• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur

Tujuan dilakukan uji coba alat ukur adalah untuk melihat seberapa jauh alat ukur dapat mengukur dengan tepat apa yang hendak diukur dan seberapa jauh alat ukur menunjukkan kecermatan pengukuran (Azwar, 2005).

Penyebaran skala dilakukan pada tanggal 5 Desember 2016. Uji coba alat ukur dilakukan terhadap 123 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Peneliti memberikan dua skala yaitu self-efficacy dan intensi berwirausaha, serta satu alat tes

kreatifitas. Skala kemudian akan dilakukan uji reliabilitas, validitas, dan daya beda aitem dengan menggunakan bantuan program SPSS Version 19.0 for Windows. Berikut hasil uji coba untuk setiap skala penelitian.

1. Skala Intensi Berwirausaha

Skala intensi berwirausaha mahasiswa terdiri dari 30 aitem dan terdiri dari dua dimensi yakni personal (kognitif, afektif, dan konatif) dan normatif (normative bilief dan

motivation to comply). Berikut akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk tiap-tiap dimensi :

a. Dimensi Kognitif

Pada dimensi kognitif yang terdiri dari 6 aitem, tidak terdapat aitem yang gugur (memiliki daya beda lebih besar dari 0.3). Hasil uji daya beda aitem ini menggunakan batasan rix ≥ 0.30. Koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0.454 sampai 0.725 Hasil

uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach alpha diperoleh hasil rxx = 0.830. Hal ini

berarti reliabilitas tinggi.

Selanjutnya dilakukan analisis faktor, hasil analisis menunjukkan dari 6 aitem, tidak terdapat aitem yang gugur (nilai faktor loading di atas 0.5). Analisis ini memiliki nilai KMO sebesar 0.861 dan nilai MSA yang bergerak dari 0.818 hingga 0.888. Sementara nilai faktor loading bergerak dari 0.568 hingga 0.827 pada aitem nomor 1, 3, 5, 2, 4, dan 6.

b. Dimensi Afektif

Pada dimensi afektif yang terdiri dari 6 aitem, tidak terdapat aitem yang gugur (memiliki daya beda lebih besar dari 0.3). Hasil uji daya beda aitem ini menggunakan batasan rix ≥ 0.30. Koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0.369 sampai 0.491 Hasil

uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach alpha diperoleh hasil rxx = 0.505. Hal ini

berarti reliabilitas tinggi.

Selanjutnya dilakukan analisis faktor, hasil analisis menunjukkan dari 6 aitem, tidak terdapat aitem yang gugur (nilai faktor loading di atas 0.5). Analisis ini memiliki nilai KMO sebesar 0.756. dan nilai MSA yang bergerak dari 0.704 hingga 0.876. Sementara nilai faktor loading bergerak dari 0.099 hingga 0.576 pada aitem nomor 7, 8, 10, 9, 11, dan 12.

c. Dimensi Konatif

Pada dimensi afektif yang terdiri dari 6 aitem, tidak terdapat aitem yang gugur (memiliki daya beda lebih besar dari 0,3). Hasil uji daya beda aitem ini menggunakan batasan rix ≥ 0.30. Koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0.380 sampai 0.662. Hasil

uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach alpha diperoleh hasil rxx = 0.426. Hal ini

berarti reliabilitas tinggi.

Selanjutnya dilakukan analisis faktor, hasil analisis menunjukkan dari 6 aitem, tidak terdapat aitem yang gugur (nilai faktor loading di atas 0.5). Analisis ini memiliki nilai KMO sebesar 0.835 dan nilai MSA yang bergerak dari 0.791 hingga 0.885. Sementara nilai faktor loading bergerak dari 0.624 hingga 0.793 pada aitem nomor 13, 15, 16, 14, 17, dan 18.

d. Dimensi Normative Belief

Pada dimensi afektif yang terdiri dari 6 aitem, terdapat aitem yang gugur (memiliki daya beda lebih kecil dari 0.3), yaitu aitem 20. Hasil uji daya beda aitem ini menggunakan batasan rix ≥ 0.30. Koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0.264

sampai 0.645. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach alpha diperoleh hasil

Selanjutnya dilakukan analisis faktor, hasil analisis menunjukkan dari 6 aitem, terdapat 1 aitem yang gugur (nilai faktor loading di atas 0.5). Analisis ini memiliki nilai KMO sebesar 0.825 dan nilai MSA yang bergerak dari 0.803 hingga 0.919. Sementara nilai faktor loading bergerak dari 0.585 hingga 0.888 pada aitem nomor 19, 21, 23, 22, dan 24.

e. Dimensi Motivation to Comply

Pada dimensi afektif yang terdiri dari 6 aitem, terdapat aitem yang gugur (memiliki daya beda lebih kecil dari 0.3), yaitu aitem 28. Hasil uji daya beda aitem ini menggunakan batasan rix ≥ 0.30. Koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0.111

sampai 0.532. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach alpha diperoleh hasil

rxx = 0.286.Haliniberarti reliabilitas tinggi.

Selanjutnya dilakukan analisis faktor, hasil analisis menunjukkan dari 6 aitem, terdapat 1 aitem yang gugur (nilai faktor loading di atas 0.5). Analisis ini memiliki nilai KMO sebesar 0.726 dan nilai MSA yang bergerak dari 0.679 hingga 0.815. Sementara nilai faktor loading bergerak dari 0.656 hingga 0.847 pada aitem nomor 26, 27, 29, 25, dan 30.

Tabel 3.3 Distribusi Aitem Skala Intensi Berwirausaha Setelah Uji Coba

Aspek Aitem Jumlah

Favorable Unfavorable

Personal Kognitif 1, 3, 5 2, 4, 6 6

Afektif 7, 8, 10 9, 11, 12 6

Konatif 13, 15, 16 14, 17, 18 6

Normatif Normative belief 19, 21, 23 22, 24 5

Motivation to comply 26, 27, 29 25, 30 5

2. Skala Self-Efficacy

Skala self-efficacy mahasiswa terdiri dari 20 aitem dan terdiri dari tiga dimensi yakni

outcome expectancy, efficacy expectancy, dan outcome value. Berikut akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk tiap-tiap dimensi :

a. Dimensi Outcome Expectancy

Pada dimensi afektif yang terdiri dari 7 aitem, terdapat aitem yang gugur (memiliki daya beda lebih kecil dari 0.3) yaitu aitem 4, 7, dan 5. Hasil uji daya beda aitem ini menggunakan batasan rix ≥ 0.30. Koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0.123

sampai 0.550. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach alpha diperoleh hasil

rxx = 0.498.Haliniberarti reliabilitas tinggi.

Selanjutnya dilakukan analisis faktor, hasil analisis menunjukkan dari 7 aitem, terdapat aitem yang gugur (nilai faktor loading di atas 0.5). Analisis ini memiliki nilai KMO sebesar 0.658 dan nilai MSA yang bergerak dari 0.596 hingga 0.688. Sementara nilai faktor loading bergerak dari 0.630 hingga 0.844 pada aitem nomor 1, 2, 3, dan 6.

b. Dimensi Efficacy Expectancy

Pada dimensi afektif yang terdiri dari 7 aitem, terdapat aitem yang gugur (memiliki daya beda lebih kecil dari 0.3) yaitu aitem14. Hasil uji daya beda aitem ini menggunakan batasan rix ≥ 0.30. Koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0.373 sampai 0.471 Hasil

uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach alpha diperoleh hasil rxx = 0.831. Hal ini

berarti reliabilitas tinggi.

Selanjutnya dilakukan analisis faktor, hasil analisis menunjukkan dari 7 aitem, terdapat aitem yang gugur (nilai faktor loading di atas 0.5), yaitu aitem 14. Analisis ini memiliki nilai KMO sebesar 0.821 dan nilai MSA yang bergerak dari 0.771 hingga 0.843. Sementara nilai faktor loading bergerak dari 0.647 hingga 0.784 pada aitem nomor 8, 10, 12, 9, 11, dan 13.

c. Dimensi Outcome Value

Pada dimensi afektif yang terdiri dari 6 aitem, terdapat aitem yang gugur (memiliki daya beda lebih kecil dari 0.3) yaitu aitem 15 dan 18. Hasil uji daya beda aitem ini menggunakan batasan rix ≥ 0.30. Koefisien korelasi aitem total bergerak dari 0.218

sampai 0.532. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan cronbach alpha diperoleh hasil

rxx = 0.814.Haliniberarti reliabilitas tinggi.

Selanjutnya dilakukan analisis faktor, hasil analisis menunjukkan dari 6 aitem, terdapat aitem yang gugur (nilai faktor loading di atas 0.5). Analisis ini memiliki nilai KMO sebesar 0.795 dan nilai MSA yang bergerak dari 0.764 hingga 0.813. Sementara nilai faktor loading bergerak dari 0.774 hingga 0.851 pada aitem nomor 16, 17, 19, dan 20.

Tabel 3.4 Distribusi Aitem Skala Self-Efficacy Setelah Uji Coba

Aspek Aitem Jumlah

Favorable Unfavorable

Outcome Expectancy 1, 2 3, 6 4

Efficacy Expectancy 8, 10, 12 9, 11, 13 6

Outcome Value 16 17, 19, 20 4

Jumlah 6 8 14

Dokumen terkait