• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Pertumbuhan Tanaman Bawang Daun

Pada pengamatan tinggi tanaman diukur menggunakan penggaris dengan satuan Centi Meter (cm). Tanaman bawang daun diberikan perlakuan 6 taraf dosis antara lain P0 : P1 : P2: P3: P4: P5: dan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan tinggi tanaman bawang daun dilakukan setiap 10 HST, 20 HST, 30 HST, 40 HST dan 50 HST. Berikut adalah rata-rata tinggi tanaman bawang daun dapat dilihat pada Tabel 4.1 .

Tabel 4.1 Rata-rata Tinggi Tanaman Bawang Daun (Cm) Perlakuan Rata-rata Tinggi Tanaman Bawang Daun

10 HST 20 HST 30 HST 40 HST 50 HST P0

P1 P2 P3 P4 P5

11,00 a 12,66 b 12,67 b 13,00 b 13,66 b 15,33 c

19,00 a 19,33 ab 19,66 abc 20,00 abc 20,33 bc 21,00 c

22,00 a 22,66 ab 23,00 ab 23,33 ab 23,66 b 25,00 c

25,00 a 26,00 ab 26,33 abc 27,66 abc 28,00 ab 29,00 c

27,00 a 28,00 ab 28,00 ab 29,00 ab 29,33 b 30,00 b

*Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang tidak berbeda nyata pada α 5%

Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa pengukuran tinggi tanaman pada 10 HST, 20 HST, 30 HST, 40 HST dan 50 HST sudah memberikan hasil berbeda

nyata pada tanaman bawang daun, didapati pada pemberian pupuk P5 memberikan hasil terbaik. Hal ini ditunjang dari hasil uji laboratorium pembuatan pupuk vermikompost P5 didapati unsur N-Total sebanyak 1,24. Dalam hal ini unsur N berfungsi untuk menyusun asam amino (protein), asam nukleat, nukleotida, dan klorofil pada tanaman, sehingga dengan adanya N tanaman akan merasakan manfaat antara lain : membuat tanaman lebih hijau, mempercepat pertumbuhan terutama tinggi pada tanaman. Adapun penunjang lain yaitu unsur K2O sebanyak 1,01 yang berfungsi membantu pembentukan protein dan karbohidrat sehingga tanaman dapat tumbuh kokoh.

Berdasarkan penelitian Mulat (2003), Vermikompost mengandung asam humat.

Adapun zat-zat humat bersama-sama dengan tanah berperan terhadap sejumlah reaksi kompleks baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui pengaruhnya terhadap proses-proses dalam tubuh tanaman.

Selain ini menurut Marsono (2013) Pertambahan tinggi tanaman berat kaitannya dengan nitrogen, fosfor dan kalium. Nitrogen merupakan bahan utama penyusun asam amino, protein dan pembentukan protoplasma sel yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman.

Masnur (2001) menyatakan bahwa Vermikompost berperan memperbaiki kemampuan menahan air, memperbaiki struktur tanah dan menetralkan pH tanah.

4.2.2 Rata-Rata Jumlah Daun Tanaman Bawang Daun

Pada pengamatan Jumlah Daun tanaman bawang daun dihitung secara manual dengan satuan helai. tanaman bawang daun diberikan perlakuan 6 taraf dosis antara lain P0 : P1 : P2: P3: P4: P5: , dan diulang sebanyak 3 kali. Pengukuran jumlah daun bawang daun dilakukan setiap 10 HST, 20 HST, 30 HST, 40 HST dan 50 HST.

Berikut adalah rata-rata jumlah daun tanaman bawang daun dapat dilihat pada Tabel 4.2 .

Tabel 4.2 Rata-rata Jumlah Daun Tanaman Bawang Daun (Helai) Perlakuan Rata-rata Jumlah Bawang Daun

10 HST 20 HST 30 HST 40 HST 50 HST P0

P1 P2 P3 P4 P5

1,00 a 1,00 b 1,00 b 1,33 ab 2,66 a 1,33 c

3,00 a 3,00 a 3,33 a 3,66 b 4,00 b 4,00 b

4,00 a 5,00 b 5,00 b 5,00 b 5,66 c 6,00 c

7,00 a 7,00 a 7,00 a 7,33 ab 7,66 bc 8,00 c

11,0 a 12,66 b 12,67 b 13,00 b 13,66 b 15,33 c

*Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang tidak berbeda nyata pada α 5%

Berdasarkan Tabel 4.2 menunjukkan bahwa pengukuran tinggi tanaman pada 10 HST, 20 HST, 30 HST, 40 HST dan 50 HST sudah memberikan hasil berbeda nyata pada tanaman bawang daun. Dari hasil uji laboratorium P5 didapati unsur N sebanyak 1,24 dan didukung unsur K2O sebanyak 1,01. Sehingga unsur N menjadi faktor pertumbuhan daun dan unsur K2O sebagai pembentuk protein dan karbohidrat yang berguna untuk memperkuat daun agar tidak rontok.

Dari data diatas dapat dilihat bahwa jumlah daun terbanyak pada perlakuan P5 dengan perlakuan 50% Kohe dan 50% Log jamur. Menurut Salisbury dan Ross (1985) daun akan berkembang setelah memperoleh zat makanan yang cukup, sehingga jumlah daun juga bertambah. Hal ini menyebabkan sinar matahari yang diterima daun akan semakin besar dan juga dapat meningkatkan laju fotosintesis sehingga maka banyak pula karbohidrat yang dihasilkan.

Menurut Lakitan (1996) unsur hara yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan daun adalah nitrogen (N). Kandungan N yang terdapat pada tanah akan dimanfaatkan oleh tanaman bawang daun dalam pembelahan sel.

Peningkatan jumlah daun disebabkan oleh ketersediaan unsur hara yang diberikan.

4.2.3 Rata-Rata Jumlah Batang Tanaman Bawang Daun

Pada pengamatan jumlah batang tanaman bawang daun dihitung secara manual dengan satuan helai. Tanaman bawang daun diberikan perlakuan 6 taraf dosis antara lain P0 : P1 : P2: P3: P4: P5: , dan diulang sebanyak 3 kali.

Pengamatan jumlah batang tanaman bawang daun dilakukan setiap 10 HST, 20 HST, 30 HST, 40 HST dan 50 HST. Berikut adalah Rata-Rata Jumlah Batang Tanaman Bawang Daun dapat dilihat pada Tabel 4.3 .

Tabel 4.3 Rata-Rata Jumlah Batang Tanaman Bawang Daun (Tangkai) Perlakuan Rata-rata Jumlah Anakan Tanaman Bawang Daun

10 HST 20 HST 30 HST 40 HST 50 HST P0

P1 P2 P3 P4 P5

1,00 a 1,66 ab 2,00 c 2,33 c 2,33 bc 3,00 bc

2,00 a 2,66 ab 3,00 bc 3,33 bcd 3,66 cd 4,00 d

2,33 a 3,00 a 3,66 b 4,00 b 4,00 b 4,33 b

3,00 a 3,00 a 4,00 b 4,33 b 4,33 b 5,00 c

4,00 a 4,00 a 4,00 a 4,33 ab 4,66 ab 5,33 c

*Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang tidak berbeda nyata pada α 5%

Berdasarkan Tabel 4.3 menunjukkan bahwa pengukuran tinggi tanaman pada 10 HST, 20 HST, 30 HST, 40 HST dan 50 HST sudah memberikan hasil berbeda nyata pada tanaman bawang daun. Yang mana pada perlakuan 5 memiliki hasil yang terbaik. Hal ini disebabkan oleh pada uji laboratorium P5 didapati unsur P2O5 sebanyak 0,97 yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar dan unsur K2O sebanyak 1,01 selain memperkuat daun agar tidak rontok juga merupakan salah sau sumberdaya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.

Bahwa P5 mempunyai nilai paling tinggi yaitu perlakuan 50% Kohe Sapi dan 50% Log Jamur. Hal ini diduga dengan pemberian Vermikompost maka diasumsikan mineral dan mikroorganisme yang dapat menyuburkan tanah bertambah sehingga dengan adanya kandungan hara yang tinggi disertai fitohormon tinggi tanaman

dapat tumbuh dengan baik dan meningkatkan jumlah anakan pada tanaman bawang daun.

4.2.4 Rata-Rata Berat Tanaman Bawang Daun

Pada pengamatan Berat tanaman bawang daun ditimbang menggunakan timbangan digital. tanaman bawang daun diberikan perlakuan 6 taraf dosis antara lain P0 : P1 : P2: P3: P4: P5:, dan diulang sebanyak 3 kali. Pada pengamatan berat tanaman dilakukan pada saat panen dilakukan. Berikut adalah rata-rata jumlah anakan tanaman bawang daun dapat dilihat pada Tabel 4.5 .

Tabel 4.4 Rata-Rata Berat Tanaman Bawang Daun. (Gram) Perlakuan Rata-Rata Berat Tanaman Bawang Daun

P0 P1 P2 P3 P4 P5

16,33 a 16,66 a 18,00 a 20,33 ab 18,33 ab 24,66 abc

*Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang tidak berbeda nyata pada α 5%

Berdasarkan Tabel 4.4 menunjukkan bahwa rata-rata berat tanaman bawang daun yang diukur keseluruhan memberikan hasil berbeda nyata pada berat panen tanaman bawang daun. Dari 6 perlakuan didapati bahwa P5 menunjukan hasil terbaik, hal ini dikarenakan pupuk pada P5 berdasarkan uji laboratorium memiliki unsur N sebesar 1,24 , unsur P2O5 sebesar 0,97 dan unsur K2O sebesar 1,01 sehingga didapati total 3,31 lebih banyak dari perlakuan yang lainnya. Menurut standart uji laboratorium BPTP Karangploso menyatakan apabila unsur N,P dan K dijumlah didapati total lebih dari 2 maka dinyatakan pupuk tersebut layak untuk digunakan. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kebutuhan unsur N,P dan K pada P5 terpenuhi sehingga tanaman memiliki hasil lebih baik dari perlakuan yang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat (Suryana 2008) tentang suatu tanaman akan

tumbuh dan berkembang dengan subur apabila unsur hara yang dibutuhkan tersedia, serta mampu diserap oleh bulu akar.

Rao (1994) melaporkan bahwa dengan semakin banyaknya pupuk organik yang diberikan ke dalam tanah, maka perkembangan mikroorganisme tanah akan meningkat, ini dikarenakan bahan organik yang terdapat pada pupuk organik dimanfaatkan sebagai sumber kehidupannya. dan menurut Hakim et al. (1986) dengan pemberian bahan organik kedalam tanah akan memperbaiki kehidupan mikroorganisme di dalam tanah.

Dokumen terkait