C. Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas
2. Uji Reliabilitas atas Instrumen Penelitian
Uji reliabilitas butir pertanyaan dalam kuesioner dilakukan dengan tujuan untuk menguji konsistensi derajat ketergantungan dan stabilitas dari alat ukur.
Sedangkan menurut Ghozali (2006 : 133) yang mengemukakan bahwa butir pertanyaan dalam kuesioner dikatakan reliabel jika nilai cronbach’s alpa >0,60.
Dari hasil uji reliabilitas butir pertanyaan dengan program statistik SPSS versi 17 diperoleh dari hasil cronbach alpha yang lebih besar dari 0,60 untuk ketiga variabel yaitu : inisiatif individu, toleransi risiko, dukungan manajemen serta kinerja karyawan, maka dapat disajikan melalui tabel X berikut ini :
64 TABEL 5.10.
HASIL UJI RELIABILITAS VARIABEL Variabel Cronbach’s alpha if
Item Deleted
Cronbach’s alpha Standar Inisiatif individu
Toleransi risiko
Dukungan Manajemen
Kinerja Karyawan
0,934 0,934 0,934 0,988 0,857 0,820 0,613 0,616 0,940 0,950 0,948 0,964 0,822 0,827 0,826 0,918
0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 0,60 Sumber : Lampiran SPSS
Tabel 5.10. hasil uji reliabilitas butir instrumen penelitian yaitu inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen dengan 16 item pertanyaan
65
maka semua item pertanyaan sudah andal atau reliabel sebab memiliki nilai cronbach’s alpha if item deleted sudah diatas 0,60. Dimana dapat diperincikan bahwa untuk variabel inisiatif individu dengan 4 item pertanyaan maka semua item pertanyaan sudah andal atau reliabel.
Untuk variabel toleransi risiko dengan 4 item pertanyaan maka semua item pertanyaan sudah andal atau reliabel karna memiliki nilai cronbach’s alpha if item deleted diatas dari 0,60. Variabel dukungan manajemen dengan 4 item pertanyaan nampak bahwa semua item pertanyaan sudah reliabel sedangkan untuk variabel kinerja karyawan dengan 4 item pertanyaan, nampak bahwa semua item pertanyaan sudah andal atau reliabel karena memiliki nilai korelasi diatas dari 0,60.
D. Analisis Pengaruh Inisiatif Individual, Toleransi Risiko, dan Dukungan Manajemen Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Toyota Hadji Kalla Cabang Alauddin Makassar
Kinerja karyawan merupakan hasil motivasi dan kemampuan karyawan dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan, dimana seorang karyawan sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan sesorang karyawan tidaklah cukup efektif dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan tampa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana setiap karyawan dapat meningkatkan kinerja kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan peranya dalam perusahaan. Kinerja karyawan adalah hal yang penting dalam upaya untuk mencapai tujuannya. Adapun faktor yang
66
berpengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan adalah : meliputi inisiatif individu, toleransi resiko serta dukungan manajemen.
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen terhadap kinerja karyawan, maka dapat disajikan hasil olahan data dengan menggunakan program SPSS versi 17, yang dapat dilihat pada tabel 11 yaitu sebagai berikut :
TABEL 5.11.
HASIL PENGOLAHAN DATA SPSS VERSI 17 ATAS INISIATIF INDIVIDU, TOLERANSI RISIKODAN DUKUNGAN MANAJEMEN TERHADAP
KINERJA KARYAWAN
Model
Unstandardized Coefficient
Standardized
Coefficient t Sig
B Std.
Error
Beta
1. (konstan)
Inisiatif individual (X1)
Toleransi risiko (X2)
Dukungan manajemen (X3)
0,982 0,342
0,291
0,389
0,846 0,061
0,072
0,083
0,405
0,298
0,389
1,162 5,574
4,061
4,669
0,251 0,000
0,000
0,000
67
R = 0,922 Fhit = 87,402 Rsquare = 0,851 sig = 0,000 R Adjusted R Square = 0,841
Sumber : Lampiran SPSS
Berdasarkan olahan data dengan menggunakan program SPSS versi 17 pada tabel XI diatas maka dapat disajikan persamaan regresi linier berganda yaitu:
Y = 0,982 + 0,342 + 0,291 + 0,389
Sesuai persamaan regresi berganda diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
= 0,982 menunjukkan bahwa kinerja karyawan sebesar 0,982 tidak dipengaruhi oleh perubahan inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen.
= 0,342 menunjukkan bahwa setiap perubahan inisiatif individu sebesar 1%
maka dapat diikuti oleh peningkatan kinerja karyawan sebesar 34,2% bila dan konstan.
= 0,291menunjukkan bahwa setiap perubahan toleransi risiko sebesar 1%
maka maka dapat diikuti oleh peningkatan kinerja karyawan sebesar 29,1% bila dan konstan.
= 0,389 menunjukkan bahwa setiap perubahan dukungan manajemen sebesar 1% satuan maka dapat diikuti oleh peningkatan kinerja karyawan sebesar 38,9% bila dan konstan.
68
Kemudian nilai R = 0,922 yang menunjukkan bahwa inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manjemen terdapat hubungan yang sangat erat dan positif karena nilai R mendekati +1.
Nilai (determinan) = 0,851 atau 85,10%, menunjukkan bahwa variasi dari kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel independen ( inisiatif individu, toleransi risiko dan dukungan manajemen) sedangkan sisanya sebesar 14,9% (100 – 85,10%) dijelaskan oleh sebab-sabab lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Selanjutnya dapat disajikan uji F (serempak) dan uji parsial (uji t) yang dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Uji F (Uji serempak)
Dalam uji F (Uji serempak) F dengan sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 bahwa pengaruh secara bersama-sama memberikan pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikatnya. Dengan kata lain untuk variabel inisiatif individual, toleransi risiko dan dukungan manajemen secara bersamaan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan.
2. Uji t
Berdasarkan nilai tabel 5.11 maka dapat dijelaskan pengujian secara individu yaitu :
a. Untuk (X1) bila X2 dan X3 konstan, maka variabel inisiatif individual (X1) dengan sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh secarah signifikan.
69
b. Untuk variabel toleransi risiko (X2) bila X1 dan X3 konstan, maka variabel toleransi risiko (X2) dengan sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh secara signifikan.
c. Untuk variabel dukungan manajemen (X3) bila X1 dan X2 konstan, maka variabel dukungan manjemen (X3) dengan sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh secara signifikan.
E. Pembahasan
Kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberiakan kepadanya. penilaian kinerja merupakan prosedur yang formal dilakukan dalam organisasi untuk mengevaluasi pegawai dan sumbangan serta kepentingan bagi pegawai.
1) Berdasarkan olah data aplikasi SPSS langsung yang dilakukan penulis selama melakukan penelitian pada PT. Toyota Hadji Kalla Cabang Alauddin Makassar, Beta 0,342 variabel inisiatif individual memiliki Beta 3,27, variabel toleransi resiko memiliki Beta 0,291 dan variabel dukungan manajemen memiliki Beta 0,389. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi nilai dukungan manajemen maka pengaruhnya akan semakin kuat dalam peningkatan kinerja karyawan.
Pembahasan inisiatif individual pada PT. Toyota Hadji Kalla Cabang Alauddin Makassar, hasil penelitian membuktikan bahwa inisiatif individual
70
dengan sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh secarah signifikan.
Toleransi resiko pada PT. Toyota Hadji Kalla Cabang Alauddin Makassar, hasil penelitian membuktikan bahwa Toleransi resiko dengan sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh secarah signifikan.
Dukungan manajemen pada PT. Toyota Hadji Kalla Cabang Alauddin Makassar, hasil penelitian membuktikan bahwa Dukungan manajemen dengan sig 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa ada pengaruh secarah signifikan.
Penelitian ini sangat berpengaruh pada penelitian yang penulis lakukan.
Inisiatif individual, toleransi resiko, dan dukungan manajemen yang baik yang dimaksudkan untuk membantu memelihara Inisiatif individual, toleransi resiko, dan dukungan manajemen terhadap kinerja karyawan sehingga mampu memberikan hasil pekerja yang cepat dan tepat
71 VI. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan mengenai pengaruh inisiatif individual, toleransi resiko, dan dukungan manajemen terhadap kinerja karyawan pada PT. Toyota Hadji Kalla Cabang Alauddin Makassar maka dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut :
2) Hasil analisis mengenai pengaruh nisiatif individual, toleransi resiko, dan dukungan manajemen terhadap peningkatan kinerja karyawan pada PT. Toyota Hadji Kalla Cabang Alauddin Makassar, menunjukkan bahwa bahwa untuk uji signifikan dari 3 variable (inisiatif individual, toleransi resiko dan dukungan manajemen) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan sebab mempunyai nilai value < 0,05.
3) Dari hasil analisis mengenai Inisiatif Individual, Toleransi Resiko, dan Dukungan Manajemen terhadap kinerja karyawan, maka variabel yang paling dominan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan adalah dukungan manajemen. Alasanya karna dukungan manajemen memiliki nilai B yang lebih besar jika dibandingkan dengan variabel lainya, sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi nilai dukungan manajemen maka pengaruhnya akan semakin kuat dalam peningkatan kinerja karyawan.
72 B. Saran
Adapun saran dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Disarankan agar pimpinan perusahaan memberikan motivasi dan dukungan bagi karyawanya untuk melaksanakan ketentuan-ketentuanya berlaku sebagai realisasi dari pelaksanaan pengaruh inisiatif individual, toleransi resiko, dan dukungan manajemen demi menunjang kinerja karyawan.
2) Mengingat bahwa variabel yang paling dominan berpengaruh adalah Dukungan Manajemen maka disarankan pula kepada pihak perusahaan untuk senantiasa memberikan kesempatan bagi setiap karyawan untuk menyampaikan pendapat atau ide-ide demi kemajuan perusahaan serta untuk memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi dalam membela perusahaan.
73