelas eksperimen dan motivasi belajar siswa di kelas kontrol. Pada hasil pengambilan data berupa nilai angket motivasi, nilai motivasi belajar siswa di kelas eksperimen dari dua pertemuan sebesar 78,7 sedangkan nilai motivasi di kelas kontrol dalam dua pertemuan adalah 75,7. Jadi, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa yang menerapkan strategi pembelajaran Team Quiz lebih baik dari pada motivasi belajar siswa yang menerapkan strategi ekspositori.
101
(2) Berdasarkan uji hipotesis perbedaan data hasil belajar siswa dengan uji-t menggunakan program aplikasi SPSS versi 20, diperoleh nilai signifikansi 0,013. Karena nilai signifikansi tersebut kurang dari 0,05 (0,013 < 0,05), dan nilai thitung > ttabel (2,575 > 2,002) maka dinyatakan Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa di kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar siswa di kelas kontrol. (3) Berdasarkan uji hipotesis keefektifan dengan bantuan program SPSS versi 20.
Pada pengujian hipotesis motivasi belajar menggunakan rumus pooled varian dan perhitungan tersebut, diperoleh thitung =4,507. Kemudian, thitung tersebut dibandingkan dengan ttabel = 1,35, maka diperoleh4,507>1,35 (thitung> ttabel).
(4) Perhitungan uji hipotesis keefektifan strategi pembelajaran Team Quiz terhadap hasil belajar, diperoleh thitung =2,74. Kemudian, thitung tersebut dibandingkan dengan ttabel = 1,35, maka diperoleh 2,74>1,35 (thitung> ttabel).Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa strategi pembelajaran Team Quiz efektif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa mata pelajaran PKn materi Bangga sebagai bangsa Indonesia.
5.2 Saran
Saran yang peneliti sampaikan berkaitan dengan penelitian ini ditujukan untuk beberapa pihak yaitu siswa, guru, dan sekolah.
102
5.2.1 Bagi Siswa
Pada saat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan strategi pembelajaran Team Quiz, hendaknya siswa dapat lebih memberikan kontribusi terutama dalam kegiatan kelompok sehingga hasil belajar siswa lebih memuaskan.Siswa perlu membiasakan diri untuk menyerap pengetahuan melalui kegiatan-kegiatan bertanya, pemecahan masalah, dan penyimpulan pertanyaan agar siswa lebih memahami berbagai hal yang sedang dipelajari.
5.2.2 Bagi Guru
Sebelum menerapkan strategi pembelajaran Team Quiz, guru sebaiknya memahami terlebih dahulu teori mengenai strategi pembelajaran Team Quizdalam pembelajaran.Guru juga harus merencanakan berbagai kegiatan dan mempersiapkan media dalam pembelajaran yang sesuai dengan aspek dalam strategi pembelajaran Team Quiz. Guru hendaknya mampu memanfaatkan teknologi terkini dalam dunia pendidikan untuk menunjang pelaksanaan strategi pembelajaran Team Quiz.
5.2.3 Bagi Sekolah
Strategi pembelajaran Team Quiz hendaknya disosialisasikan dan dijadikan sebagai alternatif dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan diterapkannya strategi pembelajaran Team Quiz ini dapat memberikan kontribusi bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran PKn sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa
103