BAB II Kajian Pustaka
H. Teknik Analisis Data
1. Uji Prasyarat Penelitian
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang didapatkan berdistribusi normal atau tidak. Bila berdistribusi normal
maka analisis untuk menguji hipotesis dapat dilakukan. Uji normalitas menggunakan rumus tes satu sampel dari Kolmogorov-Smirnov (Wahid, 2003:37) dengan rumus sebagai berikut :
D =Maksimum
[
F0( )
x −Sn( )
x]
Keterangan :
D = Deviasi atau penyimpangan
( )
xF0 = Distribusi frekuensi kumulatif teoritis
( )
xSn = Distribusi frekuensi yang diobservasi
Bila probabilitas (p) yang diperoleh melalui perhitungan lebih kecil dari taraf signifikansi 5% berarti sebaran data variabel tidak normal pada taraf signifikansi 5%. Begitu pula sebaliknya.
b. Uji Linearitas
Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada sifat hubungan yang linear atau tidak antara variabel bebas dengan terikat. Rumus yang digunakan adalah rumus garis regresi dengan menghitung nilai F atau analisis varians untuk uji linearitas. Rumusnya adalah sebagai berikut (Sudjana, 1992:332):
e S TC S F 2 2 =
Berdasarkan hasil perhitungan selanjutnya dibandingkan dengan
tabel
F dengan taraf signifikansi 5%. Koefisien Fhitung diperoleh dari
perhitungan SPSS 11.0. Jika nilai Fhitung > nilai Ftabel maka hubungan
jika nilai Fhitung < dari nilai Ftabel maka hubungan antar variabel bebas
dengan variabel terikat linier. c. Asumsi klasik
1) Uji Multikolonieritas
Multikolinieritas adalah situasi adanya hubungan variabel- variabel bebas di antara satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini disebut variabel-variabel bebas tidak ortogonal. Variabel yang bersifat ortogonal adalah variabel bebas yang korelasi sama dengan nol. Apabila terdapat korelasi sempurna diantara variabel-variabel bebas ini sama dengan satu, maka koefisien regresinya tidak dapat ditaksir dan nilai standar error setiap koefisien regresi menjadi tidak terhingga. Untuk mendeteksi masalah ini digunakan rumus korelasi (Supranto,1984:14):. Adapun rumus korelasinya sebagai berikut:
(
)(
)
(
)
{
∑
∑
−∑
∑}{
∑∑
−(∑
)
}
− = 2 2 2 2 xy Y Y N X X N Y X XY N r Keterangan: r : Koefisien korelasiY : Skor variabel Minat Orang Tua untuk menyekolahkan anaknya ke Perguruan Tinggi
1
X : Skor variabel prestasi belajar siswa N : Jumlah item pertanyaan
Selanjutnya dengan bantuan komputer program SPSS diadakan analisis Collinearity Statistics. Dari hasil Collinearity Statistics akan diperoleh VIF (Variance Inflation Factor). Untuk
mengetahui terjadi tidaknya multikolinieritas, digunakan ketentuan sebagai berikut:
Jika VIF > 10, maka terjadi multikolinieritas.
Jika VIF < 10, maka tidak terjadi multikolonieritas 2) Uji Heterokedastisitas
Uji Heterokesdastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas.Heteroskesdastisitas adalah suatu keadaan dimana varian dan kesalahan pengganggu tidak konstan untuk semua nilai variabel bebas. Dalam penelitian ini, untuk mendeteksi ada tidaknya masalah heteroskesdastisitas digunakan uji korelasi rank dari Spearman (Spearman’s rank correlation test). Rumus korelasi rank didefinisikan sebagai berikut (Supranto,1984:69):
(
)
⎥⎥⎦ ⎤ ⎢ ⎢ ⎣ ⎡ − − =∑
1 n n d 6 1 r 2 2 i s Keterangan:di : Perbedaan dalam rank yang diberikan kepada dua karakteristik yang berbeda dari individu atau fenomena ke i.
n : Banyaknya individu atau fenomena yang di beri rank
Selanjutnya dengan bantuan komputer program SPSS, untuk menentukan terjadi tidaknya masalah heteroskedastisitas digunakan ketentuan sebagai berikut:
• Jika rs hitung > rs tabel, maka terjadi heteroskesdastisitas.
• Jika rs hitung < rs tabel, maka tidak terjadi
heteroskesdastisitas.
Atau dapat juga dengan membandingkan tingkat probabilitasnya. Adapun ketentuan yang digunakan adalah sebagai berikut:
• Jika probabilitas (P) > 0,05; maka terjadi heteroskedastisitas.
• Jika probabilitas (P) < 0,05; maka tidak terjadi
heteroskedastisitas. 2. Pengujian Hipotesis
a. Product Moment
Untuk menjawab permasalahan no.1 sampai dengan no 2 yaitu pengaruh antara prestasi belajar siswa (X1 ) terhadap minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi (y), pengaruh status sosial
ekonomi orang tua (X2) terhadap minat melanjutkan studi ke
perguruan tinggi (y)digunakan analisis statistik koefisien korelasi
Product Moment (Arikunto,2003:225). Adapun rumus yang digunakan adalah : rxy =
( )( )
( )
[
∑
−∑∑
∑][
∑∑
−( )∑
]
− 2 2 2 2 y y N x x N y x xy N Keterangan : xyr = Koefisien korelasi Product Moment
∑x = Jumlah skor yang ada pada butir item
N = Jumlah responden
∑xy = Total perkalian skor yang ada pada butir item.
∑ 2
x = Jumlah kuadrat skor butir
∑ 2
y = Jumlah kuadrat skor total.
Pengujian signifikansi dilakukan berdasarkan uji t dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 1999: 212).
2 n 2 n r t − − =
Nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai t kritis pada tingkat signifikansi alpha 5% (α = 0,05). Jika nilai t hitung lebih besar dari nilai t kritis berarti hipotesis nol berhasil ditolak dan sebaliknya jika nilai t hitung lebih kecil dari nilai t kritis berarti hipotesis alternatif gagal ditolak.
Catatan: pengujian hipotesis 2 dilakukan dengan cara yang sama.
c. Uji Signifikan
Uji signifikan F sama dengan 5% dan derajat kebebasan sebesar n-k-1. jika F hitung > F tabel maka hipotesis nolnya (Ho) ditolak dan Ha diterima, berarti variabel bebas secara bersama sama berpengaruh secara signifikan terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Jika F hitung < F tabel maka hipotesis nolnya (Ho) diterima dan Ha ditolak berarti variabel bebas terbesar sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Freg =
((
2)
)
2 1 1 R m m N R − − −Keterangan :
Freg = Harga F garis regresi
2
R = Jumlah kuadrat koefisien korelasi berganda.
m = Banyaknya variabel bebas
N = Jumlah sample
I. Sumbangan variabel bebas terhadap variabel terikat
1. Sumbangan relatif (SR %)
Sumbangan relatif digunakan untuk mengetahui seberapa besar
sumbangan suatu variabel bebas terhadap nilai variabel terikat bila dibandingkan dengan sumbangan semua variabel bebas yang diteliti. Besarnya sumbangan relatif masing – masing variabel dinyatakan dalam persentase dengan rumus sebagai berikut (Sutrisno, 1985:43):
% 100 % 1 1 1 x JKreg y x a X SR =
∑
Keterangan :SR% = Sumbangan relatif dari suatu variabel bebas
a = Koefisien variabel bebas
∑
xy = Jumlah antara variabel bebas (x) dengan variabel terikat (y)JKreg = Jumlah kuadrat regresi 2. Sumbangan Efektif (SE%)
Sumbangan efektif ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing – masing variabel bebas atau prediktor dalam menunjang efektivitas garis regresi untuk keperluan pengadaan prediksi.
Besarnya sumbangan efektif masing – masing variabel diwujudkan dalam bentuk persentase dangan rumus sebagai berikut (Sutrisno,1985:45):
SE%X1 : SR% 2
1xR
X
Keterangan :
SE% = Sumbangan efektif suatu variabel bebas SR = Sumbangan relatif dari suatu variabel bebas
2
BAB IV
GAMBARAN UMUM SEKOLAH
A. Gambaran Umum Sekolah
1. Sejarah Sekolah
SMA Pangudi Luhur Sedayu merupakan SMA alih fungsi dari SPG Pangudi Luhur Sedayu sejak tahun 1989 bersama-sama dengan SPG yang lain, sesuai dengan SK Mendikbud RI No. 031/113/H/Kpts/1989 tanggal 25 Februari 1989. Oleh karena itu, visi SMA Pangudi Luhur Sedayu sama dengan visi SPG Pangudi luhur dengan penyesuaian, karena SMA bukan lembaga terminal sistem seperti SPG. Visi yang melandasi berdirinya sekolah adalah ingin mengentaskan kemiskinan masyarakat sekitar yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di kota Jogyakarta berhubung kurang mampu dalam hal biaya.
Melihat kenyataan bahwa banyak lulusan SMP yang tidak dapat melanjutkan sekolah, maka pada tahun 1967 Pastor Paroki Sedayu mendirikan SPG St. Paulus yang mulai tahun 1968 dikelola oleh Yayasan Pangudi Luhur bersama SLTP Pangudi Luhur Sedayu dan SLTP Pangudi Luhur Kaliduren (Moyudan).
Sejak berdirinya, SMA Pangudi Luhur Sedayu merupakan salah satu SMA yang masih dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Terbukti sampai sekarang minat siswa masuk ke SMA Pangudi Luhur Sedayu masih tinggi.
2. Identitas Sekolah
Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Sedayu
Alamat : Jl. Wates Km. 12, Argosari, Sedayu,
Bantul, Jogyakarta 55752
Telp. : (0274) 7494179
Fax : (0274) 7482229
Nomor Data Sekolah : 3004010011
Tahun Berdiri : 1989 (alih fungsi dari SPG menjadi SMA)
NSS : 302040104005
Jenjang Akreditasi : Disamakan
No. Keputusan AK : 273/C.c7/Kep/MN/99
Tanggal Keputusan : 17 September 1999
Waktu Sekolah : pagi
B. Visi dan Misi 1. Visi
Terbentuknya lulusan yang cerdas, berbudi pekerti luhur dan memiliki keterampilan dengan semangat melayani yang miskin dan berkekurangan. Indikator pencapaian misi sekolah berupa lulusan yang dihasilkan mempunyai daya saing yang tinggi baik dalam melanjutkan ke pendidikan tinggi maupun terserap ke dunia kerja dengan bekal santun yang tampak dari sikap dan perilaku teladan.
2. Misi
Misi SMA Pangudi Luhur Sedayu adalah sebagai berikut:
a. Melakukan pembelajaran yang efektif, berkualitas dan professional.
b. Mengembangkan keterampilan komputer, akuntansi dan bahasa
Inggris.
c. Menciptakan suasana kondusif untuk menciptakan peserta didik yang berbudi pekerti luhur.
d. Menyelenggarakan pelayanan prima, transparan dan akuntabel dengan semangat melayani yang miskin dan kekurangan.
e. Mengembangkan sekolah sebagai pusat budaya.
Dasar visi dan misi tersebut di atas memberi kesempatan kepada usaha untuk peningkatan mutu sekolah. Dasar tersebut merupakan acuan yang jelas dan tegas karena keluwesannya, maka tidak menutup kemungkinan atas usaha- usaha perbaikan pelaksanaan pendidikan.
C. Organisasi
Yayasan Penyelenggara
Nama Yayasan : Yayasan Pendidikan Pangudi Luhur
Alamat : Jl. Dr. Sutomo No. 4 Semarang 50244
Telp. : (024) 314004, (024) 317806
Akta Notaris : No. 16 tgl 6 Oktober 1954
Ketua Yayasan : Bruder Frans Sugi, FIC
Kepala Kantor : Bruder Theodorus Suwariyanto, FIC, MM
SMA Pangudi Luhur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Seperti diamanatkan pada pembukaan UUD 1945 alenia I “…….bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa…….”. Pendidikan berusaha membebaskan bangsa dari kebodohan, dari ketergantungan dengan bangsa lain. Pendidikan berusaha untuk mendorong, mengajak, mendampingi warga negara untuk mencapai tujuan negara.
Pendidikan adalah hak seluruh warga negara, maka setiap lembaga pendidikan wajib memberikan hak tersebut tanpa memperhatikan suku, ras, golongan, agama dan keadaan sosial ekonomi warga negara. Yayasan melalui lembaga pendidikan Pangudi Luhur merasa terpanggil untuk mewujudkan cita-cita tersebut dengan penjabaran sesuai dengan cita-cita Yayasan Pangudi Luhur yaitu Para Bruder FIC.
Landasan Ideologis :
1. Pembukaan UUD 1945
2. UUD 1945 dan Pancasila 3. Konstitusi Bruder FIC Landasan Konstitusional :
1. UU No. 2 Th. 1989 tentang Pendidikan Nasional
2. AKTA Pendirian Yayasan Pangudi Luhur: Tan A Siong Semarang, No.
3. SK Pendirian SPG dari Yayasan Pangudi Luhur Sedayu Pusat No. B/3581/1968, tanggal 4 Oktober 1968
4. SK Pendirian dan Penyelenggaraan SPG No. 19/I.13.12/E.1985, tanggal 7 Januari 1985
5. SK Mendikbud RI No. 034/I.13/H/Kpts/1989 tanggal 28 Februari 1989 tentang Pendirian SMA (Alih fungsi dari SPG)
6. Keputusan No. AK: 273/C.c/Kep/MN/99 Dirjen Dikdasmen Seksi Sekolah status Disamakan SMA Pangudi Luhur Sedayu
D. Sumber Daya manusia
SMA Pangudi Luhur terdiri dari 8 guru tetap yayasan, 7 guru tidak tetap, 7 guru negeri yang diperbantukan dan 7 karyawan. Berikut nama-nama guru dan karyawan SMA Pangudi Luhur Sedayu:
Tabel 4.1
Daftar Guru dan Karyawan
No Nama NIP /No. G
Mata Pelajaran/Jabatan
1. Drs. Markoes Padmonegoro No.G. 11062 Biologi
Ke-FIC-an Kepala Sekolah
3. Drs. Agustinus Sahid. NIP. 130887022
Ekonomi Wakasek Ur. Kesiswaan
4. Dra. C. Sri Purwaningsih NIP.
131615753
B. Indonesia Wali Kelas XB
5. Drs. Paena Andreas NIP.
131885448
Matematika Wakasek Ur. Kurikulum
6. Drs. Y. Purwoko Agus S. NIP.
131885396
Matematika Tekh. Informatika Wali Kelas XIA 7. Drs. Alex Sutaryo Dwidoso NIP.
131885436 Geografi Sosiologi 8. Drs. P. Samsuhari NIP. 132128492 PKn Sejarah
Wali Kelas XIS1 Wakasek Ur. Sarana Prasarana
9. Drs. Al. Candra Widyantara No.G.110737 Ekonomi
Akuntansi
10. Drs. Y. Bambang Suharya No. G.11296 B. Inggris
Wali Kelas XIIS1
11. Drs. Y. Ujang Sukasna No. G. 11199 Penjaskes
Sejarah, BP Pembina OSIS
12. F.X. Purwonggo No. G. 11157 Fisika
Ketr. Elektro Wali Kelas XC
13. C. Ratna Siwi W.,S.Pd. No. G. 11662 Kimia
Ketrampilan PKn
Wali Kelas XIIA
14. RB. Pirngadi No.G. 9782 B. Jawa
Koordinator BK UKS
15. AG. Budi Susanto, S.Pd. B. Indonesia
PKn
Wali Kelas XIS2
16. Agnes Erna Setyorini, S.Pd. B. Inggris
Ekstrakurikuler
Ketrampilan PKn Wali Kelas XA 18. Sr. Elisa HK. S.Pd. BP- Agama Ketr. Menjahit Ka. Asrama
19. Drs. P. Suhartana Seni Lukis
20. Br. Y. Wariso Religiositas
21. Alb. Juni Ashadi, S.Pd. Fisika/ Informatika
Ekskul. PMR
22. Dra. Agustina Marwati Seni Musik
23. An. Krismastuti No.G. 11164 Penataan Akuntansi
24. FX. Suradiyo No.G. 10593 Tata Usaha
25. Kristina Septiasih Pustakawan
26. Ig. Suharyanto No.G. 10995 Satpam
27. Petrus Sumarji No.G. 11165 Satpam
28. YP. Lasiman No.G. 11166 Satpam
E. Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu
SMA Pangudi Luhur Sedayu memiliki 308 siswa yang terdiri dari 3 kelas untuk setiap angkatannya, yaitu kelas XA, XB, XC, XI IPA, XI IPS1, XI IPS 2, XII IPA, XII IPS1, dan XII IPS 2 dengan rincian jumlah siswa sebagai berikut:
Tabel 4.2
Daftar Jumlah Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu
Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah
X A 14 21 35 X B 14 22 36 X C 15 19 34 XI IPS 1 12 23 35 XI IPS 2 17 17 34 XI IPA 4 13 17 XII IPS 1 19 18 37 XII IPS 2 20 19 39 XII IPA 17 24 41 JUMLAH 132 176 308
F. Sarana dan Prasarana dan Fasilitas Sekolah
SMA Pangudi Luhur Sedayu beralamatkan di Jalan Wates Km. 12 Sedayu Bantul Jogyakarta. Dari jalan raya Wates masih ke utara 1,2 km. Bentuk bangunan SMA Pangudi Luhur Sedayu beraturan dan ada sebagian gedung yang bertingkat. Kondisi bangunan SMA Pangudi Luhur Sedayu
permanen, kuat dan berlantai keramik. Sirkulasi udara sangat baik karena terdapat banyak jendela yang menjadikan cahaya cukup mendukung proses belajar-mengajar. Di depan semua kelas terdapat taman sehingga menambah kesejukan, keindahan dan kenyamanan lingkungan. Selain itu SMA Pangudi Luhur Sedayu memiliki fasilitas lapangan untuk berolahraga disebelah selatan gedung sekolah.
SMA Pangudi Luhur Sedayu di kelilingi pagar permanen terbuat dari batu bata dan batako, rincian pagar permanen adalah sebagai berikut:
1. Timur : gedung aula sekaligus sebagai pagar 2. Selatan : batako setinggi 2 m
3. Barat : batako setinggi 2 m
4. Utara : batu bata setinggi 1 m dengan 2 buah pintu gerbang dari besi. Untuk pengamanan, kecuali pagar, maka dibuat pintu-pintu besi yang menghubungkan halaman luar dengan halaman dalam sebanyak 5 pintu. Halaman sekolah terbagi menjadi:
1. Bagian dalam : taman dengan kolam ikan; dari petak taman yang satu dengan petak taman yang lain dibuat jalan penghubung antarkelas bagian utara dengan bagian selatan.
2. Bagian luar : halaman luar dimanfaatkan untuk lapangan olah raga yaitu lapangan bola basket permanen, lapangan voly dan lapangan atletik.
Setiap jenjang kelas memiliki 3 kelas, sehingga jumlah kelasnya ada sembilan ruang kelas. Adapun ruangan-ruangan lain yang ada di SMA PL Sedayu antara lain:
1. Ruang Kepala Sekolah : 1 (5 x 6 m)
2. Ruang Guru : 1 (7 x 8 m)
3. Ruang Tata Usaha : 2 (@ 3 x 5 m)
4. Ruang BK : 1 (4 x 5 m) 5. Perpustakaan : 1 (12 x 7 m) 6. Kapel/Ruang Doa : 1 (2 x 8 m) 7. Aula : 1 (15 x 40 m) 8. Kantin : 1 (7 x 8 m) 9. Lab. Fisika : 1 (7 x 8 m) 10.Lab. Biologi : 1 (7 x 8 m) 11.Lab. Kimia : 1 (7 x 8 m) 12.Ruang Multimedia : 1 (8 x 8 m) 13.Ruang Komputer : 1 (7 x 8 m) 14.Ruang Dapur : 1 (2 x 2 m) 15.Toilet Siswa : 7 16.Toilet Guru : 2 (1 x 1 m)
17.Tempat Parkir Guru : 2 (2 x 5 m)
18.Tempat Parkir Siswa : 1
19.Rumah Dinas Jaga Sekolah : 1
20.Gudang : 2
21.UKS : 2
Tersedianya sarana dan prasarana suatu lembaga pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap tujuan pendidikan. Oleh sebab itu, SMA Pangudi Luhur
Sedayu telah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai supaya tercipta lingkungan yang kondusif sehingga tercipta tujuan pendidikan secara optimal. Adapun fasilitas vital untuk menunjang proses pendidikan tersebut antara lain:
1. Perpustakaan
Tujuan didirikannya perpustakaan pada hakekatnya adalah untuk menyediakan sumber informasi bagi semua warga sekolah untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Perpustakaan SMA Pangudi Luhur Sedayu selalu memperbanyak perbendaharaan buku-bukunya dan meningkatkan kualitasnya agar senantiasa memperluas pengetahuan warga sekolah di samping meningkatkan budaya membaca.
2. Laboratorium
SMA Pangudi Luhur Sedayu memiliki 4 unit laboratorium, yaitu laboratorium komputer, bahasa, biologi dan kimia. Laboratorium yang sangat memadai memungkinkan siswa untuk dapat menerapkan teori yang telah didapat dengan praktek yang sesungguhnya.
3. Ruang Media
Ruang media yang cukup luas dan memiliki berbagai fasilitas yang lengkap, seperti: TV, VCD player, tape recorder, komputer, LCD, OHP. Berbagai fasilitas ini memudahkan guru dalam menyampaikan materi yang kontekstual. Siswa dapat melihat secara langsung contoh-contoh yang divisualisasikan lewat VCD ataupun televisi. Proses pembelajarannya pun bisa dibuat lebih bervariasi untuk menghindarkan siswa dari rasa bosan.
4. Bimbingan dan Konseling
Salah satu tujuan diadakannya layanan Bimbingan dan Konseling adalah untuk menyelaraskan kebutuhan jasmani dan rohani sehingga perkembangannya dapat sejalan, yang pada akhirnya proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif.
5. UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)
UKS dimaksudkan untuk menjaga kesehatan dan memberikan pertolongan pertama bagi seluruh warga sekolah. Siswa dapat berpartisipasi dalam usaha menjaga kesehatan sekolah melalui kegiatan Palang Merah Remaja (PMR).
G. Kurikulum
Berganti-gantinya kurikulum pendidikan di Indonesia adalah sebuah bentuk usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kurikulum SMA dirancang secara dinamis dan lebih fleksibel untuk mengantisipasi dan mengikuti berbagai perkembangan yang terjadi di masyarakat.
SMA Pangudi Luhur Sedayu menggunakan kurikulum terbaru, yaitu kurikulum 2006. Kurikulum 2006 atau yang lebih dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diterapkan sebagai pengganti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004. Kurikulum 2006 lebih menonjolkan kreatifitas guru dalam mengajar dan kompetensi serta peran aktif siswa dalam memahami suatu materi. Kurikulum 2006 lebih mengarahkan lulusan SMA untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi.
Selain kegiatan intrakurikuler, SMA Pangudi Luhur Sedayu memiliki beragam kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dijadikan pilihan oleh siswa. Kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Pangudi Luhur Sedayu di antaranya adalah Peleton Inti (TONTI), Palang Merah Remaja (PMR), Pecinta Alam, Cheerleader, Jurnalistik, Sepak Bola, Volley, dan Basket. Dengan bergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler ini diharapkan dapat mengasah kemampuan siswa dalam berorganisasi dan bekerja di dalam tim.
H. Majelis Sekolah/ Dewan Sekolah
SMA Pangudi Luhur Sedayu memiliki susunan dewan sekolah seperti tersaji pada bagan berikut:
Gambar 4.1
Bagan Dewan Sekolah SMA Pangudi Luhur Sedayu
I. Hubungan antara Sekolah dengan Masyarakat
Hubungan Antara SMA Pangudi Luhur Sedayu dengan pihak lain merupakan sebuah sinergi yang saling memberi manfaat. Sinergi ini berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan perkembangan sekolah di masa yang akan datang. Hubungan ini tercipta karena adanya ikatan saling percaya dan memang harus dijaga agar dapat mendukung tercapainya tujuan sekolah.
Beberapa hubungan SMA Pangudi Luhur Sedayu dengan pihak luar sekolah di antaranya adalah:
1. Korps Sukarela dan Diklat PMI
2. MAPASADHA Universitas Sanata Dharma
3. MAPALA GALAXY UP ‘45
4. Warga masyarakat dusun Gubug, Goser, Ngingas, dan sekitarnya 5. Kongregasi Suster-suster Hati Kudus
Bruder FIC
Yayasan Pangudi Luhur
Yayasan Pangudi Luhur (YPL) Cabang Yogyakarta YPL Cabang Boro YPL Cabang Yogya YPL Cabang Sedayu SD Pangudi Luhur SMA PL Sedayu SMP PL Sedayu SMP PL Moyudan
6. Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya Yogyakarta 7. Para alumni
J. Usaha-usaha Penempatan Lulusan
Selain dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi, para siswa di SMA Pangudi Luhur Sedayu juga dibekali dengan ketrampilan kerja. Salah satu contohnya adalah dengan diadakannya mata pelajaran ketrampilan menjahit. Dengan adanya pelajaran ini diharapkan lulusan SMA Pangudi Luhur Sedayu memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan lulusan SMA yang lain.
Siswa-siswi SMA Pangudi Luhur Sedayu juga memperoleh pelajaran Bahasa Jawa. Ini diharapkan dapat mengajak siswa untuk menghargai dan melestarikan budaya daerah. Berkaitan dengan kepribadian siswa, SMA Pangudi Luhur Sedayu memiliki agenda live in bagi pengurus OSIS yang rutin diadakan setiap tahun.
Untuk memperbesar prosentase kelulusan siswa di akhir tahun, SMA Pangudi Luhur Sedayu memberikan pelajaran tambahan bagi kelas XII sebagai persiapan menghadapi ujian akhir. Latihan-latihan soal yang up to date dapat mengasah kemampuan siswa sehingga nantinya diharapkan mereka siap dan mampu menghadapi ujian akhir.
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Bagian ini membahas tentang prestasi belajar, motivasi belajar, status sosial ekonomi orang tua dan minat siswa untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang disusun dalam suatu distribusi frekuensi.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli tahun 2007. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII IPA dan IPS di SMA Pangudi Luhur Sedayu. Jumlah kuisioner yang disebar sebanyak 85 kuesioner, jumlah kuisioner yang kembali 83 kuesioner. Berdasarkan jawaban 83 responden, sebanyak 81 responden yang semua butir pertanyaan dan pernyataan diisi secara lengkap sehingga dapat memenuhi syarat untuk penelitian ini.
Berikut ini disajikan data dari hasil penelitian di SMA Pangudi Luhur Sedayu mengenai prestasi belajar siswa, status sosial ekonomi orang tua dan minat siswa kelas XII untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Bentuk pendiskripsian data tersebut menggunakan data tabulasi frekuensi, untuk masing-masing variabel ada beberapa yang menggunakan penilaian patokan acuan (PAP II) sebagai berikut:
1. Prestasi Belajar
Data penelitian variabel prestasi belajar siswa menunjukkan skor terendah 60 dan skor tertinggi 83 dengan mean 71,43 dan standar deviasi
5,277. Dari data tersebut tabel distribusi frekuensi prestasi belajar dengan 7 kelas/interval dan panjang interval 3,285 seperti tertera dibawah ini:
Tabel 5.1
Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar
No. Interval Kelas
Prestasi Belajar Frekuensi Frekuensi Relatif(%) 1. 60 – 62 3 3,7% 2. 63 – 65 8 9,9% 3. 66 – 68 14 17,28% 4. 69 – 71 15 19,51% 5. 72 – 74 14 17,28% 6. 75 – 77 16 19,75% 7. 78 - 83 11 13,58% Jumlah 81 100%
Dalam mengidentifikasi kategori dan kecenderungan prestasi
belajar digunakan kategori dan interprestasi sebagai berikut:
Tabel 5.2 Prestasi Belajar
Skor Frekuensi Frekuensi Relatif
(%) Penilaian 81 - 100 3 3,7% Sangat Tinggi 66 - 80 67 82,71% Tinggi 56 - 65 11 13,58% Sedang 46 - 55 0 % Rendah
Kurang dari 46 0 % Sangat Rendah
Perhitungan kategori ini secara lengkap dapat dilihat pada lampiran III Dengan melihat mean data variabel prestasi belajar pada lampiran III yaitu 71,43 maka nampak bahwa kategori untuk variabel prestasi belajar siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu termasuk dalam kategori tinggi.
2. Status Sosial Ekonomi Orang tua
Data penelitian variabel status sosial ekonomi orang tua menunjukkan skor terendah 52 dan skor tertinggi 81 dengan mean 65,25 dan standar deviasi 7,144. Dari data tersebut tabel distribusi frekuensi prestasi belajar dengan 7 kelas/interval dan panjang interval 4,143 seperti tertera dibawah ini:
Tabel 5.3
Distribusi Frekuensi Status Sosial Ekonomi Keluarga No. Interval Kelas Status Sosial
Ekonomi Keluarga Frekuensi Frekuensi Relatif(%) 1. 52 – 55 5 6,17% 2. 56 - 59 15 18,51% 3. 60 – 63 13 16,05% 4. 64 – 67 17 20,99% 5. 68 – 71 17 20,99% 6. 72 – 75 4 4,93% 7. 76 - 81 10 12,34% Jumlah 81 100%
Dalam mengidentifikasi kategori dan kecenderungan status sosial ekonomi orang tua digunakan kategori dan interprestasi sebagai berikut:
Tabel 5.4
Status Sosial Ekonomi Keluarga
Skor Frekuensi Frekuensi Relatif (%) Penilaian
80 – 99 4 4,93% Sangat Tinggi
65 – 79 40 49,38% Tinggi
55 – 64 34 41,97% Sedang
46 – 54 3 3,70% Rendah
Kurang dari 46 0 0% Sangat Rendah
81 100%
Perhitungan kecenderungan ini secara lengkap dapat dilihat pada lampiran