BAB I V HASI L PENELI TI AN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Uji Persyarat Analisis
Sebelum menggunakan teknik statistik parametrik sebagai analisisnya, harus terbukti bahwa data yang akan dianalisis dalam penelitian ini berdistribusi normal. Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah sebaran dari masing- masing skor ubahan berdistribusi normal atau tidak. Apabila data mempunyai distribusi normal, analisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan.
68.49% 27.40% 4.11% 0.00% Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah
104
Dalam penelitian ini pengujian normalitas data menggunakan metode
Kolmogorov-Smirnov, sebab metode ini dirancang untuk menguji keselarasan pada data yang kontinyu. Uji normalitas data ini dilakukan dengan bantuan program SPSS v.18.
Kriteria yang digunakan yaitu jika nilai p value (Asymp.Sig) lebih kecil dari
taraf siginifikansi 0.05 (Sig.<α), maka data tidak berdistribusi normal, sebaliknya
jika nilai p value (Asymp.Sig) lebih besar dari taraf signifikansi 0.05 (Sig.>α), maka data yang diuji berdistribusi normal. Dengan taraf signifikansi 5% hasil uji
Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 31. Hasil Uji Normalitas
Variabel Asymp.Sig Signifikansi (α)Taraf Kesimpulan
Keaktifan Siswa (X) 0,264 0,05 Normal
Kepribadian Siswa (Y)
Sub Kepribadian Realistik 0,149 0,05 Normal
Sub Kepribadian
I ntelektual 0,408 0,05 Normal
Sub Kepribadian Sosial 0,07 0,05 Normal
Sub Kepribadian
Konvensional 0,126 0,05 Normal
Sub Kepribadian
Enterprishing 0,805 0,05 Normal
Sub Kepribadian Artistik 0,613 0,05 Normal
Kepribadian Keseluruhan 0,665 0,05 Normal
Sumber: Data SMKN 1 Pajangan Bantul yang telah di analisis, 2016
Dari hasil uji tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa variabel Keaktifan Siswa dan Kepribadian, keduanya berdistribusi normal karena nilai Asymp.Sig > taraf signifikansi (ɑ), Sehingga Ho diterima.
b. Uji Linearitas
Uji linieritas dimaksudkan untuk mengetahui apakah antara variabel bebas dan variabel terikat mempunyai hubungan yang linier atau tidak.
105
Pengujian ini juga merupakan prasyarat sebelum dilakukan analisis regresi. I nterpretasinya yaitu dengan melihat kolom signifikansi pada baris Deviation from Linearity di tabel Anova, jika nilai signifikansi > 0,05 maka bersifat linear (Sahid Raharjo, 2013: 6). Setelah dilakukan perhitungan dengan bantuan program SPSS V.18, didapatkan hasil sebagai berikut.
Tabel 32. Hasil Uji Linearitas
Variabel Dev iat i on f r o m Li n ear i t y Taraf Signifikansi (α) Kesimpulan Ekstrakurikuler dengan
Kepribadian Realistik 0,405 0,05 Linear
Ekstrakurikuler dengan
Kepribadian I ntelektual 0,698 0,05 Linear
Ekstrakurikuler dengan
Kepribadian Sosial 0,398 0,05 Linear
Ekstrakurikuler dengan
Kepribadian Konvensional 0,410 0,05 Linear
Ekstrakurikuler dengan
Kepribadian Enterprishing 0,575 0,05 Linear
Ekstrakurikuler dengan
Kepribadian Artistik 0,144 0,05 Linear
Ekstrakurikuler dengan
Kepribadian Keseluruhan 0,509 0,05 Linear
Sumber: Data SMKN 1 Pajangan Bantul yang telah di analisis, 2016
Berdasarkan hasil analisis pada tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pada uji linearitas pola hubungan antara variabel X dengan variabel Y linear, karena nilai signifikansi pada deviation from linearity lebih besar dari taraf signifikansi yang ditentukan, yaitu sebesar 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara variabel bebas dengan terikat pada hubungan tersebut linear.
3. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk membuktikan benar tidaknya hipotesis yang diajukan, karena pada dasarnya hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenarannya atau dugaan yang sifatnya sementara. Pengujian
106
hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana. Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui koefisien regresi baik secara sendiri- sendiri maupun secara bersama-sama antara variabel bebas (Keaktifan Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler) terhadap variabel terikat (Kepribadian Siswa). Adapun hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut:
a. Uji Hipotesis Keaktifan Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kepribadian keseluruhan
Ha : “ Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Keaktifan Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kepribadian Siswa SMK Negeri 1 Pajangan Bantul” .
Ho : “ Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Keaktifan Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kepribadian Siswa SMK Negeri 1 Pajangan Bantul” .
Teknik analisis regresi sederhana ini menggunakan bantuan program SPSS v.18. Sebelum dilakukan uji Ha yang diajukan, maka perlu perlu diajukan Ho. Hal ini dimaksudkan agar dalam pembuktian hipotesis, peneliti mempunyai prasangka dan tidak terpengaruh dengan pernyataan Ha.
Tabel 33. Hasil Regresi antara Variabel Kegiatan Ekstrakurikuler terhadap Kepribadian Siswa
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .601a .362 .353 9.882
Model Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 3926.015 1 3926.015 40.199 .000a
Residual 6934.095 71 97.663
107
Dari tabel regresi yang telah disajikan di atas diperoleh besarnya konstanta, koefisien regresi, thitung dan ttabel serta harga dari koefisien korelasi
dan koefisien determinasi dan keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap kepribadian siswa. Masing-masing perolehan nilai ada dalam pembahasan sebagai berikut.
b. Persamaan Garis Regresi
Berdasarkan tabel di atas maka didapat besarnya konstanta (K) = 82,385 dan
nilai koefisien regresi (α) = 1,799, maka persamaan regresinya sebagai berikut:
Y = α + bX
Y = 82,385 + 1,799X
Kepribadian Siswa = 82,385 + 1,799 Keaktifan Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler
Dikatakan signifikan jika t hitung > t tabel atau sig <α, sebaliknya jika t
hitung < t tabel atau sig >α berarti tidak signifikan. Dalam hal ini tingkat kepercayaan yang digunakan adalah 95%, sehingga tingkat signifikansi (α)=
100% - 95% = 5% = 0,05. Berdasarkan tabel di atas thitung = 6,340 dan sig =0,000. Dengan demikian sig < α (0,000 < 0,05), maka dapat dinyatakan bahwa
keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler berpengaruh signifikan terhadap kepribadian siswa. Koefisien regresi (= 1,799) positif, artinya semakin tinggi skor keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler, maka semakin tinggi kepribadian siswa, demikian pula sebaliknya.
108 c. Koefisien Korelasi (R) dan determinasi (R2)
Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh harga koefisien korelasi (R) sebesar 0,601 dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,362. Maka dapat diartikan bahwa sekitar 36,2% Kepribadian Siswa dipengaruhi oleh Keaktifan Siswa dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler mereka secara positif. Dan 63,8% ditentukan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. d. Pengujian Hipotesis Regresi Sederhana
Berdasarkan hasil dari analisis dalam penelitian ini dapat diketahui tingkat keberartian variabel keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap kepribadian siswa dengan pengujian signifikansi. Pengujian signifikansi menggunakan uji t, dengan perolehan nilai thitung sebesar 6,340 sedangkan nilai
ttabel sebesar 1,666 pada taraf signifikansi 5% , sehingga 6,340> 1,666 (thitung>
ttabel) maka dapat disimpulkan Ho ditolak, ini mengartikan bahwa ada pengaruh
keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler terhadap kepribadian siswa kompetensi keahlian teknik gambar bangunan di SMK Negeri 1 Pajangan Bantul.
Dari uraian di atas dapat dinyatakan bahwa keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler mempunyai pengaruh terhadap kepribadian siswa sebesar 36,2% dan sisanya 63,8% ditentukan oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
B. Pembahasan