Y Brand Equity
3.10 Uji Validitas dan Reliabilitas .1 Uji Validitas .1 Uji Validitas
Uji validitas berfungsi untuk mengukur valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu skala dinyatakan valid apabila melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur dalam penelitian. Skala pengukuran yang tidak valid maka tidak memberikan manfaat bagi peneliti karena tidak mengukur yang seharusnya dan melakukan yang seharusnya dilakukan. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 22 dengan kriteria sebagai berikut:
1. Jika rhitung >r tabel, maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid
42
Tabel: 3.3 Tabel uji realibilitas dan validitas
Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted EkuitasMerekP1 110,7000 101,321 ,452 ,886 EkuitasMerelP2 111,0000 101,517 ,378 ,887 EkuitasMerekP3 110,5333 103,844 ,395 ,887 EkuitasMerekP4 110,8667 102,189 ,403 ,887 EkuitasMerekP5 110,2000 103,752 ,424 ,887 EkuitasMerekP6 110,3667 102,033 ,465 ,886 EkuitasMerekP7 111,0000 102,138 ,426 ,886 KesadaranMerekP1 110,9000 103,610 ,316 ,888 KesadaranMerekP2 111,6000 103,283 ,250 ,891 KesadaranMerekP3 110,6667 103,333 ,299 ,889 AsosiasiMerekP1 110,4333 101,220 ,493 ,885 AsosiasiMerekP2 110,5667 102,599 ,326 ,889 AsosiasiMerekP3 110,4667 99,913 ,555 ,884 AsosiasiMerekP4 110,5667 102,323 ,441 ,886 KesanKualitasP1 110,6000 103,076 ,355 ,888 KesanKualitasP2 110,5667 99,633 ,560 ,883 KesanKualitasP3 110,4333 100,323 ,617 ,883 KesanKualitasP4 110,6000 98,386 ,719 ,880 KesanKualitasP5 110,6000 98,110 ,638 ,881 KesanKualitasP6 110,4333 100,254 ,623 ,883 LoyalitasMerekP1 110,6667 97,540 ,765 ,879 LoyalitasMerekP2 110,5333 101,430 ,629 ,883 LoyalitasMerekP3 110,4667 101,913 ,492 ,885 LoyalitasMerekP4 110,6333 100,792 ,545 ,884 KeputusanPembelianP1 110,7000 97,390 ,690 ,880 KeputusanPembelianP2 111,0667 98,823 ,373 ,890 KeputusanPembelianP3 111,5333 99,844 ,283 ,894 KeputusanPembelianP4 110,9000 100,714 ,291 ,892
43
Nilai r tabel untuk dua sisi pada taraf kepercayaan 95% atau signifikansi 5% (p = 0,05) dapat dicari berdasarkan jumlah responden. Karena jumlah responden adalah 30, maka derajad bebasnya 30-2= 28. Nilai r tabel pada df 28 dan p=0,05 adalah 0,2407. Pada tabel 3.3 diatas pada kolom Corrected Item-Total Correlation terlihat bahwa nilai setiap butir pertanyaan lebih besar daripada nilai r tabel. Hal ini berarti, semua butir pertanyaan adalah valid.
3.10.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan suatu indikator dan variabel. Kuesioner dinyatakan reliabel apabila jawaban seseorang terhadap suatu kuesioner stabil dari waktu ke waktu. Melalui perhitungan reabilitas uji statistik Cronbach Alpha
1. Jika ralpha positif atau > rtabel maka pernyataan realiabel.
2. Jika ralpha negatif atau <rtabel maka pernyataan tidak reliabel.
Pengujian validitas dan reabilitas ini dilakukan terhadap 30 responden diluar sampel, tetapi memiliki karakteristik yang sama dengan sampel yang digunakan.
Nilai r tabel untuk dua sisi pada taraf kepercayaan 95% atau signifikansi 5% (p = 0,05) dapat dicari berdasarkan jumlah responden. Karena jumlah responden adalah 30, maka derajad bebasnya 30-2= 28. Nilai r tabel pada df 28 dan p=0,05 adalah 0,2407. Pada tabel 3.3 diatas pada kolom Cronbach's Alpha if Item Deleted terlihat bahwa nilai setiap butir pertanyaan lebih besar daripada nilai r tabel. Hal ini berarti, semua butir pertanyaan adalah sangat reliabel.
44 3.11 Uji Asumsi Klasik
3.11.1 Uji Multikolinearitas
Variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna atau mendekati sempurna. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilhat dari besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS. Nilai umum yang biasa dipakai adalah nilai Tolerance >0,1, atau nilai VIF < 5, maka tidak terjadi multikolinearitas.
3.11.2. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas varians variabel independen adalah konstan untuk setiap nilai tertentu variabel independen (homokedastisitas) dan jika berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Kebanyakan data cross section mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran ( kecil, sedang , dan besar).
3.11.3 Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui suatu distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk lonceng dan distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan Histogram, Pendekatan Grafik, dan Pendekatan Kolmogorov Smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% (0,05) maka jika nilai Asymp.Sig. (2 – tailed) di atas nilai signifikan 5% (0.05) artinya variabel residual berdistribusi normal.
45 3.12 Teknik Analisis Data
3.12.1 Metode Analisis Deskriptif
Metode analisis deskriptif merupakan metode analisis data dimana peneliti mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan menyajikan data sehingga dapat memberikan gambaran umum yang jelas mengenai masalah yang diteliti.
3.12.2 Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh hubungan dari variabel-variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Untuk hasil yang terarah, peneliti memerlukan bantuan dari program SPSS. Persamaan regresi berganda yang digunakan adalah sebagai berikut:
Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Dimana :
Y = keputusan pembelian
a = konstanta dari keputusan regresi
b1 = koefisien regresi dari variabel X1 (Brand awareness) b2 = koefisien regresi dari variabel X2 (Brand association) b3 = koefisien regresi dari variabel X3 (Perceived quality) b4 = koefisian regresi dari variabel X4 (Brand loyalty) X1 = Brand awareness
X2 = Brand association X3 = Perceived quality X4 = Brand loyalty e = Variabel pengganggu
46 3.13 Pengujian Hipotesis
3.13.1 Uji secara Simultan / Serempak (Uji F)
Uji F digunakan untuk melihat secara serentak bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap pengaruh yang positif dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Model hipotesis yang digunakan dalam uji F hitung ini adalah : H0 : b1,b2,b3,b4 = 0, artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dari variabel bebas ( X1,X2,X3,X4) yauitu berupa kesadaran merek, asosiasi
merek, kesadaran merek, loyalitas merek terhadap keputusan konsumen (Y). H0 : b1,b2,b3,b4 ≠0 artinya secara bersama-sama terdapat pengaruh yang positif dari variabel bebas ( X1,X2,X3,X4) yaitu berupa kesadaran merek, asosiasi
merek, kesadaran merek, loyalitas merek terhadap keputusan konsumen (Y). Nilai Fhitung dapat diperoleh dengan menggunakan bantuan SPSS 18.00 for
Windows. Selanjutnya nilai Fhitung akan dibandingkan dengan Ftabel dengan tingkat
kesalahan ( α=5%) dan derajat kebebasan (df) = (n-k), (k-1). Kriteria pengambilan keputusan:
H0 diterima jika F hitung < F tabel pada α =5%
H0 ditolak jika F hitung > F tabel , pada α = 5%
3.13.2 Uji secara Parsial / Uji t
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Variabel bebas dikatakan berpengaruh terhadap variabel terikat bisa dilihat dari probabilitas variabel bebas dibandingkan dengan tingkat kesalahannya (α). Jika probabilitas variabel lebih
47
probabilitas variabel bebas lebih kecil dari tingkat kesalahannya maka variabel bebas tersebut terpengaruh terhadap variabel terikat. H0 : b1 = 0 , artinya variabel
bebas yaitu berupa kesadaran merek, asosiasi merek, kesadaran merek, loyalitas merek, secara parsial tidak berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. H0 : b1 ≠ 0, artinya variabel bebas yaitu berupa kesadaran merek, asosiasi merek, kesadaran merek, loyalitas merek, secara parsial berpengaruh positif terhadap Kriteria pengambilan keputusan :
H0 diterima jika t hitung < t tabelpada α 5%
H0 ditolak jika t hitung > t tabel, pada α 5%
3.13.3 Uji Koefisien Deterministik (R2)
Determinan digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Koefisien determinan (R2) berkisar antara 0 (nol) sampai dengan 1 (satu), (0 ≤ R2≤1). Hal ini berarti bila R2= 0, menunjukkan tidak adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dan bila R2 mendekati 1, menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Rumus koefisien korelasi dan koefisien determinasi menurut Ridwan (1997:25) yaitu: n.( ∑XY ) – ( ∑X). ∑Y r = √ {n. ∑X² - ( ∑X )²}. {n. ∑Y² - ( ∑Y² )} R² = ( r )² x 100% Keterangan:
r = Koefisien korelasi variabel bebas dan variabel terikat n = Banyaknya sampel
48 X = Skor tiap item