BAB III METODE PENELITIAN
4.5. Analisis Regresi Linier Berganda
4.5.2. Uji Hipotesis
4.5.2.3. Uji t (Uji Parsial)
Uji t dapat digunakan untuk mengetahui signifikan tidaknya pengaruh secara parsialvariable pendidikan (X1), variable pelatihan (X2)terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Berikut ini hasil dari uji t :
Tabel 4.15. Hasil Uji t Model Unstandardized Coefficients Stan dardi zed Coef ficie nts t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 45.408 19.268 2.357 .026 PENDIDIKAN_X1 -.063 .295 -.040 -.214 .832 PELATIHAN_X2 .884 .522 .317 1.695 .102 Sumber : Lampiran 9
Hasil uji t di atas menunjukkan bahwa secara parsial variabel pendidikan (X1)berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi. hal ini ditunjukkan dari nilai thitung pada variabel pendidikan sebesar -0,214 dengan tingkat signifikan sebesar 0,832 yaitu diatas 5%.Sedangkan pada variable pelatihan (X2)berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.Hal ini ditunjukkan dari nilai thitung pada variabelpelatihansebesar 1,695 dengan tingkat signifikan sebesar 0,102 yaitu dibawah 5%.
Berdasarkan hasil uji t tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini variable pendidikan dan pelatihan berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
4.6. Pembahasan Hasil Penelitian dan Implikasi Penelitian 4.6.1. Pembahasan Hasil Penelitian
Pendidikan dan pelatihan merupakan suatu hal yang penting bagi organisasi karena pendidikan merupakan suatu usaha untuk mendapatkan dan meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kemampuan dalam berbagai bidang termasuk bidang akuntansi.Sedangkan pelatihan juga merupakan faktor yang mendukung dalam meningkatkan keterampilan segala bidang termasuk tingkat pemahaman akuntansi bagi pegawai.
Dengan demikian pendidikan dan pelatihan merupakan suatu hal yang berpengaruh dalam menjalankan organisasi.Apabila suatu organisasi ingin berkembang, seharusnya diikuti oleh pengembangan sumber daya manusianya.Pengembangan sumber daya manusia dapat dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan.
Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa secara simultan variable pendidikan dan pelatihan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi pada pegawai yang menangani keuangan di Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur, sehingga hipotesis penelitian yang diajukan yang menyatakan diduga bahwa terdapat pengaruh antara pendidikan dan pelatihan terhadap tingkat pemahaman akuntansi tidak terbukti kebenarannya.
Secara simultan tidak cocoknya model, pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap tingkat pemahaman akuntansi di pegawai yang menangani keuangan pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur
bisa disebabkan oleh kurangnya pemahaman akuntansi pegawai yang dikarenakan latar belakang pendidikan pegawai yang tidak sesuai.
Hasil analisis dalam pengujian parsial juga menunjukkan bahwa variable pendidikan berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi di pegawai yang menangani keuangan pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur.Begitu juga dengan variable pelatihan secara parsial berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi di pegawai yang menangani keuangan pada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur.Hal ini bisa disebabkan karena masih ada beberapa pegawai yang belum mengikuti pelatihan tentang keuangan.Selain itu dapat juga dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan posisi pegawai yang menangani keuangan.Maka dari itu tingkat pemahaman akuntansi yang dimiliki pegawai masih belum maksimal sehingga variable pendidikan dan pelatihan dalam penelitian ini tidak signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Hal ini tidak sesuai dengan hasil penelitian– penelitian terdahulu, yaitu antara lain : (1) penelitian Pritha Kurniawati (2006) yang menyatakan bahwa Variabel pendidikan mempunyai pengaruh yang lebih dominan daripada pengalaman, pelatihan dan motivasi terhadap tingkat pemahaman akuntansi pegawai negeri sipil yang bekerja di biro keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.(2) penelitian Dian Alnusia (2007) yang menyatakan bahwa variabel pendidikan, pelatihan, pengalaman dan motivasi
yang bekerja pada Dinas – Dinas Pemerintahan di Bagian Keuangan Kabupaten Ponorogo. (3) penelitian yang dilakukan oleh Suryo Hariadi (2012) yang menyatakan bahwa Pendidikan lebih besar pengaruhnya terhadap tingkat pemahaman akuntansi, dibandingkan dengan pelatihan pada pegawai negeri sipil yang bekerja pada Dinas Koperasi dan UMKM Bagian Keuangan Pemprov Jatim.
4.6.2. Implikasi Penelitian
Penelitian ini memberikan implikasi bagi Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur untuk memperhatikan pendidikan dan pelatihan, agar tingkat pemahaman akuntansi lebih meningkat.Faktor pendidikan lebih diutamakan karena pendidikan pegawai berkaitan dengan mempersiapkan sumber daya yang diperlukan oleh suatu instansi atau organisasi dengan berorientasi pada pengembangan kemampuan umum.Begitu juga dengan pelatihan, pelatihan juga harus diperhatikan.Karena pelatihan juga merupakan faktor yang mendukung dalam meningkatkan keterampilan segala bidang termasuk tingkat pemahaman akuntansi bagi pegawai.
Pendidikan dan pelatihan merupakan faktor pengembangan sumber daya manusia yang penting dan perlu diperhatikan.Karena searah dengan pengembangan organisasi.Apabila suatu organisasi ingin berkembang, seharusnya diikuti oleh pengembangan sumber daya manusianya.Disamping itu, pengembangan sumber daya manusia tidak hanya meningkatkan tingkat
pemahaman suatu pekerjaan tertentu, melainkan juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja.
4.7. Perbedaan Hasil Penelitian Sekarang dengan Penelitian Terdahulu Persamaan pada penelitian yang dilakukan sekarang ini dengan penelitian terdahulu adalah dari segi variabel yaitu pendidikan dan pelatihan.Sedangkan perbedaan penelitian ini dengan sebelumnya adalah subyek, obyek, dan waktu penelitian yang berbeda.Hasil penelitian ini adalah secara simultan hasil pengujian tidak cocok atau tidak sesuai untuk mengetahui pengaruh pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) terhadap tingkat pemahaman akuntansi (Y).Secara parsial hasil pengujian,pendidikan dan pelatihan berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Berikut ini adalah rangkuman hasil penelitian terdahulu dengan sekarang :
Tabel 4.16 : Rangkuman Penelitian Terdahulu dengan Sekarang
No. Nama
Peneliti
J udul Variabel Alat Penguji Hasil Penelitian
1 Pritha Kurniawati (2006) Pengaruh pendidikan, pengalaman, dan motivasi terhadap tingkat pemahaman akuntansi pada PNS yang bekerja di Biro keuangan pemerintah provinsi Jawa Timur. Pendidikan (X1), Pengalaman (X2), Motivasi (X3), dan Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y). Regresi linier
berganda Variabel Pendidikan, pengalaman, dan motivasi mempunyai pengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi pada PNS yang bekerja di Biro keuangan Pemerintah provinsi Jawa Timur
2 Dian Alnusia (2007) Pengaruh pendidikan, pelatihan, pengalaman, dan motivasi terhadap tingkat pemahaman akuntansi pada PNS yang bekerja pada Dinas – Dinas Pemerintahan di bagian keuangan Kabupaten Ponorogo. Pendidikan (X1), Pelatihan (X2), Pengalaman (X3), Motivasi (X4), dan Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y) Regresi linier berganda
Pendidikan, pelatihan, pengalaman dan motivasi berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi pegawai negeri sipil yang bekerja pada Dinas Dinas Pemerintahan Di Bagian Keuangan Kabupaten Ponorogo. 3 Suryo Hariadi (2012) pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap tingkat pemahaman akuntansi pegawai Dinas Koperasi dan UMKM bagian keuangan pemprov. Jatim. Pendidikan (X1), Pelatihan (X2), dan Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y). Regresi linier berganda
variabel pendidikan lebih berpengaruh daripada pelatihan terhadap tingkat pemahaman akuntansi pada pegawai negeri sipil yang bekerja pada dinas Koperasi dan UMKM bagian keuangan pemprov. Jatim
4 Riska Wahyuningtias (2013) Pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap tingkat pemahaman akuntansi Pegawai Negeri Sipil yang menangani keuangan pada Dinas Pendapatan Daerah provinsi Jatim. Pendidikan (X1), Pelatihan (X2), dan Tingkat Pemahaman Akuntansi (Y). Regresi linier berganda
- Secara simultan hasil penelitian, tidak cocok atau tidak sesuai untuk mengetahui variable pendidikan dan pelatihan terhadap variable tingkat pemahaman akuntansi pada pegawai yang menangani keuangan di Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur. - Secara parsial hasil penelitian,
variable pendidikan dan pelatihan berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap variable tingkat pemahaman akuntansi pada pegawai yang menangani keuangan di Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur.
4.8. Keterbatasan Penelitian
Peneliti menyadari bahwa penelitian ini telah dilakukan secara optimal, namun demikian peneliti merasa bahwa dalam penelitian ini
terdapat beberapa keterbatasan yang mungkin dapat mempengaruhi hasil penelitian. Keterbatasan – keterbatasan tersebut adalah :
1. Kendala yang bersifat situasional, yaitu berupa situasi yang dirasakan responden pada saat mengisi kuesioner dapat mempengaruhi cara menjawab.
2. Penelitian ini menggunakan metode survei melalui kuisioner, sehingga kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan pada data yang dikumpulkan melalui instrument secara tertulis.
3. Perbedaan argument dan persepsi antara masing – masing responden dalam memahami item pertanyaan yang disajikan kuesioner dan jawaban responden yang disampaikan belum tentu mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan dan Saran 5.1.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian dari hasil penelitan serta pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa :
1. Hipotesis menyatakan “Diduga terdapat pengaruh antara factor pendidikan dan pelatihan terhadap tingkat pemahaman akuntansi” adalah tidak terbukti.
2. Berdasarkan pengujian secara parsial, baik variable pendidikan maupun pelatihan berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
5.1.2. Saran
Berdasarkan pembahasan hasil penelitian serta kesimpulan penelitian yang diperoleh, maka dapat dikemukakan beberapa saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan antara lain :
1. Bagi Instansi
Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur, Hendaknya lebih memperhatikan pendidikan agar tingkat pemahaman akuntansi yang dimiliki oleh pegawai instansi meningkat.
2. Bagi Peneliti selanjutnya.
a. Hendaknya penelitian dilakukan dapat menambah jumlah responden. b. Penelitian tidak hanya pada satu instansi saja. Melainkan lebih dari
satu instansi, agar dapat dilakukan tingkat pemahaman akuntansi secara menyeluruh di semua instansi pemerintahan.
c. Penelitian bisa menambah factor-faktor yang relevan dan variatif yang kemungkinan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Anonim, UU no. 2 tahun 2003 ______ ,UU no. 20 tahun 2003
______, Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia no 476 tahun 1991 Atmodiwiro, Soebagio, 1993, manajemen training, alfabeta.
Azwar, Saifuddin, 1997, Reabilitas dan Validitas, Edisi kedua, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Bastian, Indra, 2005, Akuntansi Sektor Publik : Suatu Pengantar. Penerbit Erlangga, Jakarta
Ghozali, Imam, 2001, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, edisi pertama, penerbit UNDIP, Semarang.
______, 2006, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Penerbit UNDIP, Semarang.
Gujarati, Damodar, 1995, Ekonometrika Dasar, Alih Bahasa : Zain, Sumarno, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Halim, Abdul, 2004, Akuntansi Sektor Publik : Akuntansi Keuangan Daerah.
Penerbit Salemba empat, Jakarta.
Hamalik, Oemar, 1993, Psikologi Manajemen : penuntun bagi pemimpin. Cetakan pertama, penerbit trigenda karya, bandung.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 1995, Sistem Administrasi
Negara Republik Indonesia, jilid 1, penerbit PT Gunung Agung, Jakarta.
Mangkuprawiro, Tb. Sjafri, 2004, Manajemen Sumber Daya Strategik,penerbit Ghalia Indonesia, Jakata Selatan.
Moekijat, 1989, Evaluasi Latihan Bagi Pegawai Negeri. Penerbit Sinar Baru, Bandung.
Nazir, Moh., 2005, Metode Penelitian, Bogor : Ghalila Indonesia.
Sadjiarto, Arja, 2000, “Akuntabilitas Dan Pengukuran Kinerja Pemerintahan”,
jurnal akuntansi dan keuangan, vol 2, No 2, nopember 2000, hal 138-150. Santoso, Singgih, 2002, buku latihan SPSS statistic parametric. Penerbit PT. Elex
Soemanto, Wasty, 1993, Pendidikan Wiraswasta: Sekuncup Ide Operasional.
Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Sugiyono, 2006, Metode Penelitian Administrasi, Penerbit CV. Alfabeta. Sumarsono, 2004, Metodologi Penelitian Akuntansi, Surabaya.
Warren, 2005, Accounting : Pengantar Akuntansi, Buku 1, Edisi 21, Penerbit Salemba empat, Jakarta.
Winkel, W.S. 1991. Psikologi Pengajaran. Penerbit Grasindo, Jakarta. J urnal
Alnusia, Dian, 2007, “Pengaruh Pendidikan, pengalaman, pelatihan, dan motivasi Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi pada PNS yang bekerja pada dinas-dinas pemerintahan di bagian keuangan kabupaten
ponorogo”, Universitas Pembangunan Nasional.
Hariadi, Suryo, 2012, “Analisis Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi (studi kasus pada PNS yang bekerja pada
dinas Koperasi dan UMKM bagian keuangan pemprov Jatim), Universitas
Pembangunan Nasional.
Kurniawati, pritha, 2006, “Pengaruh Pendidikan, Pengalaman, Pelatihan dan Motivasi Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi pada PNS yang
bekerja di Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur”, Universitas
Pembangunan Nasional. Website :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pelatihan
ht t p:/ / pls.unnes.ac.id/ 2011/ pengert ian-t iga-jenis-pendidikan/
http://titaviolet.wordpress.com/2009/07/17/pengujian-hipotesis-distribusi-uji-t-dan-f-pada-model-regresi-berganda/
http://www.masbied.com/2011/09/02/definisi-pemahaman-menurut-para-ahli/ http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi