BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Uji Validitas dan Reabilitas
Instrumen yang valid adalah alat ukur yang diggunakan untuk mendapatkan data yang valid dan dapat digunakan mengukur apa yang hendak diukur. Instrumen yang reliabel berarti instrumen tersebut bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Untuk mendapatkan data ini, penulis melakukan penyebaran trial kuisioner kepada nasabah eksportir PT. Bank “X” sebanyak 30 responden, dengan memberikan 21 butir pernyataan untuk mengukur tingkat validitas dan reliabilitas dari seluruh pernyataan. Apabila hasil uji validitas > 0,2, maka pertanyaan dianggap valid dan dapat digunakan dalam penelitian selanjutnya.
Tabel 4.5 Banyak Responden Case Processing Summary
N %
Cases
Valid 30 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 30 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Sumber : Data primer yang diolah SPSS version 20, 2014 Tabel 4.6
Validitas Bukti Pertanyaan
No Pertanyaan Nilai Validitas Keterangan 1 Bank dapat menerbitkan letter of credit (L/C)
sebagai jaminan pembayaran atas transaksi jual-beli barang.
0,547 Valid 2 Hanya bank yang dapat melaksanakan transaksi
perdagangan internasional dengan menggunakan L/C.
0,682 Valid 3 Sangatlah aman bagi para pelaku perdagangan
internasional memilih bank dalam melakukan pembayaran ataupun transaksi-transaksi yang menyangkut biaya-biaya.
0,376 Valid
4 Bank memegang peranan penting dalam kegaiatan perdagangan internasional untuk kepentingan pertumbuhan perekonomian suatu Negara.
5 Bank mampu menyelesaikan kegiatan transaksi perdagangan internasional khususnya dengan menggunakan L/C.
0,633 Valid 6 Bank melakukan pengawasan atas terjaminnya
pembayaran transaksi perdagangan internasional, khususnya dengan menggunakan L/C, sepanjang masa kegiatan transaksi berlangsung.
0,469 Valid
7 Bank terlebih dahulu memeriksa keseluruhan isi L/C
sebelum melakukan pembayaran. 0,220 Valid 8 Bank harus memeriksa dokumen-dokumen yang
dilampirkan sesuai dengan yang tercantum dalam L/C
0,380 Valid 9 Setiap pembayaran didukung dengan bukti otentik
yang telah diperiksa dan disetujui oleh pihak-pihak yang berwenang dalam kegiatan perdagangannya.
0,228 Valid 10 Bank dapat menunda melakukan pembayaran
bilamana terdapat kesalahan penyertaan dokumen selama belum diperbaiki.
0,724 Valid 11 Kegiatan bank yang menyangkut mengenai transaksi
perdagangan internasional dengan menggunakan L/C harus tunduk kepada peraturan-peraturan UCPDC (Uniform Customs and Practice for Documentary Credit).
0,651 Valid
12 Bank harus mengikuti perkembangan peraturan-peraturan UCPDC (Uniform Customs and Practice for Documentary Credit) yang diterapkan.
0,578 Valid 13 Kepatuhan bank kepada UCPDC tertera di dalam isi
redaksi L/C. (“This L/C is subject to ICC Uniform
Customs and Practice (UCP) for Documentary
Credit 2007 Revision UCP 600”).
0,584 Valid
14 Berlakunya penerapan UCPDC 600 tercantum pada pasal 1, mengenai kepatuhan L/C pada ketentuannya.
0,678 Valid 15 Bank hanya berurusan pada dokumen-dokumen
(menurut UCPDC 600, pasal 5). 0,715 Valid 16 Bank hanya bertanggung jawab atas kebenaran
pemeriksaan dokumen sebagaimana yang tampak pada L/C (menurut UCPDC 600, pasal 15) bilamana presentasi (dokumen-dokumen) sesuai maka bank wajib membayar.
0,583 Valid
17 Bank mampu menangani dan menyelesaikan kegiatan transaksi perdagangan internasional khususnya dengan menggunakan L/C.
0,663 Valid 18 Bank wajib memeriksa keseluruhan dokumen yang
terlampir demi kelancaran pembayaran kegiatan transaksi perdagangan internasional dengan menggunakan L/C.
0,404 Valid
19 Kegiatan bank yang menyangkut mengenai transaksi perdagangan internasional dengan menggunakan L/C diatur dalam peraturan-peraturan UCPDC (Uniform Customs and Practice for Documentary Credit).
20 Bank dapat melakukan pembayaran apabila presentasi (dokumen-dokumen) sudah sesuai (diatur dalam UCPDC)
0,584 Valid 21 Dengan adanya fasilitas yang diberikan bank (L/C)
dapat mempermudah kegiatan transaksi perdagangan internasional
0,732 Valid
Sumber : Data primer yang diolah, 2014
Tabel 4.7 Validitas Pertanyaan Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Q1 90,27 40,271 ,547 ,909 Q2 90,40 38,800 ,682 ,905 Q3 90,53 41,430 ,376 ,912 Q4 90,47 38,947 ,599 ,908 Q5 90,33 39,678 ,633 ,907 Q6 90,53 40,878 ,469 ,910 Q7 90,50 41,638 ,220 ,919 Q8 90,20 41,407 ,380 ,912 Q9 90,47 42,257 ,228 ,916 Q10 90,33 39,126 ,724 ,905 Q11 90,27 39,651 ,651 ,907 Q12 90,20 40,234 ,578 ,908 Q13 90,23 40,116 ,584 ,908 Q14 90,33 39,402 ,678 ,906 Q15 90,37 38,033 ,715 ,904 Q16 90,30 40,010 ,583 ,908 Q17 90,30 39,528 ,663 ,906 Q18 90,30 41,114 ,404 ,912 Q19 90,40 39,697 ,630 ,907 Q20 90,23 40,116 ,584 ,908 Q21 90,37 39,068 ,732 ,905
Sumber : Data primer yang diolah SPSS version 20, 2014
Pada tabel 4.7 di atas, dapat dilihat bahwa ada 21 butir pertanyaan yang diajukan memiliki nilai validitas > 0,2 sehingga 21 butir pernyataan semua valid. 4.3.2 Uji Reabilitas
Sedangkan untuk tingkat reliabilitas ini dapat dilihat pada nilai cronbach’s alpha. Menurut Imam Ghozali (2011:482), reliabilitas yang baik adalah yang memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,7. Sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.8 Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,913 21
Sumber : Data primer diolah SPSS version 20, 2014
Hasil pada tabel tersebut diketahui memperoleh nilai cronbach’s alpha
sebesar 0,913, ini berarti pernyataan pada kuisioner pada penelitian dianggap reliabel.
4.4 Uji Asumsi Klasik 4.4.1 Uji Normalitas
Pengujian normalitas merupakan pengujian tentang kenormalan distribusi data dan banyak digunakan untuk analisis statistik parametik. Hal ini dikarenakan dalam analisis statistic parametic, asumsi yang harus dimiliki oleh data adalah bahwa data tersebut terdistribusi secara normal. Maksudnya ialah data mengikuti bentuk distribusi normal dimana data memusat pada nilai rata-rata dan median. Berikut adalah grafik p-plot dengan penyebaran data di sekitar garis regresi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas.
Gambar 4.4
Berdasarkan hasil uji di atas terlihat bahwa menyebar merata ke kanan dan kekiri bagian kurva normal, dan membentuk kurva normal, sehingga dapat disimpulkan residual memenuhi asumsi normalitas. Hasil pengujian dengan memperhatikan grafik p-plot juga menunjukkan kesimpulan serupa dengan histogram. Dari tampilan di atas terlihat bahwa data data menyebar di sekitas garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, sehingga dapat dinyatakan normal
Tabel 4.9
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 85
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation 1,32054625
Most Extreme Differences
Absolute ,079
Positive ,065
Negative -,079
Kolmogorov-Smirnov Z ,727
Asymp. Sig. (2-tailed) ,666
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Sumber : Data primer yang diolah SPSS version 20, 2014
Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat signifikan residual (2tailed) sebesar 0,666 yang mana hasil tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa model penelitian ini memiliki distribusi data normal.
4.4.2 Uji Multikolinieritas
Uji Asumsi Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independent. Berikut merupakan hasil pengujian uji Multikolinieritas :
Tabel 4.10 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Toleranc
e VIF 1 (Constant) 3,812 2,422 1,574 ,119 Penanganan Ekspor ,247 ,099 ,244 2,488 ,015 ,715 1,398 Penyelesaian Ekspor ,179 ,089 ,190 2,015 ,047 ,773 1,294 Penerapan Peraturan UCPDC ,344 ,084 ,398 4,120 ,000 ,738 1,355
a. Dependent Variable: Peranan Bank
Sumber : Data primer yang diolah SPSS version 20, 2014
Nilai tolerance dan Variabel Inflation Factor (VIF), dapat dilihat pada kolom Collinearity Statistics pada tabel 4.10. Besarnya Variabel Inflation Factor (VIF) ketiga variabel yang mana pada variabel pertama adalah 1,398, variabel kedua adalah 1,294, dan variabel ketiga adalah 1,355 dengan syarat bebas multikolinearitas adalah VIF < 10. Dan nilai tolerance masing-masing variabel yaitu variabel pertama adalah 0,715, variabel kedua adalah 0,733, dan variabel ketiga adalah 0,738 dengan syarat bebas multikolinearitas adalah tolerance > 0.1. Dengan demikian, dapat disimpulkan pada penelitian ini tidak mengalami multikolinearitas.
4.4.3 Uji Heteroskedastisitas
Gejala heterokedastisitas dapat diketahui melalui uji Park dimana tingkat signifikansi dibawah 5% dan apabila nilai thitung > ttabel, maka disimpulkan tidak terjadi heterokedastisitas. Untuk memastikan ada tidaknya gejala heterokedastisitas maka pengujian dilanjutkan menggunakan uji Park ini untuk mengetahui heterokedastisitas, agar dapat mengetahui besar nilai signifikan pada penelitian ini. Berikut adalah tabel Uji Park yang menunjukkan uji heterokedastisitas dari model regresi yang digunakan.
Tabel 4.11 ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression 116,341 3 38,780 21,444 ,000b
Residual 146,483 81 1,808
Total 262,824 84
a. Dependent Variable: Peranan Bank
b. Predictors: (Constant), Penerapan Peraturan UCPDC, Penyelesaian Ekspor, Penanganan Ekspor
Sumber : Data primer yang diolah SPSS version 20, 2014
Dari uji Park menunjukkan bahwa tingkat signifikansi sebesar 0,000 atau sebesar 0% yang berarti bahwa lebih kecil dari asumsi uji Park yaitu 5%. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa data dalam penelitian ini tidak terdapat gejala heterokedastisitas, artinya dalam penelitian ini terdapat perbedaan antar varians suatu residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain.
4.4.4 Uji Autokorelasi
Tabel 4.12 Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 ,665a ,443 ,422 1,34478 2,361
a. Predictors: (Constant), Penerapan Peraturan UCPDC, Penyelesaian Ekspor, Penanganan Ekspor
b. Dependent Variable: Peranan Bank
Sumber : Data primer yang diolah SPSS version 20, 2014
Nilai Durbin-Watson (DW) dilihat dari tabel Durbin-Watson (DW) sebesar 2,361, α = 5%, k (variabel independent) = 3 dan n (jumlah sampel) = 85 dapat dilihat du 1,721 (tabel Durbin-Watson, α = 5%) sehingga 4-du = 4-1,721= 2,279 dengan kriteria pengujiannya adalah jika du < DW < 4-du maka pada model regresi linier dengan demikian maka asumsi non-autokorelasi tidak terpenuhi. Perhitungannya adalah sebagai berikut: du < 1,985 < 4-du atau 1,721 < 2,361 < 2,279, sehingga perlu dilakukan “pengobatan” autokorelasi menggunakan metode Runs Test.
Tabel 4.13 Runs Test
Unstandardized Residual
Test Valuea ,15509
Cases < Test Value 42
Cases >= Test Value 43
Total Cases 85
Number of Runs 45
Z ,329
Asymp. Sig. (2-tailed) ,742
a. Median
Sumber : Data primer yang diolah SPSS version 20, 2014
Melalui hasil Runs Test pada tabel 4.13 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi uji Z (0.742) masih lebih besar dari 0.05 yang mengindikasikan tidak terdapat autokorelasi pada model regresi.