• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji organoleptik tablet hisap Spirulina platensis

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

3) Keregesan tablet hisap

4.2.3 Uji organoleptik tablet hisap Spirulina platensis

Uji organoleptik bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan dan penerimaan konsumen terhadap suatu produk. Uji organoleptik yang dilakukan dengan menggunakan pancaindera yang dilakukan pada 30 orang panelis. Penilaian uji organoleptik ini meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, dan

0.16% 0.17% 0.18% 0.19% 0.20% 0.21% THD131 DHT132 HTD133 TDH134 0.18% 0.18% 0.20% 0.21% k er ege san ( % ) Formula

kenampakan. Skala yang digunakan terdiri dari sembilan skala, format uji organoleptik dapat dilihat pada Lampiran 1.

1) Kenampakan

Kenampakan merupakan daya tarik awal suatu produk. Penilaian organoleptik kenampakan merupakan penilaian secara keseluruhan konsumen terhadap suatu produk, dan konsumen cenderung memilih makanan yang memiliki kenampakan menarik (Soekarto 1985).

Nilai kenampakan rata- rata panelis terhadap tablet hisap berkisar antara 4,70 (agak tidak suka) hingga 5,80 (agak suka). Hasil pengujian penambahan Spirulina dan mint terhadap penilaian kenampakan oleh panelis disajikan pada Gambar 8.

Keterangan: angka-angka pada histogram yang diikuti dengan huruf yang berbeda (a,b) menunjukkan berbeda nyata (p<0,05).

Gambar 8 Nilai penerimaan panelis terhadap kenampakan tablet hisap Spirulina

(THD 131 = Spirulina 500 mg, mint 0.5%, DTH 132 = Spirulina 500 mg, mint 1.0%, HTD 133 = Spirulina 250 mg, mint 0.5%, TDH 134 = Spirulina 250 mg, mint 1.0%).

Hasil uji Kruskal-Wallis (Lampiran 2) menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi Spirulina memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kenampakan tablet hisap. Berdasarkan hasil uji Duncan (Lampiran 3) kenampakan tablet hisap dengan penambahan Spirulina 500 mg berbeda nyata dengan penambahan Spirulina 250 mg. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak Spirulina yang ditambahkan kenampakan akan semakin baik karena warna Spirulina lebih dominan sehingga dapat menutupi bercak putih bahan pengisi yang tidak homogen. 5.80a 5.73a 4.70b 4.90b 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 THD 131 DTH132 HTD133 TDH134 rat a -rat a uji hedon ik Formula

2) Warna

Warna memiliki peranan penting pada komoditas pangan. Peranan ini sangat nyata pada tiga hal yaitu daya tarik, tanda pengenal dan atribut mutu. Diantara produk-produk pangan, warna merupakan faktor yang paling mudah memberikan kesan menarik, tetapi sulit untuk deskripsikan dan sulit cara pengukurannya sehingga penilaian secara subjektif masih sangat menentukan (Soekarto 1985).

Berdasarkan uji organoleptik dapat diketahui bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap warna produk berbeda-beda. Nilai uji organoleptik tablet hisap pada parameter warna berkisar antara 4,63 (agak tidak suka) hingga 6,10 (agak suka). Hasil uji organoleptik terhadap parameter warna disajikan pada Gambar 9.

Keterangan: angka-angka pada histogram yang diikuti dengan huruf yang berbeda (a,b) menunjukkan berbeda nyata (p<0,05).

Gambar 9 Nilai penerimaan panelis terhadap warna tablet hisap Spirulina

(THD 131 = Spirulina 500 mg, mint 0.5%, DTH 132 = Spirulina 500 mg, mint 1.0%, HTD 133 = Spirulina 250 mg, mint 0.5%, TDH 134 = Spirulina 250 mg, mint 1.0%).

Hasil uji Kruskal-Wallis (Lampiran 2) menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi Spirulina memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap warna tablet hisap Spirulina. Hasil Uji lanjut Duncan (Lampiran 4) menunjukkan bahwa tablet hisap dengan konsentrasi Spirulina 500 mg berbeda nyata dengan tablet hisap dengan konsentrasi Spirulina 250 mg. Perbedaan warna tablet hisap disebabkan karena konsentrasi Spirulina yang ditambahkan lebih kecil sedangkan konsentrasi bahan pengisi tablet yaitu sorbitol lebih besar sehingga warna semakin pudar.

6.10a 5.80a 4.63b 4.90b 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 THD 131 DTH132 HTD133 TDH134 rat a -rat a uji hedon ik formula

Tablet hisap memiliki warna dominan hijau yang disebabkan adanya kandungan pigmen alami yaitu klorofil pada Spirulina. Warna merupakan atribut yang pertama kali diterima oleh indera manusia dan perbedaan warna meskipun sedikit memberikan efek yang berbeda terhadap penerimaan setiap individu.

3) Aroma

Aroma merupakan salah satu parameter penilaian yang penting pada suatu produk. Selain itu Aroma merupakan salah satu ciri khas dalam sediaan tablet. Karena biasanya setiap sediaan memiliki aroma yang khas. Aroma pada tablet hisap dipengaruhi oleh bahan-bahan yang digunakan. Berdasarkan hasil uji organoleptik terhadap aroma tablet hisap dapat diketahui bahwa tingkat kesukaan dari tiap panelis hampir sama yaitu 4,8 hingga 5,17 dapat diartikan agak tidak suka hingga netral. Hasil uji organoleptik terhadap aroma tablet hisap disajikan pada Gambar 10.

Keterangan: angka-angka pada histogram yang diikuti dengan huruf yang berbeda (a,b) menunjukkan berbeda nyata (p<0,05).

Gambar 10 Nilai penerimaan panelis terhadap aroma tablet hisap Spirulina (THD 131 = Spirulina 500 mg, mint 0.5%, DTH 132 = Spirulina 500 mg, mint 1.0%, HTD 133 = Spirulina 250 mg, mint 0.5%, TDH 134 = Spirulina 250 mg, mint 1.0%).

Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis (Lampiran 2) menyatakan bahwa formulasi tablet hisap dengan perbedaan konsentrasi Spirulina dan mint tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap aroma tablet hisap yang dihasilkan. Hal ini disebabkan aroma Spirulina mendominasi keseluruhan aroma tablet sehingga aroma yang tercium sama, yaitu aroma khas bau amis Spirulina. Spirulina memiliki aroma yang khas karena kandungan proteinnya yang tinggi

4.80a 5.17a 4.80a 4.90a 4.60 4.70 4.80 4.90 5.00 5.10 5.20 THD 131 DTH132 HTD133 TDH134 rat a rat a u ji hed on ik formula

yaitu 61,06%. Selain itu, aroma khas pada Spirulina diduga berasal dari senyawa geosmin dan metyl iso-borneol yang dihasilkan oleh blue-geen algae (Arsyad 2004)

4) Rasa

Rasa merupakan salah satu faktor yang menentukan keputusan untuk menolak atau menerima suatu produk pangan. Berdasarkan uji organoleptik terhadap rasa dapat diketahui bahwa tingkat penerimaan terhadap rasa produk berbeda-beda. Tingkat penerimaan tersebut berkisar antara 4,77 (agak tidak suka) hingga 5,33 (netral). Hasil uji organoleptik terhadap rasa tablet hisap dapat dilihat pada Gambar11.

Keterangan: angka-angka pada histogram yang diikuti dengan huruf yang berbeda (a,b) menunjukkan berbeda nyata (p<0,05).

Gambar 11 Nilai penerimaan panelis terhadap rasa tablet hisap Spirulina (THD 131= Spirulina 500 mg, mint 0.5%, DTH 132= Spirulina 500 mg, mint 1.0%, HTD 133= Spirulina 250 mg, mint 0.5%, TDH 134= Spirulina 250 mg, mint 1.0%).

Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis (Lampiran 2) menunjukkan bahwa formula tablet hisap dengan perbedaan konsentrasi Spirulina dan mint tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap rasa tablet hisap Spirulina. Hal ini disebabkan keempat formula tablet memiliki rasa yang dominan pahit akibat penambahan Spirulina, mint dan bahan tambahan tablet lainnya seperti talk dan Mg Stearat.

5) Tekstur

Tekstur dalam suatu bahan makanan umumnya dipengaruhi oleh kadar air, kadar lemak, protein, dan karbohidrat yang dikandungnya. Karakteristik tekstur

4.77a 5.23a 5.33a 4.87a 4.40 4.60 4.80 5.00 5.20 5.40 THD 131 DTH132 HTD133 TDH134 rat a-rat a u ji h ed on ik formula

dalam tablet hisap ini adalah sensasi dimulut yang diterima ketika mengkonsumsi produk. Berdasarkan hasil uji organoleptik pada tekstur dapat diketahui bahwa tekstur tablet hisap hampir sama yaitu 5,67 hingga 5,80 atau dapat dikatakan agak suka. Hasil uji organoleptik terhadap tekstur tablet hisap dapat dilihat pada Gambar 12.

Keterangan: angka-angka pada histogram yang diikuti dengan huruf yang berbeda (a,b) menunjukkan berbeda nyata (p<0,05).

Gambar 12 Nilai penerimaan panelis terhadap tekstur tablet hisap Spirulina (THD 131= Spirulina 500 mg, mint 0.5%, DTH 132= Spirulina 500 mg, mint 1.0%, HTD 133= Spirulina 250 mg, mint 0.5%, TDH 134 = Spirulina 250 mg, mint 1.0%).

Hasil Uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa formula tablet hisap dengan perbedaan konsentrasi Spirulina dan mint tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap tekstur tablet hisap yang dihasilkan. Hal ini disebabkan karena penambahan bahan-bahan dan proses yang dilakukan pada pembuatan tablet hisap Spirulina sama.

Berdasarkan pengujian fisik dan organoleptik tablet, semua formula tablet hisap Spirulina telah memenuhi syarat karakteristik fisik tablet hisap, namun panelis lebih menyukai kenampakan dan warna tablet hisap konsentrasi 500 mg Spirulina dan mint 0,5% dengan nilai uji organoleptik 5,8 dan 6,10 yaitu agak suka, sehingga formula tablet hisap terpilih adalah tablet hisap dengan konsentrasi Spirulina 500 mg dan 0,5% mint.

Dokumen terkait