• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.4. Teknik Analisis Data

3.4.2. Uji Asumsi Klasik

3.4.2.1. Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dalam uji Normalitas ini cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak. Pada analisis regresi ini metode yang digunakan adalah grafik histogram dan normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal (Ghozali, 2005:110). Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik dengan melihat histogram dari residualnya (Ghozali, 2005:112). Dasar untuk mengambil keputusan adalah sebagai berikut:

 Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tersebut memenuhi asumsi normalitas.

 Jika data menyebar menjauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tersebut tidak memenuhi asumsi normalitas.

3.4.2.2 Uji Multikolinearitas

Menurut Ghozali (2005), uji multikolinearitas bertujuan menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Pada model regresi yang baik seharusnya antar variabel independen tidak terjadi korelasi. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari tolerance value atau variance inflation factor (VIF). Sebagai dasar acuannya dapat disimpulkan:

a. Jika nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.

b. Jika nilai tolerance < 0,10 dan nilai VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.

3.4.2.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain.

Model regresi yang baik adalah yang terjadi homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas dalam suatu model regresi linear berganda adalah dengan melihat grafik scatterplot atau nilai prediksi variabel terikat yaitu SRESID dengan residual error yaitu ZPRED. Jika tidak ada pola tertentu dan tidak menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.4.2.4 Uji Autokorelasi

Bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear berganda terdapat korelasi antara residual pada periode t dengan residual periode t-1 (sebelumnya). Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi (Ghozali, 2005).

3.5. Uji Hipotesis

3.5.1 Pengujian secara Simultan (Uji F)

Uji F digunakan untuk menguji apakah variabel-variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Pengambilan keputusannya sebagai berikut:

a. Jika sig F > (0,05) maka H1 didukung, artinya variabel independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

b. Jika sig F < (0,05) maka H1 tidak didukung, artinya variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

3.5.2 Pengujian secara Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji variabel-variabel independen secara individu berpengaruh dominan dengan taraf signifikansi 5%. Langkah-langkah dalam uji t adalah sebagai berikut:

a. Merumuskan Hipotesis

Ho: = 0, artinya variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. keputusan investasi dan keputusan

pendanaan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

H2-7: ≠ 0, artinya variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. keputusan investasi dan keputusan pendanaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

b. Menentukan Tingkat Signifikansi

Tingkat signifikansi pada penelitian ini adalah 5%, artinya risiko kesalahan mengambil keputusan adalah 5%.

c. Pengambilan Keputusan

1. Jika sig t > (0,05) maka Ho didukung, artinya variabel independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

2. Jika sig t < (0,05) maka Ho tidak didukung, artinya variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Obyek Penelitian

Deskripsi obyek penelitian meneliti profil perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini, yaitu perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2009, 2010 dan 2011 yang berjumlah 155 perusahaan. Sampel perusahaan tersebut kemudian dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Setelah dilakukan seleksi pemilihan sampel sesuai kriteria yang telah ditentukan maka diperoleh 138 perusahaan setiap tahunnya yang memenuhi kriteria sampel. Kriteria pengambilan sampel penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1

Kriteria Pengambilan Sampel

No Keterangan Jumlah

1 Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2009 sampai dengan 2011

155

2 Tidak menerbitkan laporan keuangan secara lengkap

(10)

Jumlah Perusahaan Sampel 145

Sumber : Data Diolah

Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, maka sebanyak 145 perusahaan akan diuraikan dijadikan sebagai obyek penelitian untuk

mengetahui pengaruh keputusan investasi, dan keputusan pendanaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur tahun 2009-2011.

4.2 Analisis Data

4.2.1. Statistik Deskriptif

Outlier adalah kasus atau data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim baik untuk sebuah variabel tunggal atau variabel kombinasi.

Pada penelitian ini terdapat data outlier sebanyak 7 perushaaan yang memiliki nilai ekstrim, maka dari itu sampel data sebelumnya 145 menjadi 138 yang menjadi sampel penelitian ini.

Statistik deskriptif akan menunjukkan gambaran mengenai suatu data yang akan diteliti. Adapun data deskriptif meliputi nilai rata-rata, nilai maksimum dan minimum, nilai deviasi standar dari semua variabel penelitian yang akan dianalisis. Berikut ini merupakan hasil analisis deskriptif

perusahaan sampel :

Tabel 4.2

Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean

Std.

Deviation

PBV 414 -3.49 3.95 1.3149 1.08986

MBVA 414 -.34 3.93 1.4136 .70768

DER 414 -3.74 3.38 .8863 1.03893

Valid N (listwise)

414

Sumber : Data Output SPSS, 2013

Dari hasil analisis deskriptif pada table diatas, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

1. Nilai minimum nilai perusahaan (PBV) adalah sebesar -3,49 yang diperoleh PT Hanson International Tbk, sedangkan nilai maksimum nilai perusahaan adalah sebesar 3,95 yang diperoleh PT Astra International Tbk. Nilai rata-rata nilai perusahaan tahun 2009-2011 adalah sebesar 1,3149 dengan standar deviasi sebesar 1,08986.

2. Nilai minimum keputusan investasi (MBVA) sebesar -0,34 yaitu PT Eratex Djaja Tbk sedangkan nilai maksimum keputusan investasi adalah sebesar 3,93 yaitu PT Kalbe Farma Tbk. Nilai rata-rata keputusan investasi tahun 2009-2011 adalah sebesar 1,4136 tahun dengan standar deviasi sebesar 0,70768.

3. Nilai minimum keputusan pendanaan (DER) adalah sebesar -3,74 yang diperoleh PT Panasia Filament Inti Tbk, sedangkan nilai maksimum keputusan pendaaan adalah sebesar 3,38 yang diperoleh PT Tirta Mahakam Resources Tbk. Nilai rata-rata keputusan pendanaan tahun 2009-2011 adalah sebesar 0,8863 dengan nilai standar deviasi sebesar 1.03893.

4.2.2. Uji Asumsi Klasik 4.2.2.1 Uji Normalitas

Untuk mengetahui normalitas populasi suatu data dapat dilakukan dengan menggunakan analisis grafik. Metode yang digunakan adalah grafik histogram dan normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal (Ghozali, 2005:110).

Gambar 4.1

Sumber : Data Output SPSS, 2013

Berdasarkan tampilan grafik Normal P-Plot di atas, dapat disimpulkan bahwa pola grafik normal terlihat dari titik-titik yang menyebar di sekitar garis diagonalnya dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Hal ini

menunjukkan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini telah terdistribusi secara normal sehingga model regresi dapat digunakan dan memenuhi asumsi normalitas.

Hasil uji normalitas dengan menggunakan uji kolmogorov-smirnov dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini :

Tabel 4.3

Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandar dized Residual

N 414

Normal Parametersa,,b

Mean .0000000

Std. Deviation .84562578 Most Extreme

Differences

Absolute .064

Positive .032

Negative -.064

Kolmogorov-Smirnov Z 1.293

Asymp. Sig. (2-tailed) .071

a. Test distribution is Normal.

Sumber : Data Output SPSS, 2013

Dari hasil uji kolmogorov-smirnov di atas, dihasilkan nilai Asymp.

Sig. (2-tailed) sebesar 0,071. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa data residual dalam model regresi ini terdistribusi normal karena nilai Asymp. Sig.

(2-tailed) di atas 0,05 dan model regresi tersebut layak digunakan untuk analisis selanjutnya.

4.2.2.2 Uji Multikolinieritas

Menurut Ghozali (2006), uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Uji multikolinieritas dilakukan dengan cara melihat nilai tolerance dan nilai VIF, jika nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF

< 10 maka tidak terjadi gejala multikolinieritas dalam model regresi tersebut.

Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel 4.4 di bawah ini : Tabel 4.4

Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics Toleran

ce VIF

MBV A

.919 1.08 8

DER .919 1.08

8 a. Dependent Variable: PBV

Sumber : Data Output SPSS, 2013

Dari hasil analisis uji multikolinieritas di atas, dihasilkan nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah multikolinieritas dalam model regresi ini dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.

4.2.2.3 Uji Heteroskedastisitas

Menurut Ghozali (2006), uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pengujian heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan grafik scatterplots, jika grafik terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tersebar di atas maupun dibawah angka 0 sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastistas pada model regresi. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada Gambar 4.1 di bawah ini :

Sumber : Data Output SPSS, 2013 Gambar 4.2

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Dari hasil analisis uji heteroskedastisitas di atas, pada grafik scatterplot terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tersebar di atas maupun dibawah angka 0 sumbu Y. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas dalam model regresi dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya.

4.2.2.4 Uji Autokorelasi

Menurut Ghozali (2006), uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya).

Untuk mendeteksi adanya gejala autokorelasi dapat dilakukan dengan uji Durbin-Watson. Nilai W dari model regresi berganda terpenuhi jika nilai D-W di antara -2 sampai +2. Hasil analisis uji autokorelasi dengan uji durbin Watson adalah sebagai berikut :

Tabel 4.5 Hasil Uji Autokorelasi

Sumber : Data Output SPSS,

2013

Dari hasil pada tabel 4.5 di atas, dihasilkan durbin Watson sebesar 1,924. Nilai tersebut terletak diantara -2 sampai dengan +2, maka dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi.

4.2.2.5 Uji Hipotesis

4.2.2.5.1 Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (uji R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas (Ghozali, 2005). Hasil uji koefisien determinasi (uji R2) dapat dilihat pada Tabel 4.6

Model Summaryb Mode

l

Durbin-Watson

1 1.924

a. Predictors: (Constant), MBVA, DER

b. Dependent Variable: PBV

Tabel 4.6

Koefisien Determinasi (uji R2) Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .631a .398 .395 .84768

a. Predictors: (Constant), MBVA, DER b. Dependent Variable: PBV

Sumber Data Output SPSS, 2013

Hasil analisis regresi berganda menunjukkan nilai R Square sebesar 0,398 atau 39,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa 39,8% perubahan nilai perusahaan dipengaruhi oleh keputusan investasi dan keputusan pendanaan, sedangkan sisanya yaitu 60,2% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model penelitian.

4.2.2.5.2 Uji Simultan (Uji F)

Uji F secara simultan digunakan sebagai pengambil keputusan apakah variabel-variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji F dalam Tabel 4.7 sebagai berikut:

Tabel 4.7

Hasil Pengujian Hipotesis Dengan Uji F

ANOVAb

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 195.231 2 97.615 135.848 .000a

Residual 295.329 411 .719

Total 490.560 413

a. Predictors: (Constant), MBVA, DER b. Dependent Variable: PBV

Sumber Data Output SPSS, 2013

Nilai F regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh secara simultan variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai F menunjukan nilai sebesar 135,848 dengan signifikan sebesar 0,000. Nilai F memberikan hasil yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusan pendanaan dan keputusan investasi berpengaruh secara simultan terhadap nilai perusahaan.

4.2.2.5.3 Uji Parsial (Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji variabel-variabel independen secara individu berpengaruh dominan dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil uji asumsi klasik, seluruh data terdistribusi normal, tidak terjadi

multikolinearitas, tidak terjadi autokolerasi dan tidak terjadi

heteroskedastisitas, sehingga data yang telah di uji memenuhi syarat untuk menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8

Hasil Pengujian Hipotesis Dengan Uji t

Coefficientsa

Sumber Data Output SPSS, 2013

Dari hasil analisis regresi linier berganda di atas, maka model persamaan regresi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Y= -0,342+0,537DER+0,835MBVA+e

Dari hasil model persamaan regresi diatas, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

1. Hasil uji parsial (uji t) variabel keputusan investasi menunjukkan koefisien regresi 0,835 dengan signifikansi 0,000 yang berada dibawah 0,05. Hal ini berarti keputusan investasi berpengaruh dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Artinya apabila keputusan investasi naik sebesar satu satuan, maka nilai perusahaan jg naik sebesar 0,835 satuan.

2. Hasil uji parsial (uji t) variabel keputusan pendanaan menunjukkan koefisien regresi 0,537 dengan signifikansi 0,000 yang berada dibawah

0,05. Hal ini berarti keputusan pendanaan berpengaruh dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Artinya apabila keputusan investasi naik sebesar satu satuan, maka nilai perusahaan jg naik sebesar 0,537 satuan.

4.3 Pembahasan Hasil

4.3.1 Pengaruh Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil analisis data di atas, dapat diketahui bahwa keputusan investasi berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil ini membuktikan bahwa ada tidaknya keputusan investasi maka akan mempengaruhi besar kecilnya nilai perusahaan.

Nilai perusahaan yang dibentuk melalui indikator nilai pasar saham sangat dipengaruhi oleh peluang investasi dan pengeluaran discretionary di masa yang akan datang (Myers, 1977; Myeong dan Hyeon, 1998). Efek langsung keputusan investasi terhadap nilai perusahaan merupakan hasil yang diperoleh dari kegiatan investasi itu sendiri melalui pemilihan proyek atau kebijakan lainnya seperti menciptakan produk baru, penggantian mesin yang lebih efisien, pengembangan research dan development (Myers, 1977; Wright dan Ferris, 1997). Pengeluaran modal perusahaan (capital expenditure) sangat penting untuk meningkatkan nilai perusahaan karena jenis investasi tersebut memberikan sinyal tentang pertumbuhan pendapatan perusahaan yang diharapkan di masa yang akan datang dan mampu meningkatkan nilai pasar perusahaan yang diproksikan melalui return saham (Fama dan French, 1998).

Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Wijaya dan Wibawa (2010) menunjukan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

4.3.2 Pengaruh Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan hasil analisis data di atas, dapat diketahui bahwa keputusan pendanaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil ini membuktikan bahwa ada tidaknya keputusan pendanaan maka akan mempengaruhi besar kecilnya nilai perusahaan.

Apabila pendanaan didanai melalui hutang, maka peningkatan nilai peusahaan terjadi akibat efek tax deductible, yaitu perusahaan yang memiliki hutang akan membayar bunga pinjaman yang dapat mengurangi penghasilan kena pajak, yang dapat memberikan manfaat bagi pemegang saham. Apabila peningkatan pendanaan perusahaan melalui laba ditahan atau penerbitan saham baru, maka risiko keuangan perusahaan semakin kecil (De Angelo dan Masulis, 1980; Masulis, 1980). Fakta yang terjadi di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian tahun 2001 adalah bahwa pendanaan perusahaan meningkat dengan penambahan hutang (Hasnawati, 2005a). Sesuai dengan signaling theory, nilai perusahaan meningkat pada hari pengumuman dan sehari setelah pengumuman perusahaan-perusahaan yang meningkatkan proporsi penggunaan hutangnya (Masulis, 1980). Peningkatan hutang juga dapat diartikan pihak luar tentang kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya di masa yang akan datang atau risiko bisnis yang rendah,

sehingga penambahan hutang telah memberikan sinyal positif (Brigham dan Houston, 2001).

Hasil penelitian ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Wijaya dan Wibawa (2010) menunjukan bahwa keputusan pendanaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Hasil pengujian dalam penelitian ini secara simultan membuktikan bahwa keputusan investasi dan keputusan pendanaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

2. Hasil pengujian dalam penelitian ini secara parsial membutikan bahwa keputusan investasi dan keputusan pendanaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

5.2 Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan yang kemungkinan dapat mempengaruhi hasil penelitian, antara lain:

1. Penelitian ini hanya menggunakan perusahaan manufaktur sebagai subyek penelitian

2. Periode penelitian ini hanya tiga tahun, yaitu tahun 2009 sampai dengan 2011.

3. Penelitian ini hanya mengidentifikasi variabel independen sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan berupa keputusan pendanaan dan keputusan investasi.

5.3 Saran

Dengan memperhatikan beberapa keterbatasan penelitian yang telah disampaikan, maka dapat diberikan saran-saran untuk penelitian selanjutnya, yaitu sebagai berikut:

1. Variabel keputusan pendanaan dan keputusan investasi perlu mendapat perhatian khusus bagi investor maupun calon investor dalam menginvestasikan dananya pada perusahaan yang mampu menghasilkan laba optimal dengan melihat proporsi hutang perusahaan.

2. a. Peneliti selanjutnya disarankan menambah sampel penelitian dengan periode yang berbeda, atau jenis indiustri yang lain.

b. Penelitian ini menggunakan faktor internal perusahaan sebagai variabel independen yang mempengaruhi nilai perusahaan, yaitu keputusan pendanaan dan keputusan investasi. Nilai perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan, seperti tingkat suku bunga, tingkat inflasi, kurs mata uang. Peneliti selajutnya disarankan menggunakan faktor eksternal perusahaan sebagai variabel independen yang mempengaruhi nilai perusahaan dengan model penelitian yang memadai.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmed, Parvez dan Sudhir Nanda. 2000. “Style Investing : Incorporating Growth Characteristics in Value Stocks” Pennsylvania State University at

Harrisburg, pp 1-27

Algifari, Analisis Regresi Teori, Kasus, dan Solusi, cet. I Yogyakarta: BPFE, 2000

Ang, Robert. 1997. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia (The Intelligent Guide to Indonesian Capital Market). Jakarta: Mediasoft Indonesia.

Arieska, Gunawan. 2011.” Pengaruh Aliran Kas Bebas dan Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Pemegang Saham dengan Set Kesempatan Investasi dan Dividen Sebagai Variabel Moderasi.” Skripsi S1 Jurusan Akuntansi fakultas Ekonomi UMY

Brealey & Myers. 1991. Principles of Corporate Finance. Fourth Edition. US.

Brigham, E.F and Gapenski. 1996. Intermediate Financial Management, Fith Edition-International Edition. The Dryden Press.

Brigham dan Houston. 2006. Dasar-dasar Manajemen Keuangan, diterjemahkan oleh Ali Akbar Yulianto. Edisi Kesepuluh. Buku Kedua. Jakarta: Salemba Empat.

Chung, Kee H dan Charlie Charoenwong, 1991.” Investment Option, Assets in Place and Risk of Stock”, Financial Management.

Euis dan Taswan. 2002. “Pengaruh Kebijakan Hutang Terhadap Nilai Perusahaan Serta Beberapa Faktor Yang Mempengaruhinya”. Jurnal Bisnis dan Ekonomi.

Fama, E. F. dan French, K. R. 1992. The Croos-Section of Expected Stock Returns. Journal of Finance, Vol.47, pp.427-466.

Gaver, Jennifer J, dan Gaver, Kenneth M. 1993. "Additional Evidence on the Association Between the Investment Opportunity Set and Corporate Financing, Dividend and Compensation Policies." Journal of Accounting and Economics . Vol. 16. pp. 19–160.

Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.

Edisi 3. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hasnawati, S. 2005a. Implikasi Keputusan Investasi, Pendanaan, dan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Publik di Bursa Efek Jakarta. Usahawan: No.

09/Th XXXIX. September 2005: 33-41.

---. 2005b. Dampak Set Peluang Investasi Terhadap Nilai Perusahaan Publik di Bursa Efek Jakarta. JAAI 9 (2): 117-126.

Husnan, Suad. 2000. Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan, Edisi Ketiga.

Yogyakarta : UPP AMP YKPN

Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Kallapur, S., dan M. A. Trombley. 1999. The Association between Investment Opportunity Set Proxies and Realized Growth. Journal of Business Finance and Accounting 26: 505-519.

Keown.et.al. 2004. Manajemen Keuangan : Prinsip-Prinsip dan Aplikasi.

Edisi 9, Indeks. Jakarta

Kusumadilaga, Rimba. 2010. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Skripsi FE UNDIP. Semarang.

Mamduh. 2004. Manajemen Keuangan Edisi 1. Bpfe : Yogyakarta

Martono dan Harjito, Agus 2005. Manajemen keuangan edisi pertama, cetakan keempat, penerbit Jala Sutia, Jakarta.

Masulis, R. W. 1980. The Effect of Capital Structure Change on Security Prices:

A Study of Exchange Offers. Journal of Financial Economics 8 (June 2):

139-178.

Modigliani dan Miller. 1963. Corporate Income Taxes an the Cost of Capital: A Correction. American Economic Review 53.

Mulianti, Fitri Mega. (2010). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Hutang Dan Pengaruhnya Terhadap Nilai Perusahaan. Tesis S2 Dipublikasikan, Universitas Diponogoro, Semarang.

Myers, Stewart C. 1977. Determinant of Corporate Borrowing. Journal of Financial Economics, pp. 147-175.

--- 1984, The Capital Structure Puzzle, Journal of Finance, Vol XXXIX, July.

Nurlela, dan Islahudin. 2008. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Prosentase Kepemilikan Manajemen sebagai Variabel Moderating. Simposium Nasional Akuntansi XI.

Pinuji, Ponco Satriyo. 2009. Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2005 2007. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta:

BPFE.

Setiarini. 2006. “Korelasi Investment Opportunity Set (IOS) Perusahaan Tumbuh dan Tidak Bertumbuh terhadap Abnormal Return Perusahaan” Skripsi.

Yogyakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia.

Sujoko dan Soebiantoro. 2007. Pengaruh Struktur Kepemilikan, Leverage, Faktor Intern, dan Faktor Ekstern Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empirik pada Perusahaan Manufaktur dan Non Manufaktur di Bursa Efek Jakarta). Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol. 9. No. 1. Maret, hal. 41-48.

Susanti, Rika. 2010. Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang.

Wahyudi dan Pawestri. 2006. “Implikasi Struktur Kepemilikan terhadap Nilai Perusahaan : dengan Keputusan Keuangan Sebagai Variabel Intervening”

Simposium Nasional Akuntansi 9. Padang. 1-25.

Wijaya dan Wibawa. 2010. “ Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan”. Simposium Nasional Akuntansi 13. Purwokerto. 1-26.

Weston, Bringham. 2001. Dasar – dasar Manajemen Keuangan 1. Jakarta : Erlangga.

www.idx.co.id

LAMPIRAN

LAMPIRAN A

Daftar dan data perusahaan sampel yang terdaftar di BEI 2009-2010

no Nama Perusahaan 10 Asahimas Flat Glass

Tbk 0.53 1.37 1.33 0.29 0.29 0.25 0.63 1.28 1.26

28 Citatah Tbk 1.34 1.18 1.15 2.04 1.66 1.87 1.11 1.07 1.05

28 Citatah Tbk 1.34 1.18 1.15 2.04 1.66 1.87 1.11 1.07 1.05

Dokumen terkait