ANALISA DAN PEMBAHASAN
C. Pengujian Statistik
3. Uji Simultan (Uji F)
Pegujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variable independen yang terdapat didalam model secara bersamaan (simultan) terhadap variable dependen. Hasil uji F dapat dilihat pada table berikut ini:
Table 4.7
Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 3.804E13 3 1.268E13 92.838 .000a
Residual 7.649E12 56 1.366E11
Total 4.569E13 59
a. Predictors: (Constant), DPK, ROA, SBI b. Dependent Variable: PM
Sumber: Data SPSS yang diolah 2017
Dari hasil di atas diketahui bahwa nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa variable X secara simultan (bersama) berpengaruh terhadap variable Y.
80 D. Hasil Analisis Penelitian
Dalam penelitian ini menguraikan pengaruh tingkat profitabilitas (ROA), suku bunga Bank Indonesia dan dana pihak ketiga (DPK) terhadap pembiayaan murabahah. Simpulan ini dapat dilihat dari hasil pengolahan uji parsial (uji t) bahwa variable profitabilitas, suku bunga dan dana pihak ketiga berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan murabahah. Sampel yang digunakan adalah seluruh Bank Umum syariah yang ada di Indonesia yang terdaftar dalam BI dan dilaporkan dalam laporan Statistic Perbankan Indonesia (SPS) tahun 2012-2016.
Berikut merupakan hasil penelitian dari masing-masing variable independen terhadap variable dependen:
1. Pengaruh profitabilitas (ROA) terhadap pembiayaan murabahah
Hasil statistik uji t variable ROA, nilai sig sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 dan nilai t hitung 4,075 artinya dapat disimpulkan bahwa variable ROA berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan
murabahah. Artinya setiap penambahan satu satuan ROA akan menambahkan pembiayaan murabahah sebesar 4,075. ROA adalah rasio yang menggambarkan kemampuan bank dalam mengelola dana yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang menghasilkan keuntungan. Bank biasanya mengelola dana-dana tersebut dalam bentuk pembiayaan. Salah satunya yaitu pembiayaan murabahah. Selain itu tingkat ROA sebagai acuan kesehatan sutau bank, semakin tinggi nilai ROA maka
81
semakin tinggi pula tingkat kesehatan suatu bank. Dengan tingkat kesehatan yang tinggi maka juga akan meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Raihan (2014) bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah.
2. Pengaruh SBI terhadap pembiayaan murabahah
Hasil statistik uji t variable SBI, nilai sig sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai t hitung 4,012 artinya bahwa variable SBI berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah. Artinya setiap penambahan satu satuan SBI maka akan menambah tingkat pembiayaan
murabahah sebesar 4,012. SBI sebagai acuan dalam pembiayaan ataupun deposito. Jumlah SBI yang meningkat akan mendorong masyarakat untuk menabung atau deposito sehingga jumlah dana dalam bank mengalami kecukupan untuk melakukan pembiayaan murabahah. Selain itu manajemen pemasaran bank akan semakin giat dalam melakukan penawaran pembiayaan, agar jumlah margin bagi hasil suatu bank meningkat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sakti (2014) dengan hasil semakin tinggi suku bunga akan semaikin meningkatkan volume pembiayaan murabahah.
82
3. Pengaruh DPK terhadap Pembiayaan murabahah
Hasil statistik uji t variable DPK, nilai sig sebesar 0,000 lebih kecil daripada 0,05 dan t hitung 10,674 artinya dapat disimpulkan bahwa variable DPK berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan
murabahah. Artinya bahwa setiap penambahan satu satuan DPK maka akan menaikkan pembiayaan murabahah sebesar 10,674. Dana Pihak Ketiga (DPK) mempunyai hubungan positif signifikan, dengan mempertibangkan faktor likuiditas dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) karena semakin meningkatnya dana pihak ketiga (DPK) yang dilakukan bank syariah, maka semakin banyak pula pembiayaan atau penyaluran dana yang diberikan bank syariah kepada masyarakat. Hasil penelitian ini dapat menjelaskan bahwa dengan memiliki DPK yang tinggi maka pihak bank memiliki sumber dana yang besar dalam melakukan kegiatan penyaluran dananya dan untuk membantu masyarakat dalam mengatasi masalah pendanaannya. Dengan hal ini masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi untuk menempatkan dananya di bank.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yaitu Julia (2017) dan Agista (2015) yang menyatakan bahwa DPK berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan murabahah.
84 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada bab IV dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Variabel profitabilitas (ROA) berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan murabahah. Dengan demikian, H1 yang menyatakan bahwa ROA berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan murabahah
diterima. Hal ini berarti bahwa ketika nilai ROA naik maka menambah besarnya proporsi pembiayaan murabahah dan sebaliknya.
2. Variabel SBI berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan
murabahah. Dengan demikia, H2 yang menyatakan bahwa SBI berpengaruh negatif signifikan terhadap pembiayaan murabahah ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pembiayaan murabahah akan meningkat ketika nilai SBI meningkat.
3. Variabel dana pihak ketiga (DPK) berpengaruh positif signifikan terhadap pembiayaan murabahah. Dengan demikian, H3 yang menyatakan bahwa DPK berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pembiayaan diterima. Peningkatan DPK berpengaruh terhadap besarnya penyaluran pembiayaan
murabahah. Hal ini dikarenakan dalam kenyataan DPK merupakan salah satu sumber dalam pendanaan yang akan disalurkan kepada masyarakat
85
khususnya pembiayaan murabahah. Sehingga sangat besar pegaruhnya terhadap penyaluran pembiayaan yang disalurkan.
B. Saran
1. Diharapkan penelitian kedepannya dapat menambahkan variabel independennya. Variabel independen dapat berupa variabel internal lain dan variabel eksternal yang diduga mempegaruhi tingkat pembiayaan
murabahah. Sehingga hasilnya lebih bervariasi dan akurat.
2. Hasil penelitian ini masih sederhana dan masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memperluas hasil kebenarannya. Karena dalam penelitian ini masih menggunakan model satu arah, untuk kedepannya penelitian ini bisa dilanjutkan dengan model intervening atau moderating.
3. Diharapkan variabel yang tidak diteliti oleh penulis dapat diteruskan oleh penelitian selanjutya. Dengan mengembangkan variable-variabel selain profitabilitas, suku bunga, dan DPK. Pengembangan yang dimaksud yaitu dengan mencari variable-variabel lain yang dapat mempengaruhi terhadap pembiayaan murabahah. Sehingga penelitian yang terkait dengan peningkatan pembiayaan murabahah menjadi lebih lengkap.
4. Untuk penelitian selanjutya diharapkan dapat menambah variable-variabel lain yang kemungkinan dapat mempengaruhi pembentukan pembiayaan
murabahah, selain itu diharapkan peneliti selanjutnya dapat menambah periode yang lebih lagi untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
86
5. Diharapkan pihak manajemen bank syariah lebih meningkatkan jumlah DPK yang dihimpun dari masyarakat, sehingga pembiayaan murabahah
87
88 Data SPS Bank Indonesia dari tahun 2012-2016
Tahun Bulan ROA SBI DPK PM
2012 Januari 2,65 6 116518 591412 Februari 2,7 5,75 114616 864823 Maret 2,73 5,75 119639 915343 April 2,66 5,75 114018 941597 Mei 2,59 5,75 115206 999880 Juni 2,74 5,75 119279 1070834 Juli 2,67 5,75 121018 1195058 Agustus 2,57 5,75 123673 1294544 September 2,58 5,75 127678 1403660 Oktober 2,82 5,75 134453 1526954 Nopember 2,76 5,75 138671 1625423 Desember 2,64 5,75 147512 1754412 2013 Januari 3,07 5,75 148731 1888680 Februari 3,05 5,75 150795 2051070 Maret 3,06 5,75 156964 2207415 April 3,14 5,75 158519 2291597 Mei 3,1 5,75 163858 2360471 Juni 2,98 6 163966 2396930 Juli 2,87 6,5 166453 2450562 Agustus 2,63 6,5 170222 2476787 September 2,85 7,25 171701 2551145 Oktober 2,9 7,25 174018 2611991 Nopember 2,89 7,5 176292 2690045 Desember 2,79 7,5 183534 2776068 2014 Januari 0,08 7,5 177930 2843293 Februari 0,13 7,5 178154 2892286 Maret 1,16 7,5 180945 2930890 April 1,09 7,5 185508 2964218 Mei 1,13 7,5 190783 2866964 Juni 1,12 7,5 191470 2984571 Juli 1,05 7,5 194299 3075858 Agustus 0,93 7,5 195959 3113868 September 0,97 7,5 197141 3149368
89 Oktober 0,92 7,5 207121 3180890 Nopember 0,87 7,5 209644 3198521 Desember 0,8 7,75 217858 3231216 2015 Januari 1,93 7,75 164291 3211695 Februari 1,94 7,5 163159 3209193 Maret 2,39 7,5 165034 3202628 April 2,42 7,5 164400 3201936 Mei 2,4 7,5 164375 3199666 Juni 2 7,5 162817 3236128 Juli 2,05 7,5 165378 3244881 Agustus 2,14 7,5 164561 3266100 September 2,15 7,5 166433 3276988 Oktober 2,22 7,5 165857 3307221 Nopember 2,15 7,5 167150 3318866 Desember 1,81 7,5 174895 3334417 2016 Januari 2,08 7,25 173230 3347499 Februari 2,08 7 173834 3338869 Maret 2,27 6,75 174779 3327444 April 1,87 6,75 174135 3362745 Mei 2,06 6,75 174354 3367166 Juni 2,09 6,5 177051 3429339 Juli 2,16 6,5 178768 3457996 Agustus 2,22 6,5 178934 3520114 September 2,23 6,5 198976 3702098 Oktober 2,35 6,5 199462 3823425 Nopember 2,34 6,5 202332 3943876 Desember 1,77 6,5 206407 4096459
Uji Stasioneritas menggunakan eviews 7.1 1. DPK
Uji Stasioneritas dengan unit root test pada level
Null Hypothesis: DPK has a unit root Exogenous: Constant
90
t-Statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -1.527592 0.5128 Test critical values: 1% level -3.546099
5% level -2.911730 10% level -2.593551 *MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(DPK)
Method: Least Squares Date: 10/14/17 Time: 08:28 Sample (adjusted): 2 60
Included observations: 59 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. DPK(-1) -0.063155 0.041343 -1.527592 0.1321 C 12011.96 6947.354 1.728998 0.0892 R-squared 0.039329 Mean dependent var 1523.542 Adjusted R-squared 0.022475 S.D. dependent var 8236.789 S.E. of regression 8143.701 Akaike info criterion 20.88119 Sum squared resid 3.78E+09 Schwarz criterion 20.95161 Log likelihood -613.9950 Hannan-Quinn criter. 20.90868 F-statistic 2.333538 Durbin-Watson stat 2.086336 Prob(F-statistic) 0.132144
KARENA BELUM Stasioneritas maka dilanjutkan dengan Uji Stasioneritas dengan unit root test pada 1st difference
Null Hypothesis: D(DPK) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic - based on SIC, maxlag=10)
91
Augmented Dickey-Fuller test statistic -8.030604 0.0000 Test critical values: 1% level -3.548208
5% level -2.912631 10% level -2.594027 *MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(DPK,2)
Method: Least Squares Date: 10/14/17 Time: 08:29 Sample (adjusted): 3 60
Included observations: 58 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. D(DPK(-1)) -1.069790 0.133214 -8.030604 0.0000 C 1685.861 1113.909 1.513464 0.1358 R-squared 0.535233 Mean dependent var 103.0517 Adjusted R-squared 0.526934 S.D. dependent var 12139.36 S.E. of regression 8349.424 Akaike info criterion 20.93165 Sum squared resid 3.90E+09 Schwarz criterion 21.00270 Log likelihood -605.0178 Hannan-Quinn criter. 20.95932 F-statistic 64.49060 Durbin-Watson stat 1.988345 Prob(F-statistic) 0.000000
2. PM
Uji Stasioneritas dengan unit root test pada level
Null Hypothesis: PM has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 1 (Automatic - based on SIC, maxlag=10)
t-Statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -1.045072 0.7313 Test critical values: 1% level -3.548208
92
5% level -2.912631 10% level -2.594027 *MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(PM)
Method: Least Squares Date: 10/14/17 Time: 08:30 Sample (adjusted): 3 60
Included observations: 58 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. PM(-1) -0.008470 0.008105 -1.045072 0.3006 D(PM(-1)) 0.433288 0.113019 3.833781 0.0003 C 53515.41 26114.18 2.049285 0.0452 R-squared 0.303381 Mean dependent var 55717.86 Adjusted R-squared 0.278050 S.D. dependent var 53707.10 S.E. of regression 45633.67 Akaike info criterion 24.34502 Sum squared resid 1.15E+11 Schwarz criterion 24.45159 Log likelihood -703.0055 Hannan-Quinn criter. 24.38653 F-statistic 11.97639 Durbin-Watson stat 1.644742 Prob(F-statistic) 0.000048
KARENA BELUM Stasioneritas maka dilanjutkan dengan Uji Stasioneritas dengan unit root test pada 1st difference
Null Hypothesis: D(PM) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic - based on SIC, maxlag=10)
t-Statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -5.067644 0.0001 Test critical values: 1% level -3.548208
5% level -2.912631 10% level -2.594027
93 *MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(PM,2)
Method: Least Squares Date: 10/14/17 Time: 08:31 Sample (adjusted): 3 60
Included observations: 58 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. D(PM(-1)) -0.514743 0.101575 -5.067644 0.0000 C 27669.50 8392.445 3.296953 0.0017 R-squared 0.314406 Mean dependent var -2083.241 Adjusted R-squared 0.302163 S.D. dependent var 54672.09 S.E. of regression 45671.21 Akaike info criterion 24.33020 Sum squared resid 1.17E+11 Schwarz criterion 24.40125 Log likelihood -703.5758 Hannan-Quinn criter. 24.35787 F-statistic 25.68102 Durbin-Watson stat 1.730337 Prob(F-statistic) 0.000005
3. ROA
Uji Stasioneritas dengan unit root test pada level
Null Hypothesis: ROA has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic - based on SIC, maxlag=10)
t-Statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -2.320277 0.1691 Test critical values: 1% level -3.546099
5% level -2.911730 10% level -2.593551 *MacKinnon (1996) one-sided p-values.
94 Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(ROA)
Method: Least Squares Date: 10/14/17 Time: 08:31 Sample (adjusted): 2 60
Included observations: 59 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. ROA(-1) -0.170894 0.073652 -2.320277 0.0239 C 0.353056 0.168012 2.101369 0.0400 R-squared 0.086300 Mean dependent var -0.014915 Adjusted R-squared 0.070270 S.D. dependent var 0.441929 S.E. of regression 0.426119 Akaike info criterion 1.165115 Sum squared resid 10.34992 Schwarz criterion 1.235540 Log likelihood -32.37089 Hannan-Quinn criter. 1.192606 F-statistic 5.383687 Durbin-Watson stat 1.862057 Prob(F-statistic) 0.023928
KARENA BELUM Stasioneritas maka dilanjutkan dengan Uji Stasioneritas dengan unit root test pada 1st difference
Null Hypothesis: D(ROA) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 0 (Automatic - based on SIC, maxlag=10)
t-Statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -7.531435 0.0000 Test critical values: 1% level -3.548208
5% level -2.912631 10% level -2.594027 *MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(ROA,2)
95 Method: Least Squares
Date: 10/14/17 Time: 08:32 Sample (adjusted): 3 60
Included observations: 58 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. D(ROA(-1)) -1.020253 0.135466 -7.531435 0.0000 C -0.016143 0.059037 -0.273435 0.7855 R-squared 0.503205 Mean dependent var -0.010690 Adjusted R-squared 0.494333 S.D. dependent var 0.632225 S.E. of regression 0.449577 Akaike info criterion 1.272853 Sum squared resid 11.31867 Schwarz criterion 1.343903 Log likelihood -34.91274 Hannan-Quinn criter. 1.300528 F-statistic 56.72251 Durbin-Watson stat 1.982077 Prob(F-statistic) 0.000000
4. SBI
Uji Stasioneritas dengan unit root test pada level
Null Hypothesis: SBI has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 2 (Automatic - based on SIC, maxlag=10)
t-Statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -1.869260 0.3442 Test critical values: 1% level -3.550396
5% level -2.913549 10% level -2.594521 *MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(SBI)
Method: Least Squares Date: 10/14/17 Time: 08:32
96 Sample (adjusted): 4 60
Included observations: 57 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. SBI(-1) -0.045444 0.024311 -1.869260 0.0671 D(SBI(-1)) 0.112961 0.122133 0.924906 0.3592 D(SBI(-2)) 0.407170 0.119620 3.403871 0.0013 C 0.318039 0.166704 1.907814 0.0618 R-squared 0.235674 Mean dependent var 0.013158 Adjusted R-squared 0.192410 S.D. dependent var 0.152516 S.E. of regression 0.137060 Akaike info criterion -1.069198 Sum squared resid 0.995635 Schwarz criterion -0.925826 Log likelihood 34.47214 Hannan-Quinn criter. -1.013479 F-statistic 5.447385 Durbin-Watson stat 2.105962 Prob(F-statistic) 0.002437
KARENA BELUM Stasioneritas maka dilanjutkan dengan Uji Stasioneritas dengan unit root test pada 1st difference
Null Hypothesis: D(SBI) has a unit root Exogenous: Constant
Lag Length: 1 (Automatic - based on SIC, maxlag=10)
t-Statistic Prob.* Augmented Dickey-Fuller test statistic -3.182122 0.0263 Test critical values: 1% level -3.550396
5% level -2.913549 10% level -2.594521 *MacKinnon (1996) one-sided p-values.
Augmented Dickey-Fuller Test Equation Dependent Variable: D(SBI,2)
Method: Least Squares Date: 10/14/17 Time: 08:33 Sample (adjusted): 4 60
97 Included observations: 57 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. D(SBI(-1)) -0.502064 0.157777 -3.182122 0.0024 D(SBI(-1),2) -0.385660 0.121783 -3.166767 0.0025 C 0.008298 0.018655 0.444800 0.6582 R-squared 0.500577 Mean dependent var 0.000000 Adjusted R-squared 0.482080 S.D. dependent var 0.194798 S.E. of regression 0.140190 Akaike info criterion -1.040441 Sum squared resid 1.061274 Schwarz criterion -0.932912 Log likelihood 32.65256 Hannan-Quinn criter. -0.998651 F-statistic 27.06237 Durbin-Watson stat 2.058610 Prob(F-statistic) 0.000000
Uji Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1(Constant) -4397573,044 545635,860 -8,060 ,000 ROA 310198,515 76117,183 ,279 4,075 ,000 ,637 1,569 SBI 324299,762 80832,037 ,314 4,012 ,000 ,489 2,044 DPK 27,220 2,550 ,809 10,674 ,000 ,520 1,923 a. Dependent Variable: PM
98 Uji Signifikasi (Uji Statistik F)
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 3.804E13 3 1.268E13 92.838 .000a
Residual 7.649E12 56 1.366E11
Total 4.569E13 59
a. Predictors: (Constant), DPK, ROA, SBI b. Dependent Variable: PM Uji statistik t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -4177580,830 432756,146 -9,653 ,000 ROA 168849,904 52001,936 ,152 3,247 ,002 SBI 390233,399 55260,470 ,351 7,062 ,000 DPK 23,226 1,559 ,704 14,897 ,000 res_2 ,846 ,075 ,381 11,219 ,000 a. Dependent Variable: PM Koefisien determinasi Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .912a .833 .824 369586.829
99 Uji Multikolonieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -4.398E6 545635.860 -8.060 .000 ROA 310198.515 76117.183 .279 4.075 .000 .637 1.569 SBI 324299.762 80832.037 .314 4.012 .000 .489 2.044 DPK 27.220 2.550 .809 10.674 .000 .520 1.923 a. Dependent Variable: PM Coefficient Correlationsa
Model DPK ROA SBI
1 Correlations DPK 1.000 .244 -.527
ROA .244 1.000 .339
SBI -.527 .339 1.000
Covariances DPK 6.503 4.733E4 -1.087E5
ROA 4.733E4 5.794E9 2.086E9
SBI -1.087E5 2.086E9 6.534E9
a. Dependent Variable: PM Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .912a .833 .824 369586.829 .501
100 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .912a .833 .824 369586.829 .501
a. Predictors: (Constant), DPK, ROA, SBI b. Dependent Variable: PM
b. Dependent Variable: PM
Uji Heteroskedastisitas
102
DAFTAR RIWAYAT HIDUP