4.5 Analisis Regresi Linear Berganda
4.5.3 Uji Koefisien Determinasi (R 2 )
Pengujian koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R2 ≥ 1). Jika R2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan demikian sebaliknya.
Tabel 4.19
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,789a ,622 ,607 1,72606
a. Predictors: (Constant), ketersediaan_informasi, kepribadian, motivasi b. Dependent Variable: keberhasilan_usaha
Sumber : Hasil Pengolahan SPSS (2016)
Berdasarkan Tabel 4. 19 dapat dilihat bahwa:
1. R = 0,789 berarti hubungan antara variabel motivasi (X1), kepribadian (X2), dan ketersediaan informasi (X3) terhadap keberhasilan usaha (Y) sebesar 78,9%. Artinya hubungannya kuat.
2. Nilai R Square sebesar 0,622 berarti 62,2% variabel keberhasilan usaha (Y) dapat dijelaskan oleh variabel motivasi (X1), dan
kepribadian (X2), dan ketersediaan informasi (X3). Sedangkan sisanya 37,8% dapat dijelaskan oleh variabel – variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
3. Standard Error of Estimated (Standar Deviasi) artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Dalam penelitian ini standar deviasinya sebesar 1,72606. Semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik.
4.6Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, kepribadian, dan ketersediaan informasi terhadap keberhasilan usaha pada toko grosir di Jalan Palangkaraya Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi (X1), kepribadian (X2), dan ketersediaan informasi (X3) secara serentak mempengaruhi keberhasilan usaha (Y). Hal ini dapat dilihat dari hasil uji F, Fhitung > Ftabel yaitu 40, 582 > 2,728 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Berdasarkan uji t dapat disimpulkan pula bahwa motivasi (X1), kepribadian (X2), dan ketersediaan informasi (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha (Y). Koefisien Determinasi (R2) diperoleh dari nilai Adjusted R Square sebesar 0,607 berarti 60,7% keberhasilan usaha dipengruhi cukup erat oleh motivasi, kepribadian, dan ketersediaan informasi sedangkan 39,3% lagi sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian dalam model penelitian ini.
Berdasarkan Tabel 4.18, koefisien nilai thitung adalah 4,132 dengan tingkat signifikansi 0,000, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima karena thitung > ttabel ( 4, 132 > 1,992 ). Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas motivasi (X1) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha (Y) sebagai variabel terikat.
Pada pernyataan pertama variabel motivasi yang dapat dilihat pada tabel 4.10 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (93,6%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha memiliki harapan untuk jangka panjang yang lebih cerah dari hasil usaha toko grosir ini. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
Pada pernyataan kedua variabel motivasi yang dapat dilihat pada tabel 4.10 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (62,8%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha mendapatkan penghasilan yang cukup baik dalam usaha toko grosir ini. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
Pada pernyataan ketiga variabel motivasi yang dapat dilihat pada tabel 4.10 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (48,7%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha mempunyai kepercayaan bahwa usaha toko grosir ini akan berhasil. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
Pada pernyataan keempat variabel motivasi yang dapat dilihat pada tabel 4.10 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (47,4%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha mampu bersaing dengan sesama pedagang disekitarnya. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
2. Pengaruh Kepribadian terhadap keberhasilan Usaha
Berdasarkan Tabel 4.18, koefisien nilai thitung adalah 2, 639 dengan tingkat signifikansi 0,010, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima karena thitung > ttabel ( 2, 639 > 1,992 ). Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas kepribadian (X2) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha (Y) sebagai variabel terikat.
Pada pernyataan pertama variabel kepribadian yang dapat dilihat pada tabel 4.11 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (79,5%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha akan melakukan dengan baik tugas sesulit apapun yang berhubungan dengan pekerjaan. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
Pada pernyataan kedua variabel kepribadian yang dapat dilihat pada tabel 4.11 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (48,7%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha akan menyanggupi setiap pekerjaan yang
diberikan kepadanya. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
Pada pernyataan ketiga variabel kepribadian yang dapat dilihat pada tabel 4.11 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (59,0%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha memiliki keterampilan kepemimpin yang diperlukan untuk menjadi wirausaha. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
Pada pernyataan keempat variabel motivasi yang dapat dilihat pada tabel 4.11 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (55,1%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha memiliki kematangan secara mental untuk menjadi seorang wirausaha. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
3. Pengaruh Ketersediaan informasi terhadap keberhasilan Usaha
Berdasarkan Tabel 4.18, koefisien nilai thitung adalah 3, 278 dengan tingkat signifikansi 0,002, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima karena thitung > ttabel ( 3,278 > 1,992 ). Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas kepribadian (X3) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha (Y) sebagai variabel terikat.
Pada pernyataan pertama variabel ketersediaan informasi yang dapat dilihat pada tabel 4.12 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (87,2%%). Artinya hampir
keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha mempunyai jaringan sosial yang baik untuk dapat digunakan ketika menjalankan usaha. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
Pada pernyataan kedua variabel ketersediaan informasi yang dapat dilihat pada tabel 4.12 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (55,1%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha mempunyai akses informasi terbaru dalam usahanya. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
Pada pernyataan ketiga variabel ketersediaan informasi yang dapat dilihat pada tabel 4.12 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (57,7%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha mendapat informasi kewirausahaan dengan mengikuti beberapa pelatihan kewirausahaan. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
Pada pernyataan keempat variabel kepribadian yang dapat dilihat pada tabel 4.12 menunjukkan bahwa distribusi jawaban responden didominasi oleh pernyataan sangat setuju (59,0%). Artinya hampir keseluruhan responden sangat setuju bahwa para pengusaha mempunyai teman – teman yang tergabung dalam grop sekaligus menjadi distributor dalam berwirausaha. Hal ini dapat dilihat dari persentase jumlah pengusaha yang memilih sangat setuju.
4. Pengaruh Motivasi, Kepribadian, dan Ketersediaan Informasi terhadap Keberhasilan Usaha
Berdasarkan Tabel 4.19 Uji Koefisien Determinasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, kepribadian, dan ketersediaan informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha. Hasil penelitian ini juga menunjukkan hubungan atau keterkaitan (R) antara motivasi, kepribadian, dan ketersediaan informasi terhadap keberhasilan usaha sebesar 7,89%. Nilai keterkaitan (R) antar variabel ini terhadap keberhasilan usaha terbilang cukup erat. Sehingga untuk meningkatkan keberhasilan usaha, motivasi, kepribadian, dan ketersediaan informasi perlu untuk dimiliki oleh wirausaha.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN