• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Normalitas Sebaran Pre-test Kelompok Eksperimen

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Penelitian

1) Uji Normalitas Sebaran Pre-test Kelompok Eksperimen

Uji normalitas berfungsi untuk mengetahui normal tidaknya sebaran data yang digunakan dalam penelitian ini. Uji normalitas sebaran dalam penelitian ini menggunakan teknik pengujian chi-kuadrat. Pengujian normalitas sebaran data ini dapat dilakukan dengan bantuan komputer SPSS. Adapun rumus teknik pengujian chi-kuadrat (Nurgiyantoro, 2004: 244) adalah sebagai berikut :

Keterangan : X2 : chi-kuadrat

O : Frekuensi observasi E : Frekuensi Harapan

Uji normalitas dilakukan terhadap pre-test kemampuan mendireksi dan post-test kemampuan mendireksi. Kemudian harga chi-kuadrat yang diperoleh dari perhitungan dikonsultasikan dengan harga chi-kuadrat tabel pada taraf

signifikansi 5 %. Jika harga chi-kuadrat hitung lebih besar dari harga chi-kuadrat

tabel, maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal. Sebaliknya, jika harga chi-kuadrat hitung lebih kecil dari tabel, dapat dinyatakan bahwa data berdistribusi normal.

2. Uji Homogenitas Variansi

Uji homogenitas varians ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara rata-rata hitung tiap kelompok. Untuk menguji varians data digunakan uji- F (Nurgiyantoro, 2004 : 223) yaitu sebagai berikut:

Keterangan

F : koefisien F

RKA : rata-rata hitung kuadrat antar kelompok RKD : rata-rata hitung kuadrat dalam kelompok

Pengujian ini dilakukan terhadap data-data pre-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, serta post-test kelompok eksprimen dan kelompok kontrol. Hasil perhitungan kemudian dikonsultasikan dengan tabel nilai F dengan taraf signifikansi 5% dan db = n-1. Dari uji tabel tersebut dikatakan homogen apabila nilai signifikansi (sig) lebih besar dari 0,05 (sig>0,05). Begitu pula sebaliknya, apabila nilai signifikansi lebih kecil (sig<0,05) maka sampel tersebut tidak homogen.

3. Uji Hipotesis

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji-t. Penggunaan teknik analisis ini dimaksudkan untuk menguji perbedaan mendireksi antara kelompok eksperimen yang menggunakan metode

drill dan kelompok kontrol yang tidak menggunakan metode drill. Dengan demikian dapat diketahui pula perbedaan keefektifan antara keduanya.

Selanjutnya, analisis ini akan dibantu dengan komputer program SPSS. Kriteria pengujian dalam penelitian ini ditetapkan apabila hipotesis nilai t yang diperoleh lebih besar dari nilai t dalam tabel pada taraf signifikansi 5%. Hasil pengolahan data dengan menggunakan rumus uji-ttersebut kemudian dikonsultasikan dengan tabel nilai t pada taraf signifikansi 5 %. Jika t-hitung lebih besar dari pada t-tabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan mendireksi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

Setelah harga t diketahui, kemudian dilanjutkan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran mendireksi yang menggunakan metode drill. Jika t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode drill dalm pembelajaran mendireksi lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran tanpa menggunakan metode drill.

H. Hipotesis Statistik

Menurut Creswell (2010: 198-199) ada 2 bentuk hipotesis yaitu hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha). Hipotesis nol menyatakan bahwa tidak adanya perbedaan antara dua variabel atau tidak adanya pengaruh X terhadap variabel Y.Sedangkan pada hipotesis alternatif peneliti membuat suatu prediksi atas hasil yang diharapkan. Rumus hipotesis tersebut sebagai berikut:

Ho:

μ

1 =

μ

2 Tidak terdapat perbedaan yang signifikan nilai mendireksi siswa antara yang diajar dengan menggunakan metode drill dan yang diajar menggunakan metode ceramah dan demonstrasi.

Ha :

μ

1 >

μ

2 .Penggunaan metode drill dalam pembelajaran direksi lebih efektif daripada pembelajaran yang menggunakan metode ceramah dan demonstrasi.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian

Data hasil penelitian ini terdapat dua jenis data yaitu data mendireksi awal yang diperoleh melalui nilai tes awal (pre-test) dan data mendireksi yang diperoleh melalui nilai tes akhir (post-test). Data statistik induk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat melalui tabel berikut:

Tabel 5: Data Statistik Induk Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Sumber N X X2 Rerata Peningkatan SB

Kelompok Eksperimen 34 Pre- test 2248 5 053 504 66,12 12, 47 Post- test 2649 7 017 201 77,91 11,79 6, 30 Kelompok Kontrol 33 Pre- test 2232 4 981 824 67,64 11, 68 Post- test 2425 5 880 625 73, 48 5,85 9,79

Pada awalnya, skor pre-test kelas eksperimen sebesar 2248 dan skor post-test sebesar 2649. Pada kelas eksperimen diperoleh rerata skor keterampilan mendireksi awal sebesar 66,12 dan rerata skor keterampilan mendireksi akhir sebesar 77,91. Kelas kontrol memperoleh rerata nilai mendireksi awal sebesar 67,04 dan nilai akhir sebesar 73,48. Kelas eksperimen mempunyai rerata nilai akhir yang lebih tinggi dari rerata nilai awal dengan mean difference sebesar

11,79. Sedangkan kelas kontrol juga mempunyai reratanilai akhir yang lebih tinggi dari rerata nilai awal dengan mean difference hanya sebesar 5,85.

1. Deskripsi DataSkor Pre-test Pembelajaran Direksi Kelompok Eksperimen

dan Kelompok Kontrol

a. Berdasarkan Data Skor Pre-test Pembelajaran Direksi Kelompok

Eksperimen

Berdasarkan data pengukuran tes awal atau pre-test kelompok eksperimen dari subjek yang berjumlah 34 orang siswa, diperoleh nilai tertinggi sebesar 84 yang diraih oleh 1 orang siswa dan nilai terendah sebesar 38 yang diraih oleh 2 orang siswa. Rata-rata (mean) sebesar 66,12, median sebesar 68, modus sebesar 78, dan simpangan baku (SB) sebesar 12, 47.

Untuk distribusi skor pre-test keterampilan direksi dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 6: Frekuensi Skor Pre-test Keterampilan Direksi Kelompok Eksperimen NO Interval F % 1 83 - 100 1 2,9 % 2 65 - 82 20 58, 8 % 3 47 - 64 11 32, 4 % 4 28 - 46 2 5,9 % Jumlah 34 100 %

Selanjutnya apabila dinyatakan dengan grafik histogram yaitu sebagai berikut:

Gambar 9: Histogram Distrubusi Skor Pre-test Keterampilan Direksi Kelompok Eksperimen

b. Berdasarkan Data Skor Pre- test Keterampilan Direksi Kelompok Kontrol

Berdasarkan data pengukuran tes awal (pre-test) kelompok kontrol dari subjek yang berjumlah 33 orang siswa, diperoleh nilai tertinggi sebesar 84 yang diraih oleh 2 orang siswa dan nilai terendah 39 yang diraih oleh 2 orang siswa. Rata-rata (mean) sebesar 67,64, median sebesar 68, modus sebesar 80, dan simpangan baku (SB) 11, 68. 0 5 10 15 20 25 83 - 100 65 - 82 47 - 64 28 - 46

F

F

Untuk distribusi skor pre-test keterampilan direksi dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 7: Frekuensi Skor Pre-test Keterampilan Direksi Kelompok Kontrol

NO Interval F % 1 83 – 100 2 6, 1 % 2 65 – 82 20 60, 6 % 3 47 – 64 8 24, 2 % 4 28 – 46 3 9,1 % Jumlah 33 100 %

Selanjutnya apabila dinyatakan dengan grafik histogram yaitu sebagai berikut:

Gambar 10: Histogram Distribusi Skor Pretest Keterampilan Direksi Kelompok Kontrol 0 5 10 15 20 25 83 - 100 65 - 82 47 - 64 28 - 46

F

F

c. Deskripsi Data Perbandingan Skor Pre-test Keterampilan Direksi Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Setelah dilakukan analisis tes awal atau pre-test, kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan rumus uji-t yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat keterampilan direksi antara kelompok ekperimen dan kontrol.

Tabel 8: Data Perbandingan Skor Pre-test Keterampilan Direksi Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

No Data N ƩX Mean Modus Median

1 Skor tes awal kelompok eksperimen

34 2248 66,12 87 68

2 Skor tes awal kelompok kontrol

33 2232 67,64 84 68

Dari pengolahan data tersebut, diperoleh hasil t-hitung sebesar -0, 514 dengan db= 65 . Nilai tersebut kemudian dikonsultasikan dengan nilai t tabel dengan taraf signifikansi 5%, yang menunjukan nilai t tabel sebesar 1,669. Dengan demikian, nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil perhitungan dapat dilihat pada lampiran. Adapun perhitungan uji- t sebagai berikut.

Tabel 9: Hasil Perhitungan Uji- t Pre-test Antarkelas

2. Deskripsi DataSkor Post-test Keterampilan Direksi Kelompok Eksperimen

dan Kelompok Kontrol

a. Berdasarkan Data Skor Post-test Keterampilan Direksi Kelompok

Eksperimen

Berdasarkan data pengukuran tes akhir (post- test) kelompok eksperimen dari subjek yang berjumlah 34 orang siswa, diperoleh skor tertinggi sebesar 88 yang diraih 2 oleh orang siswa dan skor terendah 68 yang diraih oleh 4 orang siswa. Rata-rata (mean) sebesar 77,91, median sebesar 80, modus sebesar 84, dan simpangan baku (SB) sebesar 6, 30.

Untuk distribusi skor post- test keterampilan direksi dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 10: Frekuensi Skor Post-test Keterampilan Direksi Kelompok Eksperimen NO Interval F % 1 83 - 100 8 23,5 % 2 65 - 82 26 76,5 % 3 47 - 64 0 0 % 4 28 - 46 0 0 % Jumlah 34 100 %

Data t- hitung t- tabel db Keterangan

Pre- test -0, 514 1,669 65 t h < t t = tidak ada perbedaan yang signifikan

Selanjutnya apabila dinyatakan dengan grafik histogram yaitu sebagai berikut:

Gambar 11: Histogram Distrubusi Skor Post-test Keterampilan Direksi Kelompok Eksperimen

b. Berdasarkan Data Skor Post-test Keterampilan Direksi Kelompok Kontrol

Berdasarkan data pengukuran tes akhir (post-test) kelompok kontrol dari subjek yang berjumlah 33 orang siswa, diperoleh skor tertinggi sebesar 84 yang diraih oleh 9 orang siswa dan skor terendah 48 yang diraih oleh 1 orang siswa. Rata-rata (mean) sebesar 73,48, median sebesar 74, modus sebesar 84, dan simpangan baku (SB) sebesar 9, 79.

0 5 10 15 20 25 30 83 - 100 65 - 82 47 - 64 28 - 46

F

F

Untuk distribusi skor post-test keterampilan direksi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 11: Frekuensi Skor Post- test Keterampilan Direksi Kelompok Kontrol

NO Interval F % 1 83 - 100 9 27,3 % 2 65 - 82 18 54,5 % 3 47 - 64 6 18,2 % 4 28 - 46 0 0 % Jumlah 33 100 %

Selanjutnya apabila dinyatakan dengan grafik histogram yaitu sebagai berikut:

Gambar 12: Histogram Distribusi Skor Post-test Keterampilan Direksi Kelompok Kontrol 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 83 - 100 65 - 82 47 - 64 28 - 46

F

F

3. Uji Prasyarat Analisis

a. Uji Normalitas Sebaran

Data pada uji normalitas sebaran ini diperoleh dari data pre-test dan post-test, baik dari kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dengan bantuan program SPSSyang menunjukkan bahwa x2 h < x2 t yang berarti sebaran data kedua kelompok tersebut normal.

1)Uji Normalitas Sebaran Pre- test Kelompok Eksperimen

Hasil perhitungan uji normalitas dengan pre-test kelompok eksperimen menunjukkan bahwa nilai x2 hitung sebesar dengan db=2. Nilai x2 tersebut kemudian dikonsultasikan dengan nilai x2 tabel pada taraf signifikansi α = 0,05 yaitu sebesar dengan demikian x2 hitung pre-test kelompok eksperimen lebih kecil daripada x2 tabel (x2 h < x2 t = 3,36 < 5,991) yang berarti bahwa sebaran data pre-test kelompok tersebut adalah normal.

Adapun rangkuman hasil uji normarlitas sebaran data pre-test kelompok eksperimen disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 12: Hasil Uji Normalitas Sebaran Pre-test Kelompok Eksperimen

Kai Hitung Kai Tabel db Keterangan

Dokumen terkait