• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.5. Uji Instrumen Penelitian

Uji ini dilakukan sebelum angket diberikan kepada responden. Tujuan dari pada uji instrumen adalah untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang kurang

jelas, menghilangkan kata-kata yang sulit dipahami, mempertimbangkan penambah atau pengurangan item. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya instrumen tersebut digunakan dalam pengambilan data penelitian.

3.5.1. Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan instrumen (Suharsimi, 2010:211). Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai tingkat validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah. Pengujian validitas untuk instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan bantuan SPSS 16.

Uji coba instrumen dilakukan terhadap 30 responden uji coba. Peneliti memilih jumlah 30 agar hasil uji coba mendekati normalitas. Berdasarkan hasil uji coba diperoleh hasil berikut ini:

Tabel 3.2

Hasil Uji Validitas Variabel Pengetahuan

No Item Nilai Probabilitas Nilai Sig. (2-Tailed) Keputusan

1 B-1 0.956 0.000 Valid 2 B-2 0.772 0.000 Valid 3 B-3 0.618 0.000 Valid 4 B-4 0.930 0.000 Valid 5 B-5 0.889 0.000 Valid 6 B-6 0.889 0.000 Valid 7 B-7 0.956 0.000 Valid 8 B-8 0.599 0.000 Valid 9 B-9 0.568 0.001 Valid Sumber: Lampiran 9

Berdasarkan hasil perhitungan validitas untuk uji validitas variabel pengetahuan (X1) diperoleh hasil seperti di atas yaitu menunjukan bahwa seluruh

pertanyaan dalam instrumen uji coba untuk n=30 adalah valid semua karena nilai sig. 0,000 < 0,005. Selanjutnya berdasarkan uji coba diperoleh hasil variabel keterampilan berikut ini:

Tabel 3.3

Hasil Uji Validitas Variabel Keterampilan

No Item Nilai Probabilitas Nilai Sig. (2-Tailed) Keputusan

1 B-10 0.853 0.000 Valid 2 B-11 0.766 0.000 Valid 3 B-12 0.581 0.001 Valid 4 B-13 0.865 0.000 Valid 5 B-14 0.871 0.000 Valid 6 B-15 0.896 0.000 Valid 7 B-16 0.893 0.000 Valid 8 B-17 0.623 0.000 Valid 9 B-18 0.566 0.001 Valid 10 B-19 0.831 0.000 Valid 11 B-20 0.753 0.000 Valid 12 B-21 0.805 0.000 Valid Sumber: Lampiran 9

Berdasarkan hasil perhitungan validitas untuk uji validitas variabel keterampilan (X2) diperoleh hasil seperti di atas yaitu menunjukan bahwa seluruh pertanyaan dalam instrumen uji coba untuk n=30 adalah valid semua karena nilai sig. 0,000 < 0,005. Selanjutnya berdasarkan uji coba diperoleh hasil variabel konsep diri berikut ini:

Tabel 3.4

Hasil Uji Validitas Variabel Konsep Diri

No Item Nilai Probabilitas Nilai Sig. (2-Tailed) Keputusan

1 B-22 0.742 0.000 Valid 2 B-23 0.750 0.000 Valid 3 B-24 0.710 0.000 Valid 4 B-25 0.644 0.000 Valid 5 B-26 0.694 0.000 Valid 6 B-27 0.837 0.000 Valid

No Item Nilai Probabilitas Nilai Sig. (2-Tailed) Keputusan 7 B-28 0.729 0.000 Valid 8 B-29 0.660 0.000 Valid 9 B-30 0.750 0.000 Valid 10 B-31 0.767 0.000 Valid 11 B-32 0.682 0.000 Valid Sumber: Lampiran 9

Berdasarkan hasil perhitungan validitas untuk uji validitas variabel konsep diri (X3) diperoleh hasil seperti di atas yaitu menunjukan bahwa seluruh pertanyaan dalam instrumen uji coba untuk n=30 adalah valid semua karena nilai sig. 0,000 < 0,005. Selanjutnya berdasarkan uji coba diperoleh hasil variabel karakteristik pribadi berikut ini:

Tabel 3.5

Hasil Uji Validitas Variabel Karakteristik Pribadi

No Item Nilai Probabilitas Nilai Sig. (2-Tailed) Keputusan

1 B-33 0.840 0.000 Valid 2 B-34 0.617 0.001 Valid 3 B-35 0.581 0.000 Valid 4 B-36 0.703 0.000 Valid 5 B-37 0.735 0.000 Valid 6 B-38 0.845 0.000 Valid 7 B-39 0.680 0.001 Valid 8 B-40 0.585 0.000 Valid 9 B-41 0.658 0.000 Valid 10 B-42 0.691 0.000 Valid 11 B-43 0.631 0.000 Valid Sumber: Lampiran 9

Berdasarkan hasil perhitungan validitas untuk uji validitas variabel karakteristik pribadi (X4) diperoleh hasil seperti di atas yaitu menunjukan bahwa seluruh pertanyaan dalam instrumen uji coba untuk n=30 adalah valid semua

karena nilai sig. 0,000 < 0,005. Selanjutnya berdasarkan uji coba diperoleh hasil variabel kinerja berikut ini:

Tabel 3.6

Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja

No Item Nilai Probabilitas Nilai Sig. (2-Tailed) Keputusan

1 B-44 0.693 0.000 Valid 2 B-45 0.807 0.000 Valid 3 B-46 0.715 0.000 Valid 4 B-47 0.811 0.000 Valid 5 B-48 0.574 0.001 Valid 6 B-49 0.788 0.000 Valid 7 B-50 0.804 0.000 Valid 8 B-51 0.738 0.000 Valid 9 B-52 0.587 0.001 Valid 10 B-53 0.845 0.000 Valid 11 B-54 0.823 0.000 Valid 12 B-55 0.575 0.001 Valid 13 B-56 0.648 0.000 Valid Sumber: Lampiran 9

Berdasarkan hasil perhitungan validitas untuk uji validitas variabel kinerja (Y) diperoleh hasil seperti di atas yaitu menunjukan bahwa seluruh pertanyaan dalam instrumen uji coba untuk n=30 adalah valid semua karena nilai sig. 0,000 < 0,005.

3.5.2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas (kepercayaan) menunjuk pengertian apakah sebuah instrumen dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari waktu ke waktu. Jadi kata kunci untuk syarat kualifikasi suatu instrumen pengukuran adalah konsistensi, keajegan atau tidak berubah-rubah (Sugiyono, 2010:364). Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja, dan dari data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. Teknik

reliabilitas semacam ini disebut internal consistency. Dikarenakan dalam penelitian ini jawaban dari instrumen bersifat berjenjang atau tidak bersifat dikotomi (mempunyai dua alternatif jawaban) maka digunakan teknik pengujian dengan metode Alpha Cronbach. Dalam melakukan perhitungan Alpha Cronbach, digunakan alat bantu program komputer SPSS for Windows 16.0 dengan menggunakan model Alpha. Sedangkan dalam pengambilan keputusan reliabilitas, suatu insrtumen dikatakan reliable jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,7 (Ghozali, 2001: 46).

r

11

= (

)(1 -

)

Keterangan: r11 : reabilitas instrumen k : jumlah butir

: jumlah varians butir

: varians total. (Suharsimi, 2010:239)

Berdasarkan uji coba angket kepada 30 responden diperoleh hasil uji reliabilitas seperti tercantum pada tabel berikut ini:

Tabel 3.7

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penelitian

Variabel Cronbach Alpha

Perhitungan Cronbach Alpha yang Disyaratkan Keterangan Pengetahuan 0.928 0.70 Reliable Keterampilan 0.939 0.70 Reliable

Konsep diri 0.907 0.70 Reliable

Karakteristik pribadi 0.886 0.70 Reliable

Kinerja staf 0.924 0.70 Reliable

Dari hasil perhitungan di atas terlihat bahwa hasil Alpha Cronbach. perhitungan 0.928 > Alpha Cronbach. yang disyaratkan 0.70 sehingga semua variabel hasilnya reliabel dan dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. 3.6. Metode Analisis Data

3.6.1. Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi (Sugiyono, 2012:169). Analisis ini digunakan untuk memberikan gambaran atau deskripsi empiris atas data yang dikumpulkan dalam penelitian (Ferdinand, 2011:271).

Dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif karakteristik responden, khususnya mengenai variabel-variabel penelitian yang digunakan. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis indeks, untuk menggambarkan persepsi responden atas item-item pertanyaan yang diajukan. Teknik scoring yang dilakukan dalam penelitian adalah minimum 1 dan maksimum 4. Maka perhitungan indeks jawaban responden dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan:

F1 adalah frekuensi responden yang menjawab 1 F2 adalah frekuensi responden yang menjawab 2 F3 adalah frekuensi responden yang menjawab 3 F4 adalah frekuensi responden yang menjawab 4

Oleh karena itu, angka jawaban responden tidak berangkat dari angka 0, tetapi dimulai dari angka 1 hingga 10, maka angka yang dihasilkan akan berangkat dari angka 10 hingga 100 dengan rentang sebesar 90, tanpa angka 0. Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (Three-box Method), maka rentang sebesar 90 dibagi tiga akan menghasilkan rentang sebesar 30 yang akan digunakan sebagai dasar interpretasi nilai indeks, yang dalam contoh ini adalah sebagai berikut:

10,00 - 40 = Rendah 40,01 - 70 = Sedang

70,01 - 100 = Tinggi (Ferdinand, 201:323) 3.6.2. Uji Penyimpangan Asumsi Klasik

Uji ini dilakukan untuk mengetahui bahwa data yang diolah adalah sah (tidak terdapat penyimpangan) maka data tersebut akan diisi melalui uji asumsi klasik, yaitu:

Dokumen terkait