1. Studi Pustaka (dengan buku, jurnal, dan internet)
4.5 Analisis Regresi Linier Berganda
4.5.1 Hasil Uji Hipotesis Penelitian .1 Uji statistik t
4.5.1.3 Uji Koefisien
Besarnya pengaruh luas lahan, modal, dan tenaga kerja terhadap produksi tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat diketahui dari koefisien deteminasi sebagai berikut:
Tabel 4.16
Hasil Uji Koefisien Determinasi ( )
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .886a .786 .772 .396
a. Predictors: (Constant), jumlah tenaga kerja, luas lahan, jumlah modal b. Dependent Variable: jumlah produksi
Sumber : Diolah Dari Kuesioner
Berdasarkan tabel 4.16, diperoleh sebesar 0,786 berati data tersebut menunjukkan bahwa variasi persentase total dalam variabel Y (produksi) tebu yang dijelaskan oleh variabel X (luas lahan, modal, dan tenaga kerja) secara bersama-sama sebesar 78,6 %, sisanya sebesar 21,4 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
4.6 Pembahasan
Hasil analisis regresi berganda diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 0,143+ 0,428 X1 + 0,285 X2 + 0,217X3 + e
Melihat koefiesien regresi variabel luas lahan (X1) sebesar 0,143 dan bertanda positif berarti variabel ini mempunyai pengaruh yang searah dengan variabel produksi, untuk variabel modal (X2) koefisien regresi 0,285 dan bertanda positif berarti variabel ini mempunyai pengaruh yang searah dengan produksi.
Untuk variabel tenaga kerja (X3) koefisien regresi sebesar 0,217 dan bertanda positif berarti variabel ini mempunyai pengaruh yang searah dengan produksi.
Untuk pengujian secara bersama-sama (Uji F) luas lahan, modal dan tenaga kerja
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi tanaman tebu dengan nilai sebesar 56,211 yang memperoleh nilai signifikan 0,000.
Variabel luas lahan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi petani tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat karena nilai probabilitasnya (0,038< 0,05) dengan hasil uji t sebesar (2,133 > 1,676). Hal ini sesuai dengan penelitian Mubyarto(1989), lahan sebagai salah satu factor produksi yang merupakan pabriknya hasil pertanian yang mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap usahatani. Besar kecilnya produksi dari usahatani antara lain dipengaruhi oleh luas sempitnya lahan yang digunakan.
Variabel modal secara parsial berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap produksi tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, ini dibuktikan dari hasil uji t sebesar (1,286 < 1,672) dengan nilai probabilitas (0,205 > 0,05).
Pada penelitian ini terhadap jumlah produksi tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal tidak berpengaruh terhadap produksi tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, hal ini disebabkan saat ini proses produksi tidak mutlak tergantung pada jumlah modal.Dalam hal ini penggunaan faktor modal tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi tebu, artinya bahwa dengan penggunaan jumlah modal yang banyak maupun sedikit hasilnya bisa seimbang. Pada luas lahan 1 Ha hasil produksinya pun akan sama. Data empiris penelitian ini menunjukkan bahwa rata penggunaan modal berkisar antara Rp.10.000.000 – 15.000.000 dengan rata-rata luas lahan sebesar 1 Ha. Kekurangan modal bisa menyebabkan kurangnya
masukan yang diberikan pada proses pertanian sehingga menimbulkan resiko kegagalan atau rendahnya hasil yang diterima.
Variabel tenaga kerja secara parsial berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap produksi tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, hal ini dibuktikan dari hasil uji t sebesar (1,603 < 1,672) dengan nilai probabilitas 0,116 >0,05. Untuk itu, dalam penelitian ini penggunaan faktor tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksi tebu, bahwa dengan penggunaan jumlah tenaga kerja yang banyak maupun sedikit pada luas lahan 1 Ha hasil produksinya pun akan sama. Data empiris dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan tenaga kerja berkisar 6 - 8 orang saja.
Disamping itu tingkat usia tenaga kerja itu sendiri relatif sudah tua-tua dan tingkat pendidikan yang rendah sehingga penggunaan faktor tenaga kerja tidak berpengaruh besar, dan apabila penggunaan jumlah tenaga kerja berkurang maka tidak akan berpengaruh terhadap tingkat produksi tebu. Hal ini sesuai dengan penelitian Besse Ani Kasturi (2012) yang menyatakan bahwa banyak ataupun sedikitnya tenaga kerja yang dipekerjakan pada lahan pertanian tidak menjadikan patokan untuk peningkatan produksi padi yang dihasilkan, melainkan mengutamakan keahlian dan keuletan, keuletan para tenaga kerja. Bisa saja lahan yang luas dikerjakan oleh sedikit tenaga kerja tapi mereka memiliki kemampuan yang lebih sehinga dapat mengefisienkan waktu produksi dan dapat pula meningkatkan hasil produksi padi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada variabel luas lahan, modal, dan tenaga kerja terhadap produksi tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Variabel luas lahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.
2. Variabel modal berpengaruh positif namun tidak signifikan mempengaruhi produksi tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.
3. Variabel tenaga kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan mempengaruhi produksi tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil, pembahasan dan simpulan yang telah dijelaskan, saran yang dapat diajukan sebagai masukan dalam peningkatan dan pengembangan tebu di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat adalah :
1. Sebaiknya, perluasan lahan perlu diperhatikan oleh pemerintah setempat agar jumlah produksi tebu dapat meningkat dan dapat mengurangi impor gula dari negara lain.
2. Sebaiknya, angka modal harus diperhatikan juga agar ketika modal bertambah makan jumlah produksi juga akan meningkat. Perlu adanya perhatian dari pemerintah setempat dan petani itu sendiri akan kesadarannya menambah jumlah modal tersebut.
3. Sebaiknya, jumlah tenaga kerja menjadi patokan dalam peningkatan produksi tebu. Dengan melakukan pelatihan tenaga kerja hal ini dapat membantu dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia. Ini juga berpengaruh terhadap jumlah produksi tebu.
Assauri, Sofyan. 1998. Manajemen Produksi dan Operasi. Penerbit FE-UI.
Jakarta
Candia, Derry, Irham dan Jangkung. 2015.Analisis Produksi Tebu dan Gula di PT.Perkebunan Nusantara VII (PERSERO). Fakultas Pertanian.
Universitas Gadjah Mada
Direktorat Jendral Perkebunan. 2017. Statistik Tebu Indonesia
Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara. 2008. Teknologi Peningkatan Produktivitas Tebu Rakyat dan Pengenalan Varietas Unggul diSumatera Utara. Medan.
Hayami, et all. 1987. Agricultural Marketing and Processing in Upland Java : A Prospectif from a Sunda Village, Bogor.
Henny, Logamarta. 1999.Analisis Usahatani Tebu Laban Kering Serta Analisis Nilai Tambah dan Titik Impas Pabrik Gula. Institut Pertanian Bogor.
Indrawanto C, Purwono, Siswanto, Syakir M, Rumini W. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Tebu. Jakarta: ESKA Media.
Komuditas unggulan hasil perkebunan Indonesia. (diakses pada tanggal Desember 2018). Diperoleh dari: www.agroindustri.id
Pawirosemadi M. 2011. Dasar-dasar Teknologi Budidaya Tebu dan Pengolahan Hasilnya. Sujanto S, editor. Malang (ID): IKIP Malang
Pendahuluan. Diperoleh dari : http://digilib.unila.ac.id
Pertanian dan perkebunan di Indonesia. (diakses pada Desember 2018).
Diperoleh dari : https://id.wikipedia.org/wiki/
Rachbini, D.J, dkk. 2011. Strategi Percepatan dan Perluasan Agroindustri.
Kementrian Perindustrian Republik Indonesia.
Repository USU
Ruri, Uthami. 2011. Analisis Nilai Tambah Tebu Di Pabrik Gula Sei Semayang PT.
Perkebunan Nusantara II. Skripsi: Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. USU. Medan.
Soekartawi. 1999. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Sudiyono, A. 2004. Pemasaran Pertanian.UMM Press, Malang.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutardjo. 1996. Budidaya Tanaman Tebu. Bumi Aksara. Jakarta.
Tjokroadikoesoerno dan Baktir, 1984. Ekstrasi Nira Tebu.YPI Sekolah Tinggi Teknologi Industri. Surabaya.
Wahyudi, Prasetyo.2010.Analisis Break Even Point (BEP) Pada Industri Pengolahan Tebu Di Pabrik Gula (PG) Mojo Sragen. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Wijayanti, W. A. 2008. Pengelolaan Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) di Pabrik Gula Tjoekir Ptpn X Jombang Jawa Timur.Bogor : Institut Pertanian Bogor.
57
LAMPIRAN 1 KUESIONER
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TEBU RAKYAT INTENSIFIKASI
(Studi Kasus Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat) Dengan hormat,
Bersama ini, saya yang bertandatangan di bawah ini : Nama : Savira Claudia
NIM : 150501129
Jurusan : Ekonomi Pembangunan Konsentrasi Pertanian
Adalah mahasiswi program studi S-1 Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara sedang mengadakan penelitian dengan judul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Tebu Rakyat Intensifikasi di Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat. ”. Untuk maksud tersebut, saya mohon kepada
bapak/ibu , saudara/i untuk mengisi kuesioner ini dengan jujur, lengkap dan tanpa dipengaruhi oleh pihak lain. Kuesioner ini, nantinya akan saya pergunakan untuk keperluan ilmiah, dan saya berjanji untuk menjaga kerahasiaan data ini. Atas kerjasama dan bantuan serta waktu yang bapak/ibu, saudara/i berikan , saya ucapkan terimakasih.
Hormat Saya,
Savira Claudia NIM : 150501129