HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4 Uji Penguapan Zat Cair
Total penguapan zat cair diketahui dengan menimbang bobot gel pengharum ruangan dan menghitung penurunan bobot tersebut selama empat minggu setelah diletakkan pada tiga tempat yang berbeda-beda yaitu diruangan ber-AC pada temperatur 15-20˚C, ruangan yang diberi kipas angin dengan kecepatan normal dan pada ruangan suhu kamar. Berat produk yang hilang merupakan minyak atsiri dan air yang menguap dari gel. Oleh karena itu, besar susut bobot berbanding terbalik dengan ketahanan gel. Semakin kecil bobot yang hilan gsemakin besar
bobot yang tersisa berarti sedikit minyak atsiri dan air yang telah menguap, artinya semakin besar ketahanan wangi gel tersebut (Fitrah, 2013).
Tabel 4.6 Persentase sisa bobot gel pengharum ruangan selama penyimpanan pada ruangan suhu kamar
Formula Bobot sisa (%)
F1 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 0,5%
F2 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 1%
F3 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 1,5%
F4 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 2%
Gambar 4.1 Grafik persentase sisa bobot gel pengharum ruangan selama penyimpanan pada ruangan suhu kamar
Berdasarkan Tabel 4.6 yang disajikan pada Gambar 4.1, persentase sisa bobot gel pengharum ruangan selama 4 minggu penyimpanan pada ruangan suhu kamar yang terbesar terdapat pada formula F1 yaitu 95,05% dan persentase sisa
kamar dapat disimpulkan bahwa formula terbaik adalah formula F1 yaitu formula dengan menggunakan minyak nilam 0,5%.
Tabel 4.7 Persentase sisa bobot gel pengharum ruangan selama penyimpanan pada ruangan AC
F1 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 0,5%
F2 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 1%
F3 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 1,5%
F4 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 2%
Gambar 4.2 Grafik persentase sisa bobot gel pengharum ruangan selama penyimpanan pada ruangan AC
Berdasarkan Tabel 4.7 yang disajikan pada Gambar 4.2, persentase sisa bobot gel pengharum ruangan selama 4 minggu penyimpanan pada ruangan AC yang terbesar terdapat pada formula F1 yaitu 94,17% dan persentase sisa bobot gel pengharum ruangan terkecil terdapat pada formula F4 yaitu 79,05%. Dari hasil persentase sisa bobot gel pengharum ruangan pada ruangan AC dapat disimpulkan
Lama Penyimpanan (Minggu)
bahwa formula terbaik adalah formula F1 yaitu formula dengan menggunakan minyak nilam konsentrasi 0,5%.
Tabel 4.8 Persentase sisa bobot gel pengharum ruangan selama penyimpanan pada ruangan biasa yang diberi kipas angin
Formula Bobot sisa (%)
F1 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 0,5%
F2 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 1%
F3 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 1,5%
F4 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 2%
Gambar 4.3 Grafik persentase sisa bobot gel pengharum ruangan selama penyimpanan pada ruangan biasa yang diberi kipas angin
Berdasarkan Tabel 4.8 yang disajikan pada Gambar 4.3, persentase sisa bobot gel pengharum ruangan selama 4 minggu penyimpanan pada ruangan biasa yang diberi kipas angin terbesar terdapat pada formula F1 yaitu 93,49% dan persentase sisa bobot gel pengharum ruangan terkecil terdapat pada formula F4 yaitu 68,72%. Dari hasil persentase sisa bobot gel pengharum ruangan pada
1 2 3 4
ruangan biasa yang diberi kipas angin dapat disimpulkan bahwa formula terbaik adalah formula F1 yaitu formula dengan menggunakan minyak konsentrasi 0,5%.
Tabel 4.9 Persentase total penguapan zat cair gel pengharum ruangan berdasarkan ruangan uji
Ruangan Uji Total penguapan zat cair (%)
F1 F2 F3 F4
F1 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 0,5%
F2 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 1%
F3 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 1,5%
F4 : Formula dengan minyak nilam konsentrasi 2%
Gambar 4.4 Grafik persentase total penguapan zat cair gel pengharum ruangan berdasarkan ruangan uji
Berdasarkan Tabel 4.9 yang disajikan pada Gambar 4.4, persentase total penguapan zat cair terkecil terdapat pada formula F1 di semua ruangan uji yaitu pada ruangan suhu kamar sebesar 14,32%, ruangan AC sebesar 19,30%, dan ruangan biasa yang diberi kipas angin sebesar 24,36%. Sedangkan persentase total penguapan zat cair terbesar terdapat pada formula F4 disemua ruangan uji yaitu
F1 F2 F3 F4
pada ruangan suhu kamar sebesar 15,74%, ruangan AC sebesar 20,94%, dan ruangan biasa yang diberi kipas angin sebesar 29,79%. Dari hasil persentase total penguapan zat cair dapat disimpulkan bahwa formula terbaik adalah formula F1 yaitu formula dengan menggunakan minyak nilam konsentrasi 0,5%.
Berdasarkan ruangan uji tempat peletakan gel pengharum ruangan, persentase total penguapan zat cair terbesar terdapat pada ruangan biasa yang diberi kipas angin, diikuti pada ruangan AC dan persentase total penguapan zat cair terkecil yaitu pada ruangan suhu kamar. Pada gel yang diletakkan pada ruangan biasa yang diberi kipas angin memiliki persentase penguapan zat cair paling besar karena kontak gel dengan udara yang dihasilkan oleh kipas angin sangat kuat dan signifikan sehingga persentase penguapan zat cair gel pengharum ruangan yang diletakkan pada ruangan biasa yang diberi kipas angin lebih besar daripada gel pengharum ruangan yang diletakkan di tempat lain.
Total persentase penguapan zat cair berbanding terbalik dengan ketahanan wangi gel pengharum ruangan, semakin tinggi total persentase penguapan zat cair maka semakin kecil ketahanan wangi gel pengharum ruangan tersebut. Gel pengharum ruangan yang memiliki persentase bobot sisa terbesar berarti memiliki persentase total penguapan zat cair terkecil. Susut bobot gel pengharum ruangan dipengaruhi oleh suhu dan seberapa banyak konsentrasi minyak Lily dan bahan fiksatif (minyak nilam), semakin banyak minyak atsiri yang terkandung dalam produk maka laju penguapan akan semakin rendah. Persentase susut bobot sediaan gel dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu, konsentrasi bahan pembentuk gel, konsentrasi bahan pewangi dan pengikat. Teknik pengadukan juga dapat mempengaruhi susut bobot, karena semakin homogen suatu larutan maka kestabilan gel akan lebih baik dan penguapan dapat dihambat (Mas, 2013).
Susut bobot yang hilang pada semua sampel gel pengharum ruangan lebih besar daripada bobot minyak atsiri yang dikandungnya karena tidak hanya minyak atsiri yang menguap namun juga air (Fitrah, 2013).