• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

B. Pengujian Persyaratan Analisis

3. Uji Multikolenaritas C. Pengujian Hipotesis Penelitian

Uji persyaratan analisis yang telah dilakukan diperoleh semua skor tiap variabel penelitian memenuhi persyaratan untuk dilakukan pengujian statistik lebih lanjut, maka langkah berikutnya dilaksanakan pengujian terhadap hipotesis penelitian. Hipotesis dalam penelitian ini adalah pengaruh kajian sunnah terhadap motivasi hijrah kaum millenial di Sumatera Barat

Hasil perhitungan regresi sederhana menggunakan bantuan program SPSS Versi 20.00, dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Regresi Kajian Sunnah(X1) terhadap Semangat Hijrah (Y)

Variabel R R Square

X1 – Y 0,451 0,224

Tabel 4 di atas memperlihatkan koefisien korelasi kajian sunnah terhadap semangat hijrah R sebesar 0.451 diperoleh R Square sebesar 0.224. Jadi pengaruh Kajian Sunnah (X) terhadap Semangat Hijrah (Y) sebesar 22,4 %.

57 D. Pembahasan

Beberapa informen mengatakan bahwa motivasinya hijrah timbul atas kesadaran sendiri, (Informen 9, 2021) (Informen 8, 2021) ada kesadaran itu timbul karena membandingkan antara kegiatan organisasi mahasiswa yang membawa label Islam tapi tidak sesuai dengan prilaku, (Informen 9, 2021) dan ada juga yang mengakui bahwa factor luar ikut juga mempengaruhi hijrah mereka, seperti diajak teman, (Informen 8, 2021) diajak keluarga, (Informen 10, 2021) dan mendapat restu orang tua (Informen 5, 2021) dan ada juga yang mengatakan karena pengalaman masa lalu. (Informen 13, 2021) Terkait dengan hal ini, Risris Hari Nugraha, Muhamad Parhan & Aghnia dalam penelitian menemukan bahwa motivasi internal memiliki peranan yang lebih kuat terhadap hijrahnya milleneal meskipun demikian, mereka sepakat bahwa dakwah digital juga ikut memberikan dorongan kepada kaum milleneal untuk hijrah. (Risris Hari Nugraha, 2020)

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap milleneal yang mengikuti kajian Sunnah di Kota Padang dapat ditandai dari pakaian syar’I yang dipakainya ke kampus, (Observasi 1, 2021) (Observasi 12, 2021), (Observasi 13, 2021) meskipun sebahagian mahasiswi atau yang lebih popular dipanggil akhwat di kalangan kelompok kajian salafi mengaku tidak diizinkan mengikuti kuliah kalau memakai cadar bahkan memakai jilbab yang lebih dalam pun tidak dibenarkan, (Informen 13, 2021) dan ada di antara mereka lebih meemilih tidak mengikuti kuliah dengan dosen yang menyuruhnya menukar pakaian, karena menurutnya menukar pakaian sama dengan menukar keyakinan yang sudah tertanam kuat, (Informen 15, 2021) mahasiswa yang disuruh menukar pakaian dulu sebelum berurusan dengan dosen karena pakaian tidak sesuai dengan aturan kampus, (Informen 6, 2021) meskipun kalau dilihat dari buku pedoman kemahasiswaan UIN Imam Bonjol Padang tahun 2018, pasal 6 tentang pakaian tidak jelas aturan yang terlanggar, (Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, 2018) justru mereka banyak yang lebih sesuai dibandingkan dengan pakaian mahasiswi yang lain.

58

Terkait dengan perubahan pakaian dan prilaku mahasiswi setelah mengikuti kajian disampaikan oleh seorang mahasiswi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN IB Padang, bahwa sebelum mengikuti kajian temannya sekelas berpakaian biasa-biasa saja, (Informen 12, 2021) maksudnya berpakaian seperti kebanyakan mahasiswi, akan tetapi setelah beberapa kali mengikuti kajian Sunnah, ia mulai mengalami perubahan dengan bercadar. (Informen 12, 2021) Ketika hal ini dikofirmasi kepada beberapa orang mahasiswi yang mengikuti kajian Sunnah, ia mengakui bahwa setelah mengikuti kajian Sunnah ia konsisten memakai pakaian syar’I baik ke kampus ataupun di luar kampus, (Informen 5, 2021) bahkan salah seorang mileneal memintak didoakan semoga istiqomah di jalan Sunnah.(Informen 11, 2021)

tentang pergaulan ia mengakui ia tidak pergi dengan mahasiswa atau laki-laki, namun salah seorang mahasiswi mengatakan dalam keadaan yang mendesak ia pernah satu kali pergi ke rumah dosen dengan mahasiswa untuk meminjam buku, ia pergi berkaitan dengan kedudukannya sebagai bendahara kelas.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa orang mahasiswi yang mengikuti kajian Sunnah, mereka tidak berkawan dan tidak pergi dengan laki-laki hal ini sesuai dengan informasi yang diperoleh dari seorang mahasiswi Fakultas Dakah dan Ilmu Komunikasi UIN IB Padang yang mengatakan bahwa temannya yang mengikuti kajian Sunnah, membatasi pergaualannya dengan mahasiswa bahkan juga dengan mahasiswi.

(Informen 12, 2021)

Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Yusa’ Farhan dan Zulfa Rosharlianti yang menjelaskan bahwa generasi milleneal muslim perkotaan memaknai hijrah sebagai perubahan sikap, prilaku dan gaya hidup kearah yang lebih islami dengan ciri-ciri kesalehan individu di ruang public; ketaatan dalam beribadah, dan penggunaan symbol-simbol atau identitas keagamaan yang melekat dalam aktivitas kehidupan masyarakat. (Yusa’ Farchan & Zulfa Rosharlianti, 2020)

Ketatan meleneal dalam beribadah dapat dilihat dari datang lebih awal ke masjid dan mengikuti shalat berjamaah, (Observasi 2, 2021) membaca alQuran di masjid,

59

(Observasi 3, 2021) mengikuti kajian di masjid, (Observasi 4, 2021) bahkan 90 % peserta kajian baik setelah shalat magrib maupun setelah shalat subuh di Masjid al Hakim berasal dari generasi milleneal. (Observasi 5, 2021) (Observasi 11, 2021) melaksanakan puasa sunat dan berbuka di masjid. (Observasi 10, 2021) Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Yusa’ Farhan dan Zulfa Rosharlianti yang menjelaskan bahwa generasi milleneal muslim perkotaan memaknai hijrah sebagai perubahan sikap, prilaku dan gaya hidup kearah yang lebih islami dengan ciri-ciri kesalehan individu di ruang public; ketaatan dalam beribadah, dan penggunaan symbol-simbol atau identitas keagamaan yang melekat dalam aktivitas kehidupan masyarakat. (Yusa’ Farchan &

Zulfa Rosharlianti, 2020)

Meskipun demikian ada kekhawatiran bahwa hijrahnya milleneal ini hanya mengikuti tren, suatu saat ia akan kembali ke identitas asli masing-masing. (Meiranti, 2019) Hasil penelitian ini didukung oleh teori yang mengatakan bahwa mileneal merupakan generasi yang memiliki kecendrungan mengikuti tren, mudah “berpindah ke lain hati” atau kurang istiqomah dalam pendirian, oleh karena itu sebahagian responden meminta di doakan semoga mereka istiqomah dalam mengikuti Sunnah.

(Informen 7, 2021)

60 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka penelitian ini menyimpulkan bahwa pengajian Sunnah yang telah diselenggarakan berpengaruh terhadap semangat hijrah kalangan milleneal di Sumatera Barat, baik pengajian itu diselenggarakan secara langsung ataupun melalui media baru.

Pengaruh tersebut ditemukan pada tiga aspek, pertama kajian Sunnah telah berpengaruh terhadap peningkatan keimanan kaum milleneal di Sumatera Barat, Kedua, pengajian Sunnah telah berpengaruh terhadap peningkatan ibadah kaum milleneal dan Ketiga, pengajian Sunnah telah berpengaruh terhadap peningkatan akhlak kaum milleneal di Sumatera Barat.

B. Saran-Saran

1. Kepada Mileneal di Sumatera Barat disarankan untuk istiqamah terhadap keyakinan, ibadah dan akhlak

2. Kepada Masyarakat jangan memberikan stigma negative terhadap hijrahnya kaum milleneal

3. Pemerintah perlu memperhatikan dan memfasilitiasi kegiatan kajain Sunnah di Sumatera Barat supaya semakin banyak generasi milleneal yang berhijrah dan terhindar dari efek negative dari globalisasi.

61

Dokumen terkait