BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Distribusi Karakteristik Responden
4.4.3 Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknnya gejala multikolinearitas pada data dapat dilakukan dengan melihat nilai tolerance value dan Varians Inflation factor (VIF). Dengan kriteria sebagai berikut :
1. Apabila VIF > 5 maka diduga mempunyai persoalan Multikolinearitas.
2. Apabila VIF < dari 5 maka tidak terdapat Multikolinearitas.
3. Apabila tolerance < 0,1 maka diduga mempunyai persoalan multikol.
4. Apabila tolerance > 0,1 maka tidak terdapat multikolinearitas.
Tabel 4.10
Hasil Uji Nilai Tolerance dan VIF
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
Sumber : Hasil pengolahan SPSS (2016)
Pada Tabel 4.10 terlihat bahwa nilai tolerance semua variabel bebas adalah lebih besar dari nilai ketetapan 0,1 dan nilai VIF semua variabel bebas adalah lebih kecil dari nilai ketetapan 5. Oleh karna itu, data dalam penelitian ini dikatakan tidak mengalami masalah multikolinearitas.
4.5 Analisis Statistik Regresi Linear Berganda
Metode analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui berapa besar pengaruh variabel bebas (Harga, Kualitas dan Inovasi) terhadap variabel terikat (Minat Beli). Data diolah secara statistik untuk keperluan analisis dan pengujian hipotesis dengan menggunakan alat bantu program SPSS. Adapun bentuk umum persamaan regresi yang digunakan adalah sebagai berikut :
Y = a + b1X1 + b2X2 +b3X3+ e Dimana :
Y = Minat Beli
X1 = Harga
Berdasarkan pengujian menggunakan SPSS, maka hasil persamaan regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 4.11 berikut ini :
Tabel 4.11
Hasil Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Sumber : Hasil pengolahan SPSS (2016)
Berdasarkan Tabel 4.11 diketahui pada kolom kedua (unstandardized Coefficients) bagian B diperoleh nilai b1 variabel Harga sebesar 0.247 nilai b2
variabel Kualitas sebesar 0.498 nilai b3 variabel Inovasi sebesar 0.360 dan nilai konstanta (a) adalah 0,670 maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = 0,670 + 0,247 X1 + 0,498 X2 + 0,360 X3 + e
4.6 Pengujian Hipotesis
4.6.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Pengujian ini dilakukan untuk melihat secara bersama-sama pengaruh atau hubungan positif dan signifikan variabel bebas berupa Harga, Kualitas dan Inovasi terhadap variabel terikat berupa Minat Beli pada usaha kuliner di Komplek Cemara Asri.Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak digunakan statistik F (Uji F). Jika F-hitung < F-tabel maka Ho diterima atau Ha ditolak, sedangkan jika F-hitung > F-tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika tingkat signifikansi dibawah 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan output dibawah ini terilhat bahwa :
Tabel 4.12
Hasil Uji F Signifikansi Simultan (UJI-F)
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 145,250 3 48,417 17,927 ,000b
Residual 207,960 77 2,701
Total 353,210 80
a. Dependent Variable: MinatBeli
b. Predictors: (Constant), Inovasi, Harga, Kualitas Sumber : Hasil pengolahan SPSS (2016)
Tabel 4.12 diatas mengungkapkan bahwa nilai F-hitung adalah 17,927 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan F-tabel pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 2,72. Oleh karena itu pada kedua perhitungan yaitu F-hitung > F-tabel dan tingkat signifikansinya (0,000) < 0,05 menunjukan bahwa
pengaruh variabel bebas (Harga, Kualitas, dan Inovasi) secara serempak adalah signifikan terhadap Minat Beli.
4.6.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Uji-t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah Harga, Kualitas dan Inovasi secara parsial atau masing-masing berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli kuliner di Komplek Cemara Asri.
Tabel 4.13
Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Kuliner di Komplek Cemara Asri meningkat sebesar 0,911.
2. Variabel Harga berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Minat Beli hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,010) lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung (2,639) lebih besar dibandingkan t-tabel (1,990) artinya jika variabel Harga ditingkatkan maka Minat Beli juga akan meningkat.
3. Variabel Kualitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Minat Beli hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,015) lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung (2,500) lebih besar dibandingkan t-tabel (1,990) artinya jika variabel Kualitas ditingkatkan maka Minat Beli bertambah.
4. Variabel Inovasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Minat Beli hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,040) lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung (1,995) lebih besar dibandingkan t-tabel (1,990) artinya jika variabel Kualitas ditingkatkan maka Minat Beli bertambah atau meningkat.
4.6.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)
Pengujian Koefisien determinan digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas (Harga, Kualitas, dan Inovasi) terhadap variabel terikat (Minat Beli).Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R2
≥ 1).
a. Predictors: (Constant), Inovasi, Harga, Kualitas b. Dependent Variable: MinatBeli
Sumber : Hasil pengolahan SPSS (2016)
Berdasarkan Tabel 4.14 dapat diketahui bahwa :
1. Nilai R sebesar 0.641 sama dengan 64,1 % berarti hubungan antara variabel Harga, Kualitas, dan Inovasi terhadap Minat Beli sebesar 64,1 % artinya memiliki hubungan yang erat
2. Nilai Adjusted R Square 0.411 berarti 41,1% Minat Beli dapat di jelaskan oleh Harga, Kualitas, dan Inovasi. Sedangkan sisanya 58,9% dapat dijelaskan olehfaktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.7 Pembahasan
4.7.1 Pengaruh Harga terhadap Minat Beli
Harga merupakan faktor utama dalam berjualan, penentuan harga harus sesuai dengan apa yang didapatkan oleh konsumen sehingga konsumen merasa yakin untuk membeli produk yang dijual. Dalam penentuan harga penjual juga harus melihat faktor untung ruginya, jika lebih dari harga wajar, para konsumen akan berpikir dua kali lipat untuk membeli produk yang dijual. Sedangkan jika kurang dari harga wajar, mungkin banyak konsumen yang membeli, tapi penjual tidak dapat keuntungan.Maka dari itu penentuan harga suatu produk harus seimbang dengan mengacu pada faktor keuntungan serta minat beli dari konsumen.
Berdasarkan penelitian dapat dilihat dari jawaban responden pada butir pernyataan kesatu bahwa “Harga Kuliner yang ditawarkan di Cemara Asri terjangkau” sebanyak 50,6% paling dominan menyatakan setuju, pada pernyataan kedua “Harga kuliner di Cemara Asri sesuai dengan kualitas” sebanyak 61,7%
paling dominan menyatakan setuju, pada pernyataan ketiga “Harga kuliner di Cemara Asri bersaing” sebanyak 61,7% paling dominan menyatakan setuju, dan
pada pernyataan keempat “Harga kuliner di Cemara Asri sesuai dengan manfaat yang di dapat” sebanyak 40,7% paling dominanmenyatakan setuju.
Dapat disimpulkan bahwa Pengaruh Harga (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli (Y).Hasil penelitian ini sejalan dengan teoriMas’ud dan Mahmud (2005:109), harga ialah jumlah uang yang ditetapkan sebagai penukar suatu produk atau jasa.Definisi yang lebih luas mengatakan, harga adalah jumlah nilai manfaat pemilikan atau penggunaan produk atau jasa yang ditukar oleh konsumen.
4.7.2 Pengaruh Kualitas terhadap Minat Beli
Kualitas menjadi determinan dalam meraih minat beli yang ditunjukkan dengan bentuk fisik dari produk yang dijual.Kualitas makanan maupun minuman harus terjaga kebersihannya agar para konsumen tertarik ingin mencoba kuliner tersebut hingga muncul minat beli dari para konsumen.
Berdasarkan penelitian dapat dilihat dari jawaban responden pada butir pernyataan kesatu bahwa “Kuliner yang ditawarkan rasanya enak” sebanyak 59,3% paling dominan menyatakan setuju, pada pernyataan kedua bahwa
“Kuliner yang ditawarkan memiliki tampilan yang menarik”, sebanyak 58%
paling dominan menyatakan setuju, dan pada pernyataan ketiga bahwa “Mutu dan bahan baku yang dipergunakan cukup baik” sebanyak 69,1% paling dominan menyatakan setuju.
Dapat disimpulkan bahwa Pengaruh Kualitas (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli (Y). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian teoriKotler dan Armstrong (2008) Kualitas produk adalah kemampuan suatu
produk untuk melakukan fungsi-fungsinya yang meliputi daya tahan, kehandalan, ketepatan, kemudahan, operasi dan perbaikan serta atribut lainnya dan semakin baik kualitas produk yang dihasilkan maka akan memberikan kesempatan kepada konsumen untuk melakukan keputusan pembelian.
4.7.3 Pengaruh Inovasi terhadap Minat Beli
Inovasi dari para penjual kuliner di Komplek Cemara Asri terbilang sangat menarik.Dapat dilihat dari banyaknya jenis makanan maupun minuman yang dijual dikawasan komplek Cemara Asri. Jenis makanan minuman yang dijual di komplek Cemara Asri seperti Lok-lok, Tako, Waffle, Roti Tisu, Bubble Ice, Seafood, Sate, Nasi Goreng dan lain sebagainya. Dengan banyaknya inovasi serta variasi dan macam jenis yang dijual para penjual kuliner di Komplek Cemara Asri ini yang membuat komplek Cemara Asri ramai dikunjungi para penikmat kuliner setiap harinya dari sore hingga malam hari.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat dari jawaban responden pada butir pernyataan pertama bahwa “Saya melihat produk yang berbeda dengan yang sudah ada” sebanyak 63% paling dominan menyatakan setuju, pada pernyataan kedua bahwa “Kuliner di Cemara Asri menyediakan berbagai varian rasa dalam satu produk”, sebanyak 51,9% paling dominan menyatakan setuju, dan pada pernyataan ketiga bahwa “Kuliner di Cemara Asri menciptakan varian menu baru” sebanyak 64,2% paling dominan menyatakan setuju.
Dapat disimpulkan bahwa Pengaruh Inovasi (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli (Y) sebagai variable terikat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian teoriSuryana (2008:32)dan Carol Kinsey Goman yang dikutip dari Alma (2009:68), inovasi adalah kreativitas yang diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat diimplementasikan dan memberikan nilai tambah atas sumber daya yang dimiliki.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan (Uji-F) diketahui bahwa variabel Harga, Kualitas, dan Inovasi secara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Pada Usaha Kuliner di Komplek Cemara Asri.
2. Berdasarkan (Uji-t) secara parsial variabel Harga, Kualitas, dan Inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli Pada Usaha Kuliner di Komplek Cemara Asri.Harga merupakan variabel yang dominan mempengaruhi minat beli Pada Usaha Kuliner Komplek Cemara Asri, hal ini didukung oleh nilai thitung yang paling besar yaitu sebesar 2,639 dan signifikansi 0.010.
3. Berdasarkan perhitungan koefisien determinan (R2) menunjukkan bahwa hubungan antar variabel Harga dan variabel Kualitas memiliki hubungan yang erat terhadap Minat Beli Pada Usaha Kuliner di Komplek Cemara Asri.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka peneliti memberi saran sebagai berikut :
1. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli kuliner di Komplek Cemara Asri. Harga merupakan faktor utama yang dilihat oleh konsumen dalam membeli suatu barang atau jasa, oleh sebab itu ada baiknya jika para penjual memberikan promo diskon atau potongan harga dihari-hari tertentu untuk menambah minat beli pengunjung.
2. Kualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli pada kuliner di Komplek Cemara Asri, dan merupakan variabel yang dominan dalam penelitian ini. Oleh sebab itu diharapkan kepada para penjual agar menjual makanan maupun minuman yang terjamin kebersihannya, hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dari pembeli yang membeli makanan maupun minuman yang dijual.
3. Inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli pada kuliner di Komplek Cemara Asri. Penjual dapat menarik perhatian para pembeli dengan inovasi dari kreasi baru yang belum pernah ada sebelumnya, dengan tidak melupakan rasa serta kebersihan dari produk yang dibuat.
4. Penelitian ini menggunakan dua variabel bebas untuk mengukur minat beli, sehingga disarankan bagi peneliti selanjutnya diharapkan memperhatikan variabel tersebut dengan mengembangkan indikator yang lebih tepat atau menambahkan variabel lainnya seperti lokasi, kebersihan tempat dan variabel lainnya yang lebih relevan yang memiliki pengaruh terhadap minat beli pada kuliner di Komplek Cemara Asri.
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik.
Cetakan 14. Rineka Cipta. Jakarta.
Assauri, Sofyan, 2002. Manajemen Pemasaran Dasar Konsep dan Strategi.
Cetakan Ketiga, Rajawali, Jakarta.
Helmi, S dan Lufti, M, 2014. Analisis Data untuk Riset Manajemen dan Bisnis, USU Press, Medan.
Hendro, 2011. Dasar-dasar Kewirausshaan. Erlangga, Jakarta.
Hutagalung, Raja Bongsu, Syafrizal Helmi Situmorang dan Frida ramadini, 2010.
Kewirausahaan, USUPress, Medan.
Kotler, Philip dan Gary Amstrong, 2008.Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid 1, Edisi 12, Erlangga. Jakarta.
Kotler, Philip dan Gary Armstrong, 2001, Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 2, Edisi Kedelapan.Erlangga. Jakarta
Kurniawan, Benny. 2012. Metodologi Penelitian. Jelajah Nusa. Tangerang.
Prof. Dr. Mas’ud Machfoedz, M.B.A 2005.Kewirausahaan.BPFE Yogyakarta.
Suryana, 2008.Kewirausahaan Pedoman Praktis Kiat dan Proses Menuju Sukses, Salemba Empat, Jakarta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan 9.Alfabeta. Bandung.
Setiadi, Nugroho J. 2008. Perilaku Konsumen. Kencana Prenada Media Group.
Bandung.
Supramono dan Haryanto. 2003. Design Proposal Studi Pemasaran. Andi : Yogyakarta.
Situmorang, Syafrizal dan Muslich Lufti. 2014. Analisis Data Penelitian:
Menggunakan Program SPSS. Cetakan I. USU Press. Medan.
Skripsi:
Fauza, Yundi. 2010. "Pengaruh Persepsi dan Pelayanan Terhadap Minat Beli Konsumen Pondok Lesehan Sari Raos" Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Departemen Manajemen USU Medan.
Rahwinda, Anggi ( 2015 ).“Pengaruh Kreativitas dan inovasi terhadap minat beli konsumen usaha Lopian Cafe Kopi Di Kota Medan ’’.Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Departemen Manajemen USU Medan.
Suratmi, Epi. 2011. “Pengaruh Kreativitas dan Inovasi Terhadap Kinerja Karyawan pada Usaha Pengrajin Rotan di Lingkungan Jl. Gatot Subroto Medan”. Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Departemen Manajemen USU Medan.
Saadah Fadilah, 2015. “Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Lokasi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan dan Minat Beli Ulang (Studi pada Konsumen Mie Ayam Jamur Jln.DI.Panjaitan No.09 Medan)”. Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Departemen Manajemen USU Medan.
Siti Maryam, 2015. “Pengaruh Persepsi Kreativitas dan Inovasi Terhadap Minat Beli Konsumen Grand Keude Kupie Ulee Kareng dan Gayo di Medan”.Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Departemen Manajemen USU Medan.
JURNAL :
Muhammad Fakhru Rizky Nst.2001. Pengaruh Promosi dan Harga terhadap Minat Beli Perumahan Obama PT. Nailah Adi Kurnia Sei Mencirim Medan.Jurnal Manajemen& Bisnis Vol 14 No. 02
Agus Rahayu. 2009. Pengaruh Inovasi Produk terhadap Keputusan Pembelian Produk Audio Sony. Jurnal Pendidikan Manajemen Bisnis Vol 16 No.02
LAMPIRAN 1
KUISONER PENGARUH HARGA, KUALITAS, DAN INOVASI TERHADAP MINAT BELI PADA USAHA KULINER DI KOMPLEK
CEMARA ASRI
4. Harga di Cemara Asri sesuai dengan manfaat yang di dapat
B. Kualitas STS S RR TS STS
1. Kuliner yang ditawarkan rasanya enak 2. Kuliner yang ditawarkan memiliki
tampilan yang menarik
3. Mutu dan bahan baku yang dipergunakan cukup baik
C. Inovasi STS S RR TS STS
1. Saya melihat produk yang berbeda dengan yang sudah ada
2. Kuliner di Cemara Asri menyediakan berbagai variant rasa dalam satu produk.
3. Kuliner di Cemara Asri menciptakan variant menu baru
D. Minat Beli STS S RR TD STS
1. Apabila saya ingin mengunjungi tempat kuliner saya lebih memilih kuliner di Cemara Asri karena suasana yang nyaman (minat preferensial)
2. Saya sering merekomendasi ke teman-teman apabila ingin makan-makan/hangout di luar (minat referensi)
3. Saya selalu mencari tahu makanan-makanan baru yang dijual di kuliner Cemara Asri (minat eksploratif)
4. Makanan dan minuman yang saya inginkan sesuai dengan selera yang ada di kuliner Cemara Asri
Jawaban Responden untuk Uji Validitas
Hasil Uji Validitas Cronbach's Alpha N of Items
,926 14
12 4 4 4 3 4 4 3 3 4 4 3 3 5 4
49 4 4 4 5 4 5 5 5 4 5 3 4 4 3
Uji Histogram
Uji Normalitas
Uji Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 81
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation 1,61229513
Most Extreme Differences
Absolute ,069
Positive ,045
Negative -,069
Kolmogorov-Smirnov Z ,625
Asymp. Sig. (2-tailed) ,829
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Uji Heterokedastisitas
Uji Glejser
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
b. Predictors: (Constant), Inovasi, Harga, Kualitas
Uji t
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) ,670 2,002 ,335 ,739
Harga ,247 ,093 ,268 2,639 ,010
Kualitas ,498 ,199 ,304 2,500 ,015
Inovasi ,360 ,181 ,219 1,995 ,040
a. Dependent Variable: MinatBeli
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,641a ,411 ,388 1,64340
a. Predictors: (Constant), Inovasi, Harga, Kualitas b. Dependent Variable: MinatBeli