BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
4.3.1 Uji Validitas Instrumen
Untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen, penulis
menggunakan analisis dengan SPSS.
Untuk tingkat validitas dilakukan uji signifikansi dengan
membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel. Untuk degree of freedom
(df) = n-k dalam hal ini n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah konstruk.
Pada kasus ini besarnya df dapat dihitung 35-2 atau df = 33 dengan alpha 0,05
didapat r tabel 0,334, jika r hitung (untuk tiap-tiap butir pertanyaan dapat
dilihat pada kolom corrected item pertanyaan total correlation) lebih besar dari
Tabel 4.6
Hasil Uji Validitas Instrumen
Variabel Item pertanyaan
Corrected Item pertanyaan Total Correlation r table Ket. Kualitas Pelayanan (X1) Pertanyaan 1 0,723 0,334 Valid Pertanyaan 2 0,750 0,334 Valid Pertanyaan 3 0,852 0,334 Valid Pertanyaan 4 0,722 0,334 Valid Pertanyaan 5 0,737 0,334 Valid Pertanyaan 6 0,761 0,334 Valid Pertanyaan 7 0,859 0,334 Valid Pertanyaan 8 0,746 0,334 Valid Pertanyaan 9 0,531 0,334 Valid Pertanyaan 10 0,745 0,334 Valid Pertanyaan 11 0,714 0,334 Valid Pertanyaan 12 0,813 0,334 Valid Pertanyaan 13 0,647 0,334 Valid Pertanyaan 14 0,854 0,334 Valid Pertanyaan 15 0,829 0,334 Valid Penerapan Prinsip–prinsip Syariah (X2) Pertanyaan 16 0,757 0,334 Valid Pertanyaan 17 0,794 0,334 Valid Pertanyaan 18 0,713 0,334 Valid Pertanyaan 19 0,703 0,334 Valid Kepuasan Nasabah KPR (Y) Pertanyaan 20 0,627 0,334 Valid Pertanyaan 21 0,572 0,334 Valid Pertanyaan 22 0,596 0,334 Valid Pertanyaan 23 0,453 0,334 Valid Pertanyaan 24 0,562 0,334 Valid Pertanyaan 25 0,742 0,334 Valid
Sumber: Data Primer yang diolah, 2011
Dari tabel-tabel di atas dapat diketahui bahwa masing-masing item
pertanyaan memiliki r hitung > dari r tabel (0,334) dan bernilai positif.
Dengan demikian butir-butir pertanyaan yang digunakan peneliti dinyatakan
4.3.2 Uji Reliabilitas Instrumen
Tabel 4.7
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Variabel Indikator Reliabilitas Coefficient Cronbach Alpha Keteranga n X1
Reliability (keandalan). 2 item pertanyaan 0,700 Reliabel Responsiveness (ketanggapan). 3 item pertanyaan 0,807 Reliabel Assurance (jaminan dan
kepastian). 4 item pertanyaan 0,868 Reliabel empathy (empati). 3 item pertanyaan 0,737 Reliabel tangible (berwujud). 3 item pertanyaan 0,750 Reliabel
X2
Bebas dari riba. 2 item pertanyaan 0,860 Reliabel Mengacu kepada
ketentuan-ketentuan Al-Quran Hadist. 2 item pertanyaan 0,813 Reliabel Y Kesesuaian harapan jasa. 2 item pertanyaan 0,756 Reliabel
Kemudahan dalam memperoleh
jasa. 3 item pertanyaan 0,766 Reliabel
Kesediaan untuk
merekomendasikan kepada orang lain.
1 item pertanyaan 0,700 Reliabel
Sumber: Data Primer yang diolah, 2011
Dari keterangan tabel di atas dapat diketahui bahwa masing-masing
variabel memiliki Cronbach Alpha > 0,60. Dengan demikian variabel (kualitas
pelayanan, penerapan prinsip-prinsip syariah dan kepuasan nasabah KPR)
dapat dikatakan reliabel.
4.4 Uji Asumsi Klasik
Berdasarkan hasil pengujian segala penyimpangan klasik terhadap data
4.4.1 Uji Multikolinearitas
Uji Multikolieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu
model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independent atau
tidak. Tabel 4.8 Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) Kualitas Pelayanan (X1) .871 1.148 Penerapan Prinsip-prinsip Syari'ah (X2) .871 1.148
a. Dependent Variable: Kepuasan Nasabah KPR (Y)
Sumber: Data Primer yang diolah, 2011
Dari hasil pengujian multikolinieritas yang dilakukan diketahui
bahwa nilai variance inflation factor (VIF) kedua variabel, yaitu lebih kecil
dari 10, sehingga bisa disimpulkan bahwa antar variabel independen tidak
terjadi persoalan multikoliniearitas.
4.4.2 Uji Autokorelasi
Pengujian ini dilakukan untuk menguji suatu model apakah antara
variabel pengganggu masing-masing variabel bebas saling berhubungan.
Tabel 4.9 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .495a .245 .198 2.735 1.791
a. Predictors: (Constant), Penerapan Prinsip-prinsip Syari'ah (X2), Kualitas Pelayanan (X1) b. Dependent Variable: Kepuasan Nasabah KPR (Y)
Sumber: Data Primer yang diolah, 2011
Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model
regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t
dengan pengganggu pada periode t-1(sebelumnya). Jika terjadi korelasi
maka dikatakan ada problem autokorelasi.75 Dari hasil pengujian dengan
menggunakan uji Durbin–Watson atas residual persamaan regresi
diperoleh, nilai Durbin Watson 1,791 dengan jumlah variable bebas (k)
=2, sample (n) = 35 dan dl = 1,343, du = 1,584. Maka du < dw < 4-du,
Sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat autokorelasi.76
4.4.3 Uji Heteroskedastisitas
Uji Heterokedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
korelasi terjadi ketidaksamaan varians. Adapun hasil uji statistik
Heterokedasitas yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
75
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Semarang: Badan Penerbit UNDIP, 2006, hlm 99.
76
Gambar 4.5
Uji Penyimpangan Heteroskedastisitas
Sumber: Data Primer yang diolah, 2011
Berdasarkan grafik scatter plot menunjukkan bahwa tidak terdapat
pola yang jelas serta titik yang menyebar di atas dan di bawah angka 0
pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi
heteroskedastisitas pada model regresi.
4.4.4 Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi
normal atau tidak. Cara yang bisa ditempuh untuk menguji kenormalan
data adalah dengan menggunakan 3 cara, yaitu:
1. Grafik Histogram dengan cara melihat bentuk kurva yang terdapat
pada histogram tersebut. Jika pada grafik histogram kurva yang
terbentuk telah membentuk lonceng sempurna, maka residual data
2. Grafik Normal P-P Plot dengan cara melihat penyebaran residual
datanya. Jika pada grafik tersebut penyebaran datanya mengikuti pola
garis lurus, maka residual datanya dikatakan normal.
3. Nilai Signifikansi pada uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Jika pada
tabel test of normality dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov
nilai sig > 0.05, maka residual data berdistribusi normal.
Adapun Uji Normalitas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Gambar 4.6 Grafik Histogram
Gambar 4.7 Normal Probability Plot
Sumber: Data Primer yang diolah, 2011
Tabel 4.10
Nilai Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Untuk Kualitas Pelayanan dan
Penerapan Prinsip-prinsip Syariah dengan Kepuasan Nasabah KPR
Uji kolmogorov-smirnov Unstandarize Residual
Nilai kolmogorov-smirnov 0,604
Sig 0,859
Sumber: Data Primer yang diolah, 2011
Berdasarkan grafik histogram, di dapat kurva normal yang
membentuk lonceng sempurna, maka dapat dikatakan residual data telah
berdistribusi normal. Hal yang sama pula ditunjukkan oleh normal P-P
Plot penyebaran data mengikuti garis normal (garis lurus). Begitu pula
bahwa residual data yang didapat tersebut mengikuti distribusi normal,
berdasarkan hasil output menunjukkan nilai Kolmogorov-Smirnov
signifikan pada 0,859 > 0.05. Dengan demikian, residual data berdistribusi
normal dan model regresi telah memenuhi asumsi normalitas.