HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
6. Uji Pelaksanaan Lapangan (Operational Field Testing)
manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha sangat layak digunakan dengan sedikit revisi.
4. Uji Coba Lapangan Awal
Uji coba lapangan awal (Preliminary field testing) yaitu melakukan ujicoba lapangan awal dalam skala terbatas. dengan melibatkan subjek sebanyak 4 subjek. Pada langkah ini analisis dapat dilakukan dengan cara melakukan ujicoba menggunakan aplikasi oleh kelompok kecil penjual online.
Berdasarkan hasil ujicoba lapangan awal ada revisi yang dilakukan pada menu proses yaitu jika pembelian lebih dari satu jenis barang berbeda dengan supplier berbeda pada satu transaksi.
5. Uji Coba Lapangan Kedua (Main Field Testing)
Uji coba lapangan kedua (Main field testing) yang melibatkan 8 subjek penelitian. Berdasarkan uji coba lapangan kedua ada revisi yang dilakukan pada menu komplain barang yaitu saat barang di return akan masuk pada stok inventarsi barang.
6. Uji Pelaksanaan Lapangan (Operational Field Testing)
Uji pelaksanaan lapangan (Operational field testing) yaitu langkah uji validasi terhadap model operasional yang telah dihasilkan. Pengambilan data mengenai tanggapan siswa terhadap penggunaan aplikasi manajemen affiliation multi marketplace dilakukan dengan pengisian angket. Data yang diperoleh dari pengisian angket tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan program komputer yaitu
70
Statistikal Product and Sevice Solution n (SPSS) 21.0. Selanjutnya hasil analisis tersebut secara lengkap disajikan secara sistematis dalam bentuk tabel.
a. Aspek Tampilan
Tabel 4.2
Hasil analisis statistik angket siswa aspek tampilan
Mean 25.3571
Standar deviatiom 1.87012
Minimum 22.00
Maximum 28.00
Berdasarkan tabel analisis statistik tanggapan siswa diatas dapat dilihat nilai mean adalah 25,35, nilai standar deviation adalah 1,87, nilai skor maximuma dalah 28 dan nilai skor minimum adalah 22.
Setelah data tersebut diketahui, maka langkah berikutnya adalah menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi tanggapan siswa aspek tampilan terhadap aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha. Tanggapan siswa tersebut diklasifikasikan dalam 5 kategori yaitu Sangat Baik, Baik, Cukup Baik, Kurang Baik dan Sangat Kurang Baik.
71 Tabel 4.3
Distribusi frekuensi tanggapan siswa aspek tampilan
Kategori Frekuensi Presentase Presentase Komulatif
Sangat Baik 5 17.9 100.0 Baik 23 82.1 82,1 Cukup Baik 0 0 0 Kurang Baik 0 0 0 Sangat Kurang 0 0 0 Total 28 100.0
Distribusi frekuensi pada tabel di atas menunjukkan pengkategorian tanggapan siswa terhadap aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha. Jika data tersebut disajikan dalam bentuk grafik maka data grafik tanggapan siswa terhadap aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha dapat dilihat pada Gambar 4.20.
Gambar 4.20
72
Berdasarkan Tabel 4.3 dan Gambar 4.20, dapat diketahui bahwa dari 28 siswa, 23 atau 82,1% orang mengatakan sangat baik dan 5 atau 17,9% orang mengatakan sangat baik. Hasil statistik tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki tanggapan positif terhadap penggunaan Aplikasi Manajemen Affiliation Multi Marketplace Sebagai Alat Berwirausaha dengan pilihan terbanyak berada pada kategori baik dengan presentasi 82,1%.
b. Aspek Manfaat
Tabel 4.4
Hasil analisis statistik angket siswa aspek manfaat
Mean 7.5714
Standar deviatiom .63413
Minimum 6.00
Maximum 8.00
Berdasarkan tabel analisis statistik tanggapan siswa diatas dapat dilihat nilai mean adalah 7,57, nilai standar deviation adalah 0,63, nilai skor maximuma dalah 8 dan nilai skor minimum adalah 6.
Setelah data tersebut diketahui, maka langkah berikutnya adalah menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi tanggapan siswa aspek manfaat terhadap aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha. Tanggapan siswa tersebut diklasifikasikan dalam 5 kategori yaitu Sangat Baik, Baik, Cukup Baik, Kurang Baik dan Sangat Kurang Baik.
73 Tabel 4.5
Distribusi frekuensi tanggapan siswa aspek manfaat
Kategori Frekuensi Presentase Presentase Komulatif
Sangat Baik 18 64.3 100.0 Baik 8 28.6 35.7 Cukup Baik 2 7.1 7.1 Kurang Baik 0 0 0 Sangat Kurang 0 0 0 Total 28 100.0
Distribusi frekuensi pada tabel di atas menunjukkan pengkategorian tanggapan siswa terhadap aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha. Jika data tersebut disajikan dalam bentuk grafik maka data grafik tanggapan siswa terhadap aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha dapat dilihat pada Gambar 4.21.
74 Gambar 4.21
Grafik tanggapan siswa aspek manfaat
Berdasarkan Tabel 4.5 dan Gambar 4.21, dapat diketahui bahwa dari 28 siswa, 2 atau 7,1% orang mengatakan cukup baik dan 8 atau 28,6% orang mengatakan baik dan 16 atau 64,3% orang mengatakan sangat baik. Hasil statistik tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki tanggapan positif terhadap penggunaan Aplikasi Manajemen Affiliation Multi Marketplace Sebagai Alat Berwirausaha dengan pilihan terbanyak berada pada kategori sangat baik dengan presentasi 64,3%.
75 c. Aspek Perangkat Lunak
Tabel 4.6
Hasil analisis statistik angket siswa aspek perangkat lunak
Mean 66.5714
Standar deviatiom 3.13202
Minimum 57.00
Maximum 71.00
Berdasarkan tabel analisis statistik tanggapan siswa diatas dapat dilihat nilai mean adalah 66,57, nilai standar deviation adalah 3,13, nilai skor maximuma dalah 71 dan nilai skor minimum adalah 57.
Setelah data tersebut diketahui, maka langkah berikutnya adalah menyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi tanggapan siswa aspek perangkat lunak terhadap aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha. Tanggapan siswa tersebut diklasifikasikan dalam 5 kategori yaitu Sangat Baik, Baik, Cukup Baik, Kurang Baik dan Sangat Kurang Baik.
Tabel 4.7
Distribusi frekuensi tanggapan siswa aspek perangkat lunak Kategori Frekuensi Presentase Presentase
Komulatif
Sangat Baik 0 0 0
76
Cukup Baik 11 39.3 71.4
Kurang Baik 8 28.6 32.1
Sangat Kurang 1 3.6 3.6
Total 28 100.0
Distribusi frekuensi pada tabel di atas menunjukkan pengkategorian tanggapan siswa terhadap aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha. Jika data tersebut disajikan dalam bentuk grafik maka data grafik tanggapan siswa terhadap aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha dapat dilihat pada Gambar 4.22.
Gambar 4.22
Grafik tanggapan siswa aspek perangkat lunak
Berdasarkan Tabel 4.7 dan Gambar 4.22, dapat diketahui bahwa dari 28 siswa, 1 atau 3,6% orang mengatakan sangat kurang baik dan 8 atau 28,6% orang mengatakan
77
kurang baik, 11 atau 39,3% orang mengatakan cukup baik dan 8 atau 28,6% orang mengatakan baik. Hasil statistik tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki tanggapan positif terhadap penggunaan Aplikasi Manajemen Affiliation Multi Marketplace Sebagai Alat Berwirausaha dengan pilihan terbanyak berada pada kategori cukup baik dengan presentasi 39,3%.
B. Pembahasan
Penelitian ini dilakukan di SMKN 4 Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Jurusan Pemasaran. Sampel dala penelitian ini adalah Kelas XII A berjumlah 28 orang siswa.penelitian ini hanya menggunakan 1 kelas tanpa adanya kelas pembanding dengan cara membagikan angket. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk berupa aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausah dan buku panduan penggunaan aplikasi, serta untuk mengetahui pendapat siswa tentang aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka pada bagian pembahasan hasil penelitian meliputi pembahasan proses pengembangan aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha, hasil validasi aplikas dan tanggapan siswa terhadapa aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha.
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian research and development yang bertujuan menghasilkan produk. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan menurut Borg & gall dimana model ini
78
memiliki 10 tahapan, namun dalam penelitian ini hanya menggunakan 9 tahapan saja. Tahapan terakhir atau tahapan desiminasi tidak di laksanakan.
1. Penelitian dan pengumpulan data (research and information collecting).
Pada tahapan ini peneliti melakukan pengumpulan data dengan cara melakukan observasi masalah yang dihadapi oleh pengguna pasar online dalam proses transaksi penjualan dan pembelian. Berdasarkan hasil observasi diperoleh informasi bahwa sulitnya penjual dalam mengatur atau memanajeman penjualan atau transaksi.
2. Perencanaan (pleaning)
Dalam tahapan ini peneliti menentukan bahan yang akan digunakan atau diperlukan dalamproses pengembangan aplikasi. Dimulai dengan desain data flow diagram sistem untuk menggambarakan jalannya data yang akan dimplementasikan menjadi program atau bagian dari sistem tersebut, use case untuk menggambarkan proses menajemen penjualan pada aplikasi, flowchart untuk menggambarkan alur atau menguraikan aktifitas dalam aplikasi secara logis, dan yang terakhir adalah merancang user interface atau tampilan program untuk memudahkan programmer menerjemahkan kedalam bentuk bahasa pemrograman. 3. Pengembangan draf produk (Develop preliminary form of product)
Pengembangan draf produk yaitu mengembangakan permulaan dari produk, menyiapkan buku pedoman penggunaan aplikasi, melakukan evaluasi terhadap kelayakan alat-alat pendukung dan melakukan validasi sistem.
79
Validasi sistem adalah proses untuk menilai kelayakan sistem sebelum digunakan oleh 2 orang pakar yang telah diberikan kepercayaan dalam melakukan validasi terhadap aplikasi. Vakidasi dilakukan menggunakan lembar validasi expert. Pengujian ini mengacu pada standar ISO 9126. Karakter ISO yang digunakan ada tiga yaitu, instrumen functionality, instrumen usability dan instrumen maintability.
Tahap pengujian dilakukan dengan validasi ahli. Validasi dilakukan oleh 2 orang ahli untuk menguji kelayakan sebuah produk yang dihasilkan dengan menggunakan lembar validasi expert. Setelah melakukan pengujian, didapatkan nilai rata-rata 3,53 sehingga dapat disimpulkan bahwa aplikasi manajemen affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha layak digunakan.
4. Uji coba lapangan awal (preliminary fled testing)
Uji coba lapangan awal (Preliminary field testing) yaitu melakukan ujicoba lapangan awal dalam skala terbatas. dengan melibatkan subjek sebanyak 4 subjek. Pada langkah ini analisis dapat dilakukan dengan cara melakukan ujicoba menggunakan aplikasi oleh kelompok kecil penjual online.
Berdasarkan hasil ujicoba lapangan awal ada revisi yang dilakukan pada menu proses yaitu jika pembelian lebih dari satu jenis barang berbeda dengan supplier berbeda pada satu transaksi.
5. Uji coba lapangan kedua (Main field testing)
Uji coba lapangan kedua (Main field testing) yang melibatkan 8 subjek penelitian. Berdasarkan uji coba lapangan kedua ada revisi yang dilakukan pada
80
menu komplain barang yaitu saat barang di return akan masuk pada stok inventarsi barang.
6. Uji pelaksanaan lapangan (Operational field terting)
Uji pelaksanaan lapangan (Operational field testing) yaitu langkah uji validasi terhadap model operasional yang telah dihasilkan. Pengambilan data mengenai tanggapan siswa terhadap penggunaan aplikasi manajemen affiliation multi marketplace dilakukan dengan pengisian angket. Data yang diperoleh dari pengisian angket tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan program komputer yaitu Statistikal Product and Sevice Solution n (SPSS) 21.0. Uji pelaksanaan lapangan di lakukan di SMKN 4 Makassar jurusan pemasaran kelas XII sebanyak 28 siswa.
Selanjutnya hasil analisis tersebut secara lengkap diuraikan berdasarkan aspek penilain yang berbeda. Terdapat 3 aspek penilaian, yang pertama adalah aspen tampilan yang berisi 3 indikator yakni tulisan, menarik dan bahasa yang disajikan dengan 9 pertanyaan. Aspek yang kedua adalah aspek manfaat yang indikatornya adalah kemudahan aplikasi yang berisi 2 pertanyan. Dan yang terakhir adalah aspek perangkat lunak yang indikatornya adalah kehandalan aplikasi yang berisi 15 pertanya.
Hasil analisis penilaian angket pada aspek tampilan dapat diketahui bahwa dari 28 siswa, 23 atau 82,1% orang mengatakan sangat baik dan 5 atau 17,9% orang mengatakan sangat baik. Hasil statistik tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki tanggapan positif terhadap penggunaan Aplikasi Manajemen Affiliation
81
Multi Marketplace Sebagai Alat Berwirausaha dengan pilihan terbanyak berada pada kategori baik dengan presentasi 82,1%.
Hasil analisis penilaian angket pada aspek manfaat, dapat diketahui bahwa dari 28 siswa, 2 atau 7,1% orang mengatakan cukup baik dan 8 atau 28,6% orang mengatakan baik dan 16 atau 64,3% orang mengatakan sangat baik. Hasil statistik tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki tanggapan positif terhadap penggunaan Aplikasi Manajemen Affiliation Multi Marketplace Sebagai Alat Berwirausaha dengan pilihan terbanyak berada pada kategori sangat baik dengan presentasi 64,3%.
Hasil analisis penilaian angket pada aspek perangkat lunak, dapat diketahui bahwa dari 28 siswa, 1 atau 3,6% orang mengatakan sangat kurang baik dan 8 atau 28,6% orang mengatakan kurang baik, 11 atau 39,3% orang mengatakan cukup baik dan 8 atau 28,6% orang mengatakan baik. Hasil statistik tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki tanggapan positif terhadap penggunaan Aplikasi Manajemen Affiliation Multi Marketplace Sebagai Alat Berwirausaha dengan pilihan terbanyak berada pada kategori cukup baik dengan presentasi 39,3%.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, produk aplikasi manajeman affiliation multi marketplace sebagai alat berwirausaha sejalan dengan penelitian yang dilakukan oelh Ade Setiadi dan Fifit Alfah (2106) yang berjudul “Sistem Penjualan Sparepart Toko AJM Motor Menggunakan CI Berbasis Arsitektur MC”. Hasil penelitian tersebut telah mempermudah pemilik toko dalam mengelolah data
82
pelanggan, supplier, dan barang yang dibeli dan dijual serta pembuatan laporan yang perlu untuk perhitungan penjualan dan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemilik toko secara up to date.
83 BAB V