HASIL PENELITIAN
B. PENGUJIAN PERSYARATAN ANALISIS
1. Uji Normalitas
Untuk menguji asumsi yang diperlukan dalam rangka menganalisis data dengan teknik analisis varian tiga jalur, maka data diuji terlebih dahulu untuk mengetahui apakah penyebaran skor toleransi beragama yang diperoleh masing-masing subjek dalam masing-masing kelompok telah memenuhi persyaratan normalitas. Untuk menguji persyaratan tersebut digunakan teknik uji shapiro-wilk atau lilliefors serta kolmogorov- smirnov. Teknik ini digunakan untuk mengungkap apakah proporsi distribusi skor subjek tidak berbeda secara signifikan dari proporsi sebagaimana dalam distribusi normal. Hasil uji normalitas dari keempat varibel tersebut sebagai berikut.
a. Variabel Toleransi Beragama
Untuk menguji normalitas varibel toleransi beragama diajukan hipotesis sebagai berikut:
H0 = Data memiliki distribusi normal Ha = Data tidak memiliki distribusi normal.
Berdasarkan uji yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil perhitungan untuk shapiro-wilk dengan nilai sebesar 0,143 dan kolmogorov-smirrnov dengan nilai sebesar 0,0567. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa data variabel toleransi beragama yang diperoleh subjek dalam masing-masing kelas terdistribusi
164 secara normal atau yang berarti menerima H0,
248 dengan taraf signifikansi lebih besar dari 0,05
b. Variabel Lingkungan Pendidikan
Untuk menguji normalitas variabel lingkungan pendidikan diajukan hipotesis sebagai berikut:
H0 = Data variabel lingkungan pendidikan memiliki distribusi normal.
Ha = Data variabel lingkungan pendidikan tidak memiliki distribusi normal.
Berdasarkan uji yang telah dilakukan maka, diperoleh hasil perhitungan untuk shapiro-wilk dengan nilai sebesar 0,143 dan kolmogorov-smirrnov dengan nilai sebesar 0,067. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa data variabel toleransi beragama yang diperoleh subjek dalam masing-masing kelas terdistribusi secara normal atau yang berarti menerima H0.
249 Hal didukung oleh grafik normalitas plot pada gambar 4.6.
248 Prosedur dan langkah perhitungannya dapat dilihat dalam tabel 6.
249 Prosedur dan langkah perhitungannya dapat dilihat dalam tabel 6.
165 Gambar 4.8 Distribusi normalitas data berdasarkan Q-Plot
c. Variabel Tipe Kepribadian
Untuk menguji normalitas varibel tipe kepribadian diajukan hipotesis sebagai berikut:
H0 = Data variabel tipe kepribadian memiliki distribusi normal.
Ha = Data variabel tipe kepribadian tidak memiliki distribusi normal.
Normalitas data variabel tipe kepribadian dibedakan menjadi dua jenis, yaitu introvert maupun ekstrovert. Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh hasil untuk mahasiswa yang mempunyai kepribadian tipe introvert sebesar 0,068 (kolmogorov-smirrnov) dan 0,083 (shapiro-wilk). Sedang untuk mahasiswa yang mempunyai kepribadian ekstrovert diperoleh hasil sebesar 0,108 (kolmogorov-smirrnov) dan 0,092 (shapiro-wilk).
Hasil-166 hasil tersebut lebih besar dari 0,05. 250 Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa data variabel tipe kepribadian berdistribusi normal atau yang berarti menerima H0.
d. Variabel Orientasi Keagamaan
Untuk menguji normalitas varibel orientasi keagamaan diajukan hipotesis sebagai berikut:
H0 = Data variabel memiliki orientasi keagamaan distribusi normal.
Ha = Data variabel orientasi keagamaan tidak memiliki distribusi normal.
Normalitas data variabel orientasi keagamaan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu instrinsik maupun ekstrinsik. Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh hasil untuk mahasiswa yang mempunyai orientasi keagamaan instrinsik, sebesar 0,200 (kolmogorov-smirrnov) dan 0,213 (shapiro-wilk). Sedang untuk mahasiswa yang mempunyai orientasi keagamaan ekstrinsik diperoleh hasil sebesar 0,118 ( kolmogorov-smirrnov) dan 0,252 (shapiro-wilk). Hasil-hasil tersebut lebih besar dari 0,05. 251 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data variabel tipe kepribadian berdistribusi normal atau berarti menerima H0, yang hasil data-data tersebut lebih besar dari 0,05.252
250 Tabel dan perhitungannya dapat dilihat dalam tabel 6.
251 Tabel dan perhitungannya dapat dilihat dalam tabel 6.
252 Tabel dan perhitungannya dapat dilihat dalam tabel 6.
167 2. Uji Homoginitas
Di samping uji normalitas, uji homoginitas varian antar kelompok juga diperlukan sebelum dilakukan uji perbedaan dengan teknik analisis varian. Hal ini disebabkan teknik tersebut mengasumsikan bahwa varian antar kelompok yang dibandingkan bersifat homogin. Uji homoginitas ini biasanya dilakukan sebagai pra-sayarat dalam analisis Anava. Asumsi yang mendasari dalam analisis of varians (Anava) adalah bahwa varian dari beberapa pupulasi adalah sama.
a. Jika nilai sig. tabel Test of Homogeneity of Variance (based on mean) lebih besar dari 0,05 (p > α ), maka populasi memiliki varian yang sama.
b. Jika nilai sig. pada tabel Test of Homogeneity of Variance (based on mean) lebih kecil dari 0,05 (p < α), maka data penelitian berasal dari populasi yang tidak sama.
Hasil analisis uji homoginitas dikelompokkan berdasarkan varaibel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini sebagaimana dikemukakan sebagai berikut.
a. Homoginitas variabel Lingkungan Pendidikan.
Rumusan hipotesis yang digunakan untuk menguji variabel lingkungan pendidikan adalah sebagai berikut:
H0: σ21 = σ21 populasi memiliki varian yang sama (homogen) Ha: σ21 ≠ σ21 populasi tidak memiliki varian yang sama (heterogen)
168 Berdasarkan Test of Homogeneity of Variance dapat dilihat bahwa pada kolom Based on Mean diperoleh taraf signifikansinya, yakni 0,093253 dan skor tersebut lebih besar dari 0,05 (p < α). Oleh karena itu, hipotesis homogenitas variabel lingkungan pendidikan dapat diterima dalam taraf nyata 0,05.
b. Homoginitas variabel Tipe Kepribadian.
Rumusan hipotesis yang digunakan untuk menguji variabel tipe kepribadian adalah sebagai berikut:
H0: σ21 = σ21 populasi memiliki varian yang sama (homogen) Ha: σ21 ≠ σ21 populasi tidak memiliki varian yang sama (heterogen).
Hasil analisis Test of Homogeneity of Variance dapat dilihat pada kolom Based on Mean diperoleh taraf signifikansinya, yakni 0,813254 dan skor tersebut lebih besar dari 0,05 (p < α ). Oleh karena itu, hipotesis adanya homogenitas variabel tipe kepribadian dapat diterima dalam taraf nyata 0,05.
c. Homoginitas variabel Orientasi Keagamaan
Rumusan hipotesis yang digunakan untuk menguji orientasi keagamaan adalah sebagai berikut:
H0: σ21 = σ21 populasi memiliki varian yang sama (homogen) Ha: σ21 ≠ σ21 populasi tidak memiliki varian yang sama (heterogen)
253 Tabel dan perhitungannya dapat dilihat dalam tabel 7
254 Tabel dan perhitungannya dapat dilihat dalam tabel 7.
169 Hasil analisis Test of Homogeneity of Variance dapat dilihat pada kolom Based on Mean diperoleh taraf signifikansinya, yakni 0,175255 dan skor tersebut lebih besar dari 0,05 (p < α). Oleh karena itu, hipotesis homogenitas orientasi keagamaan dapat diterima dalam taraf nyata 0,05.
d. Homoginitas variabel Toleransi Beragama
Rumusan hipotesis yang digunakan untuk menguji variabel toleransi beragama adalah sebagai berikut:
H0: σ21 = σ21 populasi memiliki varian yang sama (homogen) Ha: σ21 ≠ σ21 populasi tidak memiliki varian yang sama (heterogen)
Test of Homogeneity of Variance dapat dilihat pada kolom Based on Mean diperoleh taraf signifikansinya adalah 0,095256 dan skor tersebut lebih besar dari 0,05 (p < α). Oleh karena itu, hipotesis homogenitas variabel sikap toleransi beragama dapat diterima dalam taraf nyata 0,05.