HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
4. Uji Hipotesis Wilcoxon
Uji Wilcoxon merupakan salah satu dari uji statistik nonparametrik. Uji ini dipakai jika suatu data tidak berdistribusi normal. Pengujian dua sampel berpasangan prinsipnya menguji apakah dua sampel berpasangan satu dengan yang lainnya berasal dari
Skor Motivasi Belajar n f 0 20 40 60 80 100 120 1 2 3
populasi yang sama.1 Dalam penelitian ini menguji untuk 5 sampel diberikan treatmeant dengan teknik modeling untuk kelompok eksperimen dan 4 sampel untuk kelompok kontrol diberikan
treatmeant . Untuk mengetahui keefektifan dari teknik modeling untuk
meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada kelas eksperimen yaitu kelas VIII ada dari 5 peserta didik korban broken home yang dijadikan sampel. Sebelum diberikan teknik modeling, sampel tersebut diberikan pretest untuk mengetahui tingkat motivasi belajar peserta didik korban broken home. Kemudian setelah diberikan bimbingan kelompok dengan menggunakan teknik modeling, selanjutnya diberikan tes kembali yaitu posttest untuk mengetahui tingkat minat belajar.
a. Analisis Proses Perhitungan Kelompok Eksperimen Tabel 17
Hasil Pretest dan Posttest Kelompok Eksperimen
1
Singgih Santoso, Aplikasi SPSS pada Statistik Non Parametrik (Jakarta : PT Elek Media Komputindo), h. 115
No Nama Pretest Posttest Selisih
1 BNB 23 107 84
Pada pengujian ini menggunakan bantuan Software SPSS 17,0
for windows. Dan karena data tersebut tidak berdistribusi normal maka
menggunakan uji Wilcoxon dengan menggunakan uji nonparametrik. Berikut hasil paparan dari hasil uji Wilcoxon.
Tabel 18
Uji Wilcoxon Kelompok Eksperimen Test Statisticsb
POSTTEST – PRETEST EKSPERIMEN
Z -2.023a
3 TA 28 100 72
4 DD 30 105 75
Asymp. Sig. (2-tailed) .043 Dari tabel diatas dapat dinyatakan jumlah Z hitung 2.023 > dari Ztabel 1,96 dan nilai signifikan 0,043 > 0,05. Selain itu dapat dilihat dari tabel statistic dibawah ini data pretest sebelum diberikan
treatment dan posttest setelah diberikan treatment.
Dari data tersebut dapat diketahui bahwa ada peningkatan yang signifikan dari sebelum diberikan dan sesudah di berikan perlakuan. Dalam analisis data deskriptif menyatakan bahwa :
Mean pretest eksperimen : 41.20 (termasuk kategori rendah)
Mean postest ekperimen : 112.80 (termasuk kategori tinggi)
Dasar pengambilan keputusan : Statistics Pretest Eksperimen Posttest Eksperimen N Valid 5 5 Missing 0 0 Mean 41.20 112.80 Median 28.00 107.00 Mode 23a 100a Std. Deviation 32.980 15.802 Minimum 23 100 Maximum 100 140 Sum 206 564
a. Dengan membandingkan angka z hitung dan z tabel hitung : Jika z hitung < z tabel maka Ho diterima
Jika z hitung > z tabel maka Ho ditolak
b. Dengan melihat angka probabilitas, dengan ketentuan : Probabilitas > dari 0,5 maka Ho diterima
Probabilitas < dari 0,05 maka Ho ditolak Keputusan :
c. Dengan membandingkan angka z hitung dan z tabel :
1. z hitung = -2.023 (lihat pada output, tanda – hanya menunjukkan arah)
2. z tabel = ± 1,96
untuk tingkat kepercayaan 95 % dan uji dua sisi didapatkan nilai z tabel adalah ± 1,96.
Cara mencari z tabel : 1) 0,05 : 2 = 0,025 2) 0,025 = 0, 475
Gambar 8
Kurva Kelompok Eksperimen Keputusan :
Karena z hitung terletak di daerah Ho, maka keputusannya adalah menolak Ho atau pemberian bimbingan kelompok dengan teknik
modeling dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik korban
broken home. Dengan melihat angka probabilitas pada output SIG adalah
0,043 > 0,05, maka Ho ditolak. Hal ini berarti bimbingan kelompok dengan teknik modeling dapat meningkatkan motivasi belajar peserta
-2,023 -1,96 0 +1,96
didik korban broken home. Sedangkan dari perhitungan z hitung di dapat nilai z adalah -2.023 (tanda negatif tidak relevan hanya menunjukan arah) lebih besar dari z tabel yaitu 1,96.
b. Analisis Perhitungan Kelompok Kontrol Tabel 19
Hasil Pretest dan Posttest Kelompok Kontrol
Pada pengujian ini menggunakan bantuan Software SPSS 17,0
for windows. Dan karena data tersebut tidak berdistribusi normal maka
menggunakan uji Wilcoxon menggunakan uji nonparametrik. Berikut hasil paparan dari hasil uji Wilcoxon.
Tabel 20
Uji Wilcoxon Kelompok Kontrol
No Nama Pretest Posttest Selisih
1 DAS 50 120 70
2 EE 55 100 45
3 SR 74 100 26
Test Statisticsb POSTTEST – PRETEST Z -1.826a Asymp. Sig. (2-tailed) .068 Dari tabel diatas dapat dinyatakan jumlah Z hitung 1.826 > dari Ztabel 1,96 dan jumlah nilai signifikan 0,068 > 0,05. Selain itu dapat dilihat pada tabel statistic dibawah ini data pretest sebelum diberikan
treatment dan posttest setelah diberikannya treatment.
Statistics PRETESTKONTROL POSTTESTKONTROL N Valid 4 4 Missing 0 0 Mean 69.75 110.00 Median 64.50 110.00 Mode 50a 100a Std. Deviation 22.662 11.547 Minimum 50 100 Maximum 100 120 Sum 279 440
Dari data tersebut dapat diketahui bahwa ada peningkatan dari sebelum diberikan dan sesudah di berikan perlakuan. Dalam analisis data deskriptif menyatakan bahwa :
Mean pretest eksperimen : 69.75 (termasuk kategori sedang)
Mean postest ekperimen : 110 (termasuk kategori tinggi)
Dasar pengambilan keputusan :
a. Dengan membandingkan angka z hitung dan z tabel hitung : Jika z hitung < z tabel maka Ho diterima
Jika z hitung > z tabel maka Ho ditolak
b. Dengan melihat angka probabilitas, dengan ketentuan : Probabilitas > dari 0,5 maka Ho diterima
Probabilitas < dari 0,05 maka Ho ditolak Keputusan :
c. Dengan membandingkan angka z hitung dan z tabel :
1. z hitung = -1.826 (lihat pada output, tanda – hanya menunjukkan arah)
2. z tabel = ± 1,96
untuk tingkat kepercayaan 95 % dan uji dua sisi didapatkan nilai z tabel adalah ± 1,96.
Cara mencari z tabel : 1) 0,05 : 2 = 0,025 2) 0,025 = 0, 475
Gambar 9
Kurva Kelompok Kontrol Keputusan :
Karena z hitung terletak di daerah Ho, maka keputusannya adalah menolak Ho atau pemberian bimbingan kelompok dengan teknik self
intruction dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik korban
broken home. Dengan melihat angka probabilitas pada output SIG adalah
0,068 > 0,05, maka Ho ditolak. Hal ini berarti bimbingan kelompok dengan teknik self intruction dapat meningkatkan motivasi belajar peserta
-1,826 -1,96 0 +1,96
didik korban broken home. Sedangkan dari perhitungan z hitung di dapat nilai z adalah -1.826 (tanda negatif tidak relevan hanya menunjukan arah) lebih besar dari z tabel yaitu 1,96.
c. Analisis Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
Jika dilihat dari proses perhitungan kedua kelompok, maka dapat dikatakan kedua kelompok tersebut sama-sama menolak Ho dan menerima Ha. Tetapi jika dilihat dari keefektifannya maka teknik
modeling yang digunakan kepada kelompok eksperimen lebih efektif
bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tabel 21
Deskripsi Data Kelompok Eksperiment dan Kelompok Kontrol Descriptive Statistics Kelompok Eksperimen
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation PretestEksperim en 5 23 100 41.20 32.980 PosttestEksperim en 5 100 140 112.80 15.802 Valid N (listwise) 5
Descriptive Statistics Kelompok Kontrol N Minimum Maximum Mean
Std. Deviation
PretestKontrol 4 50 100 69.75 22.662 PosttestKontrol 4 100 120 110.00 11.547 Valid N
(listwise)
4
Pada kedua tabel tersebut menunjukan pada hasil posttest dengan nilai minimum kelompok eksperimen sama dengan kelompok kontrol yaitu 100. Pada nilai mean (rata-rata) kelas eksperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol yaitu 112.80 > 110.00. Hal ini menunjukkan bahwa teknik modeling lebih efektif dibandingkan dengan teknik yang digunakan pada kelas kontrol. Sedangkan untuk mengetahui kelompok yang lebih efektif maka dapat dilihat dengan membandingkan rata-rata gain score yang diperoleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebagai berikut.
Tabel 22
Perbandingan Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol No Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol