BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Metode Analisis Data
2. Uji Kualitas Data
Uji validitas adalah alat untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Uji validitas dapat dilakukan dengan melakukan korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator dengan total skor konstruk.
Apabila dari tampilan output SPSS menunjukkan bahwa korelasi antara masing-masing indikator terhadap total skor konstruk menunjukkan hasil yang signifikan, dapat disimpulkan bahwa masing-masing indikator pertanyaan atau penyataan adalah valid. Jadi, uji validitas digunakan untuk mengukur apakah pertanyaan dalam kuesioner yang sudah kita buat betul-betul dapat mengukur apa yang hyendak kita ukur (Ghozali, 2018: 51).
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk (Ghozali 2018: 45).
Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang
35
terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Pengukuran reliabilitas penelitian ini dilakukan dengan cara One Shot atau pengukuran sekali saja.
Pengukuran one Shot hanya sekali dilakukan dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (a). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70 (Ghozali, 2018: 46).
3. Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dalam penelitian ini untuk menguji apakah data memenuhi asumsi klasik atau tidak. Diperlakukannya uji asumsi klasik untuk menghindari bias. Karena tidak pada semua data dapat diterapkan regresi.
Pengujian yang dilakukan yaitu terdiri dari uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.
a. Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah nilai residual berdistribusi normal atau tidak. Bila nilai residual tidak berdistribusi normal, maka uji statistika menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.
Dalam menguji normalitas data maka ada dua cara yang dapat digunakan yaitu analisi grafik dan analisis statistik (Ghozali, 2018: 161).
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya korelasi yang tinggi antara variabel-variabel bebas dalam suatu model regresi linear berganda. Jika ada korelasi yang tinggi di antara variabel-variabel bebasnya, maka hubungan antara variabel-variabel bebas terhadap variabel-variabel terikatnya menjadi terganggu. Alat statistik yang sering dipergunakan untuk menguji gangguan multikolinearitas adalah dengan Variance Inflation
36
Factor (VIF). Apabila nilai VIF > 10, terjadi multikolinearitas. Sebaliknya, jika VIF < 10, tidak terjadi multikolinearitas (Ghozali, 2018: 108).
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedatisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain, jika varian dari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastik dan jika berbeda disebut homoskedastik. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastik dan tidak terjadi homoskedastik. Ada beberapa uji statistik yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas, salah satunya uji glejser. Jika probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas (Ghozali, 2018: 138-139).
4. Uji hipotesis
Penelitian ini menggambarkan suatu hubungan dimana satu atau lebih variabel (variabel independen) mempengaruhi variabel dependen. Oleh karena itu peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini. Dalam analisis regresi linier berganda, selain mengukur kekuatan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen juga menunjukkan arah pengaruh tersebut. Pengujianpengujian tersebut didasarkan pada persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2 X2 + e
Keterangan:
Y : Akuntabilitas Alokasi Dana Desa X1 :Penyajian Laporan Pertanggungjawaban X2 : Aksesibilitas
37
X3 : Komitmen Organisasi Pemerintah Desa a : Konstanta
b1 : slope regresi atau koefisien regresi dari X1 b2 : slope regresi atau koefisien regresi dari X2
e : kesalahan residual (error turn)
Persamaan tersebut di atas kemudian dianalisis menggunakan SPSS 25 dengan tingkat signifikansi 5% (a = 0,05). Analisis hasil regresi dilakukan berdasarkan sub bab berikutnya.
a. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi menunjukan kecocokan yang menyatakan proporsi dan variasi total Y (variabel dependen) yang dapat diterangkan oleh X (variabel independen) dan sebagai ukuran linier yang menyatakan seberapa baik garis regresi yang cocok dengan data. Besarnya koefisien determinasi antara 0 sampai 1. Jika nilai koefisien determinasi mendekati 1 berarti hubungan antar variabel tersebut semakin erat (Ghozali, 2018: 97).
b. Uji Statistik F
Uji f digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen mempunyai pengaruh simultan terhadap variabel dependen. Pengujian ini mengunakan level of significant (α) 0,05. Nilai F hitung yang diperoleh dibandingkan dengan F hitung > F tabel, maka Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi sudah fit (Ghozali, 2018: 98).
c. Uji Signifikasi Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk menguji signifikasi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian ini menggunakan level of significant (α) 0,005. Hal ini berarti bahwa
38
probabilitas akan mendapatkan X rata-rata di daerah kritis (daerah tolak) apabila hipotesa benar sebesar 0,005. Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak berarti ada pengaruh antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y) (Ghazali, 2018: 98-99)
39 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan terhadap aparatur pemerintahan desa pada beberapa desa yang ada di Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur.
Aparatur pemerintahan desa yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah seluruh aparatur yang bekerja di kantor desa.
Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung dengan mendatangi kantor desa yang bersangkutan. Proses penyebaran kuesioner dan pengumpulan data berlangsung selama 40 hari, yaitu dari tanggal 10 Februari 2020 sampai dengan tanggal 19 Maret 2020.
Berikut adalah gambaran mengenai data dan sampel yang disajikan pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.1
Data Sampel Penelitian
No Keterangan Jumlah Persentase
1 Jumlah kuesioner yang disebar 100 100%
2 Jumlah kuesioner yang tidak kembali 34 34%
3 Jumlah kuesioner yang tidak dapat diolah 12 12%
4 Jumlah kuesioner yang dapat diolah 54 54%
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Kuesioner yang telah disebar sebanyak 100 kuesioner, jumlah kuesioner yang kembali sebanyak 66 kuesioner atau 66%. Kuesioner yang tidak kembali sebanyak 34 kuesioner atau 34%, hal ini dikarenakan waktu penyebaran
40
kuesioner bertepatan dengan persiapan pemilihan kepala desa baru, sehingga keadaan kantor desa sedang sibuk dan ada beberapa aparat desa yang sedang tidak berada di kantor yang mengakibatkan banyak aparat desa yang tidak bisa mengisi kuesioner.
Total kuesioner yang dapat diolah yaitu 54 kuesioner atau 54%.
Sedangkan kuesioner yang tidak dapat diolah sebanyak 12 kuesioner atau 12%, hal ini dikarenakan responden tidak melengkapi identitasnya dengan lengkap, ada staf desa diluar kriteria yang mengisi kuesioner dan ada beberapa pertanyaan yang tidak diisi responden. Hal tersebut tidak sesuai dengan kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini.
2. Karakteristik Profil Responden
Responden dalam penelitian ini adalah aparatur pemerintah desa pada beberapa desa yang ada di Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, sehingga dari responden tersebut mampu memberikan informasi terkait variabel-variabel yang diteliti yaitu penyajian laporan pertanggungjawaban, aksesibilitas, komitmen organisasi pemerintah desa dan akuntabilitas alokasi dana desa. Berikut merupakan deskripsi mengenai karakteristik identitas responden dalam penelitian ini yang terdiri dari jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, jabatan dan lama bekerja.
a. Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis kelamin
Tabel 4.2 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden
41
Total 54 100,0 100,0
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Berdasrkan tabel 4.2, dapat kita lihat bahwa responden dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 49 responden atau sebesar 90,7%, sedangkan untuk responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 5 orang responden atau 9,3%.
b. Deskripsi Responden Berdasarkan Usia
Tabel 4.3 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden berdasarkan usia:
Tabel 4.3 Usia
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid <25 tahun 4 7,4 7,4 7,4
25-34 tahun 16 29,6 29,6 72,2
35-45 tahun 15 27,8 27,8 100,0
>45 tahun 19 35,2 35,2 42,6
Total 54 100,0 100,0
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel 4.3, terlihat bahwa responden dengan usia <25 tahun sebanyak 4 responden atau sebesar 7,4%. Usia 25-34 tahun sebanyak 16 responden atau sebesar 29,6%. Usia 35-45 tahun sebanyak 15 responden atau sebesar 27,8%, dan usia >45 tahun sebanyak 19 responden atau sebesar 35,2%.
c. Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan terakhir
Tabel 4.4 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden berdasarkan pendidikan terakhir:
42
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel 4.. dapat terlihat bahwa responden dengan pendidikan terakhir SMA/SMK lebih mendominasi, yaitu dengan jumlah 46 responden atau 85,2%. Responden dengan pendidikan terakhir S1/S2/S3 berjumlah 7 responden atau sebesar 13,0%. Sedangkan sisanya yaitu responden dengan pendidikan terakhir lainnya (SD/SMP) yaitu berjumlah 1 responden atau sebesar 1,9%.
d. Deskripsi Responden Berdasarkan Jabatan
Tabel 4.2 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden
43
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel di atas dapat terlihat bahwa responden dengan jabatan kasi kesra berjumlah 8 responden atau sebesar 14,8%. Responden dengan jabatan kasi pelayanan berjumlah 4 responden atau sebesar 7,4%.
Responden dengan jabatan kasi pemerintahan berjumlah 7 responden atau 13%. Responden dengan jabatan kaur umum berjumlah 2 responden atau sebesar 3,7%. Responden dengan jabatan kawil berjumlah 14 responden atau 25,9%. Responden dengan jabatan kepala desa bejumlah 2 responden atau sebesar 3,7%. Responden dengan jabatan kepala keuangan berjumlah 5 responden atau sebesar 9,3%. Responden dengan jabatan sekretaris desa berjumlah 5 responden atau sebesar 9,3%. Dan responden dengan jabatan staf desa berjumlah 7 responden atau sebesar 13%.
e. Deskripsi Responden Berdasarkan Lama bekerja
Tabel 4.6 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
44
Berdasarkan tabel 4.6, dapat terlihat bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 35 responden atau sebesar 64,8% telah bekerja selama 1-5 tahun. Sisanya sebanyak 14 responden atau sebesar 25,9% telah bekerja selama 6-10 tahun, 3 responden atau sebesar 5,6% telah bekerja selaka <1 tahun dan 2 responden atau sebesar 3,7% telah bekerja selama >10 tahun.
B. Hasil Penelitian
1. Hasil Uji Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali, 2018: 19). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Penyajian Laporan Pertanggungjawaban, Aksesibilitas, Komitmen Organisasi dan Akuntabilitas Alokasi Dana Desa. Variabel-variabel tersebut diuji secara statistic descriptive seperti yang terdapat dalam tabel berikut:
Tabel 4.7
Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics
N Min. Max. Mean
Std.
Deviation Penyajian Laporan
Pertanggungjawaban
54 22 39 32,31 3,918
Aksesibilitas 54 3 15 10,54 2,546
Komitmen Organisasi 54 28 54 42,52 5,365
Akuntabilitas 54 55 80 67,39 5,141
Valid N (listwise) 54
Sumber: Data primer yang diolah, 2020
45
Berdasarkan tabel 4.7, dapat dideskripsikan bahwa jumlah responden (N) yang valid dan dapat diproses lebih lanjut dalam penelitian ini sebanyak 54 responden.
a. Variabel Penyajian Laporan Pertanggungjawaban
Variabel Penyajian Laporan Pertanggungjawaban, memiliki jawaban minimum responden sebesar 22 dan jawaban maksimum sebesar 39, dengan rata-rata total jawaban sebesar 32,31 dan memiliki nilai standar deviasi sebesar 3,918.
b. Variabel Aksesibilitas
Variabel Aksesibilitas memiliki jawaban minimum sebesar 3 dan jawaban maksimum sebesar 15, dengan rata-rata total jawaban sebesar 10,54 dan memiliki nilai standar deviasi sebesar 2,546.
c. Variabel Komitmen Organisasi
Variabel Komitemen Organisasi memperoleh jawaban minimum sebesar 28 dan jawaban maksimum sebesar 54, dengan rata-rata total jawaban sebesar 42,52 dan memiliki nilai standar deviasi sebesar 5,365.
d. Variabel Akuntabilitas Alokasi Dana Desa
Variabel Akuntabilitas Alokasi Dana Desa memperoleh jawaban minimum sebesar 55 dan jawaban maksimum sebesar 80, dengan rata-rata total jawaban sebesar 67,39 dan memiliki nilai standar deviasi sebesar 5,141.
2. Hasil Uji Kualitas Data a. Hasil Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2018: 51). Tabel berikut menunjukan hasil uji validitas dari empat variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Penyajian
46
Laporan Pertanggungjawaban, Aksesibilitas, Komitmen Organisasi, dan Akuntabilitas Alokasi Dana Desa dengan sampel 54 responden.
Tabel 4.8
Hasil Uji Validitas Variabel Penyajian Laporan Pertanggungjawaban
Sumber: Data primer yang diolah, 2020
Tabel 4.8 menunjukan bahwa variabel Penyajian Laporan Pertanggungjawaban mempunyai kriteria valid untuk semua butir pertanyaan dengan nilai signifikansi <0,05.
Tabel 4.9
Hasil Uji Validitas Variabel Aksesibilitas Pernyataan Pearson
Correlation
Nilai Sig.2 (Tailed)
Kriteria
A1 0,795 0,000 Valid
A2 0,849 0,000 Valid
Pernyataan Pearson Correlation
Nilai Sig.2 (Tailed)
Kriteria
PLP1 0,486 0,000 Valid
PLP2 0,507 0,000 Valid
PLP3 0,454 0,001 Valid
PLP4 0,697 0,000 Valid
PLP5 0,562 0,000 Valid
PLP6 0,544 0,000 Valid
PLP7 0,596 0,000 Valid
PLP8 0,714 0,000 Valid
47
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Tabel 4.9 menunjukan bahwa variabel Aksesibilitas mempunyai kriteria valid untuk semua butir pertanyaan dengan nilai signifikansi <0,05.
Tabel 4.10
Hasil Uji Validitas Variabel Komitmen Organisasi Pernyataan Pearson
Sumber: Data primer yang diolah, 2020
Tabel 4.10 menunjukan bahwa variabel Komitmen Organisasi mempunyai kriteria valid untuk semua butir pertanyaan dengan nilai signifikansi <0,05.
48
Tabel 4.11
Hasil Uji Validitas Variabel Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa Pernyataan Pearson
Correlation
Nilai Sig.2 (Tailed)
Kriteria
Ak1 0,507 0,000 Valid
Ak2 0,647 0,000 Valid
Ak3 0,595 0,000 Valid
Ak4 0,374 0,005 Valid
Ak5 0,468 0,000 Valid
Ak6 0,512 0,000 Valid
Ak7 0,639 0,000 Valid
Ak8 0,303 0,026 Valid
Ak9 0,514 0,000 Valid
Ak10 0,554 0,000 Valid
Ak11 0,645 0,000 Valid
Ak12 0,379 0,005 Valid
Ak13 0,445 0,001 Valid
Ak14 0,407 0,002 Valid
Ak15 0,463 0,000 Valid
Ak16 0,340 0,012 Valid
Sumber: Data primer yang diolah, 2020
Tabel 4.11 menunjukan bahwa variabel Akuntabilitas Alokasi Dana Desa mempunyai kriteria valid untuk semua butir pertanyaan dengan nilai signifikansi <0,05.
49 b. Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Gozali, 2018: 45). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha
>0,70 (Nunnally, 1994 dalam Ghozali, 2018: 46).
Tabel 4.12 menunjukan hasil uji reliabilitas untuk keempat variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas
Variable Cronbach Alpha Keterangan Penyajian Laporan
Pertanggungjawaban
0,708 Reliabel
Aksesibilitas 0,733 Reliabel
Komitmen Organisasi 0,726 Reliabel
Akuntabilitas Alokasi Dana Desa
0,784 Reliabel
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Tabel 4.12 diatas menunjukan nilai Cronbach Alpha atas variabel Penyajian Laporan Pertanggungjawaban sebesar 0,708, variabel Aksesibilitas sebesar 0,733, variabel Komitmen Organisasi sebesar 0,726 dan variabel Akuntabilitas Alokasi Dana Desa sebesar 0,784. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan atau pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner penelitian ini reliabel karena memiliki nilai Cronbach Alpha >0,70. Hal ini menunjukan bahwa setiap butir pernyataan yang digunakan mampu memperoleh data yang konsisten.
50 3. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Multikolinearitas
Uji Moltikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) (Ghozali, 2018: 107).
a. Dependent Variable: Akuntabilitas Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel 4.13 di atas, hasil uji multikolinearitas menunjukan bahwa nilai tolerance untuk variabel Penyajian Laporan Pertanggungjawaban adalah 0,636, variabel Aksesibilitas 0,785, variabel Komitmen Organisasi 0,639. Seluruhnya menunjukan nilai Tolerance
>0,10, dan nilai VIF untuk variabel Penyajian Laporan Pertanggungjawaban 1,571 , variabel Aksesibilitas 1,273 dan variabel Komitmen Organisasi 1,566. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen dalam penelitian ini tidak terjadi gejala multikolinearitas atau tidang saling berkolerasi.
51 b. Uji Heteroskedastisitas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual pengamatan ke pengamatan yang lain.
Jika varians dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas (Ghozali, 2018: 137-138). Dibawah ini menyajikan hasil uji heteroskedastisitas.
Gambar 4.1
Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan menggunakan Scatterplot
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Pada grafik scatterplot di atas tidak terdapat pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas atau di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
52 c. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Ibid. 161).
Dalam penelitian ini, pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan analisis statistik dan analisis grafik.
1) Hasil Uji Normalitas dengan Grafik
Untuk melihat normalitas residual yaitu dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Metode yang lebih handal yaitu dengan melihat probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal, dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya (Ghozali, 2018: 161).
Gambar 4.2
Hasil Uji Normalitas dengan Histogram Normal
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
53
Pada gambar 4.2 di atas, dapat dilihat bahwa grafik histogram menggambarkan bentuk simetris atau mengikuti garis diagonal, maka berdasarkan grafik histogram di atas, dapat disimpulkan bahwa data yang terdapat dalam penelitian ini terdistribusi secara normal.
Gambar 4.3
Hasil Uji Normalitas dengan Grafik Normal Plot
Sumber: Data SPSS yang diolah, 2020
Pada gambar di atas, dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, serta pennyebarannya berhimpit di sekitar garis diagonal. Berdasarkan grafik normal P-Plot di atas, dapat disimpulkan bahwa data yang terdapat dalam penelittian ini terdistribusi secara normal.
54
2) Hasil Uji Statistik Kolmogorov-Smirnov
Uji statistik lain yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S).
Tabel 4.14
Hasil Uji Normalitas dengan Uji Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 54
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std.
Deviation
4,25265103
Most Extreme Differences
Absolute ,098
Positive ,098
Negative -,053
Test Statistic ,098
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel 4.14 diatas menunjukan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,200. Nilai tersebut >0,05, sehingga menunjukan bahwa distribusi data dalam penelitian ini normal dan lulus uji normalitas.
55 d. Hasil Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan model persamaan regresi berganda.
1) Hasil Uji Koefisien Detrminasi (R2)
Besarnya pengaruh variabel independen terhadap variasi variabel dependen dapat diketahui melalui besarnya nilai koefisien determinasi (R2) yang berada antara nol dan satu. Koefisien Detrminasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. (Ghozali, 2018: 97)
Nilai koefisien determinasi dapat dilihat melalui Adjusted R Square. Tabel 4.15 menyajikan hasil uji koefisien determinasi (R2) untuk penelitian ini yaitu sebagai berikut:
Tabel 4.15
Hasil Koefisien Deteminasi (Adjusted R2)
Model Summaryb Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,562a ,316 ,275 4,378
a. Predictors: (Constant), Komitmen Organisasi, Aksesibilitas, Penyajian Laporan Pertanggungjawaban
b. Dependent Variable: Akuntabilitas Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Tabel 4.15 menunjukan bahwa nilai Adjusted R Square dalam penelitian ini sebesar 0,275 atau sebesae 27,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel Akuntabilitas Alokasi Dana Desa dapat dijelaskan oleh variabel independennya yaitu: Laporan Pertanggungjawaban, Aksesibilitas dan Komitmen Organisasi yaitu
56
sebesar 27,5%. sedangkan sisanya 72,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini, seperti transparansi, kinerja pemerintah, kompetensi aparat desa, dan lain-lain.
2) Hasil Uji Statistik F
Uji statistik F dilakukan untuk menguji apakah model yang digunakan sudah signifikan. Digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara simultan atau bersama-sama mempengaruhi variabel dependen (Ghozali, 2018: 98)
Tabel 4.16 merupakan hasil uji Simultan F untuk variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 4.16 Hasil Uji Statistik F
ANOVAa Model
Sum of
Squares df
Mean
Square F Sig.
1 Regression 442,326 3 147,442 7,691 ,000b Residual 958,507 50 19,170
Total 1400,833 53 a. Dependent Variable: Akuntabilitas
b. Predictors: (Constant), Komitmen Organisasi, Aksesibilitas, Penyajian Laporan Pertanggungjawaban
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Berdasarkan Tabel 4.16 di atas, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti <0,05. Maka, dapat disimpulkan bahwa variabel Laporan Pertanggungjawaban, Aksesibilitas dan Komitmen Orgaisasi berpengaruh secara simultan atau signifikan terhadap Aksesibilitas Alokasi Dana Desa.
57 3) Hasil Uji Statistik t
Uji statistik t dilakukan untuk melihat seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual menerangkan variabel dependen yang dapat dilihat pada tingkat signifikansi <0,05. Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.17, jika nilai signifikas <0,05 maka Ha diterima, jika nilai signifikan >0,05 maka Ha ditolak (Ghozali, 2018:
98-99).
Tabel 4.17 Hasil Uji Statistik t
Model
Sumber: Data Primer yang diolah, 2020
Berdasarkan tabel 4.17 di atas, angka signifikansi yang menunjukan nilai <0,05 yaitu variabel penyajian laporan keuangan dan variabel komitmen organisasi. Dengan demikian, variabel penyajian laporan pertanggungjawaban dan variabel komitmen organisasi secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen. Sedangkan untuk variabel aksesibilitas, menunjukan nilai >0,05 sehingga variabel aksesibilitas secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Maka didapat persamaan regresi berganda sebagai berikut:
Y = 41,115 + 0,436 X1 – 0,122 X2 + 0,317X3 Keterangan:
Y = Akuntabilitas Alokasi Dana Desa
58
X1 = Penyajian Laporan Pertanggungjawaban X2 = Aksesibilitas
X3 = Komitmen Organisasi
Dari model di atas, dapat dilihat bahwa nilai konstanta sebesar 41,115 yang berarti bahwa dengan adanya penambahan pada variabel penyajian laporan pertanggungjawaban, aksesibilitas, dan komitmen organisasi pemerintah desa maka akan terjadi kenaikan variabel akuntabilitas pengelolaan alokasi dana desa sebesar 41,115. Variabel laporan pertanggungjawaban memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,436 yang menunjukan hasil positif, yang berarti bahwa setiap adanya perubahan 1% penyajian laporan pertanggungjawaban pada pemerintah desa, maka akan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan alokasi dana desa sebesar 0,436 kali. Variabel aksesibilitas memiliki nilai koefisien regresi sebesar -0,122 yang menunjukan nilai negative, hal ini berarti bahwa setiap adanya perubahan kenaikan atau penambahan sebesar 1%
aksesibilitas pada pemerintah desa, maka akan menurunkan akuntabilitas pengelolaan alokasi dana desa sebesar -0,122 kali.
Variabel komitmen organisasi memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,317 yang menunjukan nilai positif, hal ini berarti bahwa setiap adanya perubahan kenaikan atau penambahan sebesar 1% komitmen organisasi pada pemerintah desa, maka akan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan alokasi dana desa sebesar 0,317 kali.
1. Penyajian Laporan pertanggungjawaban
Hasil uji hipotesis pada tabel 4.17 menunjukan bahwa untuk variabel penyajian laporan pertanggungjawaban memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,028, yang berarti <0,05. Hal ini menunjukan bahwa penelitian ini mendukung hipotesis pertama (H1 diterima).
59 2. Aksesibilitas
Hasil uji hipotesis pada tabel 4.17 menunjukan bahwa untuk variabel aksesibilitas memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,648 yang berarti >0,05.
Hal ini menunjukan bahwa penelitian ini tidak mendukung hipotesis kedua (H2 ditolak).
3. Komitmen Organisasi
Hasil uji hipotesis pada tabel 4.17 menunjukan bahwa untuk variabel
Hasil uji hipotesis pada tabel 4.17 menunjukan bahwa untuk variabel