• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

D. Skrining Fitokimia Jamur Portabella

2. Uji kualitatif secara Kromatografi Lapis Tipis (KLT)

Identifikasi kualitatif serbuk jamur portabella diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Uji kualitatif secara KLT lebih sensitive dan akurat dibandingkan dengan uji tabung sehingga digunakan untuk uji penegasan. Pada uji KLT ini dilakukan identifikasi senyawa yang pada uji tabung menunjukkan hasil positif, yaitu uji alkaloid dan saponin. Selain itu

juga dilakukan untuk menguji adanya flavonoid dan fenolik walaupun pada uji tabung menunjukkan hasil negatif namun pada penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa senyawa tersebut terkandung di dalam jamur dalam genus yang sama. Penggunaan KLT yang lebih sensitif dibandingkan uji tabung diharapkan akan didapatkan senyawa-senyawa tersebut yang mungkin pada uji tabung tidak terdeteksi.

a. Uji penegasan flavonoid

Pada uji KLT flavonoid fase diam yang digunakan yaitu silika gel 60 F254 dan fase gerak yang digunakan yaitu etil asetat:asam formiat:asam asetat glasial:air (100:11:11:27). Pembanding yang digunakan adalah rutin (1%). Sampel dan pembanding ditotolkan pada plat KLT dan dielusi sampai panjang tertentu (8 cm). Pengelusian dilakukan pada bejana yang telah dijenuhkan oleh fase gerak. Penjenuhan sebelum proses elusi dilakukan supaya proses elusi dapat berlangsung dengan baik.

Gambar 5. Hasil uji KLT flavonoid Keterangan :

Fase diam silika gel 60 GF254

Fase gerak etil asetat : asam formiat : asam asetat glasial : air (100:11:11:27) Deteksi sitroborat Rutin Sampel Rf 1,00 0,50 0,00

Pada Gambar 7 terlihat bahwa warna bercak dari sampel berbeda bila dibandingkan dengan pembanding rutin. Selain itu panjang elusi dari sampel juga berbeda jauh bila dibandingkan dengan pembanding rutin. Nilai Rf dan warna bercak pada uji flavonoid dapat dilihat pada Tabel V. Tabel V. Nilai Rf dan warna bercak pada uji KLT dengan fase diam silika gel 60 F254 dan fase gerak etil asetat : asam formiat : asam asetat glasial : air (100:11:11:27) dan pembanding rutin (1%) untuk analisis flavonoid

Bercak

Deteksi

UV254 UV365 Sitroborat

Rf Warna Rf Warna Rf Warna

Sampel 0,06 Coklat 0,06 Coklat 0,06 Coklat Pembanding 0,40 Kuning 0,40 Kuning 0,40 Kuning

Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada tabel V dapat dilihat bahwa antara sampel dan pembanding memiliki nilai Rf yang jauh berbeda. Selain itu warna bercak dari sampel dan pembanding juga berbeda. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sampel tidak mengandung flavonoid.

b. Uji penegasan alkaloid

Pada uji KLT alkaloid fase diam yang digunakan yaitu silika gel 60 F254 dan fase gerak yang digunakan yaitu toluen : etil asetat : dietilamin (70:20:10). Pembanding yang digunakan adalah sinkonin (0,1%). Sampel dan pembanding ditotolkan pada plat KLT kemudian dielusi sepanjang 8 cm di dalam chamber yang berisi fase gerak. Chamber sebelumnya telah dijenuhkan terlebih dahulu dengan tujuan supaya proses elusi dapat berjalan dengan baik.

Gambar 6. Hasil uji KLT alkaloid

Hasil yang ditampilkan pada Gambar 8 terlihat bahwa warna bercak dari sampel berbeda bila dibandingkan dengan pembanding sinkonin. Selain itu panjang elusi dari sampel juga berbeda jauh bila dibandingkan dengan pembanding sinkonin. Nilai Rf dan warna bercak pada uji alkaloid dapat dilihat pada Tabel VI.

Tabel VI. Nilai Rf dan warna bercak pada uji KLT dengan fase diam silika gel 60 F254 dan fase gerak toluen : etil asetat : dietilamin (70:20:10) dan pembanding sinkonin (0,1%) untuk analisis alkaloid

Bercak

Deteksi

UV254 UV365 Dragendorff+NaNO2

Rf Warna Rf Warna Rf Warna

Sampel 0,08 Abu 0,08 Abu 0,08 Abu

Pembanding 0,68 Kuning 0,68 Kuning 0,68 Kuning Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada tabel VI dapat dilihat bahwa antara sampel dan pembanding memiliki nilai Rf yang jauh

Keterangan :

Sin. : pembanding sinkonin Fase diam silika gel 60 GF254 Fase gerak etil asetat : asam

formiat : toluen : air (6:1,5:2:1) Deteksi Dragendoff dilanjutkan

natrium nitrit 5% Rf Sin. Sampel 1,00 0,50 0,00

berbeda. Selain itu warna bercak dari sampel dan pembanding juga berbeda. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sampel tidak mengandung alkaloid.

Hasil pada uji KLT ini berbeda dari uji tabung yang dilakukan sebelumnya dimana berdasarkan uji tabung sampel diduga mengandung alkaloid. Hal tersebut dilihat dari endapan yang terbentuk pada penambahan pereaksi Bouchardat dan Mayer. Hasil positif pada uji tabung dapat disebabkan adanya kandungan protein pada serbuk jamur portabella. Pengendapan pada uji tabung terjadi karena adanya reaksi antara reagen dengan atom N pada senyawa. Alkaloid memiliki kemiripan struktur dengan asam amino yang mengandung N (Sirait, 2007). Baik alkaloid maupun asam amino memiliki atom N sehingga pengendapan pada uji tabung kemungkinan disebabkan reaksi antara reagen dengan asam amino bukan dengan alkaloid.

c. Uji penegasan fenolik

Pada uji KLT fenolik fase diam yang digunakan yaitu silika gel 60 F254 dan fase gerak yang digunakan yaitu etilasetat : asam formiat : toluen : air (6:1,5:2:1). Pembanding yang digunakan adalah asam galat (1%). Sampel dan pembanding ditotolkan pada plat KLT kemudian dielusi sepanjang 8 cm di dalam chamber yang berisi fase gerak. Chamber sebelumnya telah dijenuhkan terlebih dahulu dengan tujuan supaya proses elusi dapat berjalan dengan baik.

Gambar 7. Hasil uji KLT fenolik

Hasil yang ditunjukkan pada Gambar 9 terlihat bahwa warna bercak dari sampel berbeda bila dibandingkan dengan pembanding asam galat. Selain itu panjang elusi dari sampel juga berbeda jauh bila dibandingkan dengan pembanding asam galat. Nilai Rf dan warna bercak pada uji fenolik dapat dilihat pada Tabel VII berikut ini.

Tabel VII. Nilai Rf dan warna bercak pada uji KLT dengan fase diam silika gel 60 F254 dan fase gerak etil asetat : asam formiat : toluen : air (6:1,5:2:1) dan pembanding asam galat (1%) untuk analisis fenolik

Bercak

Deteksi

UV254 UV365 FeCl3

Rf Warna Rf Warna Rf Warna

Sampel - Coklat - Coklat - Coklat

Pembanding 0,76 Abu 0,76 Abu 0,76 Abu

Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada tabel VII dapat dilihat bahwa antara sampel dan pembanding memiliki nilai Rf yang jauh

Keterangan :

As. Gal : pembanding asam galat

Fase diam silika gel 60 GF254 Fase gerak etil asetat : asam

formiat : toluen : air (6:1,5:2:1) Deteksi FeCl3

Rf

As. Gal Sampel

1,00

0,50

berbeda. Selain itu warna bercak dari sampel dan pembanding juga berbeda, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel tidak mengandung fenolik.

d. Uji penegasan saponin

Pada uji KLT saponin fase diam yang digunakan yaitu silika gel 60 F254 dan fase gerak yang digunakan yaitu kloroform : metanol : air (64:50:10). Pembanding yang digunakan adalah ekstrak kulit buah

Sapindus rarak. Kandungan utama buah S. rarak adalah saponin

triterpenoid. Dyatmiko, Soeharto dan Moegijanto (1983) mendapatkan kandungan saponin sebesar 20% pada buah S. rarak, sehingga buah S.

rarak dapat digunakan sebagai kontrol positif. Kontrol positif dibuat

dengan mengambil 2 gram daging buah S. rarak, direfluks dengan 10 mL etanol 75% selama 10 menit. Sampel dan pembanding ditotolkan pada plat KLT kemudian dielusi sepanjang 8 cm di dalam chamber yang berisi fase gerak. Chamber sebelumnya telah dijenuhkan terlebih dahulu dengan tujuan supaya proses elusi dapat berjalan dengan baik.

Gambar 8. Hasil uji KLT saponin

Pada Gambar 10 terlihat bahwa warna bercak dari sampel mirip dengan warna bercak pembanding S. rarak. Panjang elusi dari sampel juga tidak berbeda jauh bila dibandingkan dengan pembanding S. rarak. Nilai Rf dan warna bercak pada uji fenolik dapat dilihat pada Tabel VIII.

Tabel VIII. Nilai Rf dan warna bercak pada uji KLT dengan fase diam silika gel 60 F254gerak kloroform : metanol : air (64:50:10) dan pembanding S. rarak untuk analisis saponin

Bercak

Deteksi

UV365 SbCl3 SbCl3-UV365

Rf Warna Rf Warna Rf Warna

Sampel 0,62 Biru - - 0,62 Biru

Pembanding 0,68 Biru - - 0,68 Biru

Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada tabel VIII dapat dilihat bahwa antara sampel dan pembanding memiliki nilai Rf yang tidak jauh berbeda. Selain itu baik sampel maupun pembanding berfluoresensi warna

Keterangan :

Fase diam silika gel 60 GF254 Fase gerak kloroform : metanol :

air (64:50:10) Deteksi UV 365 nm & SbCl3 Rf S. rarak Sampel 1,0 0,5 0,0

biru pada UV 365 nm. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sampel mengandung saponin.

E.Uji Potensi Antibakteri Fraksi Air Ekstrak Etanol Jamur

Dokumen terkait