BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4. Uji Instrumen Data Penelitian
Sebelum kuesioner digunakan di lapangan, terlebih dahulu harus diuji ke validitas dan reliabilitasnya. Oleh karena itu penulis uraikan hasil dari uji instrumen data penelitian ini sebagai berikut :
1. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengukur pernyataan yang ada dalam kuesioner, validitas suatu data tercapai jika pernyataan tersebut mampu mengungkapkan apa yang akan diungkap. Pengujian ini dilakukan untuk menguji
kesahihan setiap item pernyataan dalam mengukur variabelnya. Pengujian validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing pertanyaan yang ditujukan kepada responden dengan total skor untuk seluruh item. Teknik korelasi yang digunakan untuk menguji validitas butir pernyataan dalam penelitian ini adalah Korelasi Person Product Moment (Priyatno, 2014: 51).
Pengujian signifikansi untuk melihat valid tidaknya suatu item dilakukan dengan kriteria menggunakan r tabel pada tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi. Apabila nilai koefisien butir item pernyataan yang diuji adalah positif r hitung r tabel maka dapat disimpulkan bahwa item pernyataan tersebut dapat dinyatakan valid, sedangkan jika r hitung < r tabel maka item dinyatakan tidak valid, dan akan disisihkan dari analisa selanjutnya. Nilai r tabel dicari pada signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi dan n (sampel) = 20, maka di dapat r tabel adalah sebesar 0,444 ( lihat lampiran r tabel). Angka 0,444 ini digunakan sebagai pembanding untuk melihat valid tidaknya suatu item.
Tabel dibawah ini memperlihatkan hasil olah data statistik dengan menggunakan Program Statistical Package For Social Science (SPSS) Versi 16. Hasil olah statistik tersebut menunjukan bahwa semua item pernyataan yang menyangkut variabel Pendapatan (X1), Pengetahuan Produk (X2), Citra Perusahaan Asuransi Syariah (X3), dan Kesadaran Masyarakat Berasuransi Syariah (Y). Dari hasil uji validitas ini diperoleh pada variabel pendapatan menunjukan bahwa ke-2 butir pernyataan semua item dinyatakan valid dengan koefisien korelasi terkecil sebesar
0,897 dan nilai koefisien korelasi terbesar adalah 0,900. Pada variabel pengetahuan produk menunjukan bahwa ke-6 butir pernyataan semua item dinyatakan valid dengan koefisien korelasi terkecil sebesar 0,642 dan nilai koefisien korelasi terbesar adalah 0,870, dan pada variabel citra perusahaan asuransi syariah menunjukan bahwa ke-5 butir pernyataan semua item dinyatakan valid dengan koefisien korelasi terkecil sebesar 0,556 dan nilai koefisien korelasi terbesar adalah 0,830. Sedangkan pada variabel kesadaran berasuransi syariah diketahui bahwa dari ke-9 butir pernyataan semua item dinyatakan valid dengan koefisien korelasi terkecil sebesar 0,475 dan nilai koefisien korelasi terbesar adalah 0,864. Uraian lengkap hasil uji validitas untuk masing-masing variabel penelitian dirangkum pada tabel berikut ini:
Tabel 4. 1
Uji Validitas Variabel Pendapatan (X1)
Nomor Item rhitung Tolak Ukur (rtabel) Kesimpulan
1 0,897 0,444 Valid
2 0,900 0,444 Valid
Keterangan : rhitung > 0,444, maka item valid
Sumber Data : Data Primer (Data Olahan Kuesioner) Tabel 4. 2
Uji Validitas Variabel Pengetahuan Produk (X2)
Nomor Item rhitung Tolak Ukur (rtabel) Kesimpulan
1 0,870 0,444 Valid 2 0,710 0,444 Valid 3 0,795 0,444 Valid 4 0,744 0,444 Valid 5 0,883 0,444 Valid 6 0,642 0,444 Valid
Keterangan : rhitung > 0,444, maka item valid
Tabel 4. 3
Uji Validitas Variabel Citra Perusahaan Asuransi Syariah (X3) Nomor Item rhitung Tolak Ukur (rtabel) Kesimpulan
1 0,797 0,444 Valid
2 0,771 0,444 Valid
3 0,556 0,444 Valid
4 0,830 0,444 Valid
5 0,687 0,444 Valid
Keterangan : rhitung > 0,444, maka item valid
Sumber Data : Data Primer Diolah ( Data Olahan Kuesioner) Tabel 4. 4
Uji Validitas Variabel Kesadaran Masyarakat Berasuransi Syariah (Y) Nomor Item rhitung Tolak Ukur (rtabel) Kesimpulan
1 0,587 0,444 Valid 2 0,494 0,444 Valid 3 0,764 0,444 Valid 4 0,683 0,444 Valid 5 0,534 0,444 Valid 6 0,704 0,444 Valid 7 0,475 0,444 Valid 8 0,537 0,444 Valid 9 0,864 0,444 Valid
Keterangan : rhitung > 0,444, maka item valid
Sumber Data : Data Primer Diolah (Data Olahan Kuesioner) 2. Uji Reliabilitas
Setelah mendapatkan item-item pertanyaan dari kuesioner yang valid, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Uji reliabilitas bertujuan untuk mengetahui apakah alat pengumpulan data pada dasarnya menunjukkan tingkat ketepatan, keakuratan, kestabilan, atau konsistensi alat tersebut dalam mengungkapkan gejala tertentu dari sekelompok indivindu, dan hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran kembali terhadap gejala yang sama. Pengujian reliabilitas
dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunkan metode Cronbach Alpha. Sebagai bahan pertimbangan untuk melihat reliabilitas item digunakan koefisien reliabilitas adalah minimal 0,70 menurut Sekaran (1992) dalam Priyatno (2014: 66). “reabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan diatas 0,8 adalah baik”. Tampilan hasil perihtungan reliabilitas dari masing-masing variabel ditunjukkan pada tabel 4.5.
Tabel 4. 5
Uji Reliabilitas Variabel X dan Y Variabel X dan Y Koefisien
Reliabilitas / Cronbach Alpha ( ) Korelasi Pembanding Kesimpulan Pendapatan (X1) (Item 1 s/d 2) 0,761 0,70 Reliabel Pengetahuan Produk (X2) (Item 1, s/d 6) 0,861 0,70 Reliabel
Citra Perusahaan Asuransi Syariah (X3)
(Item 1 s/d 5)
0,729 0,70 Reliabel
Kesadaran Masyarakat Berasuransi Syariah (Y) (Item 1s/d 9)
0,776 0,70 Reliabel
Keterangan : ( > 0,60 (Positif), maka item Reliabel Sumber Data : Data Primer Diolah (Data Olahan Kuesioner)
Tabel 4.5 menunjukkan bahwa semua item pertanyaan atau tanggapan yang diberikan oleh responden termasuk kategori reliabel, dimana hasil uji reliabilitas yang diperolah untuk variabel pendapatan adalah sebesar 0,761, untuk variabel pengetahuan produk sebesar 0,861, untuk variabel citra perusahaan asuransi syariah adalah sebesar 0,729 dan variabel kesadaran berasuransi syariah adalah sebesar 0,776.
Semua variabel tersebut dinyatakan reliabel, karena lebih besar dari 0,6. Penjelasan tabel 4.5 diatas sebagai berikut:
Hasil perhitungan koefisien variabel Pendapatan (X1) butir 1 s/d 2 dengan
menggunakan metode Cronbach Alpha diperoleh sebesar 0,761, hasil ini menunjukkan bahwa jika alat ukur ini digunakan berulang kali diharapkan sebanyak 76,1% hasilnya akan relatif sama. Dengan nilai koefisien 0,761 dapat dikatakan bahwa item 1 s/d 2 reliabel untuk mengukur pendapatan.
Hasil perhitungan koefisien variabel Pengetahuan Produk (X2) butir 1, 2, 3, 4,
5 dan 6 dengan menggunakan metode Cronbach Alpha diperoleh sebesar 0,861, hasil ini menunjukkan bahwa jika alat ukur ini digunakan berulang kali diharapkan sebanyak 86,1% hasilnya akan relatif sama. Dengan nilai koefisien 0,861 dapat dikatakan bahwa item 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 reliabel untuk mengukur pengetahuan produk.
Hasil perhitungan koefisien variabel Citra Perusahaan Asuransi Syariah (X3) butir 1, 2, 3, 4 dan 5 dengan menggunakan metode Cronbach Alpha diperoleh sebesar 0,729, hasil ini menunjukkan bahwa jika alat ukur ini digunakan berulang kali diharapkan sebanyak 72,9% hasilnya akan relatif sama. Dengan nilai koefisien 0,729 dapat dikatakan bahwa item 1, 2, 3, 4 dan 5 reliabel untuk mengukur citra perusahaan asuransi syariah.
Hasil perhitungan koefisien variabel Kesadaran Berasuransi Syariah (Y) butir 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 dengan menggunakan metode Cronbach Alpha diperoleh sebesar 0,776, hasil ini menunjukkan bahwa jika alat ukur ini digunakan berulang kali diharapkan sebanyak 77,6% hasilnya akan relatif sama. Dengan nilai koefisien 0,776 dapat dikatakan bahwa item 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 reliabel untuk mengukur kesadaran berasuransi syariah.