• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Kualitas Data

Dalam dokumen SKRIPSI NUR HASNI (Halaman 42-73)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Hasil Penelitian

2. Uji Kualitas Data

a. Uji Validitas dan Uji Realibilitas

Uji Validitas menurut Umar (2011) digunakan untuk mengetahui skor masing-masing pertanyaan dengan skor total yang diperoleh dari penjumlahan semua skor butir pertanyaan pada kuesioner yang diganti karena tidak relevan. Butir dikatakan sahih atau valid jika rhitung > rtabel.

Uji Realibilitas menurut Umar (2011) digunakan untuk menetapkan apakah instrumen dalam hal ini kuesioner dapat digunakan satu kali, paling tidak oleh responden yang sama. Uji Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan cronbach Alpha, dimana suatu instrument dapat dinyatakan handal (Reliable) bila ɑ > 0,40.

3. Uji Asumsi Klasik

Uji normalitas dilakukan dengan metode kolmogorov sminov dengan melihat nilai signifikansi pada 0,05. Jika nilai signifikansi yang dihasilkan ≥ 0,05 maka data berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinieritas

Untuk menguji adanya multikolinieritas dapat dilihat melalui nilai variance inflantion factor (VIF) dan tolerance. Jika VIF < 10 dan tolerance > 0,1 maka tidak terjadi multikolinieritas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Dalam uji ini, apabila hasil sig > 0,05 maka tidak terdapat gejala heterokedastisitas, model yang bai adalah tidak terjadi heterokedastisitas.

4. Analisis Regresi Linier Berganda

Penelitian membahas tentang pengaruh partisipasi anggaran, informasi asimetri dan penekanan anggaran terhadap senjangan anggaran pada pemerintah kabupaten gowa sehingga model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda yang hubungan secara linear antar tiga variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y), Analisis ini untuk mengetahui adakah hubungan dan pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen.

Persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = a+ b1x1+ b2x2+ b3x3

Y : senjangan anggaran x1 : partisipasi anggaran x2 : informasi asimetri x3 : penekanan anggaran

a : konstanta b : koefisien regresi a. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi adalah antar nol atau koefisien determinasi (R2) adalah sebuah koefisien yang menunjukan semua presentase semua pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Presentase menunjukkan seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai koefisien yang kecil berarti variabel independen menjelaskan variabel dependen sangat terbatas.

Sebaliknya, semakin besar koefisien determinasi maka akan semakin baik variabel independen menjelaskan variabel dependen. Dengan demikian persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasi nilai variabel dependen

5. Pengujian Hipotesis

a. Pengujian simultan (Uji F)

Uji f digunakan untuk menguji tingkat signifikansi koefisien regresi variabel independen secara serempak terhadap variabel dependen. Adapun langkah-langkah uji f adalah sebagai berikut :

1) Hipotesis

Ho1 = partisipasi anggaran, informasi asimetri dan penekanan anggaran secara serempak tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap senjangan anggaran.

Ha1 = partisipasi anggaran, informasi asimetri dan penekanan anggaran secara serempak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap senjangan anggaran.

2) Kriteria pengujian

Jika probabilitas > 0,05 maka Ha ditolak Jika probabilitas < 0,05 maka Ha diterima b. Pengujian Parsial (Uji t)

Dalam penelitian akan menggunakan uji parsial (uji t) untuk menguji hipotesis untuk mengetahui perbandingan antar kedua variabel tersebut. Uji t dilakukan untuk membandingkan t

hitung >

t

tabel

pada tingkat signifikan 5%. Jika thitung > ttabel maka variabel bebas dapat menerangkan terikatnya. Artinya ada pengaruh antar variabel bebas dengan variabel terikat.

1) Jika thitung

<

ttabel dikatakan tidak signifikan, dan hipotesis penelitian ditolak (H0 diterima, Ha ditolak).

2) Jika thitung > ttabel dikatakan signifikan, dengan hipotesis diterima (H0 ditolak, Ha diterima).

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan/Lembaga

BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) merupakan lembaga teknis daerah dibidang penelitian dan perencanaan pembangunan daerah yang dipimpin oleh seorang kepala badan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Badan ini mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dibidang penelitian dan perencanaan pembangunan daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dibentuk berdasarkan pertimbangan :

1. Bahwa dalam rangka usaha peningkatan keserasian pembangunan di

daerah diperlukan adanya peningkatan keselarasan antara pembangunan sektoral dan pembangunan daerah.

2. Bahwa dalam rangka usaha menjamin laju perkembangan, keseimbangan

dan kesinambungan pembangunan didaerah, diperlukan perencanaan yang lebih menyeluruh, terarah dan terpadu.

Bertitik tolak pada pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, maka dikeluarkanlah Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 1980. Tentang Pembentukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, yang kemudian ditindak lanjuti dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 185 Tahun 1980, tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tingkat II.

Pembangunan Kabupaten Gowa lima sampai dua puluh tahun kedepan diarahkan kepada perwujudan Kbabupaten Gowa sebagai daerah yang handal dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan. Hal tersebut merupakan sebuah pilihan yang telah menjadi komitmen bersama, sehingga dalam pencapaiannya harus dilakukan secara bersama-sama antara berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Untuk mencapai harapan dimaksud, proses pembangunan daerah harus dilaksanakan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, monitoring dan evaluasinya sampai dengan tahap pemanfaatan dan pemeliharaan hasil-hasilnya.

B. Visi dan Misi Organisasi

1. Visi :

Bappeda menjadi rujukan perencanaan pembangunan daerah 2. Misi :

A. Meningkatkan kualitas penyusunan perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah

B. Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan ekonomi yang berbasis pada potensi unggulan daerah

C. Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan manusia dan pemerintahan

D. Meningkatnya kualitas perencanaan bidang Sumber Daya Alam (SDA), Infrastruktur dan Kewilayahan

E. Meningkatnya kapasitas aparatur perencana dan pelayanan administrasi perkantoran.

1. Struktur Organisasi

Gambar 4.1 2. Job Description

A. Kepala Bappeda

1) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Badan, Mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah.

3) Menyusun Rencana Strategis dan Rencana Anggaran Bappeda. 4) Mengkoordinasikan Rencana Strategis dan Rencana Anggaran

Satuan Kerja dengan Instansi / Unit Kerja terkait.

5) Mengarahkan dan menetapkan kebijakan yang sesuai dengan tugas dan fungsi Bappeda.

B. Sekretaris

1) Melaksanakan urusan umum dan ketatalaksanaan bidang kepegawaian, keuangan serta perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

2) Menyusun Rencana Kerja Sekretariat.

3) Mengkoordinasikan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Satuan Kerja dengan Kepala Badan serta para Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Daerah

C. Subag Perencanaan dan Keuangan

1) Mempelajari dan memahami Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya untuk menunjang pelaksanaan tugas

2) Menyusun Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Satuan Kerja 3) Membina dan mengkoordinir tugas-tugas kerja di lingkup sub

bagiannya

4) Membantu sekretaris dalam rangka Menghimpun dan merumuskan Penetapan Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah D. Subag. Umum Kepegawaian

1) Menyiapkan dan merumuskan rancangan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Satuan Kerja

2) Mengkoordinasikan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Anggaran Sub Bagian dengan Sekretaris dan Kepala Sub Bagian Perencana dan Kepala Sub Bagian KeuanganMemberikan saran dan pertimbangan kepada Sekretaris Badan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya

3) Membantu Kepala Badan dalam Pembinaan dan pengembangan pegawai dilingkup Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

E. Bidang Perekonomian, SDA, Infrastruktur dan Kewilayahan

1) Penyelenggaraan dan Pengkoordinasian Perencanaan Pembangunan di bidang Bidang Perekonomian, SDA, Infrastruktur dan Kewilayahan

2) Membantu Kepala Badan dalam pembinaan dan pengembangan pegawai di lingkup Bidang Prasarana Wilayah dan SDA

3) Mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi data dan informasi, menginventarisasi permasalahan permasalahan serta merumuskan pemecahan permasalahan yang berhubungan dengan tugas-tugas Perencanaan Pembangunan Bidang Prasarana Wilayah dan SDA 4) Menyelenggarakan Penyusunan Laporan Akuntabilitas Bidang dalam

rangka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Prencanaan Pembangunan Daerah

F. Sub Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan

1) Mempelajari dan memahami Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya untuk menunjang pelaksanaan tugas

2) Mengkaji Program Kerja Sub Bidang Prasarana Wilayah berdasarkan Program Kerja Bidang dan Rencana Kerja Badan

3) Mengkoordinasikan dan mengontrol pelaksanaan Program Kerja dalam lingkup Sub Bidang Prasarana Wilayah

4) Mengkoordinasikan pelaksanaan Program Kerja dengan Sub Bidang yang lain atau Instansi / Unit Kerja terkait

5) Membantu kepala Bidang dalam menyusun laporan Sub Bidang secara berkala

6) Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

G. Sub Bidang SDA dan LH

1) Mempelajari dan memahami Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya untuk menunjang pelaksanaan tugas

2) Mengkaji program Kerja Sub Bidang SDA, dan LH berdasarkan Program Kerja Bidang dan Rencana Kerja Badan

3) Mengkoordinasikan dan mengontrol pelaksanaan Program Kerja dalam lingkup Sub Bidang

4) Membantu Kepala Badan dalam pembinaan dan pengembangan pegawai di lingkup Sub Bidang SDA dan LH

5) Menganalisis kebijakan perencanaan pembangunan bidang SDA dan LH sertamenyiapkan perumusan kebijakan dan penerapannya didaerah

H. Sub Bidang Ekonomi

1) Merumuskan kebijakan teknis, memberikan dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah, membina, mengkoordinasikan dan melaksanakan program dan kegiatan di bidang ekonomi

2) Mempelajari dan memahami Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya untuk menunjang pelaksanaan tugas

3) Mengkaji program Kerja Bidang berdasarkan Rencana Kerja Bidang Ekonomi

4) Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan Program Kerja dengan Sekretariat, Bidang yang lain dan Instansi / Unit Kerja terkait 5) Membantu Kepala Badan dalam pembinaan dan pengembangan

pegawai di lingkup Bidang

I. Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia

1) Mempelajari dan memahami Peraturan Perundang- undangan dan ketentuan lainnya untuk menunjang pelaksanaan tugas

2) Mengkaji Program Kerja Bidang berdasarkan Rencana Kerja Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan

3) Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan program Kerja dengan Sekretariat, Bidang yang lain dan Instansi / Unit Kerja terkait 4) Mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan serta

program kerja Bidang dan Sub Bidang sesuai dengan tugas masing-masing

J. Sub Bidang Sosial

1) Membantu Kepala Badan dalam pembinaan dan pengembangan pegawai di lingkup Bidang

2) Mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan kegiatan kepada Sub Bidang sesuai dengan tugas

3) Menyiapkan bahan pelaksanaan koordinasi instansi vertikal dan perangkat daerah lainnya dengan Badan

4) Mengkoordinir penyiapan bahan perumusan kebijakan dan penyelenggaraan pengkajian serta pengolahan data dan informasi perencanaan pembangunan Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan

K. Sub Bidang Pemerintahan

1) Mengkoordinir penyiapan, menyusun konsep /naskah dinas, menandatangani dan atau memaraf Naskah Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya

2) Membuat pengawasan pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Bidang 3) Mengevaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran

Satuan Kerja Bidang

4) Menyelenggarakan Penyusunan Laporan Akuntabilitas Bidang dalam rangka Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

L. Sub Bidang Hukum, Organisasi dan SDM

1) Mempersiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis, membina, mengkoordinasikan dan melaksanakan program dan kegiatan di bidang Hukum, Organisasi dan SDM

2) Mengkaji program Kerja Sub Bidang Pemerintahan, Pendidikan dan Mental Spritual, berdasarkan Program Kerja Bidang dan Rencana Kerja Anggaran

3) Mengkoordinasikan dan mengontrol pelaksanaan Program Kerja dalam Lingkup Sub Bidang Pemerintahan, Pendidikan dan Mental Spritual

4) Mengkoordinasikan pelaksanaan Program Kerja dengan Sub Bidang yang lain atau Instansi / Unit Kerja terkait

M. Bidang Perencanaan, Pengendalian dan EvaluasiPembangunan Daerah 1) Menghimpun serta mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berhubungan dengan tugas-tugas Sub Bidang Pemerintahan, Pendidikan dan Mental Spritual

2) Menyiapkan bahan pelaksanaan koordinasi instansi vertikal dengan perangkat daerah khususnya yang berkaitan dengan Perencanaan Pembangunan sektor Pemerintahan, Pendidikan dan ,Mental Spritual 3) Melakukan pengawasan pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Sub

Bidang

4) Mengevaluasi pelaksanaan Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Satuan Kerja Sub Bidang secara berkala

N. Sub Bidang Perencanaan Makro

1) Merumuskan kebijakan teknis, memberikan dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah, membina, mengkoordinasikan dan melaksanakan program dan kegiatan di bidang Penelitian, Pengembangan, Monitoring dan Evaluasi

2) Menyusun program kerja bidang berdasarkan rencana kerja badan 3) Mengkoordinasikan pelaksanaan rencana kerja dalam lingkup bidang O. Sub Bidang Perencanaan Makro

1) Menyiapkan bahan pelaksanaan koordinasi instansi vertikal dan perangkat daerah lainnya

2) Menghimpun, mengklasifikasi dan menyusun data statistik sebagai bahan Perencanaan Pembangunan Daerah

3) Membantu kepala Badan dalam menyusun laporan secara berkala terhadap pelaksanaan kegiatan Bidang.

P. Sub Bidang Data dan Evaluasi

1) Mempelajari dan memahami Peraturan Perundang-undangan dan ketentuan lainnya untuk menunjang pelaksanaan tugas

2) Mendistribusikan tugas dan memberi petunjuk pelaksanaan kegiatan kepada bawahan sesuai dengan tugas Sub Bidang

3) Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas kepada atasan secara berkala.

D. Hasil Penelitian

1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif adalah analisis yang dilakukan untuk menilai karakteristik dari sebuah data.

a. Karakteristik Responden

Karakteristik responden adalah menguraikan atau memberikan gambaran mengenai identitas responden dalam penelitian ini, sebab dengan menguraikan identitas responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini maka akan dapat diketahui sejauh mana identitas responden dalam penelitian ini. Dalam pengelolaan indentitas responden tersebut dengan menggunakan spss 24 dengan teknis analisis data berikut :

1) Tingkat Usia

Tabel 4.1

UMUR

Sumber : hasil olah data SPSS 24

Berdasarkan tabel 4 diatas dapat diketahui bahwa untuk umur responden yang terbanyak adalah 35-39 tahun yaitu sebanyak 9 orang atau 30%. Urutan kedua diikuti dengan usia responden 40-44 tahun sebanyak 7 orang atau 23,3%. Urutan ketiga adalah 45-49 tahun sebanyak 6 orang atau 20%. Urutan paling terakhir adalah umur > 55 tahun sebanyak 1 orang atau 3,3% jumlah yang sedikit ini dikarenakan pada usia tersebut seorang pegawai telah mempersiapkan diri untuk memasuki masa pensiun.

frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Vallid 30-34th 4 13,3 13,3 13,3 35-39th 9 30,0 30,0 43,3 40-44th 7 23,3 23,3 66,7 45-49th 6 20,0 20,0 86,7 50-54th 3 10,0 10,0 96,7 55-59th 1 3,3 3,3 100,0 Total 30 100,0 100,0

2) Jenis Kelamin

Tabel 4.2

JENIS KELAMIN

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Pria 12 40,0 40,0 40,0

W 18 60,0 60,0 100,0

Total 30 100,0 100,0

Sumber : hasil olah data SPSS 24

Sebagian responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 18 orang (60%), sedangkan responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 12 orang (40%). Hal ini dapat dikatakan bahwa jenis kelamin pegawai yang memiliki partisipasi dalam penyusunan anggaran di dominasi oleh perempuan yaitu sebanyak 18 orang (total 60% dari jumlah responden). 3) Pendidikan Terakhir

Tabel 4.3

PENDIDIKAN

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid s1 24 80,0 80,0 80,0

s2 6 20,0 20,0 100,0

Total 30 100,0 100,0

Sumber : hasil olah data SPSS 24

Berdasarkan hasil analisis data, tingkat pendidikan dengan kategori strata 1 ( S1 )sebanyak 24 orang atau sebesar 80% dan yang berpendidikan strata 2 (S2) sebanyak 6 orang atau sebesar 20%. Hal ini dapat dikatakan bahwa pegawai yang berpartisipasi dalam penyusunan anggaran pada Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Gowa di dominasi oleh pegawai yang berpendidikan S1 sebanyak 24 orang (total 80% dari jumlah responden).

4) Jabatan

Tabel 4.4

JABATAN

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid kabid 9 30,0 30,0 30,0 kasib 1 3,3 3,3 33,3 kasubid 4 13,3 13,3 46,7 kasubit 1 3,3 3,3 50,0 kepala seksi 1 3,3 3,3 53,3 staf 14 46,7 46,7 100,0 Total 30 100,0 100,0

Berdasarkan tabel tersebut responden paling yaitu staf sebanyak 14 orang atau sebesar 46,7%. Jabatan responden tersebut berbeda-beda dalam bidang tempat bekerja, namun posisi responden sebagai staf berhubungan langsung dalam proses penyusunan anggaran.

b. Analisis jawaban responden

Untuk menganalisis jawaban responden tentang variabel senjangan anggaran, partisipasi anggaran, informasi asimetri dan penekanan anggaran, peneliti menggunakan 5 skala likert untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dengan variabel dependen maupun variabel independen dalam kuisioner, yaitu:

1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju

3 = ragu-ragu 4 = setuju

5 = sangat setuju 1. Partisipasi anggaran (x1)

Partisipasi anggaran melibatkan semua tingkatan manajemen untuk mengembangkan rencana anggaran.

Tabel 4.5 Variabel x1 Item STS (%) TS (%) RR (%) S (%) SS (%) Total (%) 1 0 40,0 10,0 40,0 10,0 100 2 0 43,3 3,3 43,3 10,0 100 3 0 30,0 16,7 40,0 13,3 100 4 3,3 50,0 33,3 10,0 3,3 100 5 0 36,7 13,3 40,0 10,0 100 6 3,3 43,3 16,7 36,7 0 100 Rata-rata 1,1 35,25 15,25 35 20,5 100

Sumber : hasil olah data SPSS 24

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa bawahan cenderung berpartisipasi dalam proses penyusunan anggaran. Hal ini dapat ditunjukkan dari jawaban responden atas pertanyaan yang diajukan. Item pertanyaan yang paling banyak respondennya dapat dilihat dari tabel diatas dengan rata-rata sebesar 35%. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari responden setuju atas adanya partisipasi anggaran dalam proses penyusunan anggaran.

2. Informasi asimetri (x2)

Informasi asimetri merupakan adanya ketidak seimbangan informasi yang di dapat antara kedua belah pihak, sehingga satu pihak memiliki informasi yang lebih dibandingkan dengan pihak lainnya. Tabel 4.6 Variabel x2 Item STS (%) TS (%) RR (%) S (%) SS (%) Total (%) 1 16,7 43,3 33,3 6,7 0 100 2 10,0 50,0 33,3 6,7 0 100 3 6,7 36,7 26,7 30,0 0 100 4 6,7 50,0 23,3 20,0 0 100 5 10,0 50,0 26,7 13,3 0 100 6 6,7 16,7 36,7 40,0 0 100 Rata-rata 9,46 41,11 30 19,45 0 100

Sumber : Hasil olah data SPSS 24

Dari tabel di atas, untuk variabel informasi asimetri jawaban responden atas pertanyaan yang diajukan menunjukkan bahwa adanya informasi asimetri yang terjadi antara atasan dan bawahan. Hal ini dapat dilihat dari tabel tersebut responden yang paling banyak dapat dilihat dari rata-rata 41%. Berdasarkan uraian di

atas, maka dapat dikatakan bahwa adanya informasi asimetri antara atasan dan bawahan. Dimana bawahan memiliki informasi yang lebih baik terkait dengan sumber daya yang dibutuhkan.

3. Penekanan anggaran (x3)

Penekanan anggaran adalah kondisi bilamana anggaran dijadikan faktor yang paling dominan dalam pengukuran kinerja bawahan pada suatu organisasi.

Tabel 4.7

Variabel x3

Sumber : Hasil olah data Spss 24

Penekanan anggaran berarti adanya tekanan yang dirasakan responden atas target anggaran yang ditetapkan, dimana target

Item STS (%) TS (%) RR (%) S (%) SS (%) Total (%) 1 6,7 16,7 23,3 50,0 3,3 100 2 10,0 20,0 13,3 50,0 6,7 100 3 10,0 13,3 33,3 36,7 6,7 100 4 10,0 10,0 16,7 63,3 0 100 5 0 16,7 23,3 53,3 6,7 100 6 6,7 26,7 26,7 40,0 0 100 Rata-rata 7,23 17,23 22,76 48,91 3,9 100

anggaran tersebut dijadikan tolok ukur atas kinerja bawahan. Sehingga berdasarkan hasil jawaban di atas, responden yang menjawab setuju paling sedikit. Dapat dilihat dari rata-rata sebesar 3,9%, sehingga dapat dinyatakan bahwa adanya penekanan anggaran yang lebih sedikit pada kantor bappeda pemerintah kabupaten gowa.

4. Senjangan anggaran (y)

Senjangan anggaran sebagai tindakan bawahan yang mengecilkan kapabilitas produktifnya ketika dia diberi kesempatan untuk menentukan standar kerjanya.

Tabel 4.8 Variabel y Item STS (%) TS (%) RR (%) S (%) SS (%) Total (%) 1 0 16,7 6,7 76,7 0 100 2 0 3,3 6,7 76,7 13,3 100 3 0 0 16,0 76,0 23,0 100 4 6,7 43,6 6,75 36,7 0 100 5 3,3 30,0 10,0 56,7 0 100 6 0 60,0 10,0 30,0 0 100 Rata-rata 1,66 25,55 8,35 58,35 6,1 100

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dinyatakan bahwa untuk item pertanyaan responden yang paling banyak menjawab setuju dilihat dari rata-rata sebesar 58,35% pada kantor bappeda pemerintah kabupaten gowa terjadi senjangan anggaran.

2. Uji Kualitas Data

a. Uji Validitas Data

Uji validitas digunakan untuk mengetahui skor masing-masing pertanyaan dengan skor total yang diperoleh dari penjumlahan semua skor pertanyaan-pertanyaan pada koesioner yang harus diganti karena tidak relevan. Umar (2011). Maksudnya untuk mengukur valid atau tidaknya suatu koesioner dilihat jika pertanyaan dalam koesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh koesioner tersebut.

Uji validitas ini dapat dilakukan dengan menggunakan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skornkonstruk atau variabel.

Tabel 4.9

Hasil Uji Validitas

Partisipasi anggaran Partisipasi Anggaran (x1)

Item Corrected Item-Total correlation R Tabel Keterangan X1.1 0,946 0,36 Valid X1.2 0,937 0,36 Valid X1.3 0,906 0,36 Valid X1.4 0,782 0,36 Valid X1.5 0,905 0,36 Valid X1.6 0,818 0,36 Valid

Sumber : Hasil olah data SPSS 24

Berdasarkan tabel 4.9 bahwa korelasi antara masing-masing indikator terhadap total skor konstruk dan setiap variabel menunjukkan hasil yang signifikan, dapat dilihat bahwa keseluruhan item variabel penelitian mempunyai r hitung > r tabel yaitu pada taraf signifikan 5% (ɑ = 0,05) dan n = 30 (N =30-2) diperoleh r tabel = 0,36 maka dapat diketahui hasil tiap item-item > 0,36 sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh item-item variabel penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai instrument dalam penelitian atau pernyataan yang diajukan dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti pada Pemerintah Kabupaten Gowa.

Tabel 4.10

Hasil Uji Validitas

Informasi asimetri Informasi Asimetri (x2)

Item Corrected Item-Total correlation R Tabel Keterangan X2.1 0,781 0,36 Valid X2.2 0,914 0,36 Valid X2.3 0,823 0,36 Valid X2.4 0,951 0,36 Valid X2.5 0,933 0,36 Valid X2.6 0,626 0,36 Valid

Sumber : Hasil olah data SPSS 24

Berdasarkan tabel 4.10 bahwa korelasi antara masing-masing indikator terhadap total skor konstruk dan setiap variabel menunjukkan hasil yang signifikan, dapat dilihat bahwa keseluruhan item variabel penelitian mempunyai r hitung > r tabel yaitu pada taraf signifikan 5% (ɑ = 0,05) dan n = 30 (N =30-2) diperoleh r tabel = 0,36 maka dapat diketahui hasil tiap item-item > 0,36 sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh item variabel penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai instrument dalam penelitian atau pernyataan yang diajukan dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti pada Pemerintah Kabupaten Gowa.

Tabel 4.11

Hasil Uji Validitas

Penekanan Anggaran Penekanan Anggaran (x3)

Item Corrected Item-Total correlation R Tabel Keterangan X3.1 0,708 0,36 Valid X3.2 0,918 0,36 Valid X3.3 0,846 0,36 Valid X3.4 0,772 0,36 Valid X3.5 0,478 0,36 Valid X3.6 0,662 0,36 Valid

Sumber : Hasil olah data SPSS 24

Berdasarkan tabel 4.11 bahwa korelasi antara masing-masing indikator terhadap total skor konstruk dan setiap variabel menunjukkan hasil yang signifikan, dapat dilihat bahwa keseluruhan item variabel penelitian mempunyai r hitung > r tabel yaitu pada taraf signifikan 5% (ɑ = 0,05) dan n = 30 (N =30-2) diperoleh r tabel = 0,36 maka dapat diketahui hasil tiap item-item > 0,36 sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh item-item variabel penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai instrument dalam penelitian atau pernyataan yang diajukan dan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti pada Pemerintah Kabupaten Gowa.

Tabel 4.12

Hasil Uji Validitas

Senjangan Anggaran Senjangan Anggaran (Y)

Item Corrected Item-Total correlation R Tabel Keterangan Y1 0,519 0,36 Valid Y2 0,481 0,36 Valid Y3 0,363 0,36 Valid Y4 0,479 0,36 Valid Y5 0,550 0,36 Valid Y6 0,556 0,36 Valid

Sumber : Hasil olah data SPSS 24

Berdasarkan tabel 4.12 tersebut menjelaskan bahwa variabel senjangan anggaran memiliki nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 dengan n = 30 (angka 30 karena jumlah responden adalah 30, maka R tabel sebesar 0,36. Hal ini berarti bahwa nilai pearson correlation lebih besar dari R tabel maka dalam suatu item pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur pada kuesioner tersebut. b. Uji Reliabilitas

Untuk memperoleh infromasi yang digunakan dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data dan mampu mengungkap informasi yang

sebenarnya dilapangan dan juga sebagai alat untuk mengukur suatu kuesioner dari peubah atau konstruk.

Tabel 4.13

Uji Realibilitas

Variabel Koefisien Alpha Keterangan

Senjangan anggaran 0,448 > 0,40 Reliabel

Partisipasi Anggaran 0,944 > 0,40 Reliabel

Informasi Asimetri 0,912 > 0,40 Reliabel

Penekanan Anggaran 0,835 > 0,40 Reliabel

Sumber : Hasil olah data SPSS 24

Berdasarkan tabel 4.13 menunjukkan bahwa instrumen untuk setiap variabel penelitian adalah reliabel, karena ɑ hitung > 0,40 pada variabel partisipasi anggaran memiliki ɑ hitung 0,944 > 0,40, informasi asimetri 0,912 >0,40 , penekanan anggaran 0,835 > 0,40 dan variabel senjangan 0,448 > 0,40.

3. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam metode regresi variabel dependen dan independen mempunyai distribusi normal. Cara mendeteksi normalitas dilakukan dengan melihat grafik histogram.

Dalam dokumen SKRIPSI NUR HASNI (Halaman 42-73)

Dokumen terkait