• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.5 Teknik Pengumpulan Data

3.6.5 Instrumen Tes

3.6.5.1 Uji Prasyarat Instrumen

Uji prasyarat instrumen dilakukan untuk mendapatkan instrumen yang valid dan reliabel. Berikut ini merupakan cara untuk menguji validitas dan reliabilitas suatu instrumen.

3.6.5.1.1 Uji Validitas Instrumen

Sudaryono, Margono, dan Rahayu (2013: 103) mengemukakan bahwa “validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauhmana tes telah

mengukur apa yang seharusnya diukur”. Menurut Arikunto (2012: 80), terdapat dua macam validitas yaitu validitas logis dan empiris.

“Validitas logis menunjuk pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran” (Arikunto 2012: 81). “Pengujian validitas logis dilakukan oleh para pakar yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diteliti” (Sudaryono, Margono, dan Rahayu 2013: 106). Dalam penelitian ini pengujian dilakukan oleh tim ahli yang terdiri dari dosen pembimbing dan guru kelas IIIA, IIIB, dan IVA SD Negeri 1 Kalipancur.

“Sebuah instrumen dikatakan memiliki validitas empiris apabila sudah diuji dari pengalaman” (Arikunto 2012: 81) Hasil belajar siswa dikatakan meningkat apabila dalam pengalaman dibuktikan hasil belajar siswa meningkat. Dalam penelitian ini, pengujian validitas empiris menggunakan rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson.

Instrumen diujicobakan kepada siswa kelas IVA SD Negeri 1 Kalipancur dengan alasan siswa sudah pernah mendapatkan materi keliling bangun datar pada saat masih kelas III. Selanjutnya data hasil uji coba, dianalisis dengan cara mengkorelasikan antara skor item instrumen menggunakan rumus korelasi product moment Pearson. Berikut ini merupakan rumus korelasi product moment Pearson.

Keterangan:

X = skor instrumen yang akan dicari validitasnya Y = skor instrumen yang dijadikan sebagai standar rhitung =

koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

Selanjutnya, dihitung dengan menggunakan uji-t. Rumus uji-t sebagai berikut:

Keterangan:

t = nilai t hitung r = koefisien korelasi hasil t hitung n = jumlah responden

(Widoyoko, 2014: 153).

Distribusi (tabel t) untuk α = 0,05 dan dengan derajat kebebasan (dk = n-2) kaidah keputusan :

Jika thitung > dari ttabel,berarti valid sebaliknya

Jika thitung > dari ttabel, berarti tidak valid

Untuk mempermudah menghitung validitas empiris dapat menggunakan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) 17.

3.6.5.1.1.1 Validitas Lembar Pengamatan Metode Matematika Gasing

Instrumen lembar pengamatan metode matematika gasing nantinya digunakan untuk menilai bagaimana penerapan metode matematika gasing pada materi keliling bangun datar. Sebelum lembar pengamatan digunakan, terlebih dahulu dilakukan validitas logis lembar pengamatan oleh penilai ahli yaitu dosen pembimbing.

Sebelum instrumen angket minat belajar siswa diujicobakan pada siswa, terlebih dahulu dilakukan validitas logis oleh penilai ahli yaitu Drs. Yuli Witanto (dosen pembimbing). Setelah item dinilai dan dinyatakan layak diujicobakan, maka dilakukan uji coba item kepada siswa kelas IVA SD Negeri 1 Kalipancur yang berjumlah 20 siswa. Uji coba angket minat belajar dilakukan pada tanggal 14 Maret 2015.

Penghitungan validitas untuk tiap item dapat dilakukan dengan membandingkan r hasil dan r tabel. Angket diujicobakan pada 20 siswa oleh karena itu, r tabelnya adalah 0,444. Dari hasil perhitungan menggunakan program Statistical Product and Service Solution (selanjutnya disingkat SPSS) SPSS 17 memakai analisis Corrected Item-Total Correlation dinyatakan bahwa 16 item lembar pengamatan minat siswa valid dan 4 item tidak valid. Item yang valid yaitu nomor 1, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19, dan 20. Hasil penghitungan validitas item minat belajar terdapat pada lampiran 21.

3.6.5.1.1.3 Validitas Soal Tes

Sebelum instrumen soal tes diujicobakan, perlu dilakukan uji validitas logis. Pada penelitian ini, untuk validitas logis soal tes dilakukan oleh tim ahli yaitu dosen pembimbing dan guru kelas IIIA dan IIIB SD Negeri 1 Kalipancur.

Soal yang dipakai pada saat proses penilaian dalam pembelajaran sebanyak 20 butir. Namun, untuk proses validitas, soal dibuat paralel yang setara cakupan materi dan tingkat kesulitan soalnya dengan jumlah 40 butir soal. Dari 40 butir soal tes matematika yang diujicobakan didapatkan 28 butir soal yang valid.

Butir soal yang valid meliputi soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 19, 20, 21, 23, 26, 27, 29, 31, 33, 35, 37, 39, dan 40. Hasil penghitungan uji validitas dan butir soal yang valid secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 40.

3.6.5.1.2 Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang feliabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga (Arikunto 2013: 221). Sedangkan menurut Sudjana (2013: 16) reliabilitas alat penilaian adalah ketetapan atau keajegan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Reliabilitas pada penelitian ini menggunakan SPSS 17. Dalam program SPSS uji yang sering digunakan pada penelitian mahasiswa adalah dengan menggunakan metode

Cronbach’s Alpha (Priyatno, 2010: 97). Menurut Sekaran dalam Priyatno (2012: 120) menyatakan bahwa reliabilitas ≤ 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima, dan ≥ 0,8 adalah baik.

3.6.5.1.2.1 Reliabilitas Angket Minat Belajar

Uji realibilitas yang digunakan untuk mengetahui reliabilitas instrumen minat belajar siswa adalah program SPSS 17 metode Cronbach’s Alpha. Uji realibilitas dilakukan terhadap 16 item indikator lembar angket minat belajar yang telah dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas tiap butir item yang diperoleh setelah data dihitung dengan menggunakan SPSS 17 selengkapnya terdapat pada lampiran 22.

Hasil dari perhitungan nilai Cronbach’s Alpha pada SPSS 17 untuk 16 item indikator angket minat belajar siswa ialah 0,891. Nilai 0,891 > 0,8 maka dapat dikatakan bahwa instrumen bahwa 16 item angket minat belajar siswa reliabel dengan kriteria baik. Item yang reliabel yaitu nomor 1, 4, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 19, dan 20.

3.6.5.1.2.2 Reliabilitas Soal Uji Coba

Uji realibilitas soal uji coba hanya dilakukan terhadap soal-soal yang telah valid. Berdasarkan uji validitas, ada 28 butir soal yang akan diuji realibilitasnya. Pengujian realibilitas soal tes menggunakan program SPSS 17 metode

Cronbach’s Alpha. Hasil uji reliabilitas tiap butir soal yang diperoleh setelah data dihitung dengan menggunakan SPSS versi 17 terdapat pada lampiran 41.

Hasil dari perhitungan nilai Cronbach’s Alpha pada SPSS versi 17 untuk 28 item soal uji coba yang valid ialah 0,949. Nilai 0,949 > 0,8 sehingga dapat dikatakan bahwa 28 item soal uji coba tersebut reliabel dengan kriteria baik. Soal yang reliabel yaitu nomor nomor 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 19, 20, 21, 23, 26, 27, 29, 31, 33, 35, 37, 39, dan 40.

Dokumen terkait