Sasaran II Menurunnya angka kemiskinan Kabupaten Muara Enim Tahun 2014-
UKL UPL 30 PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk
Kegiatan Penetasan Anak Ayam Desa Segayam Kecamatan Gelumbang 31 PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk
Kegiatan Peternakan Ayam Bibit Induk Untuk Menghasilkan Telur Tetas Ayam Niaga Desa Suka Menang Kecamatan Gelumbang
32 PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk
Kegiatan Peternakan Ayam Bibit Induk Untuk Menghasilkan Telur Tetas Ayam Niaga Kelurahan Gelumbang Kecamatan Gelumbang
33 PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk
Kegiatan Pembangunan Farm PS Induk Ayam Niaga Desa Menanti Selatan Kecamatan Kelekar 34 PT. Kirana Permata
Pencapaian persentase pengawasan terhadap pelaksanaan AMDAL Kabupaten Muara Enim dalam 3 (tiga) tahun 2terakhir dapat di lihat pada grafik 5.1.a.1 berikut :
Grafik 5.1.a.1
Persentase pengawasan terhadap pelaksanaan AMDAL di Kabupaten Muara Enim Tahun 2014 - 2016
5.1.a.2.Program perlindungan dan konservasi sumber daya alam. Keberhasilan program perlindungan dan konservasi sumber daya alam tahun 2016 diukur dengan Persentase penghijauan wilayah rawan longsor dan sumber mata air dengan target 58,80 persen, terrealisasi 0,025 persen.
Pencapaian Target kinerja Persentase penghijauan wilayah rawan longsor dan sumber mata air didapat dari luas wilayah rawan longsor Kabupaten Muara Enim 696.585,60 Ha dikurangi dengan luas rawan
35 PT. Lingga Djaja 36 PT. Musi Hutan Persada
Kegiatan Jalan Khusus Angkutan Kayu 37 PT. Musirawas Lestari Makmur 38 PT. Malindo Feedmill
39 PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
Kegiatan Stasiun Kompresor Gas Desa Pagar Dewa 40 PT. Perkebunan Nusantara VII Unit Beringin 41 PT. Servo Lintas Raya
Kegiatan Stockpile Batubara
42 TAC PT. Pertamina EP Gold Water TMT PTE LTD 43 TAC PT. Pertamina EP Pilona Petro Tanjung Lontar 44 KSO PT. Pertamina EP - Prisma Kampung Minyak 45 JOB Pertamina – Golden Spike Indonesia Ltd
longsor dan sumber mata air yang telah dilakukan penghijauan seluas 17.460 Ha atau 0,025 persen.
Kabupaten Muara Enim memiliki kondisi topografi yang cukup beragam, dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Daerah dataran tinggi dibagian Barat Daya, merupakan bagian dari rangkaian pegunungan bukit barisan, meliputi Kecamatan Semende Darat Laut, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kecamatan Semende Darat Ulu dan Kecamatan Tanjung Agung. Daerah dataran rendah, berada dibagian tengah. Ke Utara – Timur Laut, terdapat daerah rawa yang berhadapan langsung dengan daerah aliran Sungai Musi. Daerah ini meliputi Kecamatan Lembak, Kecamatan Gelumbang dan Kecamatan Sungai Rotan.
Daerah lahan kritis dan rawan longsor di Kabupaten Muara Enim terletak di 4(empat) kecamatan yaitu Kecamatan Semende Darat Ulu, Kecamatan Semende Darat Laut dan Kecamatan Tanjung Agung. Pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah melakukan penamaman bibit tanaman berupa bibit pohon dan bibit buah-buahan
sebanyak 300 batang untuk ditanam dilahan kritis seluas 10.600 m2,
serta dilakukan juga penanaman di kawasan hulu catchment area pada kawasan desa bedegung kecamatan tanjung agung sebanyak 585 bibit
pohon penghijauan di lahan seluas 9.750 m2.
Pelaksanaan penghijauan pada lahan kritis dan rawan longsor, selain dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim juga dilakukan oleh kelompok masyarakat binaan rehabilitasi lahan kritis dan kawasan berfungsi.
Kelompok Masyarakat binaan rehabilitasi lahan kritis dan kawasan berfungsi dapat dilihat pada tabel 5.1.a.2 berikut :
Tabel 5.1.a.2
Kelompok Masyarakat binaan rehabilitasi lahan kritis dan kawasan berfungsi di Kabupaten Muara Enim
Tahun 2016
No. Nama Kelompok Kecamatan Luasan(Ha)
1. Lembaga Pengelola Hutan
2. Lembaga Pengelola HutanDesa Penindaian Semende Darat Laut 65 3. Lembaga Pengelola HutanDesa Danau Gerak Semende Darat Ulu 100 4. Lembaga Pengelola HutanDesa Tanjung Tiga Semende Darat Ulu 735 5. Lembaga Pengelola HutanDesa Datar Lebar Semende Darat Ulu 700 6. Lembaga Pengelola HutanDesa Emil Tanjung Agung 100 7. Lembaga Pengelola HutanDesa Padang Bindu Tanjung Agung 100
Pencapaian kinerja penghijauan wilayah rawan longsor dan sumber mata air di Kabupaten Muara Enim dalam 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada grafik di bawag ini:
grafik 5.1.a.2
Pesentase Penghijauan Wilayah Rawan Longsor dan Sumber Mata Air di Kabupaten Muara Enim
Tahun 2014 – 2016
B. KINERJA KEUANGAN TAHUN 2016 Pada tahun 2016 anggaran pendapatan yang dialokasikan untuk pembangunan Pemerintah Kabupaten Muara Enim sebesar Rp. 2.177.891.479.945,19 yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Transfer, Lain – Lain Pendapatan Yang Sah. Realisasi
pendapatan Pemerintah Kabupaten Muara Enim sebesar Rp.
tahun 2016 meningkat jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan di tahun 2015 yang realisasinya sebesar 86,71 persen. Untuk anggaran belanja dialokasikan sebesar Rp. 2.474.937.091.730,96 yang terdiri dari Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tidak Terduga dan Transfer Bagi Hasil. Realisasi belanja Pemerintah Kabupaten Muara Enim sebesar Rp. 2.114.999.307.352,01 atau mencapai 85,46 persen. capaian belanja tahun 2016 menurun jika dibandingkan dengan realisasi belanja di tahun 2015 yang realisasinya sebesar 86,10 persen. Pencapaian realisasi anggaran (pendapatan dan belanja) Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada grafik c.1 berikut :
Grafik C.1
Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Muara Enim Tahun 2012 - 2016
Jika dilihat pagu anggaran terakhir selama 3 (tiga) tahun terakhir dari tahun 2013, 2014 sampai 2015 realisasi kinerja keuangan mengalami penurunan rata – rata per tahun sekitar 0,97 persen, dan selama 5 (lima) tahun terakhir realisasi keuangan rata – rata 87,58 persen. Tabel pagu anggaran dan realisasi anggaran serta rasio antara realisasi anggaran Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam 5 (lima) tahun terakhir dapat dilihat pada table c.1 di bawah ini :
Tabel C.1a
Rasio antara realisasi anggaran selama tiga tahun terakhir Tahun 2012 - 2016
URAIAN 2012 2013PAGU ANGGARAN PADA TAHUN KE2014 2015 2016
Pendapatan 1,549,678,473,971.19 1,854,796,502,141.45 1.803.457.002.643,19 2.283.476.954.665,00 2.177.891.479.945,19
Belanja 1,653,569,538,571.19 2,183,808,984,664.34 1.926.054.866.293,97 2.453.375.336.040,57 2.474.937.091.730,96
URAIAN 2012 2013REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN KE2014 2015 2016 Pendapatan 1,132,732,304,697.50 1,845,100,169,543.54 1.797.921.268.373,16 1.980.003.841.733,83 2.049.003.317.799,57
Belanja 939,434,390,018.92 1,974,657,459,760.54 1.783.781.707.407,73 2.112.376.745.513,38 2.114.999.307.352,01
Pembiayaan 339,229,242,622.63 327,629,902,918.15 216.952.795.666,88 214.896.437.281,02 90.040.467.983,66
URAIAN 2012 Rasio Antara Realisasi Anggaran Pada Tahun Ke2013 2014 2015 2016
Pendapatan 73.09 99.48 99,69 86,71 94,08
Belanja 56.81 90.42 92,61 86,10 85,46
Pembiayaan 326.52 99.58 100 100,20 30,31
Gambaran keuangan daerah Kabupaten Muara Enim dapat dilihat dari sisi penerimaan dan pengeluaran daerah. Secara rinci penerimaan daerah Kabupaten Muara Enim tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut ini :
PEMERINTAH KABUPATEN MUARA ENIM