• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Validitas Item Angket

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: FEBRIANI LIDIA IMANIAH NIM K (Halaman 71-80)

METODOLOGI PENELITIAN

F. Validasi Instrumen Penelitian

1. Uji Validitas Item Angket

Validitas item angket menurut Arikunto (2006: 170) dihitung dengan menggunakan rumus korelasi product moment dari Karl Pearson sebagai berikut:

commit to user

53

= nXY − (X )(Y )

2 2 2 2 Keterangan:

rxy = indeks korelasi antara variabel X dan Y X = skor item

Y = skor total n = cacah subyek

Setelah nilai r hitung diketahui, kemudian dilanjutkan dengan menghitung nilai t dengan uji t. Uji t dilakukan dengan rumus:

= ( − 2)

(1 − 2) Dengan:

thitung = nilai t

rxy = koefisien korelasi hasil r hitung n = jumlah subyek

Keputusan uji:

t hitung > t tabel berarti valid t hitung < t tabel berarti tidak valid

Angket yang digunakan dalam penelitian memiliki nilai validitas sebagaimana disajikan dalam tabel 3.6 di bawah ini:

Tabel 3.5 Rangkuman Uji Validitas Instrumen

No. Variabel Jumlah

Butir

Keputusan Uji Validitas Valid Tidak Valid

1 Konsep Diri 54 32 22

2 Perhatian Orang Tua 42 31 11

3 Motivasi Berprestasi 34 30 4

Jumlah 130 93 37

*)Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 3 2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Alpha yang biasa digunakan dalam uji reliabilitas. Rumus Alpha menurut Arikunto (2006:

196) disajikan sebagai berikut:

commit to user Keterangan:

r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

2 = jumlah varians butir

2 = varians total

Nilai α kemudian dikategorikan menurut Arikunto (2006: 276) sebagai berikut:

Tabel 3.6 Interpretasi Nilai α

Nilai α Reliabilitas

0.00 – 0.20 Sangat rendah

0.21 – 0.40 Rendah

0.41 – 0.60 Sedang

0.61 – 0.80 Tinggi

>0.80 Sangat tinggi

Mengacu pada kriteria di atas, nilai rebilitas setiap variabel berkisar dari tinggi ke sangat tinggi. Masing-masing variabel berikut nilai reliabilitasnya disajikan sebagai berikut:

Tabel 3.7 Rangkuman Uji Reliabilitas Instrumen

No. Variabel Jumlah

Butir

Indeks Reliabilitas

Keputusan Uji

1 Konsep Diri 32 0,82902 Sangat Tinggi

2 Perhatian Orang Tua 31 0,92516 Sangat Tinggi

3 Motivasi Berprestasi 30 0,91823 Sangat Tinggi

*)Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 3

Instrumen penelitian meliputi variabel konsep diri, perhatian orang tua, dan motivasi berprestasi diukur dengan angket. Angket ketiga instrumen yang telah diujicobakan langsung di uji validitas dan reliabilitas dengan formula yang telah dijelaskan di atas. Item soal yang thitung > ttabel dinyatakan valid, sedangkan untuk item soal yang thitung < ttabel dinyatakan tidak valid, dengan ttabel sebesar 2,048.

Angket instrumen konsep diri yang diujicobakan sebanyak 54 item soal.

Setelah dilakukan uji validitas item angket, sebanyak 22 item dinyatakan tidak

commit to user

55 valid. Item yang dinyatakan tidak valid adalah item nomor: 3, 5, 6, 7, 11, 12, 14, 16, 17, 19, 21, 23, 25, 26, 30, 35, 41, 43, 44, 46, 50, dan 54. Item soal yang tidak valid tidak digunakan untuk penelitian, sehingga angket instrumen konsep diri untuk penelitian hanya 32 item soal. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dibuat kisi-kisi instrumen konsep diri setelah di uji validitas dan reliabilitas seperti pada tabel berikut.

Tabel 3.8 Kisi-Kisi Instrumen Konsep Diri

Variabel Indikator Pernyataan Jml

Positif Negatif Konsep Diri 1. Penerimaan diri dan orang

lain

1,2 18 3

2. Pengendalian diri terhadap emosi sekarang dan harapan terhadap masa depan

7. Perasaan kebermanfaatan 33,34 45 3

8. Memiliki pandangan hidup dan keyakinan diri

36 47 2

9. Memiliki perasaan bangga 37,38 48,49 4 10. Konsep tentang perasaan

malu 39,40 51 4

11. Penyesuaian diri 42 52,53 3

Jumlah 16 16 32

Angket instrumen perhatian orang tua yang diujicobakan sebanyak 42 item soal. Setelah dilakukan uji validitas item angket, sebanyak 11 item dinyatakan tidak valid. Item yang dinyatakan tidak valid adalah item nomor: 3, 4, 5, 9, 11, 12, 26, 28, 29, 40, dan 42. Item soal yang tidak valid tidak digunakan untuk penelitian, sehingga angket instrumen perhatian orang tua untuk penelitian hanya 31 item soal. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dibuat kisi-kisi

commit to user

instrumen perhatian orang tua setelah di uji validitas dan reliabilitas seperti pada tabel berikut.

Tabel 3.9 Kisi-Kisi Instrumen Perhatian Orang Tua

Variabel Indikator Pernyataan Jml

Positif Negatif Perhatian

Orang Tua

1. Penyediaan fasilitas belajar 1,7 14,16,18 5 2. Pemberian motivasi belajar 2,6,8,10 13, 15,17 7 3. Pengawasan orang tua 19,21,23,

25,27

32,34,36, 38

9 4. Hubungan antara anggota

keluarga

Angket instrumen motivasi berprestasi yang diujicobakan sebanyak 34 item soal. Setelah dilakukan uji validitas item angket, sebanyak 4 item dinyatakan tidak valid. Item yang dinyatakan tidak valid adalah item nomor: 1, 3, 25, dan 32.

Item soal yang tidak valid tidak digunakan untuk penelitian, sehingga angket instrumen motivasi berprestasi untuk penelitian hanya 30 item soal. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat dibuat kisi-kisi instrumen motivasi berprestasi setelah di uji validitas dan reliabilitas seperti pada tabel berikut.

Tabel 3.10 Kisi-Kisi Instrumen Motivasi Berprestasi

Variabel Indikator Pernyataan Jml

Positif Negatif Motivasi

Berprestasi

1. Berorientasi sukses 5,13,21 9,17,22, 23

Data interval merupakan syarat data yang digunakan untuk analisis regresi. Konsep diri, motivasi berprestasi dan perhatian orang tua merupakan data sekunder yang diambil mengunakan angket dengan skala Likert, hasil

commit to user

57 dari angket tersebut merupakan jenis data ordinal. Untuk mendapatkan data interval perlu dilakukan transformasi data. Transformasi data ordinal ke data interval dengan cara komputasi metode Succesive Interval melalui aplikasi Microsoft Excel.

2. Uji Prasyarat Analisis Jalur a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data terdistribusi normal. Uji normalitas dapat dilakukan dengan bantuan program SPSS 18 dengan melihat nilai p (signifikansi) pada uji Kolmogorov-Smirnov dengan nilai p > 0,05 menunjukkan bahwa data terdistribusi normal sedangkan nilai p < 0,05 menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal.

b. Uji Linieritas

Uji linearitas dilakukan dengan test of linearity yaitu dengan Uji Anova (F test). Bila diperoleh nilai p > 0,05 pada deviation from linearity, maka model dinyatakan berbentuk linier.

c. Uji Heterokedastisitas

Uji asumsi heterokedastisitas digunakan untuk mencari tahu bahwa varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap berarti data mewakili berbagai ukuran. Diagram pencar residual dikatakan terjadi heterokedastisitas jika diagram pencar membentuk pola tertentu. Diagram pencar yang tidak membentuk pola, maka tidak terjadi heterokedastisitas (Wijaya, 2009: 124).

d. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas merupakan uji yang ditujukan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model diuji regresi yang baik adalah tidak terjadi multikolinearitas. Multikolinearitas dapat dilihat dari nilai VIF < 10 maka tingkat kolinearitas dapat ditoleransi (Wijaya, 2009: 119).

commit to user 3. Pengujian Hipotesis

Penelitian dilakukan untuk menguji lima hipotesis yaitu hipotesis pertama, kedua, dan ketiga mempunyai cara yang sama, sedangkan hipotesis kedua dan ketiga bersama-sama karena mempunyai cara yang sama, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Hipotesis pertama, kedua, dan ketiga

Pengujian hipotesis pertama, kedua, dan ketiga yang diajukan dalam penelitian mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1) Hipotesis statistik ditentukan sebagai berikut:

Hipotesis Pertama

2) Uji statistik dilakukan dengan analisis regresi berganda menggunakan SPSS 18, yang diperoleh hasil uji secara simultan dan individu dengan rumus sebagai berikut:

Signifikansi/ probabilitas nilai F hasil uji statistik < 0,05, dapat dilanjutkan pengujian statistik secara individual. Pengujian statistik secara individu menggunakan uji t dengan rumus sebagai berikut:

t = r r(1,2,3)

(1,2,3)

se = standar eror, yang diperoleh dari hasil komputasi SPSS

commit to user

59 Signifikansi analisis jalur dapat diketahui dengan membandingkan nilai probabilitas 0,05 dengan nilai probabilitas sig.

Nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas sig atau (0,05 ≤ sig), H1diterima dan Ho ditolak, artinya signifikan.

3) Kesimpulan, besarnya pengaruh langsung antara variabel konsep diri terhadap prestasi belajar mata pelajaran membuat dokumen dirumuskan: (yx1) (yx1), besarnya pengaruh langsung antara perhatian orang tua terhadap prestasi belajar mata pelajaran membuat dokumen dirumuskan: (yx2) (yx2), sedangkan besarnya pengaruh langsung antara motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar mata pelajaran membuat dokumen dirumuskan: (yx3) (yx3).

b. Hipotesis keempat dan kelima

1) Hipotesis statistik yang digunakan sebagai berikut:

Hipotesis keempat

2) Uji statistik dilakukan dengan analisis regresi berganda menggunakan SPSS 18, yang diperoleh hasil uji secara simultan dan individu dengan rumus sebagai berikut:

Signifikansi/ probabilitas nilai F hasil uji statistik < 0,05, dapat dilanjutkan pengujian statistik secara individual. Pengujian

commit to user

statistik secara individu menggunakan uji t dengan rumus sebagai berikut:

t = r r(1,2,3)

(1,2,3)

se = standar eror, yang diperoleh dari hasil komputasi SPSS

3) Hipotesis keempat dan kelima dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dan analisis korelasi Product Moment, untuk mendapatkan besarnya koefisien (kontribusi) X1, X2, dan X3 secara simultan terhadap Y sebesar (RSquare=R2yx1x2x3) = ( YX1) (r YX1) + ( YX2) (r YX2) + ( YX3) (r YX3)

4) Besarnya koefisien residu R3 dapat dihitung dengan cara R3 = 1 − 2x3x2x1 , sehingga diperoleh persamaan model pertama X3 = ρx3x1 x1 + ρx3x2 x2 + ρx3R3

Besarnya koefisien residu R4 dapat dihitung dengan cara R4 = 1 − 2 3 1 , sehingga diperoleh persamaan model kedua Y = ρyx1 x1+ ρyx3x3+ ρy R4

5) Kesimpulan, besarnya pengaruh tidak langsung X1 (konsep diri) terhadap Y (prestasi belajar) melalui X3 (motivasi berprestasi) = ρ X3X1 x ρ YX3 , sedangkan besarnya pengaruh tidak langsung X2

(perhatian orang tua) terhadap Y (prestasi belajar) melalui X3

(motivasi berprestasi) = ρ X3X2 x ρ YX3 . 4. Uji Signifikansi Diagram Jalur Baru

Koefisien jalur yang tidak signifikan, dilakukan trimming yaitu melakukan perhitungan ulang dengan menghilangkan jalur yang tidak signifikan. Selain itu, dilakukan uji kesesuaian model untuk menguji apakah model yang diusulkan memiliki kesesuaian dengan data atau tidak yaitu dengan menggunakan uji statistik kesesuaian model koefisien Q dengan rumus sebagai berikut:

1 – R2m

1 – M Q =

commit to user

61 Dimana Q = koefisien Q

R2m = 1 – (1-R12).( 1-R22)

M = R2m setelah dilakukan trimming (Riduwan dan Kuncoro, 2008: 148).

Apabila Q = 1 mengindikasikan model fit sempurna. Jika Q < 1, untuk menentukan fit tidaknya model maka statistik koefisien Q perlu diuji dengan statistik W yang dihitung dengan rumus:

Whitung= - (N – d)ln Q Keterangan:

N = Menunjukkan ukuran sampel.

d = Banyaknya koefisien jalur yang tidak signifikan sama dengan degree of freedom/derajat bebas)

R2m= Koefisien determinasi multipel untuk model yang diusulkan

M = Menunjukkan koefisien determinasi multipel (R2m) setelah koefisien jalur yang tidak signifikan yang dihilangkan (Riduwan dan Kuncoro, 2008: 148).

Setelah mengetahui besarnya W hitung , kemudian dibandingkan dengan tabel Chi square dengan α = 0,05.

Dasar pengambilan keputusan:

Jika Whitung ≥ χ2 (df;α), Ho ditolak (berarti matriks korelasi sampel berbeda dengan matriks korelasi estimasi), masudnya kedua model tersebut signifikan.

Jika Whitung ≤ χ2 (df;α), Ho diterima (berarti matriks korelasi sampel sama dengan matriks korelasi estimasi), maksudnya kedua model tersebut tidak signifikan (Riduwan dan Kuncoro, 2008: 148).

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh: FEBRIANI LIDIA IMANIAH NIM K (Halaman 71-80)

Dokumen terkait