METODE PENELITIAN
K. Teknik Pengujian Instrumen
1. Uji Validitas
Tujuan dilakukan uji validitas adalah untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuisioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut (Ghozali, 2011:52). Mengukur validitas dapat dilakukan dengan melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel yaitu dengan membandingkan nilai rhitung dengan rtable untuk degree of
freedom (df)= n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel penelitian (Ghozali,
49
pernyataan dengan skor total dengan rumus korelasi product moment (Sugiyono, 2011:228).
rxy= n∑xiyi− (∑xi)(∑yi) n∑xi2− (∑xi)2 n∑yi2− (∑yi)2
Dimana,
rxy = Koefisien korelasi setiap item yi = Nilai total item
xi = Nilai dari setiap item n = Jumlah sampel
Untuk menentukan instrumen itu valid atau tidak maka ketentuannya adalah sebagai berikut :
a. Jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔>𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan taraf keyakinan 95%, maka instrumen tersebut dikatakan valid.
b. Jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔≤ 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan taraf keyakinan 95%, maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel konstruk. Suatu kuisioner dinyatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2011:47). Kehandalan yang menyangkut kekonsisten jawaban jika diujikan berulang pada sampel yang berbeda. Cara mencari
50
reliabilitas untuk keseluruhan item adalah dengan mengkoreksi angka korelasi yang diperoleh menggunakan rumus Cronbach Alfa yaitu :
𝑟 = 𝑘
𝑘 − 1 1 − ∑𝜎2
𝜎𝑡2 Keterangan :
r = Koefisien reliabilitas instrument(cronbach alpha) k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyak soal ∑𝜎2 = Total varian butir
𝜎𝑡2 = Total varian
Kriteria Pengujian menurut Bagozzi dan Yi (dalam Eisingerich dan rubera, 2010:27), reabilitas 0,0 – 0,20 artinya kurang reliabel > 0,20 – 0,40 artinya agak reliabel, > 0,40 – 0,60 artinya cukup reliabel, > 0,60 – 0,80 artinya reliabel dan > 0,80 – 1,00 artinya sangat reliabel.
L. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif
Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis secara deskriptif variabel penelitian yang digunakan. Teknik analisi deskriptif dibagi menjadi dua tahap yaitu :
a. Deskripsi Responden
Deskripsi responden berisi tentang perhitungan yang menjadi klasifikasi kuesioner secara umum. Seperti nama, jenis kelamin,
51
lama bekerja, usia. Deskripsi responden dilakukan dalam frekuensi (%).
b. Deskripsi Variabel
Untuk mengetahui apakah persepsi karyawan karyawan sangat baik atau sangat buruk terhadap lingkungan kerja, maka penulis akan menggunakan rentang skala pada kusioner tentang lingkungan kerja dan kedua tentang etos kerja karyawan
Dapat diketahui bobot nilai tertinggi adalah 5 dan bobot nilai terendah adalah 1. Jumlah kelas 5 sehingga interval dapat dihitung sebagai berikut :
Interval = 𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚−𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝑀𝑖𝑛𝑖𝑚𝑢𝑚𝐾𝑒𝑙𝑎𝑠 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙
Interval = 5−1
5 = 0,8
Dengan rentang skala 0,8 maka skor persepsi pada lingkungan kerja dikelompokkan sebagai berikut :
1) Skor variabel 1,00 s/d 1,79 yang menunjukan persepsi karyawan pada lingkungan kerja sangat tidak baik.
2) Skor variabel 1,80 s/d 2,59 yang menunjukan persepsi karyawan pada lingkungan kerja tidak baik.
3) Skor variabel 2,60 s/d 3,39 yang menunjukan persepsi karyawan pada lingkungan kerja cukup baik.
52
4) Skor variabel 3,40 s/d 4,19 yang menunjukan persepsi karyawan pada lingkungan kerja baik.
5) Skor variabel 4,20 s/d 5,00 yang menunjukan persepsi karyawan pada lingkungan kerja sangat baik.
Sementara itu dengan rentan skala yang sama sebesar 0,8 maka skor etos kerja karyawan dikelompokan sebagai berikut :
1) Skor variabel 1,00 s/d 1,79 yang menunjukan etos kerja karyawan sangat rendah.
2) Skor varibel 1,80 s/d 2,59 yang menunjukan etos kerja karyawan rendah.
3) Skor varibel 2,60 s/d 3,39 yang menunjukan etos kerja karyawan cukup.
4) Skor variabel 3,40 s/d 4,19 yang menunjukan etos kerja karyawan tinggi. Skor variabel 4,20 s/d 5,00 yang menunjukan etos kerja karyawan sangat tinggi.
2. Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Analisis regresi linier berganda dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
a. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
53
Pada penelitian ini uji normalitas dilakukan bertujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya suatu distribusi data. Pada uji normalitas ini, pengujian dilakukan pada variabel lingkungan kerja fisik (X) dan etos kerja karyawan (Y). Penelitian ini menggunakan Kolmogrov-Smirnov Goodness
of Fit Test untuk melihat apakah data berdistribusi normal
atau tidak. Selain itu, data ini juga dibandingkan dengan
Normality Probability Plot.
Adapun kriteria dalam uji normalitas ini adalah :
a) Angka sig. Uji Kolmogrov-Smirnov > 0,05 maka berdistribusi normal.
b) Angka sig. Uji Kolmogrov-Smirnov < 0,05 maka berdistribusi tidak normal.
2) Uji Heterokedastisitas
Menurut Wijaya (dalam Sarjono dan Julianita, 2011:66), heteroskedastisitas menunjukkan bahwa varians variabel tidak sama untuk semua pengamatan atau observasi. Pada penelitian ini, uji heteroskedastisitas menggunakan uji
scatterplot. Adapun kriteria dalam uji scatterplot adalah:
a) Titik-titik pada scatterplot menyebar secara acak, baik di bagian atas angka nol ataupun di bagian bawah angka nol dari sumbul
54
vertikal atau sumbu Y, maka disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. b) Titik-titik pada scatterplot menyatu secara
teratur, baik di bagian atas angka nol ataupun di bagian bawah angka nol dari sumbul vertikal atau sumbu Y, maka disimpulkan bahwa terjadi heteroskedastisitas.
b. Membuat Persamaan Regresi
Berdasarkan rumusan masalah pengujian ini dilakukan untuk menentukan apakah persepsi karyawan pada lingkungan fisik (X) berpengaruh terhadap etos kerja karyawan sebagai variabel terikat (Y). Dengan rumus sebagai berikut :
Y = a + bX
Keterangan :
Y : Variabel terikat (Etos Kerja)
X : Persepsi Karyawan Pada Lingkungan Kerja Fisik
a : Konstanta
b : Koefisien regresi
55
Uji t biasa dikenal dengan uji signifikansi terhadap masing-masing koefisien regresi diperlukan untuk mengetahui signifikansi setidaknya pengaruh dari masing-masing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Langkah-langkah uji t sebagai berikut:
1) Menentukan hipotesis
Variabel bebas tidak berpengaruh apabila nilai koefisiennya sama dengan nol, sedangkan variabel bebasnya akan berpengaruh apabila nilai koefisiennya tidak sama nol. Hipotesis selengkapnya sebagai berikut :
H0 =a ; b ≤0 Ha =a ; b >0
2) Menentukan daerah kritis
Daerah kritis ditentukan oleh nilai ttabel dengan derajat bebas yaitu n-k dan taraf 𝛼 sebesar 5%.
3) Menentukan nilai thitung
Nilai thitung untuk koefisien a, b, dapat dirumuskan sebagai berikut :
t = 𝑎
𝑆𝑎 4) Menentukan daerah keputusan
Penentuan daerah keputusan dilakukan dengan menerima H0 atau menolak H0 dengan derajat bebas yaitu n-k dengan taraf 𝛼 sebesar 5%.
56 5) Memutuskan hipotesis
Pada tahap ini, pengambilan keputusan dilakukan dengan beberapa kriteria sebagai berikut :
Jika :
- thitung ≤ttabel ; maka H0 diterima, artinya lingkungan kerja fisik (X) tidak berpengaruh terhadap etos kerja (Y). - thitung>ttabel ; maka H0 ditolak, artinya lingkungan kerja
57 BAB IV