adalah 1-2 tahun yang berjumlah 33 orang
2. Pendekatan Statistik (Uji Glejser )
4.3.4.3 Uji Multikolinieritas
.9 61 Aktu alisasi_Diri -.057 .088 -.130 -.646 .5 22 a. Dependent Variable: absut
Sumber : Hasil Penolahan SPSS
Pada tabel 4.14 terlihat bahwa tidak ada satupun dari variabel independen
yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen Absolut Ut (AbsUt). Hal ini
terlihat dari nilai probablilitas signifikannya diatas tingkat kepercayaan 10% (0.1), jadi
disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya heteroskedastisitas.
4.3.4.3 Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditentukan adanya
korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya
multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat dari besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) VIF<5 maka tidak terdapat multikolinieritas, Tolerance> 0.1 , maka tidak terdapat multikolinieritas. Hasil pengujian ditunjukkan pada tabel 4.15 sebagai
Tabel 4.15
Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa Model Unstan dardized Coefficients Sta ndardized Coefficien ts ig. Colline arity Statistics St d. Error Bet a T oleranc e IF 1 (Const ant) 563 1. 926 292 772 Pengha rgaan 623 .1 04 .74 8 .970 000 . 576 .736 Aktual isasi_Diri 070 .1 50 .05 8 465 644 . 576 .736 a. Dependent Variable: Prestasi_Kerja
Sumber : Hasil pengolahan SPSS
Berdasarkan tabel 4.15 dapat diketahui bahwa:
a. Nilai VIF dari variabel penghargaan dan aktualisasi diri lebih kecil dari 5 (VIF < 5),
ini berarti bahwa tidak terdapat multikolinieritas antar variabel independen dalam
model regresi.
b. Nilai Tolerance dari variabel penghargaan dan aktualisasi diri lebih besar dari 0.1 (Nilai Tolerance> 0.1) ini berarti tidak terdapat multikolinieritas antar variabel independen.
4.4 Pembahasan
PT. Reycom Document Solusi merupakan sebuah perusahaan yang bekerja untuk
memenuhi dan melayani kebutuhan untuk pengelolaan dokumen secara profesional. Pertama
kali berdiri di Jakarta, pada & Oktober 2003. Kemudian pada 6 Juni 2011, perusahaan ini
resmi mendirikan cabang dikota Medan. Dikota Medan sendiri, PT. Reycom Document
Solusi beralamat di jalan Abdullah Lubis 30a. PT. Reycom Document Solusi menyediakan
beberapa layanan kepada perusahaan klien, seperti Document Imaging, Data Captured, dan Contact Centre. Saat ini, di kota Medan sendiri, PT. Reycom Document Solusi telah mempekerjakan sekitar 80 orang karyawan.
Dari 45 orang responden yang dipilih secara acak, dapat dilihat bahwa sampel yang
berjenis kelamin laki laki adalah 25 orang dan perempuan 20 orang. Responden yang berusia
18 tahun – 23 tahun sebanyak 18 orang, usia 24 tahun – 29 tahun sebanyak 25 orang, usia 30 tahun – 35 tahun sebanyak 1 orang, dan usia diatas 35 tahun sebanyak 1 orang. Kemudian dari latar belakang pendidikan SMA sebanyak 7 orang, Diploma-3 sebanyak 18 orang, S1
sebanyak 19 orang, dan S2 sebanyak 1 orang. Berdasarkan lama bekerja karyawan pada PT
Reycom Document Solusi jumlah karyawan yang bekerja kurang dari 1 tahun sebanyak 1
orang, karyawan yang bekerja antara 1-2 tahun sebanyak 33 orang, dan karyawan yang
bekerja antara 3-4 tahun sebanyak 11 orang.
Variabel X1 adalah variabel penghargaan, penelitian ini menunjukkan bahwa
penghargaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan PT.
Reycom Document Solusi Medan. Dari jawaban responden mengenai penghargaan dapat
disimpulkan bahwa bagian dari penghargaan yang tercermin didalam perusahaan ini
mayoritas karyawan menjawab setuju yaitu dengan jawaban responden terbesar pada
pernyataan butir 5 “masyarakat dan rekan kerja menghormati saya sebagai karyawan PT.Reycom Document Solusi” yaitu sebanyak 28 orang (62.2%). Hal tersebut menunjukkan
bahwa dengan penghargaan yang diterima karyawan dari orang lain menjadikan karyawan
PT.Reycom Document solusi menjadi semangat dalam bekerja sehingga menghasilkan
pekerjaan yang maksimal.
Hasil ini sejalan dengan penelitian Yasmeen, Umar Farooq, dan Fahaq Asghar
(2013:943) “Impact of Rewards on Organizational P erformance: Empirical Evidence from Telecom Sector of Pakistan” menunjukkan pengaruh secara langsung antara variabel penghargaan terhadap kinerja karyawan yang ditunjukkan dalam bentuk penghargaan non
materiil memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan penghargaan materiil untuk
meningkatkan kinerja karyawan. Sistem Penghargaan akan memberikan dorongan bagi
karyawan untuk bekerja secara lebih baik guna mendapatkan penghargaan dari atasan
maupun perusahaan bahkan lingkungan sekitar (Fadilla, 2009:70)
Variabel X2 adalah variabel aktialisasi diri, penelitian ini menunjukkan bahwa
aktualisasi diri memiliki pengaruh yang positif namun tidak signifikan terhadap prestasi
karyawan PT Reyscom Document Solusi Medan. Dari jawaban responden mengenai
aktualisasi diri dapat disimpulkan bahwa bagian dari aktualisasi diri yang tercermin didalam
perusahaan ini mayoritas karyawan menjawab setuju yaitu dengan jawaban responden
terbesar pada pernyataan butir7 “dalam menyelesaikan pekerjaan, saya diberikan kesempatan
untuk menerapkan keahlian yang saya miliki”. Yaitu sebanyak 25 orang (55.6%). Hal
tersebut menunjukkan bahwa dengan kesempatan untuk menerapkan keahlian yang dimiliki,
karyawan dapat mengaktualisasikan keahliannya sehingga pekerjaan yang dihasilkan lebih
maksimal.
Penelitian Adhani (2013) menunjukkan pengaruh secara langsung antara
variabel kebutuhan aktualisasi diri terhadap prestasi kerja karyawan ditunjukkan dengan
seorang karyawan yang dapat mengaktualisasikan dirinya di tempat kerja, karyawan tersebut
sehingga mampu mengoptimalkan kemampuan dalam dirinya sehingga produktivitas yang
dihasilkan akan optimal. Kebutuhan aktualisasi diri merupakan tingkat kebutuhan tertinggi
dari teori Maslow. Ketika seseorang telah tercukupi ke empat kebutuhan di bawahnya maka
ia pun akan membutuhkan kebutuhan aktualisasi diri di mana ia diakui sebagai seseorang
yang memiliki pengaruh dalamsebuah perusahaan. Jika kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat
diberikan oleh perusahaan maka prestasi kerja karyawan akan meningkat dan memberikan
keuntungan terhadap perusahaan.
Pada variabel prestasi kerja, mayoritas responden cenderung menjawab setuju, yaitu
dengan jawaban responden terbesar pada pertanyaan butir 3 “mematuhi jadwal yang berlaku dikantor” yaitu sebanyak 23 orang (51.1%) . Hal tersebut menunjukkan bahwa jadwal
masuk/pulang kantor yang ditetapkan oleh perusahahaan sangat dipatuhi oleh para karyawan,
yang kemudian membantu karyawan dalam meningkatkan prestasi kerjanya. Hal ini sejalan
dengan pengamatan yang dilakukan penulis, dimana perusahaan menetapkan sanksi tegas
bagi karyawan yang datang terlambat ke kantor.
Penelitian ini menunjukkan variabel Penghargaan dan aktualisasi diri secara serempak
mempengaruhi variabel prestasi kerja karyawan PT. Reycom Document Solusi Medan.
Penghargaan yang tepat dan adanya peluang karyawan untuk mengaktualisasikan dirinya
diperusahaan mendorong karyawan untuk meningkatkan kinerjanya sehingga dapat mencapai
prestasi kerja (Dianingtyas,2014). Dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja akan tercapai
apabila penghargaan yang diberikan oleh PT.Reycom Document Solusi secara bersamaan
dengan adanya sarana dan prasarana penunjang untuk karyawan dapat mengaktualisasikan
diri.
Nilai Adjusted R Square sebesar 0,295 menunjukkan bahwa variabel prestasi
kerja karyawan PT. Reycom Document Solusi Medan dapat dijelaskan oleh variabel
dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Nilai R sebesar
0.787 menunjukkan bahwa hubungan antara penghargaan dan aktualisasi diri terhadap
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN